Tag Archives: makanan

Bolehkah umat Islam, makan Jengkol dan Petai ?

Dalam hukum Islam memakan petai dan jengkol memang tidak dijelaskan. Namun hukum memakannya dapat disamakan dengan hadits yang menerangkan memakan bawang putih dan merah yang keduanya memiliki aroma yang tajam.

semurjengkol

Tersebut dalam hadits Nabi Muhammad :

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه في فتح خيبر أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: “من أكل من هذه الشجرة الخبيثة شيئاً فلا يقربنا في المسجد”، فقال الناس: حرمت، حرمت، فبلغ ذلك النبي صلى الله عليه وسلم فقال: “أيها الناس إنه ليس بي تحريم ما أحل الله لي، ولكنها شجرة أكره ريحها

“Dari Abi Sa’id al Khurdry ketika penaklukan Khaibar, Nabi Muhammad saw bersabda : ‘Siapa yang memakan dari pohon yang bau ini (bawang merah dan bawang putih) maka janganlah mendekati masjid.’ Orang-orang pun langsung bercerita-cerita tentang sabda nabi ini, mereka mengatakan : ‘Diharamkan, diharamkan.’

Hingga sampailah isu ini ke Rasulullah SAW, maka beliau bersabda : ‘Wahai umat manusia, sesungguhnya saya tidak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, akan tetapi pohon ini, aku tidak suka baunya.” (H.R Muslim).

Dari hadits ini, jelaslah bahwa bawang merah dan bawang putih tidaklah dilarang. Akan tetapi nabi hanya tidak suka baunya saja, karena bisa mengganggu kenyamanan orang sekitar, sehingga nabi melarang orang yang memakannya untuk masuk mesjid, sebab baunya itu bisa saja mengganggu kehusyu’an orang yang shalat.

jengkolpete

Ketika bawang merah dan bawang putih itu sudah di olah, atau sudah di masak, hingga tidak ada baunya lagi, maka boleh-boleh saja memakannya. Begitu juga dengan jengkol dan petai.

Masalah mengenai tidak dibolehkan bagi mereka yang memakannya untuk masuk masjid bila masih tercium baunya yang dapat mengganggu kecuali bila sudah tidak tercium baunya maka boleh.

Akan tetapi ada yang memakruhkannya dengan alasan, baunya memberi mudharat kepada orang lain karena Nabi sangat menganjurkan agar kita selalu menjaga kenyamanan dan jangan pernah mengganggu orang lain.

Sumber :
islampos.com

Iklan

Istilah Produk dari BABI : PORK, Cu Nyuk, BACON dan Khinzir ?

babi3
Berikut istilah yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi, sebagaimana dirilis Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

PIG: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang dari 50 kg.
PORK: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
SWINE: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
HOG: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
BOAR: Babi liar / celeng / babi hutan.
LARD: Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun.
BACON: Daging hewan yang disalai, termasuk / terutama babi.
HAM: Daging pada bagian paha babi.
SOW: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan)
SOW MILK: susu babi.
PORCINE: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan/ medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.

Di tengah-tengah masyarakat juga dikenal istilah-istilah lain yang merujuk pada babi, misalnya charsiu, cu nyuk, mu, chasu, yakibuta, nibuta, B2, khinzir dan lain-lain.

“Jika menemukan istilah-istilah tersebut di atas, konsumen tak perlu ragu untuk meninggalkan produk tersebut dan menggantinya dengan produk sejenis yang telah bersertifikat halal,” jelas Farid MS juru bicara LPPOM MUI.

Sumber :
islampos.com

Catatan :

1. Cu Nyuk dalam bahasa Khek/Hakka, cu = babi, nyuk = daging,  cu nyuk = daging babi, sedangkan dalam bahasa Mandarin disebut cu rou (mirajnews.com).

2. Khinzir (خنزير khinzīr), berasal dari bahasa Arab yang berarti Babi (wikipedia).

3. Bacon merupakan istilah dalam bahasa Inggris untuk daging yang diambil dari bagian punggung, samping, atau perut babi atau dari sapi yang kemudian diasinkan (curing) atau diasapi (smoking).

Bacon yang berasal dari sapi biasa disebut beef bacon. Komisi Fatwa MUI telah memutuskan untuk tidak memberi sertifikat pada produk bacon meski berasal dari sapi untuk menghindari kerancuan istilah yang dapat membingungkan konsumen (dunia.pelajar-islam.or.id).

4. Pork merupakan istilah dalam bahasa Inggris untuk daging babi. Daging babi merupakan jenis daging yang paling luas dikonsumsi di dunia. Menurut data FAO tahun 2002, lima negara terbesar pengkonsumsi daging babi (dalam satuan kalori per kapita per hari) adalah Austria (352,8), Swiss (349,6), Finlandia (343,2), Cina (331,8), dan Perancis (301,6) (dunia.pelajar-islam.or.id).

Penyakit Alzheimer dan Kebiasaan Konsumsi Kopi

kopi2

Para ilmuwan mengklaim, meminum tiga sampai lima cangkir kopi per hari dapat mengurangi risiko seseorang menderita penyakit Alzheimer hingga sekitar 20 persen.

Sebuah penelitian, yang dirilis Institute for Scientific Information on Coffee di Inggris mencatat, diet Mediterania yang terdiri dari menu ikan, buah-buahan segar dan sayuran, minyak zaitun dan anggur merah, telah dikaitkan dengan penurunan risiko pengembangan penyakit Alzheimer.

Penelitian terbaru menunjukkan, senyawa yang disebut polifenol dan kafein juga dapat bertanggung jawab pada efek perlindungan ini. Dan, senyawa ini sebenarnya juga ditemukan dalam jumlah tinggi pada kopi.

“Mayoritas studi epidemiologi manusia menunjukkan, konsumsi kopi secara teratur selama seumur hidup berhubungan dengan penurunan risiko terkena penyakit Alzheimer, efek perlindungan yang optimal terjadi saat mengonsumsi 3-5 cangkir kopi per hari,” ujar asisten profesor neuroepidemiologi di Erasmus Medical Centre Rotterdam, Dr. Arfran Ikram.

Dalam studinya, Dr. Ikram menemukan kalau konsumsi kopi moderat berhubungan dengan risiko lebih rendah menderita demensia selama periode pengujian empat tahun, hingga 20 persen. Hanya saja, efek ini berkurang pada periode yang lama.

Para peneliti menemukan kafein membantu mencegah pembentukan plak amiloid dan kekusutan neurofibrulary di otak, dua penyebab Penyakit Alzheimer. Menurut mereka, baik kafein maupun polifenol mengurangi peradangan dan menurunkan kerusakan sel-sel otak terutama di hippocampus dan korteks, daerah otak yang terlibat dalam memori. Demikian dilansir Indian Express.

Sumber :
republika.co.id

 

Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?

Ketika Dinasti Ming berhasil menguasai daratan Cina, salah seorang perwira angkatan laut Dinasti Yuan, yang bernama Chen Tsu Ji, melarikan diri ke po-lin-fong (Palembang). Kedatangan Chen Tsu Ji membawa ribuan orang pengikutnya, dan membangun basis kekuatan disekitar sungai musi.

Pengikut Chen Tsu Ji ini, kemudian menguasai wilayah perairan Sungsang sampai ke Selat Bangka. Kapal-kapal yang melewati wilayah tersebut, harus membayar upeti kepada mereka. Tindakan pengikut Chen Tsu Ji ini, akhirnya sampai kepada Kaisar Zhu Di di China, dan untuk mengatasinya Sang Kaisar mengirim Laksamana Cheng Ho ke Nusantara.

chengho1

Sejarah Pempek Palembang

Pada sekitar tahun 1407, armada Cheng Ho berlabuh di Palembang bersama bala tentaranya yang diperkirakan berjumlah 27.800 orang. Melalui pertarungan yang sengit,Chen Tsu Ji berhasil ditawan dan dibawa ke Peking.

Sejarah mencatat, selain berhasil menumpas kelompok Chen Tsu Ji, Laksamana Cheng Ho, juga berperan dalam mengembangkan komunitas masyarakat Tionghoa Muslim di wilayah ini (Sumber : Harian Kompas, Panduan Budaya China – Palembang yang diabadikan)

Menurut sejarahwan Yudhy Syarofie, pada sekitar tahun 1400-1500, di Kota Palembang sudah terdapat perkebunan sagu (Sumber : Merdeka.Com). Diperkirakan pada masa itu  Suku Melayu sudah memanfaatkan Tepung Sagu, sebagai bahan baku makanan, yang pada masa sekarang dikenal sebagai “Pempek Dos”.

pempek1

Masuknya komunitas Tionghoa di Palembang, sepertinya berdampak kepada perkembangan makanan olahan ini. Masyarakat Tionghoa pada masa itu, telah mengenal Bakso yang terbuat dari bahan daging giling. Mereka kemudian memodifikasi makanan berbahan tepung sagu tersebut, dengan daging ikan yang telah dihaluskan.

Perpaduan makanan khas melayu dan tionghoa ini, melahirkan satu jenis makanan baru, yang saat ini dikenal sebagai “Pempek Ada’an”, yang bentuknya memang mirip pentol bakso (Sumber : Sumeksminggu.com).

pempek2
Pada awalnya makanan yang berbahan sagu dan ikan ini, dinamakan “kelesan”. Di masa Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823), makanan jenis ini sudah banyak ditemukan di kalangan komunitas China, yang saat itu tinggal di rumah rakit.

Nama pempek berawal dari pedagang “kelesan” etnis China, yang sering dipanggil ‘apek’. Pembeli yang membeli kelesan dari orang China ini terbiasa memanggil pedagangnya dengan sebutan ‘pek-pek-pek’, yang akhirnya sejak tahun 1920an, mulai dikenal istilah pempek di kalangan masyarakat (Sumber : tribunnews.com).

Pada masa sekarang ini, Pempek dikenal dalam beragam jenis, diantaranya Pempek Dos, Adaan, Kapal Selam, Roket, Lenjer, Pastel,  kriting, Lenggang, Panggang, Kulit, Tahu dan Telok.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Palembang
1. Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”
2. Sultan Mahmud Badaruddin II, Pahlawan Nasional dari Kesultanan Palembang Darussalam
3. Nasab Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam 3 versi silsilah : Gresik, Sumedang dan Cirebon?
4. Perlawanan Sultan Ahmad Najamuddin “Prabu Anom”, menjelang berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam?

ciri makanan MENGANDUNG BABI dalam BAHASA JEPANG

Sebelum membeli makanan kemasan, produk negeri Jepang, jika terdapat tulisan ini 豚肉を含む berarti mengandung babi.

Google Translate…


google1

Contoh produk makanan yang dijual di pasaran…
Lihat tulisan yang dilingkari spidol merah

makanan1Sumber Picture

WaLlahu a’lamu bishshawab

Penemuan Teknologi, Alat Pendeteksi Kandungan Babi Dalam Makanan

Muslim Prancis masih sangat sulit mengidentifikasi daging halal, Hal ini dikarenakan belum masifnya sertifikasi halal di Prancis.

Beruntung, dua pengusaha Prancis telah menemukan alat yang mampu mengidentifikasi daging babi atau kandungannya dalam makanan. Bentuknya seperti tes kehamilan sehingga mudah digunakan. Selain mengidentifikasi kandungan di makanan, alat ini juga mampu mengindentifikasi kandungan babi di kosmetik atau obat-obatan.

diteksi11

Cara mengoperasikannya cukup mudah, alat itu dilengkapi tabung kecil dimana sampel dari makanan ini dicampur dengan air. Lalu muncul hasilnya. Mirip seperti alat tes kehamilan. Garis pertama, menandakan tidak ada jejak kandungan babi. Garis kedua, ada jejak kandungan babi.

Adalah Jean-Francois Julien dan Abderrahme Chaoui yang menemukan alat tersebut. Ide keduanya terinspirasi munculnya skandal daging kuda yang menghebohkan.”Abderrahme memberitahu saya, identifikasi makanan sangat menarik untuk dikembangkan. Saat itulah, kami mendapatkan alat ini,” kata dia seperti dilansir alarabiya.net, Kamis (23/10).

Saat ini, Capital Biotech, telah memproduksi alat tersebut dengan banderol 6 euro. Halaltest demikian nama alat itu akan tersedia secara online terlebih dahulu sebelum dijual secara umum. Capital Biotech mengklaim sudah ada 10.000 pemesanan ketika Halaltest diumumkan penjualannya.

“Sekarang kami lebih mudah untuk mengetahui apakah ada atau tidak kandungan babi di dalam makanan,” kata Mohammed Hatmi, pekerja pasar swalayan.

Ke depan, Julien dan Abderrahme tengah mengembangkan alat pengetes alkohol dan kadar gluten dalam makanan.

Sumber :
sangpencerah.com

Rahasia Tubuh Ideal Rasulullah, dan Program Diet OCD Deddy Corbuzier ?

Di dalam beberapa riwayat, diperoleh informasi bahwa postur tubuh Rasulullah tidaklah terlalu gemuk atau terlalu kurus, namun cenderung berperawakan baik, manarik dan kekar.

Bara’a bin Aazib (ra) meriwayatkan: “Rasulullah (saw) tingginya sedang, dengan tulang belikat (pundak) yang bidang. Rambut beliau cukup tebal, panjangnya sampai batas telinga. Saya belum pernah melihat sesuatu yang lebih menarik dari beliau. (Hadits Bara’a bin Aazib)

Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau… (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).

Ada beberapa analisa, mengapa Rasulullah memiliki tubuh yang ideal, salah satunya adalah beliau tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan serta memiliki pola makan yang baik.

diet1

Pola Makan Rasulullah

Dari beberapa sumber, pada lepas dari subuh, Rasulullah biasa memulai dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu. Kemudian pada waktu Dhuha, beliau makan tujuh butir kurma ajwa` (matang).

Menjelang sore hari, menu makan Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan hanya cuka dan minyak zaitun saja, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Dan sesuai dengan kaidah “waktu berbuka puasa”, makan malam dilakukan setelah waktu maghrib sampai dengan sebelum Shalat Isya.

diet3

Program Diet OCD (Deddy Corbuzier)

OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet), adalah sistem diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzie, yang tujuannya untuk membentuk tubuh yang ideal.

Dalam penerapannya, Sistem OCD ini menggunakan cara berpuasa, yaitu tidak makan, namun diperbolehkan minum, dengan pola 16 jam, 18 jam, 20 jam dan 24 jam.

Seseorang yang memilih pola 16 jam, berarti ia memiliki “jendela makan” sekitar 8 jam. Dengan demikian, yang bersangkutan, diperkenankan makan dalam rentang waktu 8 jam, dan setelah itu ia harus berpuasa makan (hanya boleh minum), selama 16 jam.

Berdasarkan berbagai sumber dari media massa, diberitakan telah banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan, dan memiliki postur tubuh yang ideal, setelah mengikuti Program Diet OCD ini.

Program Diet dengan cara berpuasa bukan hanya milik OCD, sebelumnya juga pernah ada, yang dikenal dengan nama Program Intermittent Fasting (IF), kemudian ada juga Diet 05:02, diperkenalkan oleh Dr Michael Mosley, dalam buku berjudul `The Fast Diet, The Simple Secret of Intermittent Fasting. Lose Weight, Stay Healthy, and Live Longer`.

diet4

Program OCD Deddy Corbuzier, bila kita perhatikan dengan seksama, ternyata ada kemiripan dengan Pola Makan Rasulullah.

Dimana dalam Pola Makan Rasulullah, jadwal makan beliau adalah mulai sekitar waktu Dhuha, sampai sebelum waktu Isya, yang memiliki jarak waktu sekitar 8-9 jam. Dan ini sangat mirip dengan istilah “jendela makan” dalam Program OCD Deddy Corbuzier.

Apakah ini merupakan jawaban dari rahasia, yang menjadi sebab Rasulullah bisa memiliki tubuh yang ideal ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. ikutan … OCD (Deddy Corbuzier), dengan Pola Makan RASULULLAH
2. OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) #DietCorbuzier
3. Diet 05:02, Mirip Diet ala Diet Deddy Corbuzier, Ada Puasanya