Tag Archives: semut

21 Fakta Unik tentang Semut

Diyakini semut pertama kali muncul selama periode Cretaceous dan merupakan produk evolusi tawon yang berasal dari periode Jurassic. Para ilmuwan memperkirakan semut telah hidup di bumi selama lebih dari 100 juta tahun.

Berikut adalah klasifikasi ilmiah semut:

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hymenoptera
Suborder: Apocrita
Superfamily: Vespoidea
Family: Formicidae

Semut bisa hidup hampir di semua daratan bumi. Semut hidup dalam koloni besar dengan pembagian tugas yang rapi antar anggota koloni. Koloni beranggotakan dari beberapa ratus hingga jutaan ekor.

Koloni umumnya memiliki satu atau dua betina subur yang disebut “ratu”, beberapa pejantan subur yang disebut “drone”, dan sejumlah besar betina steril yang disebut “pekerja”. Ratu dan semut jantan bertanggung jawab untuk reproduksi. Para semut pekerja juga dibagi lagi dalam beberapa kategori berdasarkan tugas yang mereka lakukan. Beberapa tugas termasuk mengumpulkan makanan, membela koloni, serta merawat larva, telur dan pupa.

semut1

Berikut adalah informasi dan fakta menarik perihal semut.

01. Semut sebagian besar ditemukan di iklim panas.

02. Terdapat lebih dari 10.000 spesies semut di seluruh dunia.

03. Rentang hidup rata-rata seekor semut adalah 45 sampai 60 hari.

04. Semut memiliki kaki sangat kuat yang membantu untuk berjalan cepat.

05. Warna semut berkisar antara hitam, hijau, merah, coklat, kuning, biru, atau ungu.

06. Semut mampu mengangkat beban sekitar 20 kali berat tubuhnya sendiri.

07. Semut dewasa tidak dapat menelan makanan padat. Mereka bergantung pada jus (sari makanan) yang diperoleh dari potongan-potongan makanan padat.

08. Semut menggunakan antena sebagai peraba dan pembau.

09. Ukuran semut berkisar dari 2 sampai 7 mm. Carpenter ant merupakan pengecualian karena dapat meregang sampai 2 cm bahkan lebih.

10. Ada setidaknya satu ratu dalam setiap koloni semut.

11. Semut memiliki dua perut. Satu perut untuk menyimpan makanan bagi dirinya sendiri dan perut lainnya berguna untuk menyimpan makanan yang bisa dibagikan ke semut lain.

12. Semut memiliki otak terbesar di antara semua serangga. Dikatakan bahwa kekuatan pemrosesan dalam otak semut setara dengan komputer Macintosh II.

13. Beberapa jenis semut dapat tidur tujuh jam sehari.

14. Semut sebagian besar merupakan omnivora. Artinya, mereka merupakan pemakan segala mulai dari serangga lain, biji, minyak, dan remah roti.

15. Ratu semut memiliki sayap ketika lahir. Sayap ini kemudian tanggal saat ratu semut mulai membangun koloni.

16. Semut hitam dan semut kayu tidak memiliki sengat, namun mereka mampu menyemprotkan cairan asam formiat.

17. Semut pemotong daun tropis menggunakan rahang tajam yang mereka miliki untuk memotong daun dan membuatnya menjadi semacam bubur (pulp). Pulp tersebut kemudian digunakan sebagai media bercocok tanam jamur yang menjadi makanan mereka.

18. Salah satu tugas semut pekerja adalah mengambil sampah dari sarang dan kemudian memasukkannya ke dalam tempat pembuangan sampah.

19. Ketika seekor semut pekerja menemukan sumber makanan, ia akan meninggalkan jejak aroma untuk menarik semut lain agar datang ke lokasi tersebut.

20. Semut Slave-Maker (Polyergus Rufescens) melakukan penyerangan ke sarang semut lain dan mencuri pupa mereka. Setelah menetas, semut hasil curian tersebut lantas dijadikan pekerja seperti layaknya budak.

21. Sekitar 700.000 anggota dapat ditemukan pada koloni semut tentara (Eciton Burchelli).

Sumber :
Kita Kita (plus.google.com)

Iklan

METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT

Kita sering mendengar kisah tentang kehebatan Nabi Sulaiman, yang bisa mengerti bahasa Semut.

Tentu banyak yang penasaran, bagaimana beliau melakukannya?

Mungkin tulisan ini, adalah jawaban dari semua misteri itu…

.
Manusia dari Suku Semut

.
Di dalam salah satu tulisannya, yang berjudul “Apakah dalam Kejadian Sesungguhnya Nabi Sulaiman AS Dapat Bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?” di harian Fajar Makassar, saat membahas QS.27:18-19, Ustadz Muhammad Nur Abdurrahman, menulis…
.

Hattay idza- Ataw ‘alay Wa-di nNamli Qa-lat Namlatun Ya-ayyuha- nNamlu Dkhuluw Masa-kinakum.
Sehingga tatkala mereka sampai ke lembah “semut”, berkata “seekor semut”, hai “semut” masuklah ke dalam tempat tinggalmu (QS.27:18).

Fatabassama Dha-hikan min Qawliha-.
Maka (Sulaiman) tersenyum oleh ucapan (“semut”) itu (QS.27:19).

.
“Semut” dalam ayat 18 dan 19 yang dikutip di atas itu, bukanlah semut yang sebenarnya, akan tetapi manusia biasa dari “puak semut“. “Seekor semut” maksudnya Kepala Suku dari puak semut.

Kalau AL NML dianggap betul-betul semut, maka orang akan menghadapi kesulitan dalam menterjemahkannya ke bahasa lain yang mengenal pembedaan bentuk kata tunggal (mufrad, singular) dengan jamak (jama’, plural), yaitu seperti berikut:

an ant said: O, ant, enter your dwellings.

Maka perhatikan ant itu tunggal, (u)Dkhuluw dan Masa-kinakum adalah jamak.


Selanjutnya beliau menulis…

Untuk mengelakkan kesalahan gramatikal, apabila anNamlu dianggap betul-betul semut, maka M.M. Pikthall menterjemahkannya dengan:

an ant exlaimed, O ants! Enter your dwellings.

Jadi M.M.Pikthall “terpaksa” menjamakkan ants untuk menyesuaikannya dengan dwellings (Masa-kinakum). Maka akibat mengelakkan kesalahan gramatikal, ia salah dengan menjamakkan ants yang sesungguhnya tunggal (mufrad), yaitu anNamlu.

Namun jika difahamkan anNamlu adalah nama diri dari suatu puak bangsa manusia, yaitu puak Semut, maka tidak akan ada kesulitan gramatikal, sebab walaupun anNamlu itu singular, sesungguhnya ia plural, sekelompok bangsa manusia yang mengelompokkan diri dalam sebuah qaum, yaitu mereka namakan dirinya sebagai puak Semut.

sumber : Apakah dalam kejadian sesungguhnya, Nabi Sulaiman AS dapat bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?

Dengan demikian METODE yang dipakai Nabi Sulaiman, untuk memahami bahasa semut adalah dengan cara mempelajari bahasa mereka. Yaitu bahasa yang dipergunakan oleh sekelompok manusia, yang bernama Puak Semut atau Suku Semut atau Kaum Semut.

Artikel Terkait
01. Siti Aisyah RA, menikah di usia 19 tahun
02. Rasionalisasi, Kisah Syaikh Siti Jenar
03. Meninjau Kembali Masa Hidup Rasulullah