Tag Archives: energi

Mesin Pengubah Air jadi BBM ?

mesin-bbm1

Sebuah alat canggih diciptakan oleh perusahaan Jerman bernama Sunfire yang mampu menghasilkan BBM tanpa harus melakukan proses pengeboran terlebih dulu. Sebagai gantinya, mesin tersebut bisa menghasilkan BBM hanya dengan menggunakan bahan utama berupa air.

Mesin tersebut memanfaatkan sebuah proses bernama Fischer-Tropsch. Proses tersebut pun berfungsi untuk mengubah karbon monoksida yang dikombinasikan dengan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Mesin ini pun menggunakan bahan berupa air serta karbon dioksida untuk bisa memperoleh hidrogen serta karbon monoksida.

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk bisa menghasilkan BBM. Pertama, air harus diuapkan terlebih dulu dan selanjutnya oksigen serta hidrogen dipisahkan dalam sell solid oxide electrolyser. Hidrogen dalam proses ini digunakan untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbon monoksida yang selanjutnya dikombinasikan dengan hidrogen dan akhirnya menghasilkan hidrokarbon.

Namun untuk bisa menghasilkan BBM, mesin ini butuh listrik dalam jumlah besar. Pihak Sunfire pun mengklaim kalau mereka telah berusaha untuk meningkatkan efisiensi power dari mesin tersebut hingga 70 persen. Dan setiap harinya, sebanyak 3,4 ton karbon dioksida bisa diubah menjadi satu barel minyak per hari.

Sumber :
voa-islam.com

Iklan

Baterai Ponsel dengan Energi Nuklir, bisa tahan 5 tahun sekali isi ?

bateraiponsel

Penggunaan teknologi nuklir sebagai sumber daya energi di masa datang patut dipertimbangkan karena dapat menghemat penggunaan daya dalam memenuhi beragam kebutuhan manusia.

Salah satunya adalah ponsel pintar yang sudah menjadi kebutuhan primer namun memiliki masalah klasik yang belum terpecahkan, boros baterai yang membuatnya hanya bertahan maksimal 24 jam.

“Dengan menggunakan teknologi nuklir penggunaan baterai ponsel pun bisa dihemat hingga lima tahun sekali isi,” kata Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki) Persero, Yudiutomo Ismarjdoko, saat berbicara pada konferensi “Strategi Sumber Daya Manusia Dalam Memenangkan MEA 2015”, di Jakarta, Selasa (2/12/2014), seperti dikutip Antara.

Menurut Yudiutomo, selama ini masyarakat Indonesia umumnya masih saja terlalu takut jika mendengarkan kata-kata nuklir.

Padahal dengan teknologi nuklir segala kebutuhan manusia mulai dari pengadaan pasokan listrik, kebutuhan dunia kedokteran, pertanian hingga kebutuhan komunikasi sudah menggunakan teknologi nuklir.

“Dengan menggunakan teknologi nuklir hasil pengayaan uranium sistem rendah, baterai ponsel bisa lima tahun sekali pengisian. Bayangkan dengan teknologi nuklir bisa menghemat keuangan konsumen,” katanya.

Ia mengakui, tenaga nuklir masih sangat ditakuti oleh masyarakat Indonesia karena berbagai kontroversi padahal pada sistem baterai yang saat ini digunakan masyarakat sudah mengandung nuklir namun tidak di cantumkan.

“Kalau dicantumkan nuklir hampir pasti tidak akan dibeli, makanya digunakan nama lain lain,” ujarnya.

Saat ini tambah Yudiutomo, teknologi nuklir yang dikembangkan Inuki beragam terutama untuk keperluan dunia kedokteran.

Salah satunya untuk memproduksi radio isotop Molybdenum-99 Fission atau MO99, bahan kimia yang digunakan untuk mendeteksi penyakit kanker dalam tubuh manusia.

Saat ini produksi radioisotop Inuki yang hasilnya diekspor ke hampir sebagian besar rumah sakit besar di Asia, termasuk ke sejumlah negara Eropa.

“Kita sudah mengembangkan teknologi nuklir dengan daya rendah. Sudah saatnya untuk mengembangkan nuklir untuk kebutuhan energi,” katanya.

Untuk menjadi negara yang lebih maju ekonominya, pemerintah sudah harus mengembangkan Pembangkit Listrik Negara Listrik (PLTN) sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Tidak ada yang harus ditakutkan soal nuklir. Jika segala sesuatunya dijalankan sesuai dengan ketentuan maka reaktor nuklir tidak akan menjadi masalah. Jadi tidak perlu ditakuti, energi minyak akan segera habis maka butuh PLTN untuk memenuhi energi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yudiutomo, merupakan tugas pemerintah mensosialisasikan betapa nuklir tersebut sangat bermanfaat.

Ia mencontohkan, Tiongkok dan Korea Selatan pada tahun 1958 belajar soal riset nuklir dari Indonesia, namun kedua negara tersebut saat ini jauh lebih maju karena sudah memiliki puluhan PLTN.

Untuk itu, Yudiutomo berharap agar pemerintah dan masyarakat harus mengubah jalan pemikiran mengenai tenaga nuklir. Jika tidak, negara hanya akan menjadi konsumen dari negara produsen nuklir.

Sumber :
kompas.com