Category Archives: genealogy

Asal Orang Jawa menurut Kyai Maimoen Zubair, dan Penelitian Genetika Masyarakat Nusantara

Salah seorang cucu KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang mendampingi beliau menjalankan ibadah Haji, berkisah tentang keterangan kakeknya mengenai nenek moyang masyarakat Jawa.

Gus Lutvillah Aufal Marom, demikian nama sang cucu menceritakannya (sumber : muslimoderat.net), sebagai berikut  :

“Kemarin sebelum ke Masjidil Haram, kakek bercerita tentang tanah Jawa dan keturunan Nabi Nuh ‘alaihis salaam”.

Kemudian Gus Lutvillah mengutip kisah kakeknya.
“Aku menduga bahwa Sayyid Yafits itu orang Jawa. Karena orang Jawa itu sangat tawadluk, Sayyid Yafits juga seorang yang tawadluk”.

Berdasarkan pendapat Mbah Moen, Bangsa Jawa berasal dari Yafits salah seorang putra Nabi Nuh.


Genetika Masyarakat Nusantara 

Apabila kita mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan Keluarga Nabi Nuh memiliki Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sam bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafits bin Nuh (Haplogroup K) (sumber : Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara).

Haplo (Haplogroup) K atau K-M9, kemudian membentuk genetik marker baru yaitu Haplo K2 (K-M526). Dari Haplo K2 (K-M526) inilah yang kemudian menurunkan Haplo NO yang terpecah kemudian menjadi 2 Haplo utama N-M231 dan O-M175.

Keturunan Haplo O-M175 membentuk Haplo O1a-M119, yang dikenal sebagai genetik marker dari Austronesian dan Tai-Kadai speakers. Haplo O1a-M119 inilah yang pada saat ini mendiami wilayah asia tenggara dan pasifik seperti Masyarakat Jawa, Sumatera, Formosan, Polynesian, Thai dan lainnya.

Dengan membandingkan antara keterangan Mbah Moen tentang Masyarakat Jawa, ternyata ada kesesuaian dengan hasil penelitan ilmiah dalam ilmu genetika.

Kedua informasi diatas menerangkan bahwa asal mula masyarakat Jawa adalah Yafits bin Nuh, yang di dalam bahasa genetikanya dikenal dengan Haplogroup K-M9.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. 
2. 
3. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

Iklan

[Misteri] Penelitian DNA terhadap 151 Mumi Mesir Kuno

Tim ilmuwan internasional dari Universitas Tuebingen dan Institut Max Planck, telah berhasil menemukan dan menganalisis DNA purba dari mumi Mesir yang berasal dari sekitar masa 1400 SM sampai 400 M.

Mereka mengambil sampel 151 mumi dari situs arkeologi Abusir el-Meleq, untuk kemudian membandingkan hasil riset terhadap mumi dengan populasi mesir modern.


Kelompok peneliti ini secara khusus tertarik untuk melihat perubahan pada susunan genetik penghuni kuno Abusir el-Meleq.

Mereka ingin menemukan apakah populasi purba yang diteliti terkena dampak secara genetik oleh penaklukan pihak asing.


Hasil dari studi tersebut menemukan bahwa orang-orang Mesir kuno memiliki kedekatan genetik dengan populasi purba di Levant, dan juga terkait erat dengan populasi Neolitik dari Semenanjung Anatolia dan Eropa.

Komunitas Abusir el-Meleq tidak mengalami perubahan besar selama rentang waktu 1.300 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa populasi tetap tidak terpengaruh secara genetik oleh penaklukan dan penguasaan asing.

Referensi :
1. sciencedaily.com
2. archnetwork.eu
3. historyonthenet.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
3. [Misteri] Keberadaan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China), sekitar 10.000 tahun yang silam?
4. [Misteri] Peta Bumi Kuno bukti keberadaan Sundaland, karya Penduduk Ekuador 12.000 tahun yang silam ?

Silsilah Mbah Kasan Sadali, Penyebar Islam di Rejenu Kudus

Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily (Mbah Kasan Sadali) merupakan salah satu murid Sunan Muria (Syaikh Maulana Umar Sa’id), yang berasal dari negeri seberang, berkelana hingga ke tanah Jawa selepas menuntut ilmu Tasawwuf di Negeri Baghdad, Iraq.

Di kemudian hari, Kanjeng Sunan Muria meminta kepada Syaikh Maulana Hasan Asy-Asyadzily untuk pergi ke sebelah utara, tepatnya di daerah Rejenu. Di wilayah ini Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily mendirikan padepokan untuk mempelajari ilmu keislaman bagi masyarakat setempat.

Nasab Silsilah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily

Berdasarkan sanad silsilah yang terdapat di dalam Kanzul Wasilah wa Sanads Silsilah  Bani Maulana  Al daly Asy-Syadzily Langkat di Pulau Sembilan (Langkat, Sumatera Utara), berikut adalah sanad silsilah daripada Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily yang dipusarakan di Pertapan Alas Rejenu, Kudus, antara lain sebagai berikut :

(01). Syaikh Maulana Hasan Ali Nuruddin Asy-Syadzily Al Jawi
(02). Syaikh Maulana Muhammad Shalih Asy-Syadzily Al Bantani
(03). Syaikh Maulana Malik Abdurrahman Asy-Syadzily Al Malaka

(04). Syaikh Maulana Malik Abdullah Asy-Syadzily Waliyul Qutubuddin Al Jawi

(05). Syaikh Maulana Asy-Syarif Malik Ahmad Asy-Syadzily Al Jawi
(06). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abdul Malik Asy-Syadzily

(07). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad Awwaluddin Asy-Syadzily Al Quds

(08). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Hasan Ali Nurruddin Asy-Syadzily
(09). Syaikhuna Maulana Al Quthub Asy-Syarif Abu Hasan Ali Asy-Syadzily
(10). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah Al Maghribi Al Aqsha

(11). Maulana Asy-Syarif Abdul Jabar
(12). Maulana Asy-Syarif Abu Thamiim
(13). Maulana Asy-Syarif Abu Hurmuz

(14). Maulana Asy-Syarif Abu Qushaiy
(15). Maulana Asy-Syarif Abu Yusuf
(16). Maulana Asy-Syarif Abu Yushaqq

(17). Maulana Asy-Syarif Abu Wardha
(18). Maulana Asy-Syarif Abu Batthal
(19). Maulana Asy-Syarif Abu Ali

(20). Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad
(21). Maulana Asy-Syarif Abu Muhammad

(22). Maulana Asy-Syarif Abu Issa
(23). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(24). Maulana Asy-Syarif Abu Umar

(25). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(26). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah
(27). Asy-Syarif Hasan Al Mutsanna Radhiyallahu ‘anhu

(28). Sayyiduna Asy-Syarif Hasan As-Sabti Radhiyallahu ‘anhu

(29). Sayyidina Ali Al Haidar bin Abi Thalib Karamallahu wajhah

Sumber :
1. Rabithah Syaikh Maulana Daly Asy-Syadzily
2. Mudzakarah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily Rejenu Al Jawi

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantra :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. Hikayat Nakhoda Khalifah, Pelopor Kesultanan Islam di Negeri Sriwijaya ?

[Misteri] Invasi Dinasti Mongol Yuan, atas Negeri Palembang tahun 1287 Masehi ?

Pada sekitar tahun 1287 Masehi, terjadi peralihan kekuasaan di Negeri Palembang, yakni dari Demang Lebar Daun kepada Sang Suparba. Peristiwa peralihan kekuasaan ini, diceritakan secara tersirat di dalam Sejarah Melayu.

Meskipun peralihan kekuasaan ini berlangsung damai, namun berakibat penduduk negeri Palembang banyak yang hijrah keluar daerah. Hal ini digambarkan dalam Sejarah Melayu, saat Sang Suparba tiba di Bukit Siguntang, wilayah tersebut dalam keadaan sepi (sunyi).

[Teori] Invasi Dinasti Yuan (Mongol) di Palembang

Berdasarkan kisah dalam Sejarah Melayu, Sang Suparba berasal dari Amdan Negara. Di masa kakek buyut Sang Suparba, yakni Raja Sulan, wilayah Amdan Negara mencakup daerah Hindi dan Sindi (sekitar Sungai Indus). Dari keterangan Sejarah Melayu ini, bisa diambil kesimpulan Amdan Negara berada di India sebelah utara.

Pada kisaran tahun 1287 Masehi, wilayah India Utara berada dalam situasi perang terkait perluasan kekuasaan Kekaisaran Mongol Dinasti Yuan. Klan yang berkuasa pada masa itu adalah Chagatai Khanate, dibawah kepemimpinan Duwa Khan (Khan Chagatai Khanate, 1282–1307). (sumber : wikipedia.org, duwa khan dan barmazid.com).

Diperkirakan Sang Suparba (Sapurba) meninggalkan Benua Hindi atas dukungan dari Clan Chagatai Khanate, tujuan kepergiannya adalah untuk mengamankan rute perdagangan Internasional “Jalur Sutra Laut”. Sang Suparba bersama armada pasukannya langsung menuju Palembang, yang merupakan bandar pelabuhan yang ramai pada masa itu.

Berita akan datangnya Armada Sang Suparba, membuat masyarakat Negeri Palembang was-was, sebagian dari mereka mempersiapkan diri untuk berperang, sebagian lagi hijrah untuk sementara keluar daerah.

Situasi genting ini akhirnya cair, setelah Demang Lebar Daun yang ketika itu menjadi penguasa Palembang menawarkan jalan damai dalam upaya menghindari pertumpahan darah. Sang Suparba diperkenankan untuk menjalankan tugasnya mengamankan jalur sutra laut, namun ia juga berkewajiban melindungi Palembang dari ancaman pihak luar.

Ikatan kerjasama antara Demang Lebar Daun dan Duta Negeri Mongol ini semakin kuat, ketika salah seorang puteri Demang Lebar Daun, yang bernama Puteri Wan Sendari menjadi isteri Sang Suparba. Bahkan Sang Suparba kemudian diangkat menjadi Penguasa Palembang, mengantikan kedudukan sang mertua.

Pengaruh kekuasaan Dinasti Yuan di negeri Palembang, bisa terlihat ketika salah seorang putri angkat Sang Suparba yang bernama puteri Junjung Buih menikah dengan kerabat Raja Cina (Dinasti Mongol Yuan), yang kelak dikemudian hari diangkat menjadi Penguasa Palembang menggantikan Sang Suparba.

Selain itu salah seorang putri Sang Suparba, yang bernama Puteri Seri Dewi tercatat menjadi isteri Raja Cina (Dinasti Mongol Yuan), yang dikemudian hari anak cucu dari sang puteri palembang ini menjadi penguasa di negeri Cina (sumber : ).

Berdasarkan genealogy, Sang Suparba adalah anak dari Raja Suran yang nasabnya sampai kepada Raja Nusirwan Adil (King Anushirvan “The Just” of Persia, Dinasti Sassanid, 531-578). Sementara ibu Sang Suparba, adalah puteri Dara Segangga dari negeri Gangga Nagara (Gangaikonda Cholapuram atau Kerajaan Chola) (sumber : ).

Sang Sapurba terpilih memimpin misi Dinati Yuan di Palembang, karena secara susur galur, Sang Sapurba memiliki hak waris atas negeri Palembang, melalui jalur ibunda-nya. Penguasa dan kerabat Kerajaan Chola, berdasarkan garis silsilah adalah keturunan dari Raja Sriwijaya Bukit Siguntang yang bernama Maharaja Diwakara atau dalam Sejarah Chola dikenal sebagai  Kulothunga Chola I (Raja Sriwijaya dan Chola, 1067-1118) (sumber : ).

Referensi :
Sejarah Melayu, menurut terbitan Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi

Catatan Penambahan :

1. Pemilihan Pelabuhan Kukang (Palembang) sebagai tempat pelarian Chen Tsu Ji bersama ribuan pengikutnya pada sekitar akhir abad ke-14 Masehi, bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan wilayah Palembang, merupakan sekutu dari Dinasti Yuan pada masa itu.

Penyerangan Armada Dinasti Ming di Palembang tahun 1407, bukan hanya untuk menjinakkan “Bajak Laut”, tetapi juga untuk menghancurkan kekuatan Dinati Yuan yang bermarkas di perairan sungai musi (sumber : ).

2. Pada masa akhir abad ke-13 Masehi, Islam sudah tersebar luas di daerah Sindi, Persia dan Hindi Utara. Kemungkinan besar Sang Sapurba adalah seorang Muslim (sumber : ).

3. Sejarawan Melayu ada yang mengidentifikasikan Gangga Nagara sebagai Negeri Perak (Semenanjung).

4. Wilayah Amdan Negara, yang pada era Raja Sulan menguasai daerah Sindi dan Hindi, masih belum diketahui secara pasti lokasinya. Ada kemungkinan Amdan Negara adalah bagian dari Kesultanan Delhi dibawah Dinasti Mamluk.

Dan identifikasi Raja Sulan kemungkinan adalah Shams ud-Din Iltutmish (Sultan Delhi, 1211 – 1236) (sumber : wikipedia.org).

Dari data silsilah diatas, Raja Suran (ayahanda Sang Suparba) kemungkinan adalah Sultan Nasir ud din Firuz Shah (Sultan Delhi, 1246-1266). Namun di dalam Sejarah Melayu, Raja Suran adalah cucu dari Raja Sulan, melalui puteri Raja Sulan.


Dalam catatan sejarah, pada tahun 1266 M terjadi peralihan kekuasaan dalam Dinasti Mamluk, dimana Keluarga Balban mulai berkuasa, menggantikan Keluarga Iltutmish.

Perubahan kekuasaan dalam Dinasti Mamluk ini, bisa menjadi alasan logis, jika sebagian Keluarga Iltutmish kemudian berpihak kepada Chagatai Khanate Dinati Yuan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. [Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?
4. [Misteri] 5 Bukti Pernikahan Sedarah di Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi, adalah Kisah Fiksi ?

[Misteri] 5 Bukti Pernikahan Sedarah di Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi, adalah Kisah Fiksi ?

Dalam beberapa literatur dikatakan, Sena (Raja Galuh, 709-716), menikah dengan saudara tiri-nya bernama Sannaha.

Dari Pernikahan Manu (Sedarah) ini menghasilkan seorang putera bernama Sanjaya, yang merupakan Pendiri Wangsa Sanjaya dan menjadi Raja Sunda Galuh, pada masa 723-732 (sumber : Kerajaan Galuh).

Kisah Pernikahan Manu Kerajaan Galuh

Kisah Pernikahan Manu ini bermula dari Perselingkuhan puteri Pohati Rababu, dengan saudara iparnya Mandiminyak, yang membuahkan seorang putera bernama Sena (Sanna).  Dimana Mandiminyak adalah adik dari suami puteri Pohati Rababu, yang bernama Sempakwaja.

Akibat peristiwa memalukan ini, Mandiminyak kemudian disingkirkan dari tahta Galuh, dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati anak dari Ratu Sima Kerajaan Kalingga. (sumber : wong wedoknusantara blog dan kebuyutan blog).

Dari perkawinan dengan Parwati ini, Mandiminyak memiliki puteri bernama Sannaha. Dan dengan tujuan untuk mempersatukan kekuatan Kalingga dan Galuh, setelah dewasa Sannaha dinikahkan dengan saudara tirinya Sena (Sanna) (sumber : wacana.co).

Keanehan Kisah Kerajaan Galuh

Dari cerita ini, nampak sekali merupakan kisah yang direkayasa dan tidak selaras dengan kronologis sejarah. Setidaknya ada 5 keanehan dalam kisah tersebut :

(1). Dikatakan Mandiminyak disingkirkan dari istana, pada kenyataannya berdasarkan sejarah Kerajaan Galuh, Mandiminyak menjadi Penguasa Galuh selama 7 tahun yaitu dalam periode 702-709.

(2). Jika Mandiminyak disingkirkan dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati, artinya pernikahan tersebut terjadi setelah tahun 709, artinya tahun kelahiran puterinya Sannaha otomatis setelah tahun 709.

Sementara catatan sejarah mengungkapkan di tahun 723, putera Sannaha yang bernama Sanjaya sudah menjadi Raja Sunda Galuh. Bagaimana mungkin seseorang yang belum berusia 14 tahun, bisa punya anak yang telah jadi Raja ?

(3). Ibunda puteri Parwati, Ratu Sima adalah penguasa Kalingga yang terkenal sangat ketat dan taat kepada hukum. Sangat ganjil jika kemudian ia mengizinkan cucunya Sannaha menikah diluar kewajaran, dengan melanggar aturan kesusilaan.

(4). Keanehan lainnya setelah Mandiminyak disingkirkan dari Istana, justru anaknya Sena yang katanya hasil perselingkuhan, diangkat menjadi penguasa berikutnya.

(5). Alasan pernikahan Sena (Sanna) dan Sannaha yang katanya bisa mempersatukan kekuatan Galuh dan Kalingga, ternyata tidak terbukti. Dimana Sena disingkirkan oleh saudaranya bernama Purbasora, padahal Purbasora sendiri lebih banyak mengurusi padepokan ayahnya, yang menjadi resiguru di Galunggung.

Ke-5 keanehan ini, memberi kita keyakinan, bahwa kisah Perkawinan Manu di Kerajaan Galuh hanyalah cerita fiksi yang bersifat politis, dalam situasi perebutan pengaruh di Kraton Sunda Galuh.

Catatan Penambahan :

1. Peristiwa Pernikahan Manu, kemungkinan besar tidak pernah terjadi. Dikarenakan Sena dan Sannaha bukan saudara satu ayah, melainkan saudara sepupu. Dimana Mandiminyak (ayahanda puteri Sannaha), merupakan saudara dari Sempakwaja (ayahanda Sena).


Sena lebih diprioritaskan menjadi penguasa Galuh, menggantikan pamannya Mandiminyak dikarenakan :
(a). Sena adalah putera dari Sempakwaja, yang harus kehilangan hak atas tahta Galuh akibat cacat badan yang dideritanya.
(b). Sena lebih banyak berinteraksi dengan ketatanegaraan, dan berbeda dengan saudaranya Purbasora yang lebih fokus mengurus Padepokan.

2. Dalam versi yang lain, Sena (Bratasenawa) dan Sannaha (Sanaha), adalah saudara sepupu dari sebelah keluarga Kalingga. Dimana Sena adalah putera Mandiminyak dan Parwati (Purwati), sementara Sannaha adalah puteri dari saudara laki-laki Parwati (sumber : siwisang blog).

3. Diperkirakan Pernikahan antara Sena dengan Sannaha terjadi pada sekitar tahun 682 Masehi, dan setahun kemudian yakni tahun 683 Masehi Sanjaya dilahirkan. Informasi ini semakin menunjukkan kisah disingkirkannya Mandiminyak di tahun 709 M, dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati adalah cerita dongeng semata.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Majapahit :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. 
4. [Misteri] Raja Jawa yang bergelar “Sultan Abdullah Muhammad Maulana Jawi Matarami” ?

[Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?

Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, jumlah pasukan Sriwijaya di tahun 682 Masehi mencapai 20.000 tentara.

Apabila perbandingan 1 prajurit Sriwijaya sama dengan 570 penduduk Sumatera, maka jumlah penduduk Sumatera sekitar  11.400.000 jiwa atau 62,28 % dari masyarakat di Asia Tenggara pada masa itu (sumber : ).

Kisah Migrasi Penduduk Sumatera

Perpindahan penduduk Sumatera ke Pulau Jawa, telah dimulai sejak abad 1 Masehi. Hal ini sebagaimana tercatat dalam Naskah Wangsakerta, yang menuturkan 2 Leluhur Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Jawa, abad 1 Masehi), bernama Aki Bajulpakel berasal dari Swarnabumi (Sumatera) bagian Selatan, dan Datuk Pawang Marga dari  Swarnabumi bagian Utara (sumber : ).

Puncak kepadatan penduduk Sumatera di masa lalu, diperkirakan terjadi pada saat berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Sebagian penduduk Sumatera kemudian hijrah, untuk mencari daerah-daerah baru yang masih tidak bertuan.

Ketika pada abad ke-9 Masehi, Dinasti Syailendra berhasil menguasai bumi mataram kuno. Diperkirakan banyak penduduk sumatera yang merantau ke pulau Jawa.

Pada sekitar awal abad-14 Masehi, sebagian Penduduk Sumatera bagian Selatan hijrah ke luar pulau. Mereka mengikuti perjalanan Sang Suparba, sebagaimana dikisahkan dalam Sejarah Melayu (sumber : ).

Kejadian awal abad ke-14 Masehi, terulang lagi pada sekitar akhir abad ke-15 Masehi. Penduduk Sumatera bagian Selatan banyak yang berpindah ke Pulau Jawa, sebagian ikut Raden Fattah membangun Kesultanan Demak, sebagian lagi ikut Raden Kusen menjadi penduduk wilayah Terung dan sekitarnya.

Ramainya Penduduk Sumatera di masa silam, bukan sesuatu yang mengherankan. Hal ini dikarenakan berdasarkan temuan arkeologis, sejak 3.000 tahun yang silam, di pulau Sumatera telah terjadi interaksi antara dua ras nenek moyang Nusantara, yakni ras Mongoloid dan ras Australomelanesid (sumber :  dan Timing the first human migration into eastern Asia).

Berdasarkan fakta-fakta diatas, tidak berlebihan apabila dikatakan, asal muasal Penduduk Jawa sejatinya sebagian berasal dari Pulau Sumatera.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Berdasarkan Perhitungan Reid, pada tahun 1815 Penduduk Jawa diperkirakan mencapai 6,5 juta jiwa (sumber : ayo ke tanah sabrang).

Jika dalam per tahunnya ada kenaikan 1%, maka di tahun 1200 Masehi diperoleh data penduduk jawa baru mencapai 15.000 jiwa. Sementara di Sumatera sendiri, di tahun 682 Masehi jumlah prajurit Sriwijaya saja sudah berjumlah 20.000 jiwa.

Dengan demikian dari perbandingan data ini, pada masa sebelum abad ke-13 Masehi, Penduduk Sumatera jauh lebih banyak dari Penduduk Jawa.

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

[Misteri] Silsilah Fatimah binti Maimun, dalam Kitab Pangeran Wangsakerta Cirebon ?

Ada yang aneh dalam kisah Fatimah binti Maimun, pelopor mubaligh muslimah di tanah Jawa. Ia diceritakan sebagai keponakan dari Maulana Malik Ibrahim, penyebar Islam abad ke-15 Masehi, sementara Fatimah binti Maimun sendiri lahir pada abad ke-11 Masehi.

Untuk mengurai asal muasal Fatimah binti Maimun, salah satu sumber yang bisa dijadikan pedoman adalah hasil penyelusuran ahli sejarah Cirebon abad ke-17 yaitu Pangeran Wangsakerta.

Misteri Fatimah binti Maimun

Fatimah binti Maimun lahir di pada tahun 1064 Masehi. Berdasarkan penyelusuran Pangeran Wangsakerta, Fatimah binti Maimun merupakan puteri dari Maimun bin Hibatullah bin Muhammad Makhdum Sidiq.

Ayahanda Fatimah binti Maimun, berdasarkan legenda Gresik merupakan sepupu dari Syekh Maulana Malik Ibrahim, atau dengan dengan kata lain keduanya adalah cucu dari Muhammad Makhdum Sidiq.

Menarik gelar “Makhdum” pada sosok Muhammad Makhdum Sidiq, yang merupakan ciri dari nama keluarga dinasti Makhdum yang menjadi penguasa Kesultanan Perlak Aceh. Dari data ini bisa diambil asumsi bahwa jalur silsilah Fatimah binti Maimun berasal dari Kesultanan Perlak.

Pada abad ke-11, dalam silsilah Kesultanan Perlak ditemukan nama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (Sultan Perlak, 986-1023). Nama Sultan Perlak inilah sejatinya paman dari Fatimah binti Maimun yang disebut-sebut dalam Legenda Gresik.

Sementara nama Muhammad Makhdum Sidiq, tidak lain adalah kakek dari Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat, yaitu bernama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (Sultan Perlak, 932-956).

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada diagram berikut :


Referensi :
1. sufiz.com
2. suaragresik.com
3. Kesultanan Perlak

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Dalam salah satu versi dikatakan Siti Fatimah binti Maimun adalah puteri Raja Kedah Malaka dan merupakan keturunan ke-16 dari Nabi Muhammad (sumber : utusan.com).

Berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan Fatimah binti Maimun masih terhitung kerabat daripada :

Sultan Abdul Kadir (Sultan Kedah, 881-903) bin Sultan Hussain Shah Alirah (Sultan Kedah, 840-881) bin Syarif Ali Sultan Alirah Shah (Sultan Perlak Kedah, 804-840) bin  Syarif Muhammad Nafs Zakiyah bin Syarif Abdullah al-Kamil bin Sayyidina Hassan al-Muthanna bin Sayyidina Hassan radhiallahu ‘anhu…

2. Perlu pengkajian lagi terhadap silsilah Fatimah binti Maimun, yang bersumber dari catatan Pangeran Wangsakerta, dimana menyatakan…

Rasulullah Nabi Muhammad berputri Fatimah yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib, yang berputra Husain, kemudian berputra Zainal Abidin. Dari Zainal Abidin menurunkan Muhammad Al-Baqir, ayahanda dari Ja’far Shadiq, yang berputra Ali Al-Uraidi…

Ali Al-Uraidi adalah ayahanda Sulaiman Al-Basri, yang menetap di Persi. Sulaiman Al-Basri menurunkan Abu Zain Al-Basri, kemudian menurunkan Ahmad Al-Baruni, ayah Sayyid Idris Al-Malik, yang berputra Muhammad Makdum Sidiq, yang terakhir ini adalah ayah Hibatullah, kakek Fatimah binti Maimun (sumber : sufiz.com dan madawis blog).

Dengan membandingkan kepada Genealogy Ahlul Bayt, ternyata tidak ditemukan nama Sulaiman Al-Basri, sebagai salah seorang putra Ali Al-Uraidi (sumber : benmashoor blog).

Artikel Sejarah Nusantara
1. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola India ?
4. [Misteri] Kudeta Kekuasaan Wangsa Syailendra, dan bangkitnya Trah Keluarga Dapunta Hyang ?