Tag Archives: bayi

[Misteri Prediksi] Calon Bayi “Raffi Ahmad dan Nagita Slavina”, berdasarkan Perhitungan Tabel Tiongkok Kuno?

Pernikahan Raffi Ahmad dengan  Nagita Slavina, telah mendapat perhatian yang sangat besar oleh masyarakat Indonesia. Dan kabar gembira kembali datang, ketika keluarga Raffi Ahmad mengumumkan  kehamilan istrinya.

Banyak yang penasaran, ingin mengetahui jenis kelamin dari “calon anak”  kedua pasangan ini. Tulisan ini mencoba memprediksinya, berdasarkan metode yang telah dipakai di negeri Tiongkok (China) ratusan tahun yang silam.

raffi1a
Metode Perhitungan Tabel Kalender Cina

Seperti yang telah dibahas, pada tulisan sebelumnya, [Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Kandungan, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno?, metode ini menggunakan 2 (dua) komponen data, yaitu  bulan saat terjadi pembuahan (month of conception) dan usia ibu bayi saat pembuahan (mother’s age at conception)

– bulan saat terjadi pembuahan (month of conception)

Berdasarkan berita kapanlagi.com, pada 14 April 2015, usia kehamilan Nagita berumur 5 bulan, dengan demikian terjadinya conception, diperkirakan sekitar tanggal 14 November 2014, atau dalam Kalender China bertepatan dengan bulan ke-9, Yi-Hai (Pig) (9th month, Leap), 22, 4712.

– usia ibu bayi saat pembuahan (mother’s age at conception)

Nagita Slavina lahir pada tanggal 17 Februari 1988 (sumber : wikipedia), atau dalam kalender China bertepatan dengan Jia-Yin (Tiger) (1st month), 1, 4686.

Artinya usia “calon ibu” saat conception (pembuahan), berdasarkan kalender China (Tiongkok) berdasarkan perhitungan prokerala.com adalah 27 tahun (+8 bulan)

Berdasarkan Tabel Tiongkok Kuno

Dengan berpedoman pada Tabel Tiongkok Kuno, calon Bayi “Raffi Ahmad dan Nagita Slavina”, akan berjenis kelamin Boy (Laki-Laki).

tab1r
Tulisan ini hanyalah sebuah prediksi, yang masih belum pasti kebenarannya. Hal ini dikarenakan, metode diatas berdasarkan kepada perhitungan tabel kalender, yang terdapat pada situs prokerala.com.

Pada kenyataan Tabel Kalender China, untuk memprediksi Gender Bayi, ada beberapa versi, dan mungkin akan menghasilkan hasil yang berbeda pula.

Manusia boleh berencana, namun ALLAH yang menentukan segalanya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Iklan

[Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Kandungan, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno?

Berdasarkan temuan dari Beijing Institute of Science, pada sekitar 700 tahun yang lalu, masyarakat Cina Kuno telah memiliki metode dalam memprediksi, Jenis Kelamin Bayi, yang ada dalam kandungan.

jilbab1Metode ini berdasarkan kepada 2 (dua) komponen data, yaitu bulan saat terjadi pembuahan (month of conception) dan usia ibu bayi saat pembuahan (mother’s age at conception).

Untuk dipahami perkiraan Conception juga bisa berdasarkan hppt, yakni sekitar 1-7 hari dari hari pertama haid terakhir (hppt).

Dari pengalaman yang ada, metode ini memiliki tingkat keakuratan cukup tinggi, yakni mencapai 75% sampai 90% (sumber : babycenter.com.au)

Setelah diperoleh data ke-2 komponen tersebut, kemudian dicocokkan dengan tabel yang telah disusun berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun.

tab1a
sumber tabel : prokerala.com

Tutorial Praktis :

(1). Langkah pertama :

Untuk mengetahui kapan terjadi conception (pembuahan), bisa kita ketahui melalui usia kandungan calon ibu.

Misalkan usia kandungan pada saat ini (22 Juli 2017), adalah 7 bulan, berarti conception (pembuahan) terjadi pada tanggal 22 Desember 2016.

Dengan menggunakan converter (prokerala.com), tanggal 22 Desember 2016 bertepatan dengan Geng-Zi(Rat) (11th month), 24, 4714

Diperoleh data bulan saat terjadi pembuahan (month of conception) adalah 11.

(2). Langkah Kedua

Untuk mengetahui usia calon ibu saat conception (pembuahan), kita harus mengetahui kapan “calon ibu” lahir. Misalkan “calon ibu” lahir tanggal 22 Mei 1982, maka berdasarkan kalender masehi usia sang ibu adalah 34 tahun (+7 bulan) saat terjadi pembuahan tanggal 22 Desember 2016.

Dalam perhitungan kalender tiongkok, usia seseorang dihitung jauh sebelum ia dilahirkan, jadi ketika diselaraskan dengan kalender masehi, biasanya ditambahkan sekitar 1 tahun (+ 3 bulan).

Dengan demikian berdasarkan Kalender China (Tiongkok) usia “calon ibu” saat conception (pembuahan), adalah 35 tahun (+10 bulan).

Diperoleh data usia ibu bayi pada saat terjadi pembuahan (mother’s age at conception) adalah 35.

(3). Langkah Ketiga

Dengan berpedoman kepada tabel prediksi tiongkok kuno, maka diperkirakan bayi yang akan lahir adalah Girl (Wanita)

tabel2

Selamat Mencoba…
WaLlahu a’lamu bishshawab

Manfaat Sujud, menurut Pakar Kesehatan Prof. Hembing, Prof. H.A Saboe dan Dr. Fidelma O’ Leary

Sujud adalah teknis merendahkan diri (menyembah) kepada Allah Subhana wa Ta’ala dengan menghadap kiblat. Yang secara zahir melibatkan lima anggota badan yang tertumpu ke bumi: dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut dan kedua ujung kaki. Dan secara bathinmerendahkan akal dan hati, sambil mengucapkan dzikr. Ini menjadikan sujud sebagai istilah khas umat Islam, yang tidak dapat diganti atau diterjemahkan.

sujud2

Akan tetapi bukan Allah yang memperoleh keuntungan dari sujud, melainkan diri kita sendiri. Dr. Fidelma O’ Leary misalnya, Phd (Neuroscience).dari St. Edward’s University, telah menjadi muallaf karena menemukan fakta penting tentang manfaat sujud bagi kesehatan manusia.

Sebagai neurologis (ahli syaraf), wanita berdarah Irlandia ini mendapati bahwa ada saraf-saraf tertentu di otak manusia, yang hanya sesekali saja di masuki darah. Bila tidak dimasuki darah sama sekali, maka akan berakibat sangat buruk untuk kesehatan manusia. Untuk itulah dibutuhkan aktivitas rutin memasukkan darah ke syaraf-syaraf itu. Dan aktivitas rutin itu adalah sujud di dalam shalat ummat Islam.

Itu diperkuat lagi oleh pernyataan Prof. Hembing, yang berpendapat bahwa jantung, hanya mampu memasok 20% darah ke otak manusia. Untuk mencukupi kebutuhan darah ke otak, maka manusia membutuhkan rutinitas sujud.

Selain sujud juga merupakan ‘aktivitas grounding’, yakni menetralisir radiasi listrik yang diserap tubuh dari perangkat listrik (elektronik) di sekitar kita. Dr. Muhammad Dhiyaa’uddin Hamid mengatakan bahwa radiasi itu akan sangat membahayakan organ tubuh, terutama otak, bila tidak dinetralisir secara rutin.

Disamping itu, menurut penelitian Prof. H.A Saboe yang berbangsaan German, sujud juga berguna untuk membentuk dan memperbanyak kelenjar susu pada payudara wanita hamil, sehingga produksi ASI akan bertambah banyak dan lancar. Ditambah lagi, dengan sujud yang teratur sangat membantu untuk memperbaiki posisi bayi yang sungsang (mal presentasi).

Pendapat Prof. H.A Saboe, mendapat sokongan Dr. Karno Suprapto, Sp.OG, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, “Kemungkinannya kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92%. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal.” Itu sebabnya kini, banyak rumah sakit bersalin yang menganjurkan terapi sujud, bagi para wanita hamil

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
tausyah.wordpress.com

Bayi Tabung dalam Kaidah Hukum Islam ?

Dalam upaya menolong para wanita yang sulit hamil, dunia kedokteran mengembangkan sebuah metode baru, yang dikenal sebagai program bayi tabung.

Program bayi tabung adalah melalui proses penanaman sperma dari pihak pria, kepada ovum dari pihak wanita, yang ditampung pada sebuah tabung, dalam jangka waktu dan derajat panas tertentu, seperti berada dalam rahim ibu.

Tentang hukum inseminasi buatan (penanaman sperma), para ulama umumnya berpendapat apabila sperma dari suami sendiri dan ovum dari istri sendiri, kemudian disuntikkan ke dalam rahim istri, asal keadaan kondisi suami-isteri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak, dibolehkan.

Hal ini sesuai dengan kaidah hukum fiqh islam :

Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa (emergency). Pada keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukkan hal-hal yang terlarang.

Di antara fuqaha yang memperbolehkan/menghalalkan inseminasi buatan yang bibitnya berasal dari suami-isteri ialah Syaikh Mahmud Saltut, Syaikh Yusuf al-Qardhawy, Ahmad al-Ribashy, dan Zakaria Ahmad al-Barry. Secara organisasi, yang menghalalkan inseminasi buatan jenis ini Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara`a Depertemen Kesehatan RI, Mejelis Ulama` DKI jakarta, dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berpusat di Jeddah, Saudi.

bayi2

Adapun bila spermanya dari seorang laki-laki yang didapat tanpa pernikahan yang sah, para ulama dalam kasus ini mengharamkannya. Di antara yang mengharamkan cara tersebut adalah Lembaga fiqih Islam OKI, Majelis Ulama DKI Jakarta, Syekh Mahmud Syaltut, Yusuf al-Qardhawy, al-Ribashy dan Zakaria Ahmad al-Barry.

Mereka umumnya mempertimbangkan dikhawatirkan adanya percampuran nasab dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Dalam hal ini ada keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang bayi tabung atau inseminasi buatan, yakni :

1. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama.

2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).

3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masala~ yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.

4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
inilah.com

Fenomena Teuku Wisnu, dalam menyambut Bayi antara Adzan dan Isti’adzah ?

Baru-baru ini di dunia maya, sempat dihebohkan dengan pemberitaan yang berasal dari salah seorang selebrity tanah air Teuku Wisnu, yang memutuskan untuk tidak meng-adzani anaknya yang baru lahir (sumber : kapanlagi.com)

Timbul berbagai silang pendapat, tentang hal ini. Ada yang mengatakan adzan bagi seorang bayi yang baru lahir itu Sunnah, ada lagi yang berpendapat hanya sekedar anjuran ulama, bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai perbuatan yang sia-sia.

bayi1

Menanggapi silang pendapat ini, kami coba menyajikan pendapat, Wawan Gunawan A. Wahid, Lc. M.Ag. (salah seorang anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah), tentang tata cara menyambut kelahiran bayi (sumber : Dialog Facebook).

Pendapat Ustadz Wawan ini, berdasarkan dalil yang terdapat di dalam Al Qur’an, yang mengisyaratkan bahwa tuntunan untuk menyambut bayi yang dilahirkan itu adalah dengan membacakan kalimat isti’adzah.

Sebagaimana terdapat di dalam Surah Ali Imran (3) ayat 36 berikut:

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Falammaa wadha’athaa qaalat rabbi innii wadha’tuhaa untsa wallahu a’lamu bimaa wadha’at walaisadz-dzakaru kal antsa wa-innii sammaituhaa maryama wa-innii u’iidzuhaa bika wadzurrii-yatahaa minasy-syaithaanirrajiim

“Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: ‘Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui, apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya, aku telah menamai dia Maryam, dan aku mohon perlindungan untuknya, serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau, dari syaitan yang terkutuk’.”

Pada dasarnya bacaan azan – iqamat dan bacaan isti’adzah berisi kalimat-kalimat Allah yang ketika itu dibacakan kepada bayi menjadi awalan yang baik untuk mengetuk “kesadaran” komunikasinya.

Perbedaannya adalah jika tuntunan isti’adzah didukung oleh ayat al-Quran, sedangkan  tuntunan adzan – iqamat masih bersifat problematik.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Tuntunan lain berdasarkan Hadits Rasulullah

1.1. Meminta perlindungan Allah Ta’ala kepada bayi

“عن ابن عباس قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعوذ الحسن والحسين يقول “أعيذكما بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة.

Daripada Ibnu Abbas katanya ‘Rasulullah sering meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan berkata “Aku melindungkan engkau berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna daripada semua syaitan dan serangga atau binatang berbisa serta daripada semua pandangan mata yang memudharatkan.”

([Hr al-Tirmizi Kitab al-Tibb, Bab Ma ja’a fi al-ruqya min al-‘ain, No 1986; dan Abu Daud, Kitab al-Sunnah, Bab fi al-Quran, No. 4112. Dihukum Sahih oleh al-Albani, antara lain dalam Sahih Sunan al-Tirmizi No 2060.])

1.2. Di Sunnahkan mendoakan keberkataan untuk bayi

.عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ

Daripada Aisyah bahawa Rasulullah s.a.w. sering dibawa kepadanya bayi-bayi lalu Baginda mendoakan keberkatan untuk mereka dan mentahnikkan mereka.

(Hr Muslim, Kitab al-Adab, Bab Istihbab tahnik al-maulud ‘inda wiladatih, No 4000.)

Sumber : shoutuliman.com

2. Pengertian Isti’adzah

Isti’adzah menurut bahasa adalah : Memohon perlidungan, pemeliharaan dan penjagaan. Sedangkan menurut istilah adalah : Lapazh yang dimaksudkan untuk memohon pemeliharaan dan perlindungan Allah dari kejahatan setan.

Lapazh Isti’adzah :  اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ Lapazh ini sebenarnya berbentuk kalimat khabar (keterangan), tapi bermakna permohonan :   اَللَّهُمَّ اَعِذْنِيْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Sumber : muhammadhaidir.wordpress.com

3. Bacaan yang dianjurkan

Doa melihat anak yang baru lahir
اِنىِّ أَعِيْذُكَ بِكَلِمَاةِ اللهِ التّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
Innï u’ïdzu (ka/ki) bi kalimäti-l-lähi-t-tämmati min kulli syaithänin wa hämmatin wa min kulli ‘ainin lämmatin.

Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu (anak ini) dengan
kalimat-kalimat Allah yang Sempurna, dari segala gangguan syaitan dan
gangguan binatang, serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.

[ (“ka/ki”) disesuaikan : “ka” untuk laki-laki” dan “ki” untuk perempuan]

Sumber : Ust. Dadang Syaripudin (diskusi facebook)