Tag Archives: nabi muhammad

Kisah Kalung Emas Siti Khadijah, dan masuk Islam-nya Paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, puteri Rasulullah Zainab meskipun sudah memeluk Islam, tidak ikut serta. Hal ini disebabkan suaminya Abul ‘Ash belum menjadi seorang mualaf.

Demikian juga paman Rasulullah, yakni Abbas bin Abdul Muthalib. Meskipun ia hadir saat peristiwa Bai’at Aqabah, namun karena menjaga kedudukan keluarga, ia belum menyatakan diri masuk Islam.

sahabat1
Tebusan Perang Badar

Pada peristiwa Perang Badar, baik Abbas bin Abdul Muthalib, maupun Abul ‘Ash berada dipihak Bani Quraisy yang memerangi Nabi Muhammad, dan keduanya menjadi tawanan umat muslim.

Paman Rasulullah, Abbas diwajibkan membayar tebusan yang cukup besar yaitu 100 Uqiyah Emas. Selain itu, Abbas bin Abdul Muthalib juga harus membayar tebusan untuk kedua anak saudaranya Aqil dan Naufal serta  teman setianya ‘Utbah bin Rabi’ah.

Abbas bin Abdul Muthalib menyatakan dirinya tidak memiliki harta yang banyak, bagaimana mungkin harus menebus dengan jumlah sebanyak itu.

Kemudian Rasulullah bertanya : “Bukankah Paman bersama bibi (Ummul Fadhal), masih memiliki harta yang ditanam di dalam tanah. Dan Paman juga berkata, jika mendapat celaka dalam perang, maka uang yang paman sembunyikan adalah menjadi milik anak-anak paman”.

Perkataan Rasulullah itu, membuat kaget Abbas bin Abdul Muthalib, sebab masalah harta yang tersimpan di bawah tanah itu, hanya ia dan istrinya saja yang tahu.

Melihat keajaiban itu, Abbas semakin yakin atas kerasulan anak saudaranya itu. Dan sejak itu, ia bertekad untuk menjadi muslim yang baik, meskipun masih sembunyi-sembunyi.

sahabat2
Sementara Abul’ Ash meskipun terhitung kerabat dekat Rasulullah, juga dikenakan uang tebusan. Dia tidak memiliki harta untuk menebus dirinya. Dan saat istrinya Zainab mendengar suaminya tertawan dan tidak memiliki uang tebusan, Zainab mengirimkan kalung emasnya sebagai penebus.

Kalung emas milik Zainab ini adalah pusaka pemberian dari ibunya Siti Khadijah. Ketika kalung itu sampai kepada Nabi, Rasulullah sangat terharu hingga meneteskan air mata. Setelah Rasulullah bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya, akhirnya Abul’ Ash dibebaskan dan kalung tersebut dikembalikan kepada Zainab.

Tidak lama setelah peristiwa itu, Abul’ Ash bersama istrinya tiba di Madinah. Abul’ Ash menyatakan diri masuk Islam, dan istrinya Zainab bisa bertemu kembali dengan ayahnya, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

(Sumber : Tafsir Al Azhar, Buya HAMKA juzu’ X, halaman 60-63)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?

Iklan

Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad

Pada sekitar tahun 1918, Gerakan Sarekat Islam (SI) terpilah dalam empat arus besar, yakni SI Surabaya yang pimpin Tjokroaminoto bersama dengan Agus Salim, SI Semarang yang dipengaruhi oleh Semaoen, SI Surakarta yang masih dikuasai Samanhudi, serta SI Yogyakarta dibawah pengaruh Ahmad Dahlan yang juga pendiri Muhammadiyah.

Persaingan di dalam Gerakan Sarekat Islam ini, semakin memanas ketika surat kabar Tjawi Hisworo, menerbitkan artikel yang berjudul “Pertjakapan Antara Martho dan Djojo” di awal Januari 1918, dimana di dalam artikel tersebut, memuat kalimat “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem A.V.H. gin, minoem opium, dan kadang soeka mengisep opium.”

aksi1918
Aksi Bela Islam 1918

Artikel surat kabar Tjawi Hisworo, pada awalnya bertujuan untuk melamahkan gerakan SI Surabaya dan SI Yogyakarta ini, malah berbalik arah. Posisi H.O.S Tjokroaminoto (SI Surabaya) semakin menguat dan menjadi pintu masuk mengukuhkan peran islam dalam proses penciptaan dan penerapan nilai-nilai kebangsaan.

Momentum kemunculan artikel yang dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad tersebut, telah memberi alasan bagi Tjokroaminoto untuk membentuk Tentara Kandjeng Nabi Moehammad (TKNM) pada tanggal 17 Februari 1918 di Surabaya.

Kepengurusan TKNM dipegang oleh Tjokroaminoto (Pimpinan), Sosrokardono (Sekretaris), dan Sech Roebaja bin Ambarak bin Thalib (Bendahara), dan segera menggelar vergadering di Kebun Raya Surabaya dengan dihadiri sedikitnya 35 ribu orang.

Setelah itu, menyusul pembentukan sub-sub TKNM di berbagai daerah yang dimotori oleh anggota SI. Seiring dengan kian membesarnya kekuatan TKNM, tuntutan agar penulis serta penyebar artikel diadili oleh Pemerintah Hindia Belanda kian menguat.

Issue penistaan agama dan pembentukan TKNM telah membuat Tjokroaminoto berhasil menarik simpati kaum santri dan kaum abangan untuk mendukung gerakan kebangsaan yang dipimpinnya. Bahkan, berkat dukungan pendanaan para saudagar keturunan Arab, Tjokroaminoto mampu mengimbangi, pengaruh SI Semarang di kalangan pergerakan kaum buruh (sumber : edunews.id dan kabari.us).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
3. Silsilah Kekerabatan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) dengan Keluarga Pesantren Gontor Ponorogo
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Masya ALLAH, Jubah Rasulullah dan bekas tambalan pada bajunya ?

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah radhiallahu ‘anha, menyebutkan tentang pekerjaan yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan di rumahnya:

“Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan menjahitnya. ” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 540)

“Beliau manusia biasa. Beliau menambal pakaiannya dan memeras susu kambingnya”. (HR.Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 541)

Dan salah satu replika jubah beliau, masih bisa kita lihat pada saat ini, dan apabila kita perhatikan terdapat bekas tambalan pada bajunya.

jubah1a
Inilah kesederhanaan hidup Rasulullah. Tanpa harus “Jaim”, sebagai pemimpin bangsa Arab ketika itu, beliau berupaya untuk semaksimal mungkin, memanfaatkan barang yang ia miliki.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

1. Apa yang terlihat didalam foto (picture) di atas, merupakan replika dari Jubah Rasulullah. Hal ini dikarenakan untuk Jubah yang asli, tentu tidak bisa sembarangan dipegang dan diperlihatkan secara terbuka, demi keamanan agar tidak menjadi rusak, mengingat usianya yang sudah ribuan tahun.

2. Picture Jubah asli Nabi Muhammad

jubah1b

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. [Masya ALLAH] Kisah Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Penakluk Singa yang Ahli Sedekah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

Rahasia Minuman Kesukaan Rasulullah, dan Khasiatnya bagi kesehatan tubuh

Rasulullah sangat gemar dengan minuman yang dingin dan manis, sebagaimana hadis berikut :

Dari Aisyah Radhiyallahu anha, menuturkan bahwa.

كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ .

“Minuman yang paling disukai Rasulullah ialah yang dingin dan manis.” [HR Ahmad 6/38 dan 6/40, HR At Tirmidzi dalam Al Jami’ (1896)]

dates1pinterest.com

Yang dimaksud dengan minuman dingin dan manis ini, diterangkan pada hadis yang lain, yaitu…

hadits1
Dari keterangan hadits diatas, diperoleh informasi tentang bagaimana tutorial membuat minuman kesukaan Nabi Muhammad, yaitu dengan cara sebagai berikut :

1. Ambil segenggam kurma bisa 3 butir (sesuai selera, apabila mau lebih manis tentu kurmanya dibanyakin)

2. Setelah kurma dimasukkan ke dalam gelas, tuangkan air (banyaknya air sesuai selera)

3. Jika kita membuatnya di pagi hari bisa diminum di sore hari atau sebaliknya direndam di sore hari diminum di pagi hari. Ingat harus dalam keadaan tertutup rapat.

Beberapa larangan dalam membuat minuman sari buah kurma :

1. Tidak boleh diminum setelah 3 hari

hadits2
2. Bahannya tidak boleh dicampur

hadits3
airkurma2
Khasiat dari minuman manis rendaman kurma

Air rendaman (infused water) berbahan kurma/kismis (raisins) dikenal sebagai air nabeez. Dimana Kurma atau Kismis di rendam di dalam air masak semalaman (dalam wadah yang bertutup) dan diminum keesokkan paginya.

Air nabeez merupakan minuman beralkali, yang mampu menolong membuang kelebihan asam pada perut dan memulihkan sistem pencernaan tubuh. Air ini juga membantu badan untuk menyingkirkan toksin yang berbahaya didalam tubuh, dalam dengan kata lain berguna sebagai detox.

Dikarenakan air nabeez tinggi akan kadar fiber, ia mampu membantu proses pencernaan yang baik dan meningkatkan/menajamkan fikiran agar kita tidak mudah lupa.

Ibnul Qayyim mengungkapkan dalam kitab Zaaduul Ma’ad, jika dua sifat dingin dan manis terhimpun dalam satu minuman, maka akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi tubuh, membantu proses pencernaan dan penyaluran saripati makanan dengan sempurna serta mencairkan dahak, mencuci dan membasmi bibit penyakit di lambung.

Manfaat lainnya bisa menetralisir sisa-sisa makanan, serta menstabilkan kehangatan lambung. Di samping itu juga sangat bermanfaat bagi hati, ginjal dan kandung kemih.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Membuat Minuman Kesukaan Nabi
2. Hadits Imam Ibnu Majah Nomor 3389
3. Rosul Sering Meminum Air Rendaman Kurma

Artikel Menarik :
1. ketika semua buah anggur itu, dimakan Nabi ?
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. Rahasia Tubuh Ideal Rasulullah, dan Program Diet OCD Deddy Corbuzier ?
4. Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Tapak Rumah Ibunda Susuan Nabi Muhammad “Halimatus Sa’adiah”

Silsilah Kekerabatan : Nabi Muhammad, Zubair ibn Awwam, Sa’ad ibn Abu Waqqas dan Abdurrahman ibn ‘Auf [Bani Zuhrah]

Bani Zuhrah merupakan salah satu klan dari suku Quraish, yang diturunkan dari Zuhrah ibn Kilab.

Ibunda Rasulullah, Aminah bint Wahb berasal dari klan ini, demikian juga sahabat beliau seperti Sa’ad ibn Abu Waqqas dan Abdurrahman ibn ‘Auf.

Entah sengaja atau tidak, di beberapa sumber ada kekeliruan berkenaan dengan keluarga Aminah bint Wahb (ibunda Nabi Muhammad).

Mereka menulis, kakek Rasulullah (Abdul Muttahib) menikah dengan saudara perempuan ibunda Rasulullah (Aminah bint Wahb), yang bernama Halah (lihat di : en.wikipedia.org), padahal tidak demikian…

Untuk lebih jelasnya, berikut silsilah kekerabatnya :

zuhrahCatatan Penambahan :
1. Tentang 2 sosok putera, ‘Abdul Manaf ibn Zuhrah yaitu : Wahb dan Wahib (Wuhayb), juga ditemukan di dalam Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir (volume 1, parts 1.18.5 : link).

Referensi :
1. bani zuhrah
2. islamepedia.in
3. islamway.net
4. Abdullah ibn Abdul-Muttalib

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. Misteri Imam Mahdi, dalam Silsilah Genetika Y-DNA FGC10500+ ?
3. Silsilah Genetika Y-DNA : Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Idris dan Nabi Adam ?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

ketika semua buah anggur itu, dimakan Nabi ?

Seorang lelaki miskin membawa segenggam buah anggur untuk Nabi Muhammad sebagai hadiah. Lelaki ini dengan wajah berseri-seri, berkata : “Wahai Rasulullah, terimalah hadiah kecil ini dariku.”

Nabi mengucapkan terima kasih dengan khidmat, beliau mengambil satu buah anggur dan memakannya.

anggurPara sahabat yang hadir ketika itu, menatap penuh harap. Namun, di luar dugaan, ketika anggur yang satu habis, Nabi kembali memakan anggur lainnya, tanpa menawarkan kepada para sahabat.

Sampai akhirnya, semua anggur pemberian lelaki itu habis, dimakan Rasulullah sendirian saja. Orang miskin yang membawa anggur sangat senang dan kemudian pamit pulang.

Karena penasaran, salah satu sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa semua buah anggur itu sendirian dimakan, dan sama sekali tidak menawarkannya kepada kami?”

Nabi tersenyum dan berkata, “Aku memakan semuanya, karena buah anggur itu masam. Jika aku menawarkannya kepada kalian, aku khawatir nanti wajah kalian akan menampakkan ekspresi tidak suka.”

“Itu akan menyakiti perasaannya.”  (Sumber : Islampos (Facebook))

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Rahasia Tubuh Ideal Rasulullah
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?

Kisah Masa Kecil Rasulullah dan Tapak Rumah Ibunda Susuan Nabi Muhammad “Halimatus Sa’adiah”

Rumah yang pernah ditempati oleh Halima di bangun dari susunan batu-batu gunung, saat ini masih tetap utuh dan dilestarikan.

Sebelum bulan Ramadhan tahun yang lalu (1436 H), beberapa orang berkunjung ke perkampungan Bani Saad, jalan yang terjal dan berkelok-kelok di tempuh untuk sampai ke perkampungan tersebut.

rumahnabi1a

Kisah Rasulullah dan Halimatus Sa’adiah

Halima membawa Nabi ke perkampungan Bani Saad yang berada di daerah pegunungan Thaif, saat masih bayi baru berumur satu minggu.

Bayi yang masih merah yang di bawa oleh Halima ini membawa berkah dalam keluarga mereka. Halima sendiri langsung merasakan keberkahannya dan iapun menjadi lebih banyak mengeluarkan ASI dan kambing-kambing yang dimiliki keluarga Halima juga mulai lebih banyak mengeluarkan air susu dari biasanya.

Halima mempunyai seorang putri bernama Shaima dan menjadi saudara sesusuan Nabi. Shaima yang baru berusia lima tahun ketika itu selalu membantu ibunya untuk mengurus Nabi.

Dia selalu memeluk Nabi dan membawanya berjalan-jalan. Shaima menyaksikan perubahan dalam keluarganya dari kemiskinan berubah menjadi makmur berkat saudara sesusuannya itu.

rumahnabi1b
Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan sehingga sampailah usia dua tahun, tibalah waktunya Muhammad dikembalikan ke ibunya.

Aminah (Ibunda Nabi), memelihara Nabi hanya sebentar saja kemudian datang Halima untuk meminta izin kepada Aminah untuk memelihara Nabi kembali. Karena Halima sangat sayang pada Nabi dan tak sanggup rasanya berpisah dengan Beliau.

rumahnabi1c
Setelah di-izinkan, Nabi di bawa pulang ke perkampungan Bani Saad. Nabi Muhammad di besarkan oleh Halima Saadia sampai usia 5 tahun.

Selama beliau diasuh oleh Halima di perkampungan Bani Saad, Beliau menjadi fasih dalam berbahasa arab, ini dikarenakan Bani Saaad adalah kabilah yang paling fasih berbahasa arab diantara kabilah-kabilah lainnya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber:
نورالامین مختصر(Facebook)

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Picture] Rumah Kelahiran Nabi Muhammad, yang saat ini menjadi Perpustakaan “Maktabah Makkah al-Mukarromah”