Tag Archives: sedekah

Misteri Hakekat Sapi Betina (Al Baqarah), dalam konsep penataan aset yang Islami ?

Di dalam Al Qur’an, diceritakan tentang perintah ALLAH kepada Nabi Musa, agar kaum Bani Israil mengorbankan seekor sapi betina.

Jenis Sapi yang dimaksud. tidak tua, tidak muda, belum pernah dipakai membajak dan mengairi sawah (QS. Al Baqarah (2) ayat 67 – 71, link), apabila ketemu sembelih lah.

Mengapa Sapi yang tidak pernah dipakai untuk membajak serta mengairi tanaman, diperintahkan agar di sembelih?

Hakekat Sapi Betina

Untuk dipahami, kegunaan Sapi Betina di masa lampau adalah Membajak (Produksi), Dikawinkan (Investasi) dan Dimakan (Konsumsi). Di masa lalu, bahkan muncul ajaran yang awalnya menghormati Sapi sebagai pemberi kehidupan bagi manusia, dan lambat laun kemudian diagungkan dan disembah (referensi : golden calf).

ayatmusa2
Sapi di masa lampau merupakan alat ukur aset, yang biasa dipakai untuk satuan transaksi, nikah dan sebagainya. Di era modern seperti sekarang ini, fungsinya tergantikan oleh Uang (referensi : ratu adil (twitter.com)).

Makna dari Sapi yang belum pernah dipakai membajak dan mengairi tanaman, adalah aset yang belum dipakai untuk produksi (mensejahterakan). Dengan demikian sapi (aset) jenis ini, hendaknya dikorbankan agar ia memiliki nilai guna bagi manusia dan kemanusiaan.

Artinya Sapi yang tidak bisa dipakai sebagai alat produksi, maka sembelih, agar ia menjadi makanan (konsumsi) bagi mu dan masyarakat disekitar mu (fungsi sosial).

Apabila kita memaknainya dalam kondisi kekinian, jelas kisah sapi betina merupakan bentuk islami dalam penataan aset. Melalui FirmanNYA, kita diperintahkan untuk “menyembelih” uang-uang pasif kita yang menumpuk di bank, yang hanya ditabung kemudian dibungakan untuk keuntungan pribadi.

Dana Nganggur tersebut, hendaknya dimanfaatkan bukan saja bagi kepentingan diri kita, namun bisa berfungsi sosial melalui cara dikorbankan (disedekahkan) bagi yang membutuhkan.

Bukankah penghormatan serta pengagungan kepada akumulasi modal (kapitalisme), merupakan bentuk lain dari penyembahan kepada Aset atau dengan kata lain bentuk penyembahan kepada Sapi, pada masa lalu.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Hidup Susah, Tetap Sedekah !! inilah Keutamaan-nya
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Masya ALLAH] Kisah Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Penakluk Singa yang Ahli Sedekah
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?

Hidup Susah, Tetap Sedekah !! inilah Keutamaan-nya

Kehidupan di dunia tidak selamanya berlimpah dengan harta, terkadang manusia harus menjalaninya dengan penuh keprihatinan.

Namun hidup susah, bukanlah alasan untuk tidak beribadah kepada ALLAH, bahkan  sedekah dari kaum dhuafa merupakan yang paling afdhol, sebagaimana Hadis Rasulullah :

Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol.

Rasulullah menjawab,

جَهْدُ الْمُقِلِّ

“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.”
(HR. An Nasai no. 2526).

nasehat6
Sedekahnya kaum dhuafa, juga memiliki nilai yang tinggi (sumber :
rumaysho.com), sebagaimana makna dari hadis berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ قَالُوا وَكَيْفَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِأَحَدِهِمَا وَانْطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“.

Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”

Beliau kemudian menjelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan.

Ada juga seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.”  (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379).

shalat43
Dan apabila kita tidak memiliki harta, bukan alasan untuk tidak bisa bersedekah, karena sedekah bisa juga dengan tenaga (sumber : hadits-shahih-indonesia.blogspot.co.id), sebagaimana terdapat pada Shahih Muslim, Kitab Zakat Bab 17, Nomor 1692 :

hadis1aWaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. ketika semua buah anggur itu, dimakan Nabi ?
2. 19 Ibadah dalam Islam, yang memotivasi untuk Kaya
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?

Jasad Pedagang Sayur, dan Misteri Jenazah Syuhada Perang Uhud ?

Ketika diadakan penggalian kuburan Triyani binti Kartomulyo (14/2/2013), warga Ciomas Bogor menjadi heboh. Jasad almarhumah yang sudah 19 tahun dimakamkan, masih utuh demikian juga dengan kain kafannya, dan tanpa menyebarkan bau busuk.

Pembongkaran makam Triyani itu dilakukan anak-anak almarhumah untuk memindahkan jasad tersebut ke Purwodadi, Jawa Tengah, disandingkan di samping makam suami almarhumah.

Usai digali, jenazah Triyani disemayamkan di rumah Teguh, salah seorang anak almarhumah. Jenazah yang meninggal pada 20 Juni 1994 ini dibaringkan di atas tikar plastik. Tampak kain kafannya masih utuh, meski warnanya telah memudar dan bercampur tanah.

Selama hidupnya, Triyani dikenal suka bersedekah. Almarhumah meski hanya berprofesi sebagai seorang pedagang sayuran matang. Ia selalu memberi bantuan bagi warga atau gelandangan yang kelaparan saat mampir di warungnya (Sumber : jabarmedia.com, detik.com, infaqdakwahcenter.com).

utuh1a
Mukjizat Jenazah Syuhada Perang Uhud

Keberadaan jenazah yang masih utuh, meskipun telah dikubur bertahun-tahun, tentu bisa disebabkan hal-hal yang bersifat alamiah, namun bukan mustahil merupakan bentuk pemeliharaan dari ALLAH kepada hamba-hambanya.

uhud1a
Beberapa tahun yang lalu, beredar kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa terpeliharanya jasad syuhada perang uhud.

uhud1

Sumber :
Mukjizat Jasad Syuhada Perang Uhud ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :

1. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1437 tahun yang lalu?
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

[Masya ALLAH] Kisah Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Penakluk Singa yang Ahli Sedekah

Ibnu Umar radhiallahu’anhu (Abdullah bin Umar), sejak masih kecil telah masuk Islam, bersama dengan ayahnya Umar bin Khattab radhiallahu’anhu.

Kemana pun Rasulullah pergi, ia sering turut menyertainya. Ibnu Umar memang tercatat masih ipar Rasulullah, karena saudari kandungnya yang bernama Hafsah binti Umar menjadi istri Rasulullah.

Ibnu Umar berusaha mencontoh sifat dan kebiasaan Rasulullah, seperti cara memakai pakaian, makan, minum, bergaul, dan sebagainya. Beliau juga dikenal sebagai salah seorang sahabat Rasulullah, yang banyak meriwayatkan hadits, diperkirakan ada sekitar 2.630 hadits yang ia sampaikan.

sedekah1a
Ibnu Umar, Ahli Sedekah

Ibnu Umar termasuk orang yang hidup sejahtera, ia dikenal seorang saudagar yang sukses. Namun harta yang melimpah, selalu ia bagi-bagikan sebanyak-banyaknya kepada fakir miskin dan anak yatim.

Ayub bin Ma’il Ar Rasibi bercerita, Ibnu Umar pernah membagi-bagikan sedekah senilai 4.000 dirham, lalu pada keesokan harinya ia berhutang 1 dirham, untuk membeli makanan bagi hewan yang dikendarainya.

Abu Nuaim meriwayatkan dari Muhammad bin Qais, ia berkata, “Tidaklah Abdullah bin Umar makan, kecuali bersama orang-orang miskin, hingga hal tersebut mempengaruhi kesehatan tubuhnya.”

ibnu2
Ibnu Umar, Penakluk Singa

Pada suatu ketika, kafilah dagangnya terhalang seekor singa. Kemudian Ibnu Umar, turun dari untanya, lantas berjalan ke arah singa itu.

Tanpa rasa takut sedikitpun, dalam jarak yang sangat dekat, Ibnu Umar menggosok telinga sang singa, seolah-olah ia sedang bernegosiasi. Dan tidak lama kemudian, menyingkirlah singa itu dari tengah jalan.

Seseorang yang mengetahui peristiwa itu merasa takjub. Ia kemudian bertanya,  ”Bagaimana caranya agar singa itu tidak menerkam Anda?”

Ibnu Umar menjawab bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Jika manusia hanya takut kepada Allah, maka tidak ada hal lain yang bisa menguasainya.”

Kisah Ibnu Umar menaklukkan Singa, tercatat dalam kitab Thabaqah karya Al-Munawi dan diceritakan oleh Al-Subki dalam  kitab Hujjatullah ‘ala al-Alamin.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Teladan Ibnu Umar
2. Belajar Berani dari Abdullah Ibnu Umar
3. Abdullah bin Umar; Penyayang Fakir Miskin dan Anak Yatim
4. Kisah Karamah Para Sahabat Rasulullah – Abdullah bin Umar r.a.

Artikel Menarik :
1. [Misteri] 8.000 anggota Pasukan Mujahidin, yang bisa berjalan di atas air?
2. [Mukjizat BASMALAH] Ketika Buya HAMKA mendobrak pintu kamar Hotel?
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Investasi Akhirat, menurut Ustadz Yusuf Mansur

Melalui media Facebook, Ustadz Yusuf Mansur membahas satu topik yang sangat menarik, yaitu berkenaan dengan Investasi Akhirat

yusuf1

Saudaraku, Harta tidak akan berguna jika kemudian kita dilupakan oleh anak-anak kita. Bahkan, tambah tidak berguna apabila hartalah yang menjadi perusak anak keturunan kita. Pada sisi lain, perhatikanlah pendidikan terhadap anak-anak kita. Jangan sampai ketika kita meninggal, anak-anak kita tidak bisa menjadi investasi alam akhirat.

Bukan sekedar alam akhirat yang harus kita wariskan kepada anak keturunan kira. Bukan pula harta yang harus kita wariskan kepada anak-anak kita, tetapi yang harus kita persiapkan adalah bagaimana kita mempersiapkan anak-anak kita agar dapat mengenal Allah, penciptanya. Karena, jika sudah mengenal Allah SWT, niscaya hal-hal baik yang akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat akan dijamin oleh Allah.

Tidak berguna kepandaian jika kemudian kita
ditinggalkan sendirian di alam kubur. Tidak berguna pula jika kemudian kepandaian itu justru digunakan untuk mempersenjatai kelakuan buruk. Tidakkah saudara juga memikirkannya? Mudah-mudahan ada hikmah dari tulisan singkat ini, yang terus menjadikan kita sayang terhadap istri dan anak-anak kita, hanya karena Allah SWT. Aamiin…

 

amal1
Sumber Picture

 

Dalam setiap hal di dunia, kita sering terlambat
menyadari beragam nikmat Allah yang patut disyukuri. Ketika ragam nikmat itu menghilang, barulah kita menyesal. Tahukah saudara, sesal yang paling sesal adalah ketika kita menyesali nikmat umur dan kesempatan berbuat baik, sedangkan diri kita sudah dihadapkan dengan kematian.

Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin, untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada makhluk-Nya, mudah-mudahan Allah mempersatukan kita, mempertemukan kita, dalam satu keluarga yang berkumpul di surga-Nya Allah kelak. Aamiin…

“…hingga saatnya kematian datang, seseorang di
antara kamu meminta. ‘Duhai Tuhan kami,
tangguhkanlah ajalku walaupun sebentar. Aku akan berbuat baik dan mau bersedekah.’ Namun kata Tuhan, ‘Terlambat’. Kalau kematian sudah datang, tidak bisa lagi ditunda…” (QS Al-Munaafiquun [63] : 10-11).

Matematika Sedekah, menurut Ustadz Yusuf Mansur

Di dalam tulisannya berjudul Mempebanyak Sedekah, pada tanggal 20 July 2014 di situs republika.co.id, Ustadz Yusuf Mansur memaparkan tentang proses hitung-hitungan sedekah, yang ternyata sedikit berbeda dengan perhitungan matematika yang biasa kita temui…

sedekah6

Republika, 20 Juli 2014

Jika seseorang menggunakan matematika biasa (berhitung ala manusia) untuk menghitung, maka hal itu tidak bisa diterapkan dalam sedekah. Sebab, matematika sedekah berbeda dengan matematika biasa.

Dan kalau menggunakan matematika biasa, sepertinya banyak orang yang tak akan mau bersedekah. Kenapa, karena setiap kita member kepada orang lain, dipandangnya, dilihatnya, diketahuinya, pasti akan berbeda. Bahkan, mungkin dianggapnya akan berkurang.

Misalnya, 10 dikurang satu, maka hasilnya pasti sembilan (10-1=9). Dan kalau 10 dikurang dua, maka hasilnya akan delapan (10-2=8). Kalau 10 dikurang tujuh, maka hasilnya tersisa tiga (10-7=3). Demikian seterusnya. Itu hitungan matematika yang biasa atau umum.

Karena itu, ia harus punya matematika ilahiyah. Matematika sedekah yang berbeda dengan matematika biasa. Matematika ilahiyah, atau matematika sedekah, ketika seseorang bersedekah maka nilainya akan bertambah.

sedekah5
Misalnya, 10 dikurang satu, hasilnya bukan sembilan, melainkan 19. Kemudian 10 dikurang dua, maka hasilnya bukan delapan, melainkan 28. Dan 10 dikurang tiga, hasilnya bukan tujuh, melainkan 37.

Begitu seterusnya. Semakin banyak disedekahkan, maka hasilnya pun akan terus bertambah. Misalnya, 10 dikurangi 10, hasilnya adalah 100 bukan nol.

Jadi, semakin dia tahu, semakin dia merasakan, semakin dia melihat, dan jika dia bersedekah, maka hasilnya akan semakin banyak. Dan jika dia mengetahui hal ini, semestinya dia akan semakin rajin bersedekah, dengan nilai yang akan lebih banyak lagi.

Nilai ini, jika kelipatannya hanya 10. Bagaimana jika hasilnya dikalikan dengan kelipatan 700 kali lipat? Tentu akan lebih besar lagi. Jika 10 dikurangi (disedekahkan) 10, maka hasilnya adalah 7.000, bukan nol.

Seorang karyawan dengan gaji sebesar Rp 2 juta, tetapi pengeluarannya Rp 3 juta, tidak mungkin dia akan bersedekah. Sebab, untuk kebutuhan sehari-harinya saja sudah nombok. Begitu pula pandangan masyarakat umum akan hal ini. Akibatnya, jangankan untuk bersedekah, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja dia tak bisa. Hal ini juga yang membuat mereka dan kebanyakan umat Islam, enggan bersedekah.

Andai dia tahu matematika sedekah, niscaya mereka akan banyak bersedekah. Jika dia mengetahui gajinya Rp 2 juta sedangkan kebutuhannya Rp 3 juta per bulan, maka dia akan bersedekah untuk mencukupi kebutuhannya.

Bismillah. Misalnya, dia mengeluarkan 10 persen dari kebutuhannya (Rp 3 juta) atau sebesar Rp 300 ribu. Insya Allah, dia akan mendapatkan hasil sebesar Rp 4,7 juta. Bahkan bisa mencapai lebih besar lagi bila dikalikan dengan 700 kali lipat.

Seorang pengusaha punya giro sebesar Rp 100 juta, tapi dia punya kebutuhan yang harus ditunaikan sebesar Rp 700 juta. Kemana mencari kekurangan Rp 600 jutanya? Setelah pengusaha ini meyakini dan memahami tentang ilmu sedekah, maka Bismillahirrahmanirrahim, dia sedekahkan seluruh uang yang ada di gironya itu. Subhanallah, dia akan mendapatkan Rp 1 miliar.

sedekah3

Khusus di bulan suci Ramadhan ini, Allah akan makin melipatkan gandanya melebihi yang biasa. Jika pada bulan-bulan lainnya dilipatgandakan 10 kali lipat atau 700 kali lipat, tapi pada bulan puasa ini, Allah akan melipatgandakannya hingga ribuan bahkan puluhan ribu kali lipat.

Karena itu, bila sudah memahami matematika sedekah ini, saya berharap seluruh pembaca Republika Online, dikaruniakan Allah kelebihan rezeki yang berlipat-lipat. Sehingga bisa bersedekah semakin banyak, semakin besar. Dan tentu saja, tetap dengan niat yang tulus ikhlas karena mengharapkan ridha Allah Taala.

19 Ibadah dalam Islam, yang memotivasi untuk Kaya

Islam mengajarkan agar umatnya untuk hidup terbebas dari kemiskinan, sebagaimana do’a Rasulullah :

“…Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kefakiran/miskin dan kekafiran…”

[Hadits Shahih atas syarat Bukhari, dikeluarkan oleh Imam Hakim (1/530) dan Imam Ibnu Hibban (no. 2446).]

Di dalam salah satu hadis, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menjadi dermawan dan bukan menjadi peminta-minta.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -sebagaimana yang telah dibacakan kepadanya- dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbar, beliau menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda beliau: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta (HR. Muslim No.1715)

sedekah4

Dalam praktek peribadatan, sesungguhnya sangat banyak kita ditemui perintah-perintah yang pada hakekatnya, memberi motivasi untuk hidup berkecukupan, di antaranya :

01. Di dalam bacaan Shalat duduk diantara dua sujud, kita selalu memohon untuk diberikan kelapangan rezeki.

RABBIGHFIRLI WARHAMNI WAJBURNI WARFA’KNI WARZUQNI WAHDINI WA’AFINI WA’FU ‘ANNI.

artinya:
Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, pimpinlah aku, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.

02. Hidup berumah tangga, adalah salah satu cara memperoleh karunia ALLAH serta memberi motivasi kita untuk hidup layak, dimana memberi nafkah untuk keluarga bernilai Shadaqah.

Firman ALLAH :

وَ أَنْكِحُوا الْأَيامى‏ مِنْكُمْ وَ الصَّالِحينَ مِنْ عِبادِكُمْ وَ إِمائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ اللهُ واسِعٌ عَليمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkannya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui,”
(QS an-Nuur (24) ayat 32).

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا أطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَ مَا أطْعَمْتَ وَالِدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَ مَا أطْعَمْتَ زَوْجَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ،

“Apa yang engkau berikan untuk memberi makan dirimu sendiri, maka itu adalah shadaqah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan anakmu, maka itu adalah shadaqah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan ORANG TUAmu, maka itu adalah shadaqah bagimu. Dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan isterimu, maka itu adalah shadaqa bagimu…”
[HR Ibnu Majah, 2138; Ahmad, 916727; dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah, 1739]

Rasulullah bersabda :

فْضَلُ دِيْنَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَليَ عِيَالِهِ

Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang lelaki adalah dinar seseorang yang dibelanjakan untuk nafkah keluarganya
[HR. Muslim (2/574)]

03. Shalat Tahajud, sarana menggapai kebaikan dunia dan akhirat.

و حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim)

04. Shalat Dhuha, adalah bentuk peribadatan bernilai sedekah, serta Kunci mendapatkan Rezeki

Rasulullah bersabda :

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”
(HR Hakim dan Thabrani)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap amar ma’ruf nahyi mungkar sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat dhuha.” (HR. Muslim)

05. Mencegah orang lain berbuat mungkar, terkadang juga memerlukan dana yang cukup besar, namun balasannya adalah akan memperoleh rahmat dari ALLAH.

Allah Ta’ala berfirman :

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah (9) ayat 71)

06. Pembebasan Hutang, tentu diperlukan harta yang cukup. Dan keutamaan seorang yang membebaskan hutang saudaranya, akan mendapat kemudahan dari ALLAH di hari akhir

Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang melapangkan suatu kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan melonggarkan satu kesusahannya di akhirat.

وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Barang siapa yang memudahkan urusan orang yang ditimpa kesulitan (hutang), niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat

وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

…Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia juga menolong saudaranya.”

(Riwayat Muslim)

sedekah3

07. Menuntut Ilmu dengan tujuan agar memberi kebaikan kepada orang lain, tentu memerlukan dana yang besar, namun balasannya setara dengan sedekah Jariyah.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim].

08. Kita diperintahkan untuk meninggalkan ahli waris dalam keadaan cukup.

Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) lebih baik dari pada engkau tinggalkan mereka hidup melarat/miskin yang menadahkan tangan-tangan mereka kepada manusia (meminta-minta)”.
[Hadits Riwayat Bukhari 3/186 dan Muslim 5/71 dan lain-lain]

09. Menghidupi Karyawan yang bekerja kepada kita, tentu memerlukan biaya yang cukup besar, dan akan bernilai sedekah bagi kita.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَ مَا أطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“…dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan pelayanmu, maka itu adalah shadaqah bagimu.”
[HR Ibnu Majah, 2138; Ahmad, 916727; dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah, 1739]

10. Membantu orang yang berjuang di jalan ALLAH, diperlukan dana yang tidak sedikit, namun balasannya juga sangat luar biasa.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda :

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

“Barangsiapa menyiapkan bekal bagi seorang mujahid di jalan Allah sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa menjaga keluarga yang ditinggalkan seorang mujahid maka sungguh ia telah berjihad”
(HR.Muslim : 12/425)

11. Pembagunan Masjid, terkadang memerlukan dana yang sangat besar, dan balasannya juga sangat hebat

Rasulullah bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِداً يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ . وفي رواية لمسلم: بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membangun masjid –karena mengharap wajah Allah- maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam syurga.” Dan dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafal: “rumah di dalam syurga.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

12. Memberi makanan berbuka puasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.”
(HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

13. Menjadi juru dakwah, diperlukan dana operasional yang lumayan besar

Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menyeru ke jalan petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, yang tidak terkurangi sedikitpun dari pahala-pahala amal mereka sama sekali. Barangsiapa menyeru kepada jalan yang menyesatkan, maka baginya dosa semisal (sama) dosa orang-orang yang mengikutinya, yang tidak terkurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka sama sekali.” (Shahih Ibnu Majah : No. 0172).

yatim3

14. Pelindung bagi anak Yatim

ALLAH berfirman :

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا﴿٨﴾ إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allâh, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
[QS. al-Insân (76) ayat 8-9].

15. Bersedekah adalah mengundang rezeki

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”(HR. Al Tirmidzi)

16. Infaq menghindari diri dari kebinasaan

ALLAH berfirman :

وَأَنفِقُواْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُواْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan berinfaklah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Baqarah (2) ayat 195)

17. Zakat adalah sebagai pembersih

ALLAH berfirman :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka”.
[QS. At Taubah (9) ayat 103].

18. Ber-Qurban tentu diperlukan dana yang tidak sedikit, namun balasannya sangat besar

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

19. Haji dan Umroh adalah ibadah dengan dana yang lumayan besar, dan menjadi sarana terkabulnya do’a, dimana balasan bagi Haji yang Mabrur, adalah Surga

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

اَلْغَازِي فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ، وَفْدُ اللهِ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ. وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ.

“Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (pemintaan mereka).”
[Hasan: Sunan Ibni Majah (II/966, no. 2893); lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 2339)]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.

“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.”
[ Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (III/597, no. 1773), Shahiih Muslim (II/987, no. 1349), Sunan at-Tirmidzi (II/206, no. 937), Sunan Ibni Majah (II/964, no. 2888), Sunan an-Nasa-i (V/115)]

sahabat1

Teladan Sahabat

Para sahabat, yang dikenal sebagai MILYADER, antara lain :

1. Utsman bin Affan ra.

Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.

Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).

2. Abdurrahman bin Auf  ra.

Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas atau setara dengan Rp. 3,5 Milyar.

Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah, atau setara dengan nilai Rp. 118,5 Milyar.

Dari Ayyub (As-Sakhtiyani) dari Muhammad (bin Sirin), memberitakan ketika Abdurrahman bin Auf ra. wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan warisan sebesar 30.000 dinar emas. Hal ini berarti keseluruhan istri-nya memperoleh 120.000 dinar emas, yang merupakan 1/8 dari seluruh warisan.

Dengan demikian total warisan yang ditinggalkan oleh Abdurrahman bin Auf ra, adalah sebesar 960.000 dinar emas, atau jika di-nilai dengan nilai sekarang setara dengan Rp. 2,2752 Trilyun.

Sumber :
Rasulullah di BACK UP, Para Milyuner