Tag Archives: waktu

Masya ALLAH, inilah alasan ilmiah dari larangan Rasulullah untuk tidur sebelum Shalat Isya’

Di dalam beberapa hadits, ada larangan Rasulullah untuk tidur sebelum melaksanakan Shalat Isya’, sebagaimana hadits berikut ini :

كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam membenci tidur sebelum sholat ‘isya’ dan melakukan pembicaraan yang tidak berguna setelahnya” (HR. Bukhori No. 568, Muslim No. 237, sumber).


Sedangkan waktu terbaik untuk melaksanakan Shalat Isya’, adalah dengan mengakhirkan hingga sepertiga atau setengah malam, sebagaimana hadits Rasulullah yang berbunyi :

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ أَنْ يُؤَخِّرُوا الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ أَوْ نِصْفِهِ

“Jika sekiranya tidak memberatkan ummatku maka akan aku perintah agar mereka mengakhirkan sholat ‘isya’ hingga sepertiga atau setengah malam” (HR. Tirmidzi No. 167, Ibnu Majah No. 691, sumber).

Adapun rentang waktu sepertiga malam dimulai dari pukul 19.30 dan diakhiri sekitar pukul 22.30.

Berdasarkan data tersebut, seorang muslim paling cepat tidur sekitar pukul 20.00 dan kemudian bangun untuk melaksanakan Shalat Shubuh sekitar pukul 04.30, artinya lama tidur yang ia jalani sekitar 8 jam 30 menit.

Penelitian Ilmiah 

Baru-baru ini, sekelompok peneliti yang dipimpin Stephanie Rek dari Universitas Oxford, menemukan bahwa tidur lebih dari 9 (sembilan) jam semalam, bisa berakibat mimpi buruk (sumber : republika.co.id).

Hal ini dikarenakan dalam rentang waktu tersebut, mata akan bergerak cepat. Dan di saat inilah, biasanya mimpi buruk terjadi.

Dengan demikian, bagi umat Islam yang lama waktu tidurnya 8 jam 30 menit, selain dalam upaya untuk beribadah, secara ilmiah ternyata dapat menghindarkan dirinya kepada mimpi yang buruk.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1.  [Misteri] Sabdo Palon, Tokoh Mistis Rekayasa Belanda ?
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. Inovasi warga Saudi, saat menghadapi gelombang panas 50 derajat celsius 
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

Iklan

Misteri Astronomi di Langit Makkah dan Sejarah Penanggalan Kalender Hijriyah

Pada sekitar tahun 682 Masehi, di masa Khalifah ‘Umar, Negeri Islam yang semakin besar wilayah kekuasaannya. memerlukan satu terobosan baru, untuk mengatasi berbagai persoalan administrasi.

Di masa itu, surat menyurat antar gubernur atau penguasa daerah dengan pusat ternyata belum rapi, karena tidak adanya acuan penanggalan.

Khalifah ‘Umar kemudian memanggil para sahabat untuk bermusyawarah. Hasil dari musyawah itu adalah penanggalan masyarakat muslim, dengan berdasarkan kepada perhitungan fase bulan (Qamariyah), yang dimulai dari tahun terjadinya Peristiwa Hijrah (Lihat : Sejarah Kalender Hijriah).

hijriah27

Peristiwa Hijrah sendiri dilaksanakan secara berangsur-angsur, yang dimulai pada sekitar tahun 622 masehi. Adapun yang dijadikan patokan, awal Kalender Hijriah adalah hari Jum’at, tanggal 16 Juli 622 masehi (Pembuktian via Program Konversi).

Berkenaan dengan kapan Rasulullah hijrah dari Kota Makkah ke Kota Madinah, ada beberapa versi.

Ada versi yang mengatakan, beliau hijrah pada sekitar bulan Agustus 622 Masehi (bulan Safar 1 Hijriah), versi lain mengatakan pada bulan September 622 Masehi (bulan Rabi’ul Awal 1 Hijriah).

Bahkan ada versi yang mengatakan, Rasulullah Hijrah pada sekitar  tahun 629 Masehi (lihat : Meninjau Kembali Masa Hidup Rasulullah).

hijrah1

Kajian Astronomi

Kita tidak membahas mengenai Pro dan Kontra, kapan hijrah-nya Rasulullah, namun yang menarik adalah mengapa tanggal 16 Juli 622 Masehi, yang dijadikan patokan ? Apa alasannya ?

Nampaknya, pemilihan tanggal 16 Juli 622 masehi, ada kaitannya dengan peristiwa astronomi, yang terjadi ketika itu.

Pada hari itu, berdasarkan simulasi dengan Program Stellarium, terlihat sekitar jam 16:24 (dikurangi 4 jam, seharusnya 12:24) waktu setempat, matahari tepat berada di Zenith Makkah.

hijrah25

Peristiwa tersebut, memang terjadi 2 kali setiap tahun yaitu pada tiap tanggal 28 Mei jam 12.18 dan 16 Juli jam 12.27 waktu Arab (atau 27 mei dan 15 Juli pada tahun kabisat), dimana posisi matahari, melintas tepat di atas ka’bah (Lihat : Menentukan arah Kiblat, dengan bantuan matahari).

Bahkan jika diselidiki lebih lanjut, pada hari itu, Jum’at 16 Juli 622 Masehi, posisi Matahari, bulan dan Planet di tata surya, nyaris dalam keadaan sejajar dalam ruang pandang sempit 45 derajat (Lihat : Kejaiban Langit Makkah tanggal 1 Muharam 1 Hijriyah)

hijriah22
Nampaknya kedua peritiwa ini, menjadi dua sebab ditentukannya, awal kalender Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 Masehi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

1. Posisi Matahari – Bulan – Saturnus – Venus – Merkurius – Mars – Uranus – Jupiter, di lihat dari Kota Makkah (Bumi), tanggal 16 Juli 622 Masehi (1 Muharram 1 Hijriyah), pukul 12 : 27 waktu setempat, yakni saat matahari tepat berada di atas Ka’bah….

planet88
Melihat gambar lebih besar, Klik disini

Artikel Menarik :
1. Sejarah “Mesin Terbang”, bermula dari menara Masjid Cordoba ?
2. [Misteri] 9 Keajaiban “Struktur Bangunan” dari Peradaban Kuno ?
3. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?