Category Archives: picture

Kekerabatan Barack Obama dengan Keluarga Martodihardjo di Indonesia

Barack Obama merupakan seorang politisi yang menjabat Presiden Amerika Serikat ke-44. Obama merupakan orang Afrika Amerika pertama yang berhasil menempati jabatan tersebut.

Ibunda Barack Obama, yakni Stanley Ann Dunham menikah dengan Barack Hussein Obama Sr di Maui, Hawaii. Dari perkawinan ini kemudian lahir Barack Hussein Obama Jr pada 4 Agustus 1961.

Barack Obama berpakaian batik, sumber: facebook.com/UpIndonesia.Official/

Namun pernikahan Stanley Ann Dunham dengan Barack Obama Sr tidak berlangsung lama, karena pada Maret 1964 kedua bercerai. Dan selanjutnya pada 15 Maret 1965,  Stanley Ann Dunham menikah lagi dengan mahasiswa asal Indonesia bernama Lolo Soetoro (sumber: Stanley Ann dan wikipedia).

Kerabat Barack Obama di Indonesia

Lolo Soetoro adalah putra ke-9 dari 10 bersaudara anak dari Martodihardjo, yang merupakan seorang pegawai urusan pertambangan asal Yogyakarta.

Berdasarkan situs wikitree.com, anak dari Martodihardjo adalah sebagai berikut:  Supoyo (born, 1919), Ialu Supomo (born 1921), Ny Cuk Muhsidi (born 1923), Sugiyo (born 1925), Bambang Sugito (born 1927), Titik Imam Sutiknyo (born 1929), Din Trisulo (born 1931), Soemitro (born 1933), Lolo Soetoro (born Jan 2, 1935) dan Uki Gunowiyono.

Pada saat revolusi kemerdekaan nasional Indonesia tahun 1946, ayah Lolo Soetoro meninggal dunia ketika pasukan Belanda membakar rumah keluarga mereka. Untuk menyelamatkan diri, Lolo Soetoro bersama dengan ibunya yang bernama Djoeminah mengunsi ke pedesaan.

Seperti ditulis jpnn.com, Lolo Soetoro lahir di Bandung pada tahun 1935 dan menempuh pendidikan geografi di Universitas Gadjah Mada. Dikarenakan termasuk mahasiswa yang cerdas dia mendapat beasiswa ikatan dinas di Dinas Topografi TNI Angkatan Darat.

Kemudian Lolo Soetoro mengambil master di Hawaii University dan di sanalah bertemu Ann Dunham. Dari pernikahan dengan Ann Dunham, dia memiliki seorang puteri bernama Maya Kassandra Soetoro, yang sekaligus juga saudara tiri dari Barack Obama Jr.

Pernikahan Lolo Soetoro dengan Ann Dunham tidak berlangsung lama, pada tahun 1980 kedua bercerai. Kemudian tercatat Lolo Soetoro menikah lagi dengan Erna Kustina.

Dari perkawinan dengan isteri keduanya, Lolo Soetoro mempunyai 2 orang anak yakni bernama Yusuf Aji Soetoro (born 1981) dan Rahayu Nurmaida Soetoro (born 1987).

Iklan

Waspada Tsunami, Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

Peristiwa terjadinya Tsunami secara tiba-tiba di Selat Sunda pada 22 Desember 2018, membuat sebagian masyarakat khawatir jika kejadian serupa bisa terjadi di tempat lain.

Sebagaimana dilansir bbc.com (23/12/2018), ahli vulkanologi Jess Phoenix menginformasikan bahwa ketika gunung berapi meletus, magma panas mendorong ke bawah tanah dan dapat menggusur atau menerobos batu yang lebih dingin. Menurutnya, ini bisa memicu tanah longsor.


Namun, karena sebagian Anak Krakatau berada di bawah air, Jess Phonix menambahkan bukan hanya menyebabkan tanah longsor, sebab jika tanah longsor bawah laut mendorong air saat bergerak hal ini kemudian dapat menyebabkan tsunami.

Peristiwa Tsunami diakibatkan peristiwa volcanogenic dari letusan pada gunung api yang berada di bawah permukaan laut, tentu mengkhawatirkan masyarakat yang berada di pesisir pulau sumatera.

Seperti diketahui, sekitar tahun 2009 diberitakan ditemukannya gunung api raksasa yang berada di bawah laut sumatera. Penemuan ini merupakan hasil dari tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis.

Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris (sumber: kompas.com).

Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 km dengan puncak berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut.

Meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini.

Seperti diberitakan okezone.com (17/9/2013), di lokasi tersebut BPPT telah melakukan pemetaan sebanyak 2 kali, yakni pada Oktober 2010, menggunakan peralatan multibeam 12Khz. Lalu, pada Desember 2010 dengan kekuatan multibeam 50Khz.

Berdasarkan gambar yang diperoleh, terlihat adanya 2 puncak gunung dengan diameter sekitar 40-50 kilometer. Di gunung bagian selatan, puncaknya berada di 1.300 meter dan di bagian utara, puncaknya berada di 1.400 meter di bawah permukaan laut.

Doa Mohon Keselamatan Kiai Amin Habibi dan Penjelasan Ilmiah Penyebab Tsunami di Selat Sunda

Sekelompok orang dipimpin Kiai Ayif Amin Habibi mendatangi bibir pantai Teluk Labuan Banten, pada 25 Desember 2018 dini hari pukul 01.00 WIB.

Adapun tujuan kedatangan rombongan santri ini adalah dalam upaya berikhtiar memohon kepada Allah agar kondisi gelombang laut kembali tenang.

Kehadiran Kiai Ayif Amin Habibi beserta rombongan di malam hari, dalam kondisi cuaca yang kurang baik tentu sangat beresiko. Terlebih beberapa hari sebelumnya pada 22 Desember 2018 malam, di daerah tersebut terjadi bencana Tsunami yang menelan ratusan korban jiwa.

Namun atas kehendak Allah, rombongan bisa menuntaskan hajat mereka dengan aman. Selain itu, upaya spiritual yang dilakukan Kiai Ayif Amin Habibi beserta rombongan dalam mengatasi amukan tsunami perlu mendapat apresiasi yang sewajarnya (sumber: doa di pinggir Pantai Labuan).

Penjelasan Ilmiah Tsunami di Selat Sunda

Secara ilmiah gelombang tsunami yang menerjang wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, dijelaskan oleh Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Mirzam Abdurrachman.

Sebagaimana dilansir voa-islam.com (25/12/2018), gelombang tsunami yang mencapai garis pantai bisa berasal dari empat mekanisme terjadinya volcanogenic Tsunami dengan rincian sebagai berikut:

Pertama, Kolapnya kolom air akibat letusan gunung api yang berada di laut.

Kedua, pembentukan Kaldera akibat letusan besar gunung api di laut menyebabkan perubahan kesetimbangan volume air secara tiba-tiba.

Menurut Dr Mirzam Abdurrachman, mekanisme satu dan dua pernah terjadi pada letusan Krakatau, tepatnya 26-27 Agustus 1883 dan tsunami tipe ini seperti tsunami pada umumnya didahului oleh turunnya muka laut sebelum gelombang tsunami yang tinggi masuk ke daratan.

Ketiga,  terjadi longsor dan material gunung api yang memicu perubahan volume air disekitarnya. Tsunami tipe ini pernah terjadi di Gunung Unzen Jepang 1972, banyaknya korban jiwa saat itu hingga mencapai 15 ribu jiwa karena bersamaan sedang terjadi gelombang pasang.

Keempat, munculnya aliran piroklastik atau terkadang disebut “wedus gembel” yang turun menuruni lereng dengan kecepatan tinggi saat letusan terjadi. Hal ini bisa mendorong muka air jika gunung tersebut berada di atau dekat pantai.

Tsunami tipe ke-4 ini pernah terjadi saat Gunung Pelee, Martinique meletus pada 8 Mei 1902. Saat aliran piroklastik Gunung Pelee yang meluncur dan menuruni lereng akhirnya sampai ke Teluk Naples, mendorong muka laut dan menghasilkan tsunami.

Peristiwa volcanogenic tsunami akibat longsor atau pun aliran piroklastik umumnya akan menghasilkan tinggi gelombang yang lebih kecil dibandingkan  penyebab lainnya. Namun bisa sangat merusak karena tidak didahului oleh surutnya muka air laut, seperti yang terjadi di Selat Sunda.

Kisah Ajaib Santri Nurul Fikri Yang Selamat dari Terjangan Tsunami Selat Sunda

Tsunami yang terjadi di Selat Sunda telah menghancurkan pesisir Banten dan Lampung Selatan. Berdasarkan data BNPB tercatat lebih dari 400 orang meninggal dunia, dan ribuan rumah serta hotel porak-poranda disapu gelombang laut.

Sebagaimana dilansir sindonews.com (25/12/2018), dibalik dahsyatnya tsunami Selat Sunda, ada satu keajaiban terkait selamatnya beberapa santri Nurul Fikri Boarding School (NFBS) dari dampak bencana.

Seperti diketahui, rombongan santri NFBS pada saat kejadian berada di sebuah resort tepat di bibir pantai dan berkat pertolongan Yang Maha Kuasa selamat dari maut. Padahal, beberapa meter dari lokasi mereka mengalami kondisi rusak parah.


suasana pasca Tsunami di Resort Umbul Tanjung Kabupaten Serang, Banten sumber gambar dan video FB Tatty Elmir.


Santri NFBS Serang atau dikenal sebagai Pesantren Ibnu Salam, pada Sabtu 22 Desember 2018 sedang dikarantina dalam rangka persiapan sebelum berangkat ke Turki di Resort Umbul Tanjung Kabupaten Serang, Banten, yang posisinya di pinggir pantai.

Seperti kisah yang tersebar di media sosial, pada sore hari salah seorang santri putri sempat menyaksikan dari lantai 2 vila anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan laharnya. Meski sempat khawatir tapi kemudian aktivitas tetap dilaksanakan seperti biasa.

Ketika para santri terus menyetorkan hafalan Al Qur’an nya suasana diiringi suara dan getaran yang cukup terasa dari aktivitas anak Gunung Krakatau. Pada sekitar pukul 21.30 WIB, setelah aktivitas tahfizh selesai, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat besar.

Dalam kondisi tersebut, beberapa pengasuh beserta santri berhamburan berlari dari arah vila belakang karena mereka melihat ombak besar sudah sampai ke tembok pembatas resort.

Dalam keadaan panik, semua berkumpul di Musalla resort untuk terus berzikir dan tetap bertilawah sambil berkoordinasi. Sampai akhirnya pengelola resort menyampaikan siap membantu evakuasi ke daerah yang lebih tinggi dengan menggunakan mobil-mobil yang ada.

Di saat evakuasi itulah, peserta tahfizh baru menyadari beberapa ratus meter dari daerah sekitar Resort Umbul Tanjung, air meluap sampai ke jalanan dan menghancurkan bangunan yang ada. Ajaibnya atas Kehendak Allah, air laut hanya menyentuh pagar batas belakang Resort Umbul Tanjung.

Kisah HOAX dibalik Foto Pengorbanan Induk Rusa, Ini Klarifikasi Sang Fotografer

Pada 22 Desember 2018 yang bertepatan dengan peringatan “Hari Ibu Nasional”, di media sosial beredar pesan mengharukan dari keterangan sebuah foto seekor induk Rusa yang sedang dikerubuti oleh segerombolan Cheetah.

Pesan tersebut berbunyi:

Tahukah Anda kenapa Rusa yang di makan Segerombolan Cheetah nampak Tenang dengan menatap Tajam ?


Foto tersebut adalah hasil jepretan dari seorang fotografer asal Kanada.
Foto ini memenangkan award untuk kategori best foto dekade tahunan di Jepang.

Cerita di balik foto ini, yaitu: Rusa yang Anda lihat adalah seekor Rusa betina yang memberikan dirinya mati dimakan cheetah.

Alasannya, karena awalnya cheetah mengincar kedua anaknya, si Induk yang tahu akan bahaya pada kedua anaknya berusaha menarik perhatian cheetah-cheetah itu sampai dia harus merelakan dirinya dimangsa, agar fokus cheetah tertuju padanya sehingga kedua anaknya bisa lolos.

Induk Rusa ini tak terlihat sedikit pun melawan, memberikan dirinya di mangsa sampai kedua anaknya luput dari bahaya. Induk Rusa hanya terlihat tenang sambil matanya terus mengawasi kedua anaknya yang terus berlari meninggalkannya.

Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sebatas galah, di dunia ini hanya Kasih Ibu yang Terbaik. SELAMAT HARI IBU

Kisah HOAX Pengorbanan Induk Rusa 

Kisah mengharukan dari pengorbanan seekor induk Rusa Impala di atas ternyata hanya cerita hoax yang dilebih-lebihkan.

Foto yang populer di media sosial tersebut merupakan hasil jepretan fotografer Alison Buttigieg. Sang fotografer melalui situs dnaindia.com telah memperingatkan tentang cerita palsu yang beredar terkait foto tersebut.

Menurut Alison Buttigieg foto itu diambil pada bulan September 2013 di Maasai Mara, Kenya. Dimana sejatinya berawal dari seekor induk cheetah, sedang mengajar anak-anaknya cara membunuh mangsa.

Namun mereka agak lambat dalam belajar dan malah bermain-main dengan mangsa mereka. Induk cheetah berupaya menunjukkan cara meraih leher Rusa Impala namun sepertinya anak-anaknya tidak bisa mendapatkan cara untuk mencekik impala secara efektif.

Terkait dengan tenangnya impala itu di sepanjang cobaannya. Alison Buttigieg mmperkirakan karena rusa impala itu syok dan lumpuh karena ketakutan. Dan momen itu dimanfaatkan sang fotografer agar mendapatkan pose sang induk Rusa dalam kondisi tetap cantik dan bangga sampai akhir.

Disambut Tarian Adat Papua, UAS Bagaikan Pulang Ke Kampung Halaman

Kisah Perjalanan Dakwah Ustadz Abdul Shomad (UAS) di Fak-Fak Papua
(sumber: instagram @ustadzabdulsomad, 21 Desember 2018)

Papa Uwa, saudara tua yang jauh. Memang jauh, dari Pekanbaru ke Jakarta, terus ke Sorong, lanjut ke Fak Fak. Sama seperti dari Banda Aceh ke Jeddah.

Tapi, apa yang ada di Sumatera, ada juga di sana. Di Sumatera ada Pak-Pak Bharat, di Papua ada Fak-Fak. Di Sumatera ada Tiga Tungku Sajarangan, di Fak-Fak ada Satu Tungku Tiga Batu.

Disambut di Bandara Torea Fak-Fak dengan tarian anak-anak berbaju kuning membawa bunga-bunga dan parang.

Tarian apa ini?

Ustadz Fadlan Garamatan menerjemahkan bahasa daerah; ini adalah tari untuk menyambut orang kampung yang lama di perantauan, sekarang kembali di kampung halaman. Ternyata Abdul Somad sebenarnya orang Fak-Fak yang lahir di Sumatera, sekarang kembali ke kampung.

Bupati Muhammad Uswanas membawa ke Bapa Raja Patipi yang masih memegang manuskrip Al-Qur’an kertas kulit kayu bersampul kulit rusa. Tulisan doa selamat, sholawat nariyah, fiqih, aqidah, zikir dan doa. Tantangan bagi pemburu manuskrip dunia Filologi.

Hutan menghijau, laut membiru. Batu-batu tajam mengeluarkan tanaman subur. Untaian Zamrud Khatulistiwa. Ikan hanya mati satu kali. Makanan sagu lunak dan renyah. Ditutup dengan minum Saraba dan kue Rountar.

Melepas Kapal Da’wah, sumbangan zakat saudara-saudara di Qatar. Menembus samudera, dipukul ombak dihempas gelombang, menyelamatkan aqidah ummat dan menjaga persatuan NKRI.

Setelah melewati jalan berliku di tengah hutan, menelusuri lautan, sampai di Distrik Arguni, disambut Bapa Raja Waraguri. Kampung yang bersih dan asri. Raja mewaqafkan tanah, Ustadz Fadlan Garamatan dan Tim Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) siap membangun kelas. Warisan yang kekal abadi.

Bertemu pula dengan Pendeta Charles dari GKI, Pak Putu dari Hindu Dharma, Pak Ali dari Komunitas Budha. Pertemuan saudara-saudara yang diikat oleh Ukhuwwah Wathaniyyah (bersaudara karena satu tanah air)

Pagi Jum’at penuh berkah, dilepas Pak Bupati, Kapolres dan Dandim. Meninggalkan Nu Waar, negeri yang menyimpan cahaya rahasia.

13 Rabiul Akhir 1440
21 Desember 2018

Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad di Kampung Suku Da’a Gunung Gawalise Kota Palu

Tajam sekali nasihat Habib Shalih. Tertancap ke tangkai jantung. Menikam. Seumur hidup berkesan. Tidak berbunyi, apalagi bersuara.

Ia hanya menunjukkan tempat dakwah yang sebenarnya, Suku Da’a di Gunung Gawalise. Dari atas kelihatan kota Palu yang begitu indah.

Habib Shalih yang masyhur dengan nama Habib Rotan karena berjuang di Poso dengan Rotan “keramat” ini telah membimbing langsung ribuan orang, ada lima ribu yang ada di sekitar beliau. Tapi, ada tujuh belas ribu lagi di pegunungan yang belum tersentuh. Inilah sebenar da’wah, mengajak orang ke jalan da’wah.

Perjuangan Habib Shalih selama 25 tahun terang dan nyata. Tampak anak-anak suku Da’a bisa membaca Al-Qur’an, anak-anak muda menjadi imam dan penyelenggara jenazah, rumah kayu menjadi batu. Tidak ada kekuasaan, kecuali hanya dengan kuasa Allah.

Kota Palu,
15 Muharram 1440
25 September 2018

Sumber:
instagram.com/p/BoJdwbgH_nG/