Category Archives: ustadz abdul somad

Disambut Tarian Adat Papua, UAS Bagaikan Pulang Ke Kampung Halaman

Kisah Perjalanan Dakwah Ustadz Abdul Shomad (UAS) di Fak-Fak Papua
(sumber: instagram @ustadzabdulsomad, 21 Desember 2018)

Papa Uwa, saudara tua yang jauh. Memang jauh, dari Pekanbaru ke Jakarta, terus ke Sorong, lanjut ke Fak Fak. Sama seperti dari Banda Aceh ke Jeddah.

Tapi, apa yang ada di Sumatera, ada juga di sana. Di Sumatera ada Pak-Pak Bharat, di Papua ada Fak-Fak. Di Sumatera ada Tiga Tungku Sajarangan, di Fak-Fak ada Satu Tungku Tiga Batu.

Disambut di Bandara Torea Fak-Fak dengan tarian anak-anak berbaju kuning membawa bunga-bunga dan parang.

Tarian apa ini?

Ustadz Fadlan Garamatan menerjemahkan bahasa daerah; ini adalah tari untuk menyambut orang kampung yang lama di perantauan, sekarang kembali di kampung halaman. Ternyata Abdul Somad sebenarnya orang Fak-Fak yang lahir di Sumatera, sekarang kembali ke kampung.

Bupati Muhammad Uswanas membawa ke Bapa Raja Patipi yang masih memegang manuskrip Al-Qur’an kertas kulit kayu bersampul kulit rusa. Tulisan doa selamat, sholawat nariyah, fiqih, aqidah, zikir dan doa. Tantangan bagi pemburu manuskrip dunia Filologi.

Hutan menghijau, laut membiru. Batu-batu tajam mengeluarkan tanaman subur. Untaian Zamrud Khatulistiwa. Ikan hanya mati satu kali. Makanan sagu lunak dan renyah. Ditutup dengan minum Saraba dan kue Rountar.

Melepas Kapal Da’wah, sumbangan zakat saudara-saudara di Qatar. Menembus samudera, dipukul ombak dihempas gelombang, menyelamatkan aqidah ummat dan menjaga persatuan NKRI.

Setelah melewati jalan berliku di tengah hutan, menelusuri lautan, sampai di Distrik Arguni, disambut Bapa Raja Waraguri. Kampung yang bersih dan asri. Raja mewaqafkan tanah, Ustadz Fadlan Garamatan dan Tim Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) siap membangun kelas. Warisan yang kekal abadi.

Bertemu pula dengan Pendeta Charles dari GKI, Pak Putu dari Hindu Dharma, Pak Ali dari Komunitas Budha. Pertemuan saudara-saudara yang diikat oleh Ukhuwwah Wathaniyyah (bersaudara karena satu tanah air)

Pagi Jum’at penuh berkah, dilepas Pak Bupati, Kapolres dan Dandim. Meninggalkan Nu Waar, negeri yang menyimpan cahaya rahasia.

13 Rabiul Akhir 1440
21 Desember 2018

Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad di Kampung Suku Da’a Gunung Gawalise Kota Palu

Tajam sekali nasihat Habib Shalih. Tertancap ke tangkai jantung. Menikam. Seumur hidup berkesan. Tidak berbunyi, apalagi bersuara.

Ia hanya menunjukkan tempat dakwah yang sebenarnya, Suku Da’a di Gunung Gawalise. Dari atas kelihatan kota Palu yang begitu indah.

Habib Shalih yang masyhur dengan nama Habib Rotan karena berjuang di Poso dengan Rotan “keramat” ini telah membimbing langsung ribuan orang, ada lima ribu yang ada di sekitar beliau. Tapi, ada tujuh belas ribu lagi di pegunungan yang belum tersentuh. Inilah sebenar da’wah, mengajak orang ke jalan da’wah.

Perjuangan Habib Shalih selama 25 tahun terang dan nyata. Tampak anak-anak suku Da’a bisa membaca Al-Qur’an, anak-anak muda menjadi imam dan penyelenggara jenazah, rumah kayu menjadi batu. Tidak ada kekuasaan, kecuali hanya dengan kuasa Allah.

Kota Palu,
15 Muharram 1440
25 September 2018

Sumber:
instagram.com/p/BoJdwbgH_nG/