Tag Archives: genealogy

[Misteri] Asal Muasal Bangsa Rohingya, dalam 5 versi literatur?

Rohingya merupakan kelompok etnis, yang mayoritas masyarakatnya mendiami negara bagian Arakan (Rakhine), Republik Persatuan Myanmar (Burma). Mereka adalah Muslim, dan berdasarkan garis keturunan merupakan campuran ras dari Arab, Persia, Arakan, Pathan dan lain-lain.

koinrohingya1                                                                    Sumber Picture

Berdasarkan penelitian ahli Sejarah Rohingya,  Saif Ali Khan (Sumber : rvisiontv.com), setidaknya terdapat 5 versi asal muasal Bangsa Rohingya, yaitu :

1. Pada tahun 1429 M, Sultan Nadir Shah dari Bengal (Banglades), mengirim Jenderal Wali Khan, memimpin 20.000 Tentara Pathan. Tujuan pengiriman bala tentara ini, untuk membantu Raja Naramiekhla agar dapat kembali berkuasa di Arakan.

Setelah berhasil memperoleh kemenangan, tentara Pathan ini menetap di Arakan. Kemudian mereka berinteraksi dengan penduduk setempat, dan anak keturunan mereka dikenal sebagai Bangsa Rohingya.

2. Leluhur Rohingya berawal dari tentara bayaran Muslim dari tanah Arab. Karena dikenal kejujurannya akhirnya mereka diperkenankan berdiam di Arakan oleh penguasa setempat.

arakan1b                                                                     Sumber Picture

3. Pernah ada seorang Pangeran Muslim dari Kerajaan Mogul yang bernama Mohammed Rahim. Ia meminta perlindungan di Arakan, pada masa  dinasti Mrauk U.

Mohammed Rahim dan pengikutnya, diberi suaka dikemudian hari anak keturunannya dikenal sebagai Rahingya (lama-lama berubah menjadi Rohingya).

4. Dahulu pernah ada Kesultanan disebut Roang, yang kemudian ditaklukkan  Kerajaan Mrauk U. Raja Kerajaan Roang, mengirim putranya bernama Shah Ali dan seribu pengikut ke Mrauk U untuk mempelajari bahasa Arakan, sastra dan budaya. Setelah menyelesaikan studi mereka menetap di Arakan.

arakan1a

5. Sekitar abad ketujuh ada sebuah kapal karam di dekat Pulau Ramree. Para anak buah kapal berkebangsaan Arab kemudian dibawa ke pengadilan setempat.

Ketika Sang Raja bertanya kepada mereka tentang keberadaan mereka. Orang-orang Arab ini mengira mereka akan dibunuh. Jadi mereka berteriak meminta “Raham” yang berarti rahmat.

Raja Arakan pikir mereka mengatakan berasal dari Rahm (kemudian kata ini berubah menjadi Rohang dan orang-orang yang disebut, Rohingya). Setelah Sang Raja mengizinkan mereka untuk tinggal, para pelaut ini kemudian menikah penduduk setempat (wanita Arakan).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam sampai ke Arakan pada masa Dinasti Abbasiyyah,yaitu Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-803), melalui para pedagang Arab (sumber : voa-islam.com).

2. Ada pendapat yang mengatakan kaum Rohingya sebagai keturunan Persia-Turki-Bengali-Pathan. Bangsa-bangsa itu bermigrasi ke Myanmar pada awal ke-8 M. Mereka menikah dengan penduduk asli di wilayah Arakan (sebelah barat Myanmar), sehingga terbentuklah generasi muslim yang dinamai Rohingya (sumber : Rohingya dan Iran).

Iklan

Ryamizard Ryacudu, Silsilah Pagaruyung Minangkabau dan Keluarga Kesultanan Palembang Darussalam ?

Di masa orde baru, pernah ada perintah agar Prajurit TNI berjaket warna kuning, sebagaimana warna khas GOLKAR, partai berkuasa ketika itu.

Namun perintah ini, tidak dijalankan oleh seorang kolonel muda, yang bernama Rymizard Ryacudu. Ia dengan tegas, memerintahkan anak buahnya untuk tetap memakai jaket hijau atau loreng, ciri khas tentara (sumber : Jenderal Ryamizard, Pemimpin Indonesia).

ryamizard

Silsilah Pagaruyung Minangkabau

Ryamizard Ryacudu, dilahirkan di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 21 April 1950. Beliau adalah adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.

Ia dibesarkan dalam keluarga tentara. Ayahnya bernama Ryacudu, adalah seorang brigadir jenderal TNI purnawirawan, yang ketika berdinas aktif dikenal sebagai seorang pengagum Presiden Soekarno.

Di keluarga ini dikenal sangat menekankan pentingnya pendidikan agama. Maka ketika kecil, Ryamizard dijuluki “Si Hadis” karena kepandaiannya menghafal sejumlah hadis Rasulullah (sumber : Ryamizard Ryacudu Prajurit Sapta Marga Sejati).

Kedekatannya dengan Islam, sepertinya telah melekat pada leluhur keluarga Ryamizard sejak ratusan tahun yang silam. Sang ayah, Ryacudu adalah tokoh dari masyarakat Abung Lampung (Sumber : sejarahgunungbatu), yang berdasarkan catatan sejarah salah seorang leluhurnya adalah seorang penyebar Islam di Lampung, yang bernama Umpu Bejalan Di Way.

Umpu Bejalan Di Way, sendiri merupakan Pangeran dari Kerajaan Islam Pagaruyung Minangkabau, yang datang ke Lampung bersama 3 orang saudaranya dalam mensyiarkan agama Islam (Sumber : Melayu Online).

Berdasarkan Catatan KH. Ali Maksum (Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta), yang diserahkan kepada As-Syaikh Sayyid Bahruddin Azmatkhan, pada tahun 1980, diketahui bahwa Pendiri Kerajaan Islam Minangkabau, merupakan anak dari Sunan Giri, yaitu bernama Sultan Muhammad Syahabuddin (Abdurrahman) (Sumber : Syaikh Yasin bin Isa Al-Faddani, Ulama Besar Makkah, Keturunan dari Sultan Minangkabau bin Sunan Giri).

palembang12

Keluarga Kesultanan Palembang Darussalam

Ibunda Ryamizard bernama Hj. Zuharya binti Raden Hasan Asa’ari. Ibunya berasal dari keluarga Bangsawan Palembang, yang silsilahnya akan menyambung kepada pendiri Kesultanan Palembang Darussalam Sultan Abdurrahman (Kimas Hindi).

Sementara ibu dari Hj. Zuharya, bernama Aminah binti Pangeran Nuh, berasal dari para pemimpin daerah Ogan Ilir. Kakeknya Pangeran Nuh, dikenal pemimpin pelaksanaan penggalian “Terusan Bujang” sepanjang 15 km, bersama Pangeran Liting (yang juga merupakan mertuanya) (Sumber : Yayasan Liting).

Pangeran Nuh, sendiri adalah anak dari Depati Dece (Kimas Ali Jidin), sementara mertuanya Pangeran Liting (Abdul Khalik), merupakan keturunan Sunan Sungai Goren.

Nama Sunan Sungai Goren sendiri, oleh beberapa kalangan di-identifikasikan dengan Kimas Tumenggung Yudhapati, adik Sultan Abdurrahman (Kimas Hindi). Beliau mendapat kepercayaan untuk mengawasi wilayah Kesultanan Palembang Darussalam, di seberang Ulu, dan berpusat di Sungai Goren.

Adapun Sultan Abdurrahman (Kimas Hindi) dan Kimas Tumenggung Yudhapati, merupakan putera dari Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean), yang jika silsilahnya ditarik ke atas akan sampai kepada Sunan Giri (Sumber : Nasab Keluarga Besar Kesultanan Palembang Darussalam)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Misteri Leluhur Suku Minang, Nabi Syuaib dan Silsilah Irman Gusman

Dari mana asal muasal Suku Minang ?
Akan sangat banyak teori yang akan kita dengar, salah satunya berasal dari Legenda Keturunan Raja Iskandar Zulqarnain.

minang1

Tambo Alam Minangkabau

Dalam Tambo Alam Minangkabau, salah satu leluhur suku ini bernama  Dapunta Hyang, yang diperkirakan datang dari Tanah Basa (sekitar Lembah Sungai Indus), pada sekitar tahun 250 SM.

Berdasarkan catatan sejarah pada masa itu, disekitar Lembah Sungai Indus, telah ada sebuah Kerajaan yang cukup kuat, yang bernama Taxila.

Salah satu raja yang memerintah (sekitar tahun 500 SM), bernama Maurya II, yang merupakan anak dari Maurya I dengan salah seorang cucu Raja Cyrus II dari Persia, yang bernama Candravarnna binti Atossa binti Cyrus II.

Raja Cyrus II, dikenal juga sebagai Raja Koresh (Kurush), dan di kalangan sebagian sejarawan muslim, beranggapan Raja Koresh (Kurush) ini, identik dengan Raja Zulqarnain yang tersebut di dalam Al Qur’an.

Dan jika kita hubungkan dengan Legenda Masyarakat Minang, yang mengatakan berasal dari Keturunan Raja Iskandar Zulqarnain, nampaknya Dapunta Hyang, kemungkinan besar berasal dari dzuriat Raja Maurya II dari Kerajaan Taxila.

Cyrus II (Raja Iskandar Zulqarnain) sendiri berdasarkan penyelusuran Genealogy berasal dari keturunan Midian bin Nabi Ibrahim [anak Nabi Ibrahim, dari isterinya yang bernama Siti Qanturah (Qatura/Keturah)]. Salah satu keturunan Midian bin Nabi Ibrahim, yang sangat terkenal adalah Nabi Syu’aib, yang merupakan mertua Nabi Musa.

Kuat dugaan kepercayaan yang dianut Dapunta Hyang adalah Monotheisme, sebagaimana juga yang dianut oleh leluhurnya Midian bin Nabi Ibrahim.

minang2
Silsilah Irman Gusman

Salah satu putera Minangkabau yang cukup sukses, adalah Irman Gusman,  yang saat ini, menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2009-2014.

Irman Gusman merupakan putra pasangan Gusman Gaus asal Padang Panjang dan Janimar Kamili asal Guguak Tabek Sarojo, Agam.

Di kalangan masyarakat minang, Irman Gusman dikenal sebagai Datuak Rajo Nan Labiah (salah satu gelar kepenghuluan kaum Suku Pisang Nagari Guguak Tabek Sarojo).

Dari gelar yang ia sandang, menunjukkan bahwa beliau dari garis ibu, berasal dari Suku Pisang, yang merupakan salah satu pecahan dari Lareh Suku Piliang.

Lareh Suku Piliang sendiri bermula dari Datuk Ketumanggungan, yang merupakan anak dari Sultan Sri Maharaja Diraja dengan Puti Indo Jelita, yang jika dirunut ke- atas merupakan keturunan dari Dapunta Hyang, yang datang dari Tanah Basa.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
01. Irman Gusman (wikipedia)
02. Gelar Penghulu Datuak Rajo Nan Labiah
03. Tambo Alam Minangkabau
04. Inventarisasi Suku Minangkabau
05. Menemukan Zul-Qarnain dalam Sejarah
06. Misteri Leluhur Bangsa Jawa
07. (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?
08. Misteri Bukit Barisan dan Ajaran Monotheisme Nabi Ibrahim

Catatan :

1. Menurut sejarawan Slamet Mulyana, Gelar Dapunta Hyang merupakan gelar Bangsa Melayu, yang tidak terdapat dalam Bahasa Sansekerta. Menurut bahasa lokal setempat, Hyang memiliki identifikasi dengan kata dewa, leluhur.

Kata Puyang, sebagai turunan dari kata Mpu-HyangPu-HyangMpu berarti pini sepuh, Hyang artinya dewa atau orang yang dihormati, atau bermakna leluhur (sumber : TAFSIR KEPEMIMPINAN IDEAL
DAPUNTA HYANG SRI JAYANASA).

2. Kedatangan Dapunta Hyang dari Tanah Basa kemudian bermukim di sekitar Gunung Merapi (arah utara Bukit Barisan), diduga ada kaitannya dengan Peradaban Melayu Purba, yang berada disekitar Gunung Dempo (arah selatan Bukit Barisan) Sumatera Selatan.

Tidak menutup kemungkinan, jika Dapunta Hyang di Gunung Merapi, selain merupakan Trah Raja Iskandar Zulqarnain (Cyrus II of Persia), juga memiliki leluhur dari beberapa Dapunta Hyang di Gunung Dempo.

3. Berdasarkan temuan arkeologis, diperkirakan di sekitar Gunung Dempo, pada masa 2.500 – 1.500 SM telah ada Peradaban Bangsa Melayu Purba (Peradaban Besemah), yang diduga menjadi cikal bakal Kerajaan Sriwijaya (sumber : Sejarah Besemah).

Menurut Erwan Suryanegara dalam tesisnya, tentang peninggalan megalitikum di kawasan Gunung Dempo, mengungkapkan peradaban di kaki gunung itu bermula sekirar masa 2.000 tahun Sebelum Masehi. Sejauh ini, teori ini berhasil dipertahankan dari berbagai antitesis, hingga tesis Erwan, meraih penghargaan cum laude dari ITB (Misteri Sriwijaya di Gunung Dempo).

Ada dugaan Dapunta Hyang Sri Jayanaga (pendiri Kerajaan Sriwijaya) dan Dapunta Hyang Syailendra (pendiri Dinasti Syailedra), leluhur mereka berasal dari Peradaban Besemah (Gunung Dempo) dan Peradaban Minanga Kabwa (Gunung Merapi).

King Abdul Aziz Al Saud – Genealogy

silsilahsaudi2

King Abdulaziz (15 January 1876 – 9 November 1953) (Arabic: عبد العزيز آل سعود‎ ‘Abd al-‘Azīz Āl Sa‘ūd) was the first monarch of Saudi Arabia, the third Saudi State. He was referred to for most of his career as Ibn Saud.

Beginning with the reconquest of his family’s ancestral home city of Riyadh in 1902, he consolidated his control over the Najd in 1922, then conquered the Hijaz in 1925. Having conquered almost all of central Arabia, he united his dominions into the Kingdom of Saudi Arabia in 1932.

As King, he presided over the discovery of petroleum in Saudi Arabia in 1938 and the beginning of large-scale oil exploitation after World War II.

Ibn Saud (Genealogy)

King Abdul Aziz Al Saud (Ibn Saud) bin Abdul Rahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Sa’ud bin Muhammad bin Migrin (Muqrin) bin Murkhan bin Ibrahim bin Musa bin Rabi’a bin Mani’ bin Rabi’a al‐Muraydi Al‐Dur’a al‐Hanafi Al‐Adnani…

silsilahsaudi1

Sa’ud bin Muhammad bin Migrin (Muqrin)(Al Sa’ud Family), originates from the ancient Arab tribe of Banu Hanifa, who belonged to Banu Bakr, son of Wa’il which descended from the large Rabi’ah branch of Adnanite tribes.

Banu Hanifa tribe’s original lands were in Wadi al-irdh , which later came to bear their name (wadi-hanifa) at the dawn of Islam, though in the pre-islamic era it was known as Wadi Alyamamah.

The Famous People of Banu Hanifa : Khawlah binti Ja’far 2 (one of the wives of Ali ibn Abu Thalib), Tsumamah bin Atsal (companions of the Prophet Muhammad, who opposed the false Prophet Musailamah al Kadzab 3).

Banu Hanifa are descendants of Hanifah (Atsal) bin Lujaym bin Sa’d bin ‘Ali bin Bakr bin Wael (Wa’il) bin Qasith bin Hinb bin Afsha bin Du’ami bin Judailah bin Asad bin Rabi’ah bin Nazzar bin Ma’ad bin Adnan 4.

saudi2
Notes :

1 Sa’ud bin Muhammad bin Migrin (Muqrin) bin Murkhan bin Ibrahim bin Musa bin Rabi’a bin Mani’ bin Rabi’a al‐Muraydi Al‐Dur’a al‐hanafi Al‐Adnani.

saud5
Source : Regime Stability in Saudi Arabia: The Challenge of Succession

2 Khawlah binti Ja’far bin Qays bin Maslamah bin Tha’labah bin Yarbu’ bin Tha’labah bin al-Dul (ad-Daul) bin Hanifah (Atsal).

3 Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Habib bin al-Harits bin Abdul Harits bin Hafan bin Dzahl bin al-Dul (ad-Daul) bin Hanifah (Atsal).

4 Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Ishmael bin Abraham (Ibrahim)…

Source :
The King of Kingdom
Arabic Nicknames
Atlas Hadits
The History of al-Tabari
The Imam Ahmad Ibn Hambal
Ahmad bin Hambal
Ibn Saud (wikipedia)
House of Saud (wikipedia)
Abdul Aziz ibn Saud
Saudi Royal Family
‘Anizzah (wikipedia)
Anizzah (eponym of the clan of Anizzah)
The Kingdom of Saudi Arabia
The Lineage and Family of Muhammad [pbuh]
The Genealogy of Shaykh Muhammad Bin Abd Al-Wahhaab
Regime Stability in Saudi Arabia: The Challenge of Succession

Menu Images ———————————————————————-
iklanusapresiden1    iklanwilliam1    iklansaudi1    iklancheroke

Charles ‘Abd al-Mateen’ John Pelham, The first Muslim High Sheriff of Lincolnshire and The 49th descendant of Muhammad ‘The Prophet’

Queen Elizabeth II of the UK has appointed the 8th Earl of Yarborough, Charles John Pelham, as the High Sheriff of Lincolnshire.

johnpelham1
Charles John Pelham is the son of John Pelham, 7th Earl of Yarborough (1920-1991) and Florence Anne Petronel Upton (1924-2013). He was educated at Eton College.

He succeeded his father to the title and a 28,000 acre (113 square kilometre) Lincolnshire estate in 1991. He is set to become the first Muslim High Sheriff of Lincolnshire.

Charles John Pelham, (born 5 November 1963), inherited a £68 million estate from his father, the 7th Earl of Yarborough. He is also a master of the Brocklesby Hunt, and President of Brocklesby Park Cricket Club.

He took on the name Abd al-Mateen after he converted to Islam.

Charles ‘Abd al-Mateen’ John Pelham, Genealogy

01. MUHAMMAD ‘The Prophet’
02. FATIMA
03. Husain
04. Ali Zainal Abidin
05. Muhammad al Baqir
06. Ja’far ash Shadiq
07. Musa al Kadzim
08. Ali ar Ridha
09. Abu Djaffer Muhammad
10. Abu Hassan Ali
11. Ishar
12. Abdullah I
13. Muhammad II
14. Abd. Rahman III
15. al Hakam II
16. Mawiyah
17. Nuno Gonsalez de Lara
18. Gonsalo Nunez de Lara
19. Nuno Gonsalez de Lara
20. Jimena Munez
21. Teresa of Castile
22. Alfonso I of Portugal
23. Urraca of Portugal
24. Alfonso IX of Leon
25. Ferdinand III of Castile
26. Eleanor de Castile (m. EDWARD I (King) of ENGLAND)
27. Edward II (King) of ENGLAND
28. Edward III (WINDSOR; King) of ENGLAND
29. Edmund of LANGLEY (PLANTAGENET)
30. Richard PLANTAGENET of CONISBURGH (1375? – 1415)
31. Richard PLANTAGENET-YORK
32. Edward IV `of Rouen’ PLANTAGENET-YORK
33. Elizabeth (of YORK) PLANTAGENET
34. Margaret TUDOR (London 1489 – 1541 Perthshire)
35. James V STUART (41st King) of SCOTS
36. Mary STUART (42nd Queen) of Scots
37. James VI of Scotland and I of England
38. Elizabeth STUART, Queen of Bohemia
39. Charles I Louis, Elector Palatine
40. Raugravine Karoline of the Palatinate
41. Frederica Mildmay, Countess of Mértola
42. Robert Darcy, 4th Earl of Holderness
43. Amelia Osborne, Marchioness of Carmarthen
44. George Osborne, 6th Duke of Leeds
45. Lady Charlotte Mary Anne Georgiana Osborne
46. Sackville Lane-Fox, 12th Baron Conyers

47. Marcia Pelham (m. Charles Alfred Worsley Pelham, 4th Earl of Yarborough)

48. Marcus Herbert Pelham, 6th Earl of Yarborough
49. John Edward Pelham, 7th Earl of Yarborough
50. Charles ‘Abd al-Mateen’ John Pelham, 8th Earl of Yarborough

Source :
1. The Peerage
2. OnIslam.net

3. James I STUART (King) of Great Britain
4. Muhammad “The Prophet”, in the Genealogy of the US President ?
5. Charles ‘Abd al-Mateen’ John Pelham, 8th Earl of Yarborough
6. Princess Diana Ancestry and Relations

Menu Images ———————————————————————-
iklanusapresiden1    iklanwilliam1    iklansaudi1    iklancheroke

Gubernur Jokowi, Ki Bondan Kejawan dan Misteri Leluhur Mataram Islam

Di dalam catatan silsilah Kraton Yogyakarta, Surakarta, Mangkunegaraan dan Pakualaman, nama Ki Bondan Kejawan adalah Leluhur dari semua raja-raja kerajaan Mataram Islam.

Ada yang berpendapat bahwa beliau anak Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Namun kenyataannya masa kehidupan Ki Bondan Kejawan, diperkirakan lebih dahulu dari Prabu Brawijaya V (Kertabhumi).

Ada juga yang mengatakan, Ki Bondan Kejawen adalah anak Prabu Brawijaya IV, dan masih beberapa versi lagi.

Dengan adanya beberapa versi tentang keberadaan Ki Bondan Kejawan, telah menjadikannya sebagai salah seorang Tokoh Misteri di Nusantara.

mataram2
Ki Bondan Kejawan, menurut Trah Azmatkhan

Berdasarkan Babad Tanah Jawi (Meinama, 1905; Al-thoff, 1941), ibu Bondan Kejawan adalah putri Wandan kuning, yang dikenal sebagai seorang tabib (ahli pengobatan).

Putri Wandan Kuning diceritakan menjadi istri Prabu Brawijaya, setelah ia berhasil menyembuhkan penyakit sang raja. Dari pernikahan inilah kemudian lahir Bondan Kejawan.

Namun dalam versi lain mengisahkan. Bondan Kejawan hanyalah anak angkat (anak tiri) dari Penguasa Majapahit. Bondan Kejawan sendiri sejatinya adalah anak dari seorang ulama bernama Maulana Ahmad Jumadil Kubra (meninggal sekitar tahun 1465M), yang merupakan suami terdahulu dari Nyai Wandan Kuning.

Maulana Ahmad Jumadil Kubra, adalah anggota Wali Sanga Periode I, yang dibentuk tahun 1404M. Beliau adalah putera dari Maulana Muhammad Jumadil Kubra bin Syeikh Maulana Husain Jamaluddin Akbar, yang berasal dari keluarga Azmatkhan.

Berdasarkan catatan KRT.Hamaminatadipura, Maulana Muhammad Jumadil Kubra, adalah orang yang membuka Hutan Mentaok, menjadi sebuah pemukiman, yang dikemudian hari dikenal sebagai Mataram. Maulana Muhammad Jumadil Kubra, sendiri kemudian dikenal dengan gelar Ki Ageng Mataram I.

Adapun Nyai Wandan Kuning, menurut ahli sejarah, Kerajaan Mataram, KRT.Hamaminatadipura adalah puteri dari  Syekh Abdurrahman yang datang ke Hutan Mentaok (Tanah Mataram) tahun 1377M.

Syekh Abdurrahman adalah sahabat dari Maulana Muhammad Jumadil Kubra (Ki Ageng Mataram I). Dan persahabatan itu semakin erat, melalui pernikahan kedua anak mereka, yaitu Ahmad Jumadil Kubra dengan Nyai Wandan Kuning.

Dari pasangan suami isteri ini, kemudian melahirkan seorang putra pada tahun 1425M (berdasarkan catatan Ki Ageng Walisuci, dalam Babad Mataram Islam), yang diberi nama Abdurrahman Jumadil Kubra, dan setelah dewasa lebih dikenal sebagai Raden Lembu Peteng atau Ki Bondan Kejawan.

mataram
Dengan mengacu kepada data di atas, maka diperoleh Nasab Panembahan Senapati (Pendiri Kerajaan Mataram Islam) adalah sebagai berikut :

Panembahan Senapati bin Ki Pemanahan bin Ki Ageng Ngenis bin Ki Ageng Selo bin Ki Ageng Getas Pandawa bin Ki Bondan Kejawan (Abdurrahman Jumadil Kubra) bin Maulana Ahmad Jumadil Kubra bin Maulana Muhammad Jumadil Kubra (Ki Ageng Mataram I) bin Maulana Husain Jumadil Kubra bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Azmatkhan bin Syekh Abdul Malik Al-Muhajir bin Syekh ‘Alwi ‘Ammil Faqih bin Syekh Muhammad Shohib Mirbath

jokowikampanye3
Silsilah Joko Widodo (Jokowi)

Berdasarkan keterangan Politisi senior, Zaenal Maarif, Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini merupakan Gubernur DKI Jakarta, adalah keturunan dari Kiai Yahya, salah seorang Pengawal Pangeran Diponegoro.

Kiai Yahya sendiri adalah Putera dari Kiai Abdul Jalal, seorang ulama yang menjadi pendiri tanah perdikan di Kalioso (daerah sebelah utara Solo).

Di dalam salah satu versi genealogy yang beredar di masyarakat, Kyai Abdul Jalal (Pendiri Perdikan Kalioso), masih terhitung sebagai keturunan dari Ki Bondan Kejawan.

– Kyai Abdul Jalal I – Ki Bondan Kejawan
Kyai Abdul Jalal I (Pendiri Perdikan Kalioso)
bin Kyai Niti Manggolo (Kyai Kerti Manggolo I) bin Kyai Honggowongso bin Kyai Gulu bin RM Tmg Karto Nagoro bin Pangeran Adipati Manduraredjo (Ki Djuru Wiroprobo I) bin Pangeran Mandura bin Ki Juru Martani (Maha Patih Mataram Kotagedhe) bin Ki Ageng Saba bin Pangeran Made Pandan bin Ki Wonosobo bin Ki Bondan Kejawan

– Ki Juru Martani – Sunan Giri
Ki Juru Martani bin Ki Ageng Saba bin Nyai Made Pandan binti Sunan Dalem Kidul bin Sunan Giri

– Ki Juru Martani – Sunan Ampel
Ki Juru Martani bin Ki Ageng Saba bin Nyai Made Pandan binti Sunan Dalem Kidul bin Dewi Murtasiyah binti Sunan Ampel

– Ki Juru Martani – Sunan Ngerang
Ki Juru Martani bin Nyai Ageng Saba binti Nyai Ageng Selo binti Ki Ageng Ngerang I (Sunan Ngerang)

Catatan Penambahan

1. Hubungan Kekerabatan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto

trahjokoprabowo2
2. Prabu Hayam Wuruk sampai ke Jokowi

silsilahjokowi1
3. Nama ayah dari Joko Widodo (Jokowi), adalah Wijiatno (Noto Miharjo) bin Lamidi Wiryo Miharjo bin Mangun Dinomo (Sumber :  Liputan6.com dan Kompasiana)

silsilahjoko1
Sementara nama ibu dari Joko Widodo (Jokowi) adalah Sujiatmi binti Wirorejo (sumber: x.detik.com).

Berdasarkan berita Joglosemar, 12 Juni 2014 halaman 11, salah seorang Kakek Buyut Jokowi bernama Saidi Lopo Sodikromo.

Nama Saidi Lopo Sodikromo muncul ketika acara Deklarasi Dukungan Calon Presiden di Desa Gumuk Rejo yang merupakan tempat kelahiran ibu Jokowi, Sujiatmi.

Kemungkinan Saidi Lopo Sodikromo merupakan kakek buyut Jokowi dari sebelah ibu atau merupakan ayah dari Wirorejo.


4. Dalam versi lain, berdasarkan catatan data github.com diketahui bahwa Kiai Yahya bukan Putera dari Kiai Abdul Jalal, melainkan anak keponakannya. Dimana nenek dari Kiai Yahya bernama Nyai Kartotaruno adalah kakak dari Kiai Abdul Jalil.

Kiai Yahya sendiri adalah putra dari Kiai Moch Qorib bin Kiai Kartotaruno bin Kiai Joyowongso bin Ki Ageng Gulu (Kiai Gulu).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Misteri Ki Bondan Kejawan, versi Trah Azmatkhan
2. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
3. Silsilah JOKOWI sampai kepada SYEKH MAULANA MAGHRIBI ?
4. 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo dan Sultan HB X
5. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Menyelusuri Keberadaan Dinasti Sriwijaya al Akbar, di Nusantara

Ketika Kerajaan Chola berhasil menguasai Sriwijaya pada sekitar tahun 1025M. Telah membuat keluarga kerajaan tercerai berai ke berbagai tempat.

Sebagian keluarga kerajaan yang tersisa, kemudian membangun Kerajaan Sriwijaya di Pedalaman, dengan ibukota Dharmasraya, yang berlokasi hulu sungai batang hari, Sumatera Barat.

prasasti12

Pada tahun 1183M, berdasarkan Prasasti Grahi, menginformasikan kepada kita, Kerajaan Sriwijaya (beribukota di Dharmasyara) telah kembali bangkit, dan berhasil menguasai daerah hingga Thailand Selatan, selepas kehancurannya akibat serangan Kerajaan Chola.

Pada masa itu, Kerajaan Sriwijaya-Dharmawangsa, dipimpin seorang Maharaja yang dikenal dengan nama Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa.

Para ahli genealogy percaya bahwa Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, adalah nama lain dari Maharaja Imbang Jaya,  yang disebut-sebut di dalam silsilah raja-raja Melayu.

Sekitar 100 tahun kemudian, pada tahun 1286M, berdasarkan prasasti yang ditemukan di komplek Candi Padang Roco Sumatera Barat, diketahui bahwa Negeri Sriwijaya di Pedalaman dipimpin oleh seseorang yang bergelar Sri Maharaja Srīmat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa.

Srī Mahārāja śrīmat tribhuwanarāja mauliwarmadewa, adalah generasi penerus Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, yang diyakini sebagai kakek dari Adityawarman (Maharajadiraja Srīmat Srī Udayādityawarma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Warmadewa), pendiri Kerajaan Pagaruyung.

Atas rencana ALLAH jualah, dikemudian hari anak cucu keturunan Sang Maharaja Imbang Jaya, berkolaborasi (menyatu) dengan keluarga besar Maulana Husain al Akbar.

Dan dari penyatuan kedua keluarga ini, telah memunculkan Para Ulama, Penguasa serta Kaum Cendikiawan, dari berbagai tempat di Nusantara, bahkan menjadi leluhur Presiden Republik Indonesia.

sriwijaya3
Sumber :

1. Prasasti Grahi
2. Adityawarman
3. Prasasti Amoghapasa
4. Prasasti Padang Roco
5. Kerajaan Dramasraya
6. Genealogy Kerajaan Kelantan
7. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
8. Silsilah dan Kekerabatan 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo dan Sultan
9. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)