Tag Archives: hukum

Mubahalah, Metode Islami untuk membuktikan kebenaran

Mubahalah memiliki arti saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah dijatuhkan atas orang yang zalim atau berbohong di antara mereka yang berselisih.

Syariat mubahalah bertujuan untuk membuktikan kebenaran sekaligus mematahkan kebatilan bagi mereka yang keras kepala dan tetap bertahan pada kebatilan, meskipun sudah jelas bagi mereka kebenaran dan argumen-argumennya.

mubahalah1
Mubahalah Untuk Membuktikan Kebenaran

Dalam kitab Zad al-ma’ad, tulisan Ibnu al-Qayyim menjelaskan, mubahalah disunahkan ketika beragumentasi dan berdebat dengan kelompok batil. Apabila mereka tetap tidak mau kembali kepada kebenaran dan tetap keras kepala meskipun sudah dijelaskan tentang kebenaran dan hujah-hujahnya.

Nabi Muhammad pernah akan melakukan mubahalah dengan kaum Nasrani dari Najran. Dalam mubahalah masing-masing pihak menghadirkan anak dan istri, kemudian berdoa kepada Allah agar menurunkan azab dan laknat-Nya kepada yang berbohong di antara mereka.

Namun ajakan ber-mubahalah yang ditawarkan Nabi Muhammad, mereka tolak, dikarenakan mereka mengetahui bahwa Rasulullah berada dalam kebenaran. Pada akhirnya, mereka berdamai dan membayar jizyah kepada Rasulullah.

mubahalah2
Diriwayatkan bahwa para sahabat, seperti Ibnu Abbas, pernah menantang orang yang berselisih pendapat dengannya dalam suatu masalah untuk ber-mubahalah. Demikian halnya para ulama seperti Imam al-Auza’i, Imam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Hajar juga pernah ber-mubahalah.

Namun, tidak dianjurkan kepada seorang Muslim untuk ber-mubahalah setiap ada perberbedaan pendapat dengan orang atau kelompok lain. Karena, sebagaimana yang ditegaskan di atas, mubahalah bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang jelas kebenarannya serta mematahkan kesesatan dan kebatilan yang jelas kebatilannya (sumber : republika.co.id, thayyiba.com, facebook.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Jati diri Nabi Khidir, menurut Syekh Siti Jenar?
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Iklan

[Polemik] Pak SBY menelpon KH. Ma’ruf Amin, dalam 2 versi berita, detik.com dan lipuntan6.com ?

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1/2017). Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), merasa keberatan dengan keterangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin, tentang pertemuan Ma’ruf dengan pasangan calon gubernur DKI nomor pemilihan satu, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, pada 7 Oktober 2016.

Ahok mengatakan, pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY (mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), kepada KH. Ma’ruf Amin, agar KH. Ma’ruf Amin bertemu dengan Agus-Sylviana (sumber : kompas.com dan republika.com).

sidang1
Nampaknya argumen Ahok, berdasarkan kepada berita di liputan6.com.

Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa Pak SBY menelpon KH. Ma’ruf Amin, ketika Agus Yudhoyono berkunjung ke PBNU.

Namun berbeda dengan berita di detik.com.

Dalam berita detik.com, kisah Pak SBY menelpon KH. Ma’ruf Amin, terjadi ketika masa Pilpres disaat SBY masih menjadi orang nomor satu di Indonesia. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan kunjungan Agus Yudhoyono.

Untuk lebih jelasnya, berikut 2 versi berita yang dimaksud :

telp1

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1. Misteri Berlian 222 gram, milik kakek Qarsing dari Sidrap ?
2. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
3. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an 
4. Misteri Thoiron Ababil (Burung yang berbondong-bondong) di Langit Texas, 19 Januari 2017 ?

Jenazah Koruptor, tidak di-shalati Rasulullah?

Seseorang yang wafat dalam kondisi suul khatimah, disarankan agar tokoh agama tidak turut menshalati jenazahnya, sebagai hukuman sosial baginya.

Hal ini akan memberikan efek jera bagi masyarakat lainnya. Hukuman sosial seperti ini, pernah diberikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada jenazah seorang koruptor.

koruptor1
Sebagaimana hadits, yang berasal dari Zaid bin Khalid al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

Ada salah seorang sahabat Nabi Muhammad, meninggal pada peristiwa Khaibar.

Kami berharap agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalati jenazahnya. Namun beliau tidak berkenan menshalatkannya. Beliau justru menyuruh kami,

صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ

“Shalati teman kalian.”

Mendengar itu, wajah para sahabat spontan berubah karena sikap beliau.

Di tengah kesedihan yang menyelimuti mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan alasanya,

إِنَّ صَاحِبَكُمْ غَلَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Teman kalian ini melakukan korupsi saat jihad fi sabilillah.”

Kami pun memeriksa barang bawaannya, ternyata dia mengambil manik-manik milik orang Yahudi (hasil perang Khaibar), yang nilainya kurang dari dua dirham. (HR. an-Nasai 1959, Abu Daud 2710, Ibnu Majah 2848, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

koruptor2
Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas :

1. Orang yang wafat suul khotimah statusnya masih muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menyuruh para sahabat untuk menshalati, meskipun beliau tidak mau menshalatkannya.

2. Sekecil apapun korupsi, tetap korupsi. Manik-manik seharga dua dirham, merupakan nilai yang sangat murah.

3. Pahala jihad, tidak memadamkan dosa korupsi. Orang tersebut meninggal di medan jihad. Namun karena sebelum meninggal, dia korupsi, Rasulullah menolak untuk menshalatkannya (Sumber : konsultasisyariah.com)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Menghitung Kembali, Takaran Zakat Fitrah ?

Telah menjadi kebiasaan umat Islam di Indonesia, saat menunaikan Zakat Fitrah menggunakan ukuran 2,5 kg beras.

Salah satu yang dijadikan rujukan adalah Kitab al-Fiqh al-Manhaj Juz I, hal 548, yang menyatakan takaran zakat fitrah adalah 1 sha’, yang sebanding dengan 2,4 kg,  sebagaimana hadis dari Ibnu Umar ra :

فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر من رمضان صاعاً من تمر ، أو صاعاً من شعير ؛ على العبد والحر ، والذكر والأنثى ، والصغير والكبير من المسلمين . و أمر بها أن تؤدى قبل خروج الناس إلى الصلاة

“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik atas budak, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil, maupun dewasa dari kalangan kaum muslimin.” (HR. Bukhari II/161, Muslim II/677-678, Abu Dawud no. 1611-1613, Ibnu Majah no. 1826, an Nasai V/48)

Benarkah ukuran 1 sha’ = 2,4 kg, telah menjadi kesepakatan seluruh ulama ?

fitrah1

Berbagai Pendapat Ukuran 1 Sha’

Di kalangan mazhab Maliki, 1 Sha’ sama dengan 4 mud, dan 1 mud sama dengan 675 Gram. Jadi 1 Sha’ sama dengan 2700 Gram (2,7 kg) ( Kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz II hal. 910)

Sementara menurut Imam al-Rafi’i dan madzhab Syafi’i, 1 sha’ sama dengan 693 1/3 dirham ( Al-Syarqawi Juz I hal. 371. Kitab Kifayat al-Akhyar Juz I hal. 295, Kitab Tafsir al-Munir Juz II hal. 141). Dan jika dikonversi ke dalam satuan gram, sama dengan 2751 gram (2,75 kg). (Kitab Al-Fiq al Islami Wa Adilatuhu Juz II hal, 911).

fitrah2

Pada umumnya masyarakat menilai mud dan sho’, berdasarkan ukuran berat suatu barang. Hal ini kurang tepat mengingat bahwa ukuran mud dan sho’ itu adalah takaran. Artinya ukuran mud dan sho’ itu adalah memakai volume.

– 1 mud versi Imam Syafi’i, Imam Malik = 0,766 lt / kubus berukuran kurang lebih 9,2 cm.

– 1 sho’ versi Imam Syafi’i, Imam Malik = 3,145 lt / kubus berukuran kurang lebih 14,65 cm.

Bila dikonversi ke dalam bentuk berat jenis, maka hasilnya bisa berbeda tergantung dari kadar air benda yang kita timbang.

Kyai Maksum bin Ali Kwaron Jombang Jawa Timur dalam Kitab Fathul Qadir (Sumber : fiqhmenjawab.net), menyatakan :

– 1 mud beras putih = 679,79 gr

– 1 sha’beras putih = (4 x 679,79 gr) = 2719,16 gr
= 2,71916 kg

Zakat Fitrah 1 sho’ dibulatkan 2,7 atau 2,8 kg.

Dengan mengambil pendapat dari Kyai Maksum Jombang, yang diperkuat oleh pendapat ulama-ulama mazhab Maliki dan mazhab Syafi’i, maka untuk kehati-hatian, takaran bagi zakat fitrah adalah seberat 2,8 kg – 3,0 kg.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Ratu Sinuhun, Feminis Nusantara dari abad ke-17M

Palembang merupakan daerah yang untuk pertama kalinya diterapkan undang-undang tertulis yang berlandaskan syariat Islam di Nusantara. Hal tersebut sebagaimana tercantum di dalam kitab Simbur Cahaya, yang disusun oleh Ratu Sinuhun, cendikiawan wanita asal Palembang

Ratu Sinuhun, sumber: tribunnews.com

Ratu Sinuhun, Sang Cendikia

Tidak banyak tulisan yang membahas riwayat hidup Ratu Sinuhun, orang mengenalnya sebagai  isteri Penguasa PalembangPangeran Sido Ing Kenayan (1636—1642 M), dan salah seorang saudara dari Pangeran Muhammad Ali Seda ing Pasarean, Penguasa Palembang (1642-1643M) (sumber : Palembang dari nama Cina, menjadi negeri Darussalam).

Ratu Sinuhun diperkirakan lahir di Palembang pada sekitar akhir abad ke-16, dan wafat pada tahun 1642M. Ayahnya bernama Maulana Fadlallah, yang lebih dikenal dengan nama Pangeran Manconegara Caribon.

Di dalam catatan sejarah, Pangeran Manconegara merupakan cikal bakal lahirnya Dinasti Cirebon di Kesultanan Palembang. Sebagaimana diketahui Kesultanan Palembang Darussalam di dirikan oleh Sultan Abdurrahman (Ki Mas Hindi) bin Pangeran Muhammad Ali Seda ing Pasarean bin Pangeran Manconegara Caribon (sumber : Ratu Sinuhun (wikipedia)).

Berdasarkan penyelusuran genealogy, Silsilah Ratu Sinuhun adalah sebagai berikut :

[Ratu Sinuhun] binti [Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara Caribon] bin [Maulana Abdullah Pangeran Adipati Sumedang Negara] bin [Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo] bin [Sunan Giri atau Maulana Muhammad Ainul Yaqin] bin [Maulana Ishaq] bin [Syaikh Ibrahim Zain al Akbar] bin  [Syaikh Jamaluddin Husain Akbar] bin [Syaikh Ahmadsyah Jalal] bin [Syaikh Abdullah Azmatkhan] bin [Syaikh Abdul Malik al Muhajir] bin [Syaikh Alawi Ammil Faqih] bin [Syaikh Muhammad Shohib Mirbath] bin [Syaikh Ali Khali’ Qasam] bin [Syaikh ‘Alwi Shohib Baiti Jubair] bin [Syaikh Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah] bin [Syaikh ‘Alwi al-Mubtakir] bin [Syaikh ‘Ubaidillah] bin [Imam Ahmad Al-Muhajir] bin [Syaikh ‘Isa An-Naqib] bin [Syaikh Muhammad An-Naqib] bin [Imam ‘Ali Al-’Uraidhi] bin [Imam Ja’far Ash-Shadiq] bin [Imam Muhammad al-Baqir] bin [Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin] bin [Imam Husain Asy-Syahid] bin [Fathimah Az-Zahra] binti [Muhammad Rasulullah]

Sementara dari pihak Ibu, Ratu Sinuhun adalah putri dari Nyai Gede Pembayun binti Ki Gede ing Suro Mudo. Beliau terhitung masih sepupu suaminya (Pangeran Sido ing Kenayan), yang merupakan putra dari Ki Mas Adipati Angsoko bin Ki Gede ing Suro Mudo/Ki Mas Anom Adipati Jamaluddin (sumber : Sejarah Kesultanan Palembang)

Pelopor Feminisme

Kitab Simbur Cahaya, yang disusun Ratu Sinuhun, adalah kitab undang-undang hukum adat, yang merupakan perpaduan antara hukum adat yang berkembang secara lisan di pedalaman Sumatera Selatan, dengan ajaran Islam.

Kitab Simbur Cahaya, terdiri atas 5 bab, yang membentuk pranata hukum dan kelembagaan adat di  Sumatera Selatan, khususnya terkait persamaan gender perempuan dan laki-laki. Dan adalah wajar jika dikatakan, Kitab Simbur Cahaya, adalah tonggak awal Gerakan Feminisme di Nusantara, yang sejalan dengan pemahaman ad-dinul Islam.

Pada perkembangan selanjutnya, ketika Palembang berhasil dikuasai Kolonial Belanda. Sistem kelembagaan adat masih dilaksanakan seperti sediakala, yaitu dengan mengacu kepada Undang UndangSimbur Cahaya, dengan beberapa penghapusan dan penambahan aturan yang dibuat resident.

Berdasarkan informasi dari penerbit “Typ. Industreele Mlj. Palembang, 1922”, Undang Undang Simbur Cahaya terdiri dari 5 bagian, yaitu :

1. Adat Bujang Gadis dan Kawin (Verloving, Huwelijh, Echtscheiding)
2. Adat Perhukuman (Strafwetten)
3. Adat Marga (Marga Verordeningen)
4. Aturan Kaum (Gaestelijke Verordeningen)
5. Aturan Dusun dan Berladang (Doesoen en Landbow Verordeningen)

Salah satu contoh Undang-Undang Simbur Cahaya :
Bab I (Adat Bujang Gadis dan Kawin), Pasal 32 berbunyi…

“Jika bujang gadis berjalan, maka bujang rebut kembang dari kepala gadis lang menarap buih namanya, bujang itu kena denda 2 ringgit” (selengkapnya : Simbur Cahaya (wikipedia))

Kepeloporan Ratu Sinuhun dalam membela hak-hak perempuan, telah mendorong beberapa aktivis untuk mengusulkannya sebagai salah seorang Pahlawan Nasional.

Bahkan pemikiran Ratu Sinuhun masih banyak diyakini masyarakat melayu, seperti adanya denda atau hukuman yang berat, bagi lelaki yang menggangu perempuan (sumber : Ratu Sinuhun, diminta jadi Pahlawan Nasional).

Mendeteksi keberadaan SYAITAN dengan NARKOBA

Banyak yang tidak percaya bahwa Syaitan itu ada. Tulisan ini mencoba mendeteksi keberadaannya, melalui benda unik yang bernama Narkoba.

1. Narkoba menurut Syariah

Ganja, Heroin, serta bentuk lainnya dikenal dengan sebutan mukhaddirat, yakni termasuk benda-benda yang diharamkan syara’ tanpa diperselisihkan lagi di antara ulama.

Dalil yang menunjukkan keharamannya adalah sebagai berikut:

1. Ia termasuk kategori khamar menurut batasan yang dikemukakan Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a.:

Khamar ialah segala sesuatu yang menutup akal.”

Khamar sendiri berdasarkan QS.Al Baqarah (2) ayat 219 dan QS. Al Maidah (5) ayat 90, termasuk yang diharamkan di dalam Islam.

2. Barang-barang tersebut, seandainya tidak termasuk dalam kategori khamar atau “memabukkan,” maka ia tetap haram, karena dapat “melemahkan“. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Ummu Salamah.

Bahwa Nabi saw. melarang segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah).

3. Bahwa benda-benda tersebut seandainya tidak termasuk dalam kategori memabukkan dan melemahkan, maka ia termasuk dalam jenis khabaits (sesuatu yang buruk) dan membahayakan, sedangkan diantara ketetapan syara’: bahwa lslam mengharamkan memakan sesuatu yang buruk dan membahayakan, sebagaimana flrman Allah :

… dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk …“(al-A’raf: 157)

Dan Rasulullah saw. bersabda:
Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh memberi bahaya (mudarat) kepada orang lain.”

SUMBER : Fatwa-fatwa Kontemporer, Dr. Yusuf Qardhawi

13005881211911617502

2. Dampak Narkoba secara Medis dan Hukum

Drugs User (Pecandu Narkoba), akan mengalami hal berikut…

Depresan, yaitu penekanan sistem sistem syaraf pusat dan akan mengurangi aktifitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.

Stimulan, akan merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.

Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada juga yang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.

yang berakibat…

Dampak Fisik:

1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

Dampak Psikis:

1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:

1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu

Dampak Hukum :

Pasal 82 ayat 1 (a), UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
Mengimpor, mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli. atau menukar narkotika golongan I, dipidana dengan pidana mati atau pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahundandenda paling banyak Rp. 1,000.000.000,- (satu milyar rupiah)

Pasal 85 ayat 1 (a), UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
Menggunakan narkotika golongan I bagi dirinya sendiri,dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.

Pasal 86 ayat 1 (a), UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
Orang tua atau wali pencandu yang belum cukup umur, yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana penjara kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

NARKOBA akan MENGHANCURKAN kita…

dulunya KAYA, sekarang…

13005882081048346104
dulunya TERHORMAT, sekarang…

1300588293179203614

dulunya SEHAT, sekarang…

13005883401288244480

 

 

Secara Logika, sesuatu yang diharamkan secara Syariah, dilarang oleh Negara dan bisa bikin kita loyo dan amsiong (bangkrut), seharusnya sudah punah dari muka bumi ini.

Akan tetapi anehnya, benda unik yang namanya Narkoba ini, justru memiliki banyak penggemar. Berdasarkan informasi dari Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring, diperkirakan pada tahun 2010 lalu, pecandu NARKOBA di Indonesia telah mencapai 3,3 juta jiwaatau sekitar 1,99 persen dari jumlah penduduk (Sumber : kompas.com).

Tentu ke-Primadona-an Narkoba ini, telah diluar akal sehat. Hal ini sesungguhnya, membuktikan adanya faktor lain yang bermain, yang didalam pandangan Spritual disebut Syaitan (makhluk penggoda manusia).

Mariii LAWAN !!! NARKOBA

 

Sumber Tulisan :

01. Ancaman Hukuman Bagi Pengguna Dan Pengedar Narkoba
02. Narkoba dan Bahaya Pemakaiannya di Kalangan Remaja

Artikel Lainnya…
01. Bekerja itu Mulia
02. Mukjizat HIJRAH, dari 1,500 menuju 1,57 Milyar
03. Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius
04. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Napoleon, Islam dan Code Pinale

Kita pasti tidak asing dengan istilah asas praduga tak bersalah. Bagi pemerhati hukum, tentu istilah tersebut bukanlah hal yang sulit dipahami. Namun tidak banyak orang tahu, termasuk para ahli hukum, tentang asal muasal asas ini.

Di dalam bukunya Islam Sistem Nilai Terpadu, Dr. M. Imaduddin ‘Abdulrahim menuliskan:

Prinsip hukum praduga tak bersalah yang dikenal di negeri-negeri barat, pertama kali dimunculkan oleh Napoleon Bonaparte. Ide tentang hal tersebut, ia peroleh setelah berhasil menaklukkan Mesir (1797—1798 M).

Dari penaklukan tersebut, Bonaparte bersama pasukannya sempat membawa banyak buku hukum Islam dari perpustakaan Universitas Al-Azhar ke negerinya, Perancis.

Setelah buku-buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh ahli-ahli bahasa negerinya, dengan sungguh-sungguh Napoleon mempelajari buku-buku tersebut. Tidak lama setelah itu, muncullah kitab karangannya yang terkenal di bidang ilmu Hukum, yaitu Code Pinale.

Di dalam buku tersebut yang dibahas di dalamnya antara lain masalah prinsip hukum praduga tak bersalah. Hingga saat ini prinsip tersebut telah mengglobal ke seluruh dunia. Jadi, kalau dirunut-runut sejarahnya pastilah ilmu hukum Islam sebenarnya sejak awal sudah menemukan prinsip-prinsip tersebut.

Islam dan Napoleon

Napoleon Bonaparte, seorang Jenderal dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769 M. Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Perancis sejak Agustus 1793 M, tidak membuatnya puas. Rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya.

Setelah mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh, akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798 M, 23 tahun sebelum kematiannya di tahun 1821 M, Napoleon Bonaparte menyatakan keislamannya (sumber : dakwatuna.com).

E. Dinet dalam buku berjudul, Cherfils: Bonaparte et l’Islam, mengutip sebuah surat dari Napoleon Bonaparte, tertanggal 28 Agustus 1798 M. Di dalam surat itu Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis menulis:

“Saya harap tidak lama lagi dapat dikumpulkan orang terpelajar di negeri ini untuk menetapkan aturan hukum berasaskan Al Qur’an yang jadi satu-satunya jalan untuk mencapai kebahagiaan manusia.” (sumber : azquotes.com)

napoleon1a
Source/Notes:
Letter to Sheikh El-Messiri, (28 August 1798); published in Correspondance Napoleon edited by Henri Plon (1861), Vol.4, No. 3148, p. 420, link

Dalam surat yang lain, Napoleon menyatakan:

“Sudah sering kali saya katakana terang-terangan dalam pidato-pidato saya, bahwa saya ini seorang muslim, muwahhid, takzim kepada Nabi Muhammad dan cinta kepada umat Islam.” (O. Hashem, Menaklukkan Dunia Islam hlm. 41)

Sepertinya tidak banyak yang menyinggung bahwa penguasa besar dari negeri Eropa ini seorang muslim. Mudah-mudahan ini menjadikan inspirasi bagi kita untuk terus belajar tentang Islam. Sesungguhnya Islam itu mudah dan memudahkan.

Bahkan untuk orang asing seperti Napoleon pun, belajar tentang Islam akhirnya menjadikannya seorang muslim yang mengakui keislamannya secara terang-terangan. Bersyukurlah kita yang sejak kecil telah menjadi seorang muslim

Catatan Penambahan : 

1. Informasi yang menyatakan Napoleon Bonaparte masih keturunan Makassar terbukti tidak benar, hal ini bisa terlihat pada diagram silsilah berikut :