Tag Archives: iran

Geometric Art of Nasir al-Mulk Mosque (Photo Gallery)

The Nasīr al-Mulk Mosque (Persian: مسجد نصیر الملك‎ – Masjed-e Naseer ol Molk) or Pink Mosque is a traditional mosque in Shiraz, Iran, located in Goade-e-Araban place (near the famous Shah Cheragh mosque). The mosque was built during the Qājār era, and is still in use under protection by Nasir al Mulk’s Endowment Foundation. It was built by the order of Mirza Hasan Ali Nasir al Molk, one of the lords of the Qajar Dynasty, in 1876 and was finished in 1888. The designers were Muhammad Hasan-e-Memar and Muhammad Reza Kashi Paz-e-Shirazi.

The mosque extensively uses colored glass in its facade, and it displays other traditional elements such as panj kāseh-i (five concaves) in its design. It is also named in popular culture as Pink Mosque due to the usage of beautiful pink color tiles for its interior design (source : wikipedia).

Photo Gallery: Nasir al-Mulk Mosque 

gart5

gart6

gart7

gart2

gart1

gart3

gart8gart4

Source :
muslimheritage.com

Iklan

Beredar Gambar Nabi Muhammad dan asal usul ilustrasi-nya ?

Pada Oktober tahun 2009 yang lalu, kaum muslimin di Indonesia sempat digemparkan dengan berita beredarnya pin bergambar sosok yang diberi label dan dikatakan sebagai Nabi Muhammad. Pin yang beredar di Makassar, Sulawesi Selatan itu menampilkan gambar pasfoto seorang pemuda arab yang mengenakan surban dengan selipan bunga di salah satu telinganya. Pemuda tersebut tampak memikat dengan senyuman yang memperlihatkan sederet gigi-gigi putihnya. Dikatakan bahwa itu adalah gambar Nabi Muhammad saat muda, sebelum diangkat sebagai utusan Allah.

Pin Berasal dari Iran

Dari penyelidikan polisi diketahui bahwa pin tersebut dibawa oleh seorang yang pernah menjadi mahasiswa di Iran. Dari negeri itu ia membawa pin dan juga stiker untuk teman-temannya di Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia. Selain bergambar Nabi Muhammad, di antara mereka juga dikatakan bergambar sahabat Ali dan Hamzah.

Foto Nabi Muhammad dari IranVersi berwarna Foto Nabi Muhammad dari IranDi Iran sendiri foto yang dikatakan sebagai Muhammad remaja itu pernah populer pada tahun 1990-an. Bermula di kota Teheran dan Qum, gambar Nabi Muhammad ini akhirnya dapat ditemui dalam berbagai bentuk dengan beragam variasi yang mirip dengan contoh gambar di samping ini. Ada yang berupa kartupos, poster, stiker atau menjadi penghias halaman blog dan situs web. Versi gambar yang bersurban hijau ini bahkan dikabarkan dijual secara online oleh seorang seniman Iran.

Di Iran sebenarnya penggambaran Nabi Muhammad juga dilarang. Namun karena gambar tersebut disebutkan sebagai remaja Muhammad, maka ia tidak dilarang. Para ulama di sana menyatakan bahwa remaja Muhammad belum menjadi Nabi dan Rasul saat itu, sehingga kesucian beliau sebagai utusan Allah tidak ternodai oleh gambar tersebut.

Bersumber dari Foto Remaja Tunisia

Foto Remaja Tunisia yang menjadi rujukan foto nabi muhammad di IranPada tahun 2006, Pierre Centlivres dan Micheline Centlivres-Demont mengulas asal-usul gambar yang populer di Iran tersebut dalam sebuah publikasi ISIM Review nomor 17. Di sana, kedua penulis menyatakan bahwa, tanpa sengaja mereka melihat kemiripan gambar yang beredar di Iran tersebut dengan sebuah karya foto seorang fotografer berkebangsaan Jerman dalam sebuah pameran di Paris. Foto-foto sang fotografer tentang dunia arab memang pernah sangat populer di dunia barat di masa 1920-an. Salah satu koleksinya adalah sebuah kartupos yang menampilkan foto seorang remaja Tunisia bernama Muhammad atau Ahmad. Foto ini pun sempat menjadi ilustrasi di majalah National Geographic di tahun 1914 dengan keterangan gambar berbunyi: Seorang Arab dengan Bunganya.

Gambar di samping adalah foto tersebut. Terlihat jelas, jika kita bandingkan, bahwa memang demikianlah asal-usul foto yang dikatakan sebagai Nabi Muhammad tersebut. Foto seorang remaja dari Tunisia inilah yang dijadikan sebagai model atau rujukan dari foto-foto atau gambar-gambar lain yang kemudian dikatakan sebagai Nabi Muhammad muda.

Menyikapi Foto Nabi Muhammad

Sebagai seorang muslim, tentu kita meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang mulia. Ia merupakan rujukan sekaligus model bagi kaum muslimin. Baik ucapan maupun perbuatannya menjadi panutan dan teladan. Dari berbagai wejangan beliau hingga cara berpakaian akan menjadi sandaran bertindak dan berperilaku bagi setiap muslim. Oleh karena itu, Nabi Muhammad sendiri sangat berhati-hati dan khawatir akan posisi beliau ini dihadapan kaum muslimin. Beliau sangat menyadari betapa ia akan menjadi pusat rujukan bagi kaumnya. Hal ini tergambar dari ucapan beliau yang diriwayatkan dari kitab Bukhari dan Muslim:

من كَذَبَ عليَّ مُتَعَمِّدًا فلْيَتَبوأ مقعده من النار

“Siapa yang berbohong tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempatnya di neraka“.

Peringatan ini menjadi rambu-rambu bagi setiap orang agar tidak menyatakan bahwa beginilah Nabi Muhammad tanpa ada dasar yang benar. Menyatakan bahwa ada foto Nabi Muhammad, sementara kita semua tahu bahwa kamera baru ditemukan berabad-abad setelah Nabi wafat, tentu juga merupakan sebuah kebohongan. Membuat gambar-gambar Nabi Muhammad secara tidak langsung juga menyatakan bahwa beginilah cara Nabi mengenakan surban, cara beliau memakai pakaian, cara tersenyum dan gerak-gerik lain yang tersurat dari gambar semacam itu. Kalau yang membuat tidak pernah menyaksikan fisik sang Nabi, kebohonganlah yang ia lakukan.

Selain itu, para ulama amat keras bersikap dalam hal ini, yaitu melarang menggambar atau melukiskan Nabi Muhammad, dengan alasan agar kaum muslimin tidak terjebak dalam pengkultusan yang berlebihan. Sebuah sikap yang akan membawa kepada pemujaan sosok atau perwujudan Nabi, baik dalam bentuk gambar maupun patung, yang pada akhirnya bisa memasuki wilayah kemusyrikan, menyembah selain Allah, sebuah dosa yang paling besar. Na’udzubillahi min dzaalik.

Semoga bermanfaat.

Sumber :
Melacak Asal-usul Foto Nabi Muhammad

Menemukan Zul-Qarnain, dalam Sejarah ?

Di dalan Al Qur’an, Surah Al-Kahfi diceritakan tentang adanya seorang raja bernama Zul-Qarnain, yang memilki wilayah kekuasaan yang sangat luas.

Adapun ciri dari Zul-Qarnain adalah sebagai berikut :

A. Beliau seorang raja yang beriman dan beliau menerima wahyu

sebagaimana terdapat di dalam firman Allah :

“…dan kami berkata wahai Zulqarnain,kamu mampu menyiksa ataupun mampu berbuat kebaikan kepada mereka” (QS. Al-Kahfi (18) ayat 86).

Nampaknya orang yang paling sesuai adalah Cyrus the Great, ia juga disebut dalam kitab perjanjian lama sebagai raja Kurush, seperti terdapat di dalam kitab Isaiah, U’zair dan Chronicle… sebagai seorang raja yang beriman.

Zul-qarnain (Cyrus the Great), di dalam perjanjian lama, juga bisa dilihat pada kitab Daniel, yakni berkenaan dengan pengelihatan (vision), dari Danyal (Daniel) :

KJVR-Daniel 8:
3. Then I lifted up mine eyes, and saw, and, behold, there stood before the river a ram which had two horns: and the two horns were high; but one was higher than the other, and the higher came up last.
(Lalu kuangkat mukaku dan kulihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir).

16. And I heard a man’s voice between the banks of Ulai, which called, and said, Gabriel, make this man to understand the vision
(Dan kudengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Jibril, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!).

20. The ram which thou sawest having two horns are the kings of Media and Persia.
(Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia)

“Vision” dari Danyal (Daniel) tentang biri-biri jantan bertanduk dua, yang sebelah tanduknya lebih tinggi yang datang belakangan, mengisyaratkan tanduk yang lebih rendah yaitu Media dan tanduk yang lebih tinggi yaitu Parsi yang belakangan menjadi Imperium Parsi

Dalam sejarah tokoh yang mendirikan Kerajaan Media dan Parsi yang kemudian menjadi Imperium Parsi tersebut adalah Cyrus the Great (600 – 529) SM, mendirikan Imprium Parsi (550) SM, dan memerintah (550 – 529) SM. (Ustadz Muhammad Nur Abdurrahman, dalam tulisan seri ke-776, berjudul : Siapakah Dzulqarnain ?).

Dan jika diteliti, berdasarkan sejarah, Cyrus the Great menganut agama Zarathustra yang dibawa oleh Zahathustra. Pada awalnya agama ini tidak menyembah api dan merupakan empat agama wahyu ilahi. Namun lama kelamaan diselewengkan.

B. Zul-Qarnain juga dikisahkan, melakukan perjalanan ke arah barat

“Hingga apabila dia sampai ke tempat terbenamnya matahari,dia melihat matahari terbenam pada laut yang berlumpur hitam…..”(QS. Al Kahfi (18) ayat 86)

Laut berlumpur hitam itu jika kita anggapkan dengan perjalanan Cyrus the Great, bermula dari pusat karajaannya dari Iran ke barat, maka bertemulah kita dengan Laut Hitam!

Laut yang berlumpur hitam itu adalah Laut Hitam, karena jika kita mengambil gambar dari udara, semua lautan lain airnya berwarna kebiru-biruan dikarenakan dasarnya adalah pasir, kecuali hanya Laut Hitam yang berwarna hitam karena dasarnya berlumpur hitam.

C. Zul-Qarnain diceritakan melakukan perjalanan ke arah Timur

“Hingga ia sampai ke tempat terbitnya matahari(timur) dan mendapati suatu kaum yang tiada bagi mereka perlindungan” (QS. Al Kahfi (18) ayat 90).

Sekali lagi, yang memenuhi ciri ini adalah Cyrus the Great, dikarenakan beliau pernah bergerak ke Timur, yaitu menaklukkan Makran dan Sistani hingga ke Balkhan dan Afghanistan. (Sumber : Siapakah Yang Layak Di Gelar Zul-Qarnain dan Keturunan Zul-Qarnain Manakah Yang Telah Sampai Ke Bumi Melayu?).