Tag Archives: sultan

Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Sultan Haji Hassanal Bolkiah, born 15 July 1946, is the 29th and current Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei. He is also the first and incumbent Prime Minister of Brunei.

bruneisultanThe eldest son of Sir Muda Omar Ali Saifuddien III and Rani Isteri Pengiran Anak Damit, he succeeded to the throne as the Sultan of Brunei, following the abdication of his father on 4 October 1967 (source : wikipedia).

Hassanal Bolkiah (Sultan of Brunei), Genealogy

01. Hassanal Bolkiah (Sultan of Brunei) bin
02. Omar Ali Saifuddin III (Sultan of Brunei) bin
03. Muhammad Jamalul Alam II (Sultan of Brunei) bin
04. Hashim Jalalul Alam Aqamuddin (Sultan of Brunei) bin
05. Omar Ali Saifuddin II (Sultan of Brunei) bin
06. Muhammad Jamalul Alam I (Sultan of Brunei) bin
07. Muhammad Tajuddin (Sultan of Brunei) bin
08. Omar Ali Saifuddin I (Sultan of Brunei) bin
09. Muhammad Alauddin (Sultan of Brunei) bin
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin bin
11. Muhyiddin (Sultan of Brunei) bin
12. Abdul Jalilul Akbar (Sultan of Brunei) bin
13. Muhammad Hassan (Sultan of Brunei) bin
14. Saiful Rijal (Sultan of Brunei) bin
15. Pengiran Bendahara Pengiran Muda Besar Tajuddin bin
16. Bolkiah (Sultan of Brunei) bin
17. Sulaiman (Sultan of Brunei) bin
18. Syarif Ali (Sultan of Brunei) bin
19. ‘Ajlan (Emir of Mecca) bin
20. Rumaytha (Emir of Mecca) bin
21. Muhammad Abu Numayy I (Emir of Mecca) bin
22. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
23. Abu Saad Ali bin
24. Abu Aziz Qutadah (Emir of Mecca) bin
25. Idris bin
26. Muta’in bin
27. Abdul al-Karim bin
28. Issa bin
29. Al Hussein bin
30. Suleiman bin
31. Ali bin
32. Abdullah bin
33. Muhammad al Akbar bin
34. Abdullah al Akbar bin
35. Muhammad al Thayir bin
36. Musa al Thani bin
37. Abdullah al Salih bin
38. Musa al-Jaun bin
39. Abdullah el-Kaemil bin
40. Al Hassan al Muthanna bin
41. Sayyidina Hassan bin
42. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
43. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. royalark.net (Brunei)
2. kerajaannusantara.com
3. Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”?
4. King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Iklan

Misteri Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam ?

Dikarenakan Sultan Mahmud Badaruddin II, ditangkap pihak Belanda, maka terjadilah kekosongan kekuasaan di Kesultanan Palembang Darussalam.

Untuk mengatasi itu, pada tanggal 16 Juli 1821 dilantiklah Prabu Anom menjadi Sultan Najamuddin IV dan ayahnya Husin Dhiauddin menjadi Susuhunan (Najamuddin II).

Belanda yang merasa telah “menang perang”, menjadikan Kesultanan di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Akan tetapi, nampaknya tindakan Belanda ini, mendapat reaksi dari keluarga Kesultanan.

Pada tanggal 21 November 1824, Sultan dibantu keluarga serta alim-ulama menyerbu ke garnisun Belanda di Kuto Besak. Disebabkan kurangnya persiapan. serangan ini tak membawa hasil, Sultan Najamuddin IV melarikan diri ke daerah Ogan.

masjidagung3
Misteri Sultan Ahmad Najamuddin IV (Prabu Anom)

Perlawanan Sultan Ahmad Najamuddin IV ini tentu mengagetkan Belanda, pada awalnya mereka berharap Sang Sultan bisa mereka jadikan Pemerintahan Boneka.

Beberapa waktu kemudian, tersiar khabar, Sultan di-tinggal oleh para pengikutnya. Akibatnya ia menyerahkan dirinya kepada Belanda tahun 1825, Sang Sultan lalu dibawa ke Batavia, dan setelah itu dipindahkan ke wilayah pedalaman daerah Menado (Sulawesi Utara).

Setelah peristiwa penyerahan diri Sultan Ahmad Najamuddin IV, kemudian pihak Pemerintah Kolonial Belanda menyatakan membubarkan Kesultanan Palembang Darussalam.

Namun kbabar tentang menyerahnya Sultan Ahmad Najamuddin IV, yang mendapat julukan Sultan Amuk oleh Belanda, perlu kita kritisi kebenarannya. Hal ini disebabkan, ada beberapa kejanggalan, dari kisah tesebut, antara lain :

1. Dikatakan Sultan ditinggal pergi pengikutnya, tentu ini hal ini terasa  ganjil. Para pengikutnya yang bersedia se-hidup se-mati di dalam pertempuran, tiba-tiba pergi meninggalkan Sultan.

2. Dikatakan Sultan menyerahkan diri kepada Belanda. Kisah ini lebih aneh lagi, sebab apa untungnya Sultan menyerahkan diri, dimana untuk kemudian harus dipenjara serta dibuang ke Manado.

3. Ada pendapat Sultan bukan menyerahkan diri, melainkan ditangkap. Namun pendapat ini perlu dikaji lagi, sebab wilayah tempat pengungsian Sultan sangat luas, dan kecil kemungkinan pihak Belanda, berhasil menangkap beliau, di daerah pedalaman.

Perlu dipahami, setelah khabar yang menceritakan Sultan Ahmad Najamuddin IV (Prabu Anom), ditangkap dan dibuang ke Manado, perlawanan kepada Belanda ternyata masih terus berlanjut.

Bahkan pada tahun 1851, pemerintah Belanda sampai memecat Pangeran Kramo Jayo, yaitu Perdana Menteri yang mereka angkat, karena dianggap bersekutu dengan Para Pejuang di pedalaman.

palembang1Cap Stempel Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom

Nampaknya peristiwa dibuang-nya Sultan Ahmad Najamuddin IV (Prabu Anom) ke Manado ini, perlu dikaji ulang. Apalagi sampai sekarang, kepastian keberadaan makam beliau masih diselimuti misteri.

Apakah kisah-kisah tentang Sultan Terakhir Palembang ini, adalah bentuk rekayasa dari Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan tujuan untuk menghabisi Kedaulatan Kesultanan Palembang Darussalam ?

Apakah Sang Sultan, berhasil melarikan diri dari penjara Pemerintah Kolonial Belanda, dan selanjutnya kembali ke pedalaman, untuk terus melakukan perlawanan bersama para pengikutnya yang setia?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam
2. Kesultanan Palembang Darussalam
3. Belanda, Pengkhianatan dan Pahlawan
4. Sultan Mahmud Badaruddin II, Pahlawan Nasional dari Keluarga Al Alawiyin di Kesultanan Palembang Darussalam

Silsilah dan Kekerabatan 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo dan Sultan HB X

Berdasarkan penyelusuran genealogy, terungkap fakta bahwa tokoh-tokoh yang berseberangan dalam politik, ternyata masih memiliki kekerabatan satu dengan lainnya.

jokowirhoma

Hal ini bisa terlihat pada ke-5 tokoh nasional, yaitu : Joko widodo (Jokowi), Rhoma Irama, Yusril Ihza Mahendra, Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sebagaimana terlihat pada skema berikut :

silsilah5tokoh2
Keterangan :

1. Silsilah Rhoma Irama sampai kepada Sunan Ampel

Melalui ibunya, Rhoma Irama adalah keturunan Pangeran Sogiri, adapun silsilah Pangeran Sogiri sampai kepada Sunan Ampel adalah sebagai berikut :

1. Sunan Ampel
1.1. Dewi Mutasimah
1.1.1. Ratu Ayu Kirana Purnamasidhi
1.1.1.1. Maulana Yusuf
1.1.1.1.1. Maulana Muhammad
1.1.1.1.1.1. Sultan Abulmufahir Muhammad Abdul Kadir
1.1.1.1.1.1.1. Sultan Abulmu’ali Ahmad
1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Ageng Tirtayasa
1.1.1.1.1.1.1.1.1. Pangeran Sogiri

(Sumber : Silsilah Rhoma Irama dan Trah Bangsawan Sukapura dan Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara)

2. Silsilah Yusril Ihza Mahendra sampai kepada Maulana Ishaq

Keluarga besar Yusril Ihza Mahendra, berasal dari kesultanan Johor, yang bermula kepada Tun Habib Abdul Majid. Tun Habib Abdul Majid sendiri silsilahnya akan sampai kepada Maulana Ishaq.

1. Maulana Ishaq
1.1. Syarifah Siti Musalmah
1.1.1. Maulana Fadillah Khan Al Pasi
1.1.1.1. Sayyid Abdullah
1.1.1.1.1. Sayyid Berakat Zainal Abidin
1.1.1.1.1.1. Sayyid Ali (Temenggung Seri Maharaja Johor)
1.1.1.1.1.1.1. Tun Habib Abdul Majid (Bendahara Seri Maharaja)

(Sumber : Yusril Ihza Mahendra, Kesultanan Johor dan Dinasti Makhdum Perlak)

3. Silsilah Joko Widodo (Jokowi) sampai kepada Ki Juru Mertani

Joko Widodo (Jokowi) adalah keturunan dari Kyai Abdul Jalal I
(Pendiri Perdikan Kalioso), yang silsilahnya akan sampai kepada Ki Ageng Djuru Martani.

1. Ki Ageng Djuru Martani (Maha Patih Mataram Kotagedhe)
1.1. Pangeran Adipati Manduraredjo (Ki Djuru Wiroprobo I)
1.1.1. RM Tmg Karto Nagoro
1.1.1.1. Kyai Gulu
1.1.1.1.1. Kyai Honggowongso
1.1.1.1.1.1. Kyai Niti Manggolo (Kyai Kerti Manggolo I)
1.1.1.1.1.1.1. Kyai Abdul Jalal I (Pendiri Perdikan Kalioso)

(Sumber : Gubernur JOKOWI dan Misteri Leluhur MATARAM ISLAM)

4. Silsilah Sultan Hamengkubuwono X sampai kepada Sultan Agung

1. Sultan Agung
1.1. Sultan Amangkurat I
1.1.1. Sunan Pakubuwono I
1.1.1.1. Sultan Amangkurat IV
1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono I (Kraton Jogja)
1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono II
1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono III
1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono IV
1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono VI
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono VII
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono VIII
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono IX
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono X

(Sumber : Sunan Giri, Pendidik yang Ahli Fiqih)

5. Silsilah Prabowo Subianto sampai kepada Sultan Agung

Prabowo Subianto adalah keturunan dari Raden Tumenggung Mangkupradja, yang silsilahnya sampai kepada Sultan Agung

1. Sultan Agung
1.1. Sultan Amangkurat I
1.1.1. Sunan Pakubuwono I
1.1.1.1. Sultan Amangkurat IV
1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono I (Kraton Jogja)
1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono II
1.1.1.1.1.1.1. KGPA Moerdoningrat
1.1.1.1.1.1.1.1. Raden Tumenggung Djojodiningrat
1.1.1.1.1.1.1.1.1. Raden Ayu Djojoatmojo
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Raden Tumenggung Mangkupradja

(Sumber : PRABOWO SUBIANTO, dari Trah GIRI KEDATON dan Silsilah SUNAN TEMBAYAT)

Bahan Bacaan :

Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)