Tag Archives: tafsir

Buya HAMKA : Khidhir adalah manusia bijak, yang berganti-ganti sepanjang masa ?

Khidhir dalam khazanah keilmuan umat Islam, selalu menjadi perbincangan dari masa ke masa. Beragam pendapat diutarakan, untuk mengungkap keberadaan sosok manusia yang misterius ini.

Cerita mistis yang penuh keajaiban, meski terkadang tidak berdasarkan sumber yang shahih, juga ikut mewarnai, ketika seseorang mengulas tentang keberadaan figur manusia pilihan ini.

hamkamutiara
Pendapat Buya HAMKA, tentang Khidhir

Berkenaan Khidhir, Ulama terkemuka Indonesia Buya HAMKA menulis :

“Saya sendiri kerapkali bertemu orang biasa. tak dikenal terpencil di dusun yang jauh atau di ladang tebu; namun butir  perkataannya penuh berisi hikmat yang benar.

Dia bukan Profesor, namun kejernihan fikirannya dapat dijadikan pedoman hidupbagi kita yang sibuk ini.

Kalau dipandang dari segi ini, bolehlah dikatakan bahwa Khidhir itu selalu ada tidak seorang, dan tidak mati, melainkan berganti-ganti”
(Tafsir Al Azhar, Juzu’ XV hal.249).

Pendapat Buya HAMKA ini, seakan menjadi penengah dari perbedaan dua pendapat yang saling saling bertentangan satu dengan lainnya.

Di satu sisi ada yang berpendapat Khidhir yang pernah bertemu dengan  Nabi Musa telah wafat, sebagaimana pendapat Ibnul Manawi, Ibrahim al-Harabi, Abu Ya’laa Al-Hanbali, Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim al-jauzi.

Sementara di sisi yang lain, ada pendapat yang menyatakan Khidhir merupakan sosok manusia yang dikarunai umur yang panjang, sebagaimana pendapat Imam al-Nawawi, Ibn al-Shalah dan al-Tsa’labi.

manusia1

Jati diri Khidhir yang beragam

Pendapat Buya Hamka, tentang Khidhir yang bukan hanya seorang, melainkan berganti-ganti di sepanjang masa, sepertinya juga menjawab berbagai argumen yang berbeda-beda tentang jati diri Khidhir.

Di dalam buku Membaca Misteri Nabi Khidhir, tulisan Mohammad Sanusi dan Muhammad Ali Fakih, diterangkan berbagai perndapat tentang sosok Khidhir.

1. Khidhir adalah putra Qabil bin Adam, menurut Abu Haitam as-Sajistani.
2. Khidhir merupakan nama lain dari Balya bin Malkan Qali’, adalah pendapat Ibn Qutaibah dan Imam Nawawi.
3. Khidhir bernama asli Mu’ammar bin Malik, merupakan pendapat Ismail bin Abi Uways.
4. Khidhir keturunan Nabi Harun, sebagaimana pendapat al-Kalabi
5. Khidhir adalah anak dari puteri Fir’aun, adalah pendapat dari Muhammad bin Ayyub
6. Khaidhir merupakan nama lain dari Nabi Ilyasa’, pendapat dari Ibn Hajar ‘Asqalani.
7. Khidhir adalah anak dari pengikut setia Nabi Ibrahim, sebagaimana terdapat di dalam Kitabat-Tarikh, tulisan Ibn Jarir Thabari

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Jati diri Nabi Khidir, menurut Syekh Siti Jenar?
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Iklan

[Rasionalisasi Hadits] tentang Al-Quran yang kebal terhadap nyala api?

Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah pernah bersabda :

Seandainya al-Quran ditulis di kulit yang belum disamak, lalu dilemparkan ke dalam api, ia tidak akan pernah terbakar

Banyak pendapat yang mengatakan hadits ini tertolak, karena bertentangan dengan akal dan kenyataan. Menurut mereka, pada kenyataannya apabila satu mushaf dibakar, maka ia akan terbakar seperti kitab-kitab lainnya (Sumber : Ta’wil Mukhtalaf al-Khadits, tulisan Ibnu Qutaibah).

quran11Rasionalisasi Hadits

Dalam pandangan Ibnu Qutaibah, kita tidak bisa serta merta menolak hadits, hanya berdasarkan penafsiran secara instan, tanpa menelitinya secara lebih mendalam.

Menurutnya makna “kulit yang belum disamak” adalah ibarat tubuh manusia. Seseorang yang telah hafal ayat al-Qur’an di-ibaratkan sebagai al-Quran yang tertulis di dalam tubuh manusia.

Berdasarkan pendapat Al-Ashma’i hadits tersebut bisa dimaknai, seorang muslim yang telah mempelajari al-Quran, kemudian ia menghafalnya (menjaganya), ia tidak akan terbakar oleh api neraka di hari akhirat kelak.

Sebagaimana perkataan Abu Umamah :

“Hafallah al-Quran (bacalah al-Quran). Janganlah kalian mengingkarinya. Sesungguhnya ALLAH, tidak akan menyiksa dengan api neraka bagi hari yang membaca al-Quran.”

WaLlahu a’lamu bishshawab

Tulisan Terkait :
1. Rasionalisasi, Kisah Syaikh Siti Jenar
2. Kisah Sunan Giri, dalam versi yang Rasional?
3. [Penjelasan Ilmiah] Batu Akik Bergambar Ka’bah dari Sulawesi Tengah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

[KAJIAN] Misteri Kisah Ashabul Kahfi, dari Peradaban Suku HOPI di New Mexico ?

Sumber Artikel :
Tulisan Titus di Kompasiana, dan Diskusi di Grup Facebook The Origin Of Meaning

Kisah para pemuda yang tidur selama 300 tahun menjadi misteri yang begitu memikat untuk dipecahkan selama 1400 tahun, sejak quran diturunkan.

(Al-Kahf):9 – Atau kamu mengira bahwa ashabul kahfi dan raqim  itu, di antara ayat-ayat Kami, suatu keajaiban?

Siapakah/apakah sebenarnya yang disebut sebagai ashabul kahfi (penghuni gua) dan raqim (batu bertulis)?

ashabul1

Ashabul Kahfi dari New Mexico

Untuk mengetahui kisah ashabul kahfi, sejenak kita berjalan-jalan ke wilayah New Mexico, tepatnya di situs arkeologi Chaco Canyon, yang benar-benar menakjubkan, bahkan hingga abad 21 kini, misterinya belum terpecahkan oleh para arkeolog dunia.

Berikut cuplikan tentang situs yang mengagumkan ini dari sebuah artikel di:
http://www.univer-science.com/2014/08/mengungkap-misteri-budaya-kuno-chaco.html

Selama lebih dari 2.000 tahun, orang-orang Pueblo kuno menempati wilayah luas di selatan-barat Amerika Serikat. Chaco Canyon adalah pusat utama kebudayaan leluhur Pueblo antara tahun 850 dan 1250 Masehi, tempat ini adalah merupakan pusat untuk melakukan berbagai upacara, perdagangan dan kegiatan politik untuk wilayah prasejarah  Four Corners (Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico).

Puebloans dibuat dari blok batu pasir dan kayu yang diambil dari jarak yang yang sangat jauh, pembuatan lima belas kompleks utama yang diperkirakan telah menjadi bangunan terbesar di Amerika Utara hingga abad ke-19. Bangunan-bangunan besar bertingkat berorientasi pada matahari, bulan, dan arah kardinal, tingginya tingkat organisasi sosial masyarakat, dan aktifitas  perdagangan yang luas, menciptakan visi budaya seperti yang lain terlihat sebelumnya atau sesudahnya di dalam negeri tersebut. Yang lebih menakjubkan lagi, lokasi bangunan-bangunan di situs secara akurat menggambarkan beberapa konstelasi bintang. Disini masih dapat ditemui teknik perhitungan waktu berdasarkan peredaran matahari dan bulan, yang kesemuanya menambah decak kagum pencapaian ilmu astronomi suku Indian kuno sejak 2000 tahun yang lalu.

Namun, semua ini TIBA-TIBA RUNTUH pada abad ke-13 ketika pusat peradaban ini SECARA MISTERIUS DITINGGALKAN dan tidak pernah dihuni lagi. Bagaimana Quran menjelaskan misteri ini?

018,018 : wa ta hsabu hhum -ayqaazhan wa hhum ruquwdun wa nu qallibu hhum dzaata lyamiyni wa dzaata sysyimaali wa kalbu hhum baasithun dziraa’a y hhi bi lwashiydi lawi ththala’ ta ‘alay hhim la wallay ta min hhum firaaran wa la muli- ta min hhum ru’ban

dan (kamu) menghitung mereka bangun, dan (padahal) mereka tidur, dan kami balikkan mereka punya kanan dan punya kiri dan anjing mereka mengulurkan dua lengan nya dengan yang ditutup-rapat, sekiranya nampak atas mereka bagi mengawali dari mereka suatu yang dipercepat dan bagi dipenuhi dari mereka suatu yang ra’ib.

Note : Kata “baasithun” (ba-sin-tha) dalam bahasa inggris adalah : to expand, to extend, to spread, yang berarti merentangkan/membentangkan, sehingga frasa  “wa kalbu hhum baasithun dziraa’a y hhi” dapat diterjemahkan “dan anjing mereka merentangkan kedua tangannya”. Sebagaimana telah disebutkan, bahwa kawasan Four Corners USA adalah kawasan peradaban canggih yang disebut “celestial desert”, dimana lokasi2 situs bertepatan dengan konstelasi bintang. Frasa “anjing merentangkan kedua lengannya” di QS 18:18, adalah kode bahwa lokasi gua terletak di posisi bintang utama dari konstelasi Canis Major (”Anjing Besar”), yaitu bintang Sirius (Syi’raa). sebagaimana dapat dilihat di gambar berikut:

14123936831312320794
Gambar berikut adalah superimpose Canis Major di kawasan New Mexico dengan menggunakan goigle earth;  maka si “anjing besar” sebagai petunjuk awal lokasi kahfi terdapat di Chaco Canyon.

14123941541299201355
Di Chaco Canyon, akan kita temui banyak kahfi (cave), yang disebut KIVA. Seperti ini wujud Kiva-kiva yang berbentuk lingkaran sempurna di Chaco Canyon. Mulai sekarang, kita akan menyebut kahfi sebagai kiva, untuk memperjelas bahwa gua yang dimaksud adalah kiva chaco canyon, bukan gua-gua di lokasi lainnya yang sebelumnya diyakini sebagai lokasi Ashabul Kahfi.

14123943831028841992

Dari sekian banyak kiva di situs yang luas ini, yang manakah kahfi yang dimaksud? Petunjuknya terdapat di QS 18:17 (terjemah oleh Qarrobin Djuti)

018,017 : wa ta raa sysyamsa –idzaa thala’at ta zaawaru ‘an kahhfi hhim dzaata lyamiyni wa –idzaa gharabat tta qridhu hhum dzaata sysyimaali wa hhum fiy fajwatin mmin hhu dzaalika min –aayaati llahhi man ya hhdi llahhu fa hhuwa lmu hhtadi wa man yu dhlil fa lan ta jida la hhuw waliyyan mmu rsyidan

dan dilihat matahari bila terbit nampak memalsu dari kahhfi mereka punya kanan, dan bila terbenam meminjam mereka punya kiri, dan mereka di dalam suasana dari nya, demikian dari ayat – ayat allahh, sesiapa yang akan ditunjuki allahh maka dia yang ditunjuki, dan sesiapa yang akan disesatkan maka tidak akan mendapati bagi nya pengawal, suatu yang lurus.

FRASA:
dan dilihat matahari bila TERBIT nampak memalsu (ta zaawaru) dari sebelah KANAN kiva, dan bila TERBENAM meminjam mereka punya kiri, dan mereka di dalam suasana ( fiy fajwatin ) dari nya.

Dari penelusuran atas kiva-kiva yang berjumlah puluhan dan 6 kiva besar, kita peroleh satu-satunya kiva yang memenuhi syarat dari ayat quran tersebut, yaitu di CASA RINCONADA, yang juga merupakan kiva terbesar dan berlokasi terpisah dengan kiva-kiva lainnya. Dapat kita lihat di gambar berikut, bagaimana tarian sunrise dan sunset terjadi di jendela tertutup ini (disebut niche). Fenomena tarian matahari (sun dance) buatan suku Indian kuno ini hanya terjadi satu tahun sekali, tepat saat summer solstice, tanggal 21 Juni, dan berulang-ulang terjadi tepat di tanggal yang sama selama ribuan tahun. Hitungan yang sangat teliti!

14123944701958173647

dan bila TERBENAM meminjam (ta qridhu hhum) disebelah KIRI mereka di dalam suasana (fajwatin ) dari nya.

Kata “qridhu hhum” mempunyai kata dasar “qaf-ra-dha” yang berarti meminjam atau menggerogoti (eng: gnaw, nibble). Dapat kita lihat dari gambar di atas, saat sunset, spektrum matahari seolah-olah menggerogoti niche di sebelah kanan.

14123945331960772320

“dan dilihat matahari bila TERBIT nampak memalsu (ta zaawaru) dari sebelah kanan KIVA”. Mengapa disebut ta-zaawaru (memalsu)? Karena sinar yang menerpa pintu gua ini, bukanlah sinar matahari langsung, melainkan suatu spektrum yang direkayasa manusia (man-made). Za-waw-ra, dari google translate juga berarti spektrum.

14123945912103742707

Kita akan dibuat takjub melihat kejadian di situs Casa Rinconada ini, bagaimana spektrum matahari sengaja diarahkan dengan perhitungan teliti, sehingga sinar matahari diarahkan masuk melalui jendela terbuka, lalu diteruskan hingga menerpa jendela tertutup di dalam kiva. Di gambar ini, menjadi jelas bahwa yang dimaksud “fajwatin” adalah interior Casa Rinconada yang sangat luas, berbentuk lingkaran sempurna dengan diameter 19m. Fajwatin (fa-jim-wa) berarti “suasana (ambience) atau open space”

14123946701730124488

Gambar Spektrum yang terhalangi manusia:

1412394767954629010

Jendela terbuka casa rinconada tempat sinar matahari masuk :

1412394865841988011

Dapat dilihat lebih jelas arah diagram spektrumnya di gambar berikut:

1412394907278834196

Kita telah mengetahui, bahwa Casa Rinconada adalah lokasi berdirinya “si anjing besar” (canis major), lalu apakah yang dimaksud dengan “anjingnya merentangkan kedua lengannya dengan yang ditutup rapat (bil-washidi)?

Yang dimaksud lengan anjing adalah dua kaki depan anjing yang berdiri. Di dalam casa rinconada terdapat 4 tiang besar berbentuk bulat, dimana 2 tiang depan menggambarkan 2 lengan anjing, dan 2 tiang belakang menggambarkan 2 kaki anjing. Bil-washidi artinya “dengan tangkisan (blockage)”, dimana tiang besar bagian depan berfungsi memblok spektrum matahari sehingga tidak jatuh ke niche no. 28. Sebagai informasi, kiva ini mempunyai 28 niche simetrikal + 6 niche tak simetrikal yang berukuran lebih besar, sehingga total terdapat 34 niche. Berikut gambar spektrum matahari yang diblok oleh lengan anjing.

14123949651228052305

Dapat disimpulkan, situs Casa Rinconada adalah JAM RAKSASA sebagai mesin menghitung  waktu. Kekaguman lainnya, adalah arah orientasi kiva ini tepat di axis utara selatan (true north)!

14123950151480857633

ASHABUL KAHFI DAN RAQIM

Adapun yang dimaksud dengan ashabul kahfi adalah suku HOPI. Dinamakan sebagai penghuni gua karena suku Hopi atau yang biasa disebut “ant people” (umat semut), dikenal sebagai suku yang bertempat tinggal di gua-gua, dan menggunakan kiva-kiva sebagai kubu pertahanan saat bahaya mengintai. Jam raksasa di casa rinconada adalah alat penghitung waktu yang diciptakan oleh suku Hopi. http://slideplayer.us/slide/271368/

Sedangkan yang dimaksud raqim (batu bertulis), adalah suku NAVAJO. Disebut raqim karena kebiasaan dan kemampuan unik mereka menggambarkan posisi-posisi astronomi dan berbagai perisitiwa lainnya di atas permukaan batu, yang disebut dengan istilah PICTOGRAPH.  Bukan hanya pictograph di atas batu, namun lokasi-lokasi situs tepat menggambarkan titik-titik konstelasi bintang. Navajo atau Naabeeho sendiri berasal dari kata Nabha artinya adalah “sky” (langit) atau “atmosphere”. Ini yang disebut sebagai CELESTIAL PICTOGRAPH. Celestial pictograph in chaco canyon:

http://www.theorionzone.com/maps.htm

Banyak peninggalan pictograph suku Navajo, yang paling menjadi pusat perhatian dan menarik minat peneliti adalah pictograph berbentuk SPIRAL yang sekaligus berfungsi sebagai Kalender Perhitungan Waktu, yang disebut “Sun Dagger” (belati matahari). Berikut kecanggihan pictograph “Sun Dagger” suku Navajo, yang tak hanya menghitung waktu berdasar peredaran matahari (solar) namun juga peredaran bulan (lunar).

14123950781027240045

Suku Hopi dan Navajo hidup bertetangga dalam satu area, kedua suku ini dikenal dengan istilah “TWO TRIBES, ONE LAND”, inilah yang dimaksud dengan “dua golongan” di QS 18:12. Masing-masing mempunyai teknik perhitungan waktu yang berbeda. Namun manakah yang lebih teliti perhitungannya?

Qs 18:12 – Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

Dari analisa pictograph “Sun Dagger” milik suku Navajo, dapat diketahui sedikit ketidakakuratan, dimana tercatat siklus meton bulan (yaitu ketika matahari, bumi, dan bulan berada di garis yg sama) tercatat 18.6 tahun, sementara berdasarkan pengamatan modern = 19 tahun (innacuracy 2%).

Referensi:
The Navajo culture is rich, complex and an integral component of the fabric of American history. While ancient Mayan, Egyptian and Inca pyramids might be revered around the world, the Navajos left Americans and the world remarkable treasures in the forms of PICTOGRAPHS. While the ancient Navajo who drew the pictographs are no longer here, their pictographs survive.

Read more : http://www.ehow.com/info_8778995_meanings-navajo-pictographs.html

KESIMPULAN : Dengan temuan ini, maka kita bisa menjawab pertanyaan di QS 18:12, bahwa kalkulasi suku Hopi  lebih akurat dibandingkan Navajo.

IDENTIFIKASI GOLONGAN PENGHUNI KAHFI

Al-Kahfi:19 – Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Bertutur seorang penutur di antara mereka: Sudah berapa lamakah kalian berada?”. Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

Dari ayat di atas, diidentifikasi terdapat 2 golongan, sbb:

1) Golongan “newbie” yang tidak mengetahui sama sekali perbedaan keadaan antara berada di dalam kahfi dan di luar kahfi. Termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang menjawab : “sehari atau setengah hari”. Mereka inilah yang punya uang perak. Ini adalah suku Navajo, mereka dikenal sebagai suku perajin perak (silversmithing). DINE adalah istilah untuk menyebutkan “sehari atau setengah hari” (during the daytime) yang kemudian diabadikan sebagai nama lain dari suku Navajo.

Dari peristiwa ini, kita juga dapat mengambil pelajaran penting bahwa uang perak nilainya tetap sama meski telah berlalu selama 300 tahun.

2) Golongan yang nampak lebih mengetahui perbedaan keadaan antara berada di dalam kahfi dan di luar kahfi. Ini adalah suku Hopi. Termasuk dalam golongan ini :
– si penanya, dia bertanya karena mengetahui perbedaan keadaan
– yg menjawab : “Tuhanmu lebih tahu berapa lama kalian berada”

hopi1

MENGAPA HOPI BERLINDUNG DALAM KIVA?

QS 18:

10 – tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami”.

11 – Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu

16 – Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

Berdasarkan ayat tersebut, maka hanya terdapat satu alasan, mengapa suku hopi yang beriman menghilang berlindung ke dalam Kiva, karena adanya pergolakan agama, mereka memproteksi diri mereka dari paksaan mengikuti ajaran agama lain. Para ahli sebelumnya memperkirakan bahwa kekeringan panjang tanpa hujan selama 20 tahun menjadi penyebab ditinggalkannya chaco canyon, namun sisa-sisa perbekalan harta benda yang ditemukan disini membuat hipotesa ini menjadi lemah.

Was drought alone the only factor in the mass abandonment of the pueblos? Some archaeologists now believe that other factors — RELIGIOUS UPHEAVAL, internal political conflict, or even warfare — may have combined to exacerbate the effects of the drought. Whatever the root causes of the famine were, the archaeological evidence clearly shows it was devastating.

http://www.learner.org/interactives/collapse/chacocanyon.html

Apakah yang berlindung di dalam kiva, hanyalah para pemuda yang sering disebut “the seven sleepers”? Ayat quran mengindikasikan adanya orang-orang di luar “the seven sleepers” yang berlindung dalam kiva namun diketahui tempatnya, sehingga mereka dilempari hingga mati. Beberapa temuan tulang belulang manusia dengan kondisi tengkorak kepala pecah karena lemparan martil batu, menguatkan hal ini. Sisanya yang tidak mati, sesuai QS 18:20, akhirnya menyerah dan mengikuti millah lainnya, karena kurang beriman.

QS 18:20 – Sesungguhnya jika mereka mengetahuimu, niscaya mereka akan melemparimu atau mengembalikanmu kepada millah mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya”.

Siapakah kaum yang melempari dan memaksakan millah? Temuan arkeologi berupa alat pelempar yang disebut “atlatl” serta catatan sejarah menunjukkan bahwa suku AZTEC lah yang saat itu mendatangi Chaco Canyon dan menguasai wilayah ini. Aztec dikenal menyembah para dewa, termasuk dewa ular dan dewa perang. Arti dari atlatl adalah spear-thrower, yaitu semacam alat pelempar martil batu seperti ketapel, dengan kecepatan lontar mencapai 90 km/jam. Bisa dibayangkan akibatnya.

Referensi
AZTEC WEAPON

Tematlatl
The Tematlatl was a sling and of the Aztec warriors ranged projectile weapons. The Tematlatl was made from natural fibres that allowed the Aztec warriors to engage their foes from long distance. The Tematlatl was believed to have a range equal and in some cases superior to the arrows, and the Aztec would use them to pelt their opponents. The stones that the Aztec used with the Tematlatl would be custom chose, and traditionally would be sharpened to cause more damage on impact, although of course stones found in the heat of battle were also suitable for use with a Tematlatl.

Atlatl and Tlacochtli
The Atlatl wasn’t a weapon in itself but was a projectile launching device used by the Aztec warriors to throw their Tlacochtli spear over a longer range. The Atlatl worked by adding extra leverage by extending the arm by another forearms length. This would allow the Aztec to launch the tlacochtli spear a much greater distance.

http://www.legendsandchronicles.com/ancient-weapons/aztec-weapons/

MENGAPA HOPI MENGALAMI BERBAGAI AZAB PEDIH?

Kedatangan suku Aztec, kekeringan panjang berpuluh tahun, lalu datangnya bangsa Spanyol di abad 16 yang merampas kekayaan alam dan melakukan aktivitas missionaries dan penyiksaan bagi yang menolak, adalah serangkaian azab Allah atas melunturnya keimanan sebagian besar suku hopi, dan hanya menyisakan sedikit yang beriman. Hal ini dengan jelas diterangkan dalam ayat, sbb:

QS 18:7 – Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

Mereka terbuai dengan ujian kenikmatan dunia dan segala pencapaian peradaban yang menjadikan mereka bangsa paling unggul.

QS 18:8 – Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

Berdasar petunjuk ayat ini dan dikaitkan kajian ini, terdapat keseuaian dengan catatan sejarah dan kondisi real lokasi di chaco canyon ini. Yang pertama, kedatangan Spanyol dengan missionarisnya, merupakan gambaran dari ayat di surat Al-kahfi sbb:

“Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata:” Allah mengambil seorang anak” (QS 18:4)

Selain itu, kita juga menemukan kesesuaian bahwa wilayah chaco canyon dan seluruh 4 region yang disebut The 4 Corners, kenyataannya adalah daerah rata dan tandus, sebagai ayat yang dilestarikan. Artinya, willayah ini dulu bukanlah tanah rata dan tandus, artinya, canyon ini sebelumnya tidak kekurangan air, ditumbuhi banyak tanaman, subur dan sangat makmur. Setelah mereka melalaikan Tuhan, terjadilah berbagai bencana. Ini sekaligus memgkoreksi kesimpulan para arkeolog, bahwa kayu2 besar yang digunakan sebagai atap bangunan di chaco canyon, berasal dari tempat yang sangat jauh, mengingat kondisi chaco canyon yang tandus, tak mungkin daerah ini menghasilkan kayu. Sementara berdasar quran dan kesesuaian tanda-tanda dari kajian ini, wilayah ini dulu adalah penuh hutan penghasil kayu sebelum menjadi tandus.

Beberapa bukti bahwa suku hopi telah menyembah tuhan-tuhan lain diantaranya adalah rutual tarian ular yang mereka percaya dapat mendatangkan hujan.

14123952371388956790

Ratanya tanah, berdasarkan catatan sejarah, diakibatkan karena banjir yang mengakibatkan longsor, sehingga tersisa sedikit dataran2 tinggi yang disebut Mesa (meja, table). Proses longsor karena banjir ini disebut “Wash”.

TIDUR 300 TAHUN

Saat suku Navajo datang bermigrasi dari Canada menuju Chaco Canyon (kampung halamannya) tahun 1500 AD, mereka menemukan chaco canyon telah kosong dan ditelantarkan. Mengagumkannya, mereka menyatakan bahwa wilayah ini ditinggalkan selama 300 tahun! Tepat seperti yang disampaikan quran. Pernyataan ini menjadi misteri lainnya lagi bagi para ahli, bagaimana suku navajo mengetahui hal ini?

QS 18:25 – Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

Bagi suku hopi, time portal bukanlah suatu hal asing, karena kisah ini dilestarikan kepada keturunannya, menjadi Hopi Legend :

http://www.ghosthuntingtheories.com/2009/11/hopi-legend-portal-between-worlds.html

Referensi:
Hopi legend tells that the current earth is the Fourth World to be inhabited by Tawa’s creations. The story essentially states that in each previous world, the people, though originally happy, became disobedient and lived contrary to Tawa’s plan; they engaged in sexual promiscuity, fought one another and would not live in harmony. Thus, the most obedient were led (usually by Spider Woman) to the next higher world, with physical changes occurring both in the people in the course of their journey, and in the environment of the next world. In some stories, these former worlds were then destroyed along with their wicked inhabitants, whereas in others the good people were simply led away from the chaos which had been created by their actions

Apakah kisah tidur 300 tahun ini hanya terjadi sekali? QS 18:16 menyatakan bahwa ini adalah kejadian yang bisa berulang-ulang, ini telah menjadi indigenous wisdom.

QS 18:16 – Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya salah satu pictograph yang disebut Prophecy Rock, yang menubuatkan bahwa mereka akan keluar dari kahfi dan memulai lagi kehidupan di chaco canyon, setelah dunia menjadi damai dengan datangnya Pahana (True White Brother).

PROPHECY ROCK

Penjelasan makna batu nubuat ini, dapat dibaca di :
http://www.crystalinks.com/hopi2.html

14123952981730850203

SEKILAS TENTANG THE ANCIENT HOPI

Dari wikipedia kita dapatkan nama asli suku hopi adalah “hopituh shinumu” yang artinya “the peaceful people”, atau “the peaceful little ones”, mungkin karena ukuran tubuh mereka yang kecil. Usulan etimologi lainnya menyatakan bahwa hopi berarti humble and peaceful, sejalan dengan jalan hidup mereka yang selalu mengutamakan perdamaian dan kerendahan hati. Meski arti sebenanrnya “hopituh shinumu” masih dibahas namun terdapat kesamaan, yaitu “peaceful”. Orang-orang hopi yang masih hidup hingga kini pun, tak mengetahui dengan pasti jati artinya, karena catatan sejarah yang terputus/hilang, bahkan mereka telah tercabut dari ajaran aslinya. Mereka adalah generasi dari suku hopi yang tak beriman, yang tidak mendapatkan perlindungan kahfi karena pilihan mereka sendiri.

QS:17 – Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Kembali ke etimologi hopi, jangan heran, bila arti “hopituh shinumu” justru dengan mudah kita dapatkan dari bahasa yang sangat tua, yaitu SANSKRIT. Apakah arti dari semua ini? Time will tell. Anda tak perlu mempercayainya saat ini.  Hopituh Shinumu adalah HAPITAH SAMNAMA.

HAPITAH
– deprive (menghilang, mencabut, deposses)
– caused to be left or abandon (meninggalkan, membiarkan)
Artinya : suku ini mempunyai tradisi meninggalkan begitu saja segala sesuatu yang dimilikinya, manakala terjadi ancaman atas diri dan keimanan. Oleh karena itulah, situs chaco canyon terus menjadi misteri tak terpecahkan, SECARA MISTERIUS DITINGGALKAN begitu saja dan tidak pernah dihuni lagi.

SAMNAMA
– bowing down (tunduk, sujud)
– submission (berserah diri)

Dari beberapa arti shinumu : peaceful, bow down, submission, hanya ada satu kata arabic yang tepat menggantikannya:  س ل م ( Sin-lam-mim) : salam, aslam, islam, muslim.

Bagaimana mungkin ancient hopi muslim padahal mereka telah ada jauh sebelum quran diturunkan?

Ikutilah millah bapakmu, Ibrahim. Dia telah menamaimu sebagai MUSLIM dari dahulu (min qabli) dan dalam (kitab) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia (Al Hajj : 78)

Dengan kajian lintas bahasa ini, kita memperoleh sebuah al-bayyinah, bahwa dien tak pernah berubah, yaitu dienul islam.

Beberapa kajian etimology barat sebagai perbandingan:

– The name Hopi is a shortened form of their autonym, Hopituh Shi-nu-mu (”The Peaceful People” or “Peaceful Little Ones”).

– The Hopi Dictionary gives the primary meaning of the word “Hopi” as: “behaving one, one who is mannered, civilized, peaceable, polite, who adheres to the Hopi way

– Hopi is a concept deeply rooted in the culture’s religion, spirituality, and its view of morality and ethics. To be Hopi is to strive toward this concept, which involves a state of total reverence and respect for all things, to be at peace with these things, and to live in accordance with the instructions of Maasaw, the Creator or Caretaker of Earth. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Hopi

Mereka menyebut Tuhan dengan nama “Maasaw”, Sang Pencipta dan Pemelihara.

Salaam

Wafatnya Nabi Isa, menurut Buya HAMKA

Ketika menafsirkan QS. Ali Imron (3) ayat 55, buya HAMKA didalam Tafsir Al Azhar, menulis :

إِذْ قالَ اللهُ يا عيسى‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذينَ كَفَرُوا


“(Ingatlah) tatkala Allah berkata: Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir ” (pangkal ayat 55).

Artinya yang tepat dari ayat ini ialah bahwa maksud orang-orang kafir itu hendak menjadikan Isa Almasih mati dihukum bunuh, seperti yang dikenal yaitu dipalangkan dengan kayu, tidaklah akan berhasil.

Tetapi Nabi Isa Almasih akan wafat dengan sewajarnya dan sesudah beliau wafat, beliau akan diangkat Tuhan ke tempat yang mulia di sisiNya, dan bersihlah diri beliau dari gangguan orang yang kafir-kafir itu.

Kata mutawwafika telah kita artikan menurut logatnya yang terpakai arti asal itu diambillah arti mematikan, sehingga wafat berarti mati, mewafatkan ialah mematikan. Apatah lagi bertambah kuat arti wafat ialah mati, mewafatkan ialah mematikan itu karena banyaknya bertemu dalam al-Qur’an ayat-ayat, yang disana disebutkan tawaffa, tawaffahumul-malaikatu, yang semuanya itu bukan menurut arti asal yaitu mengambil sempurna ambil, melainkan berati mati. Sehingga sampai kepada pemakaian bahasa yang umum jarang sekali diartikan wafat dengan ambil, tetapi pada umumnya diartikan mati juga.

Maka dari itu arti yang lebih dahulu dapat langsung difahamkan, apabila kita membaca ayat ini ialah: “Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada tipudaya orang yang kafir.”


Pendapat Pendukung

A. Al-Alusi

Di dalam tafsirnya yang terkenal Ruhul Ma’ani, setelah memberikan keterangan beberapa pendapat tentang arti mutawwafika, akhirnya menyatakan pendapatnya sendiri bahwa artinya telah mematikan engkau, yaitu menyempurnakan ajal engkau (mustaufi ajalika) dan mematikan engkau menurut jalan biasa, tidak sampai dapat dikuasai oleh musuh yang hendak membunuh engkau.

Dan beliau menjelaskan lagi bahwa arti warafi’uka ilayya, dan mengangkat engkau kepadaKu , telah mengangkat derajat beliau , memuliakan beliau, mendudukkan beliau, di tempat yang tinggi, yaitu roh beliau sesudah mati. Bukan mengangkat badannya.

Lalu al-Alusi mengemukakan beberapa kata rafa’a yang berarti “angkat” itu terdapat pula dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an yang tiada lain artinya daripada mengangkat kemuliaan rohani sesudah meninggal.

B. Syaikh Muhammad Abduh

Beliau menerangkan tentang tafsir ayat ini demikian:
Ulama di dalam menafsirkan ayat ini menempuh dua jalan. Yang pertama dan yang masyhur ialah bahwa dia diangkat Allah dengan tubuhnya dalam keadaan hidup, dan nanti dia akan turun kembali di akhir zaman dan menghukum di antara manusia dengan syariat kita. Dan kata beliau seterusnya: ” …….Dan jalan penafsiran yang kedua ialah memahamkan ayat menurut asli yang tertulis, mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata, yaitu mati seperti biasa, dan rafa’a (angkat), ialah rohnya diangkat sesudah beliau mati.

Dan kata beliau pula: ” Golongan yang mengambil tafsir cara yang kedua ini terhadap hadits-hadits yang menyatakan Nabi Isa telah naik ke langit dan akan turun kembali, mereka mengeluarkan dua kesimpulan (takhrij).

Kesimpulan pertama: Hadits-hadits itu ialah hadits-hadits ahad yang bersangkut-paut dengan soal i’tikad (kepercayaan) sedang soal-soal yang bersangkutan dengan kepercayaan tidaklah dapat diambil kalau tidak qath’i (tegas). Padahal dalam perkara ini tidak ada sama sekali hadits yang mutawatir.”

Kemudian beliau terangkan pula takhrij golongan kedua ini tentang nuzul Isa (akan turun Nabi Isa di akhir zaman) itu. Menurut golongan ini kata beliau turunnya Isa bukanlah turun tubuhnya, tetapi akan datang masanya pengajaran Isa yang asli , bahwa intisari pelajaran beliau yang penuh rahmat, cinta dan damai dan mengambil maksud pokok dari syariat, bukan hanya semata-mata menang kulit, yang sangat beliau cela pada perbuatan kaum Yahudi seketika beliau datang dahulu, akan bangkit kembali.” Demikianlah keterangan Syaikh Muhammad Abduh. (Tafsiral-Manar, jilid III, 317, cet. ke 3.)

C. Sayyid Rasyid Ridha

Beliau pernah menjawab pertanyaan dari Tunisia. Bunyi pertanyaan: “Bagaimana keadaan Nabi Isa sekarang? Di mana tubuh dan nyawanya? Bagaimana pendapat tuan tentang ayat inni mutawwaffika wa rafi’uka ? Kalau memang dia sekarang masih hidup, seperti di dunia ini, dari mana dia mendapat makanan yang amat diperlukan bagi tubuh jasmani haiwani itu ? Sebagaimana yang telah menjadi Sunnatullah atas makhlukNya ? ”

Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat- pendapat ahli tafsir tentang ayat yang ditanyakan ini, mengambil kesimpulan: “Jumlah kata, tidaklah ada nash yang sharih (tegas) di dalam al-Qur’an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup di sana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunnatullah tentang makan dan minum, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang makan beliau sehari-hari.

Dan tidak pula ada nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah akidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini dalam kalangan kaum Muslimin.”
Lalu beliau teruskan lagi: “Masalah ini adalah masalah khilafiyah sampaipun tentang masih diangkat ke langit dengan roh dan badannya itu.”

D. Syaikh Mustafa al-Maraghi

Beliau adalah Syaikh Jami al-Azhar yang terkenal sebelum Perang Dunia ke-2, menjawab pertanyaan orang tentang ayat ini: “Tidak ada dalam al-Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa as. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya.

Adapun sabda Tuhan mengatakan: “Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada orang-orang yang kafir itu!” Jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zahirlah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana Idris as. dikatakan Tuhan: “dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.” Dan inipun jelas pula, yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Allah, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-nabi yang lain juga.

Tetapi jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Allah dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada hadits yang memperkatakan ini, lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu.

Lalu kata beliau: “Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan nash al-Qur’an dan hadits-hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beri’tikad bahwa Isa Almasih hidup sekarang dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani akidah itu tidaklah kafir dari Syariat Islam.”

Sumber :
Tafsir Al Azhar Qs Ali Imron ayat 52-58

Artikel Terkait
01. Komunitas Muslim, dari Bani Israil
02. Pengembaraan Yesus (Nabi Isa), dalam berbagai Versi
03. Misteri Silsilah Yesus (Nabi Isa)