Tag Archives: wawasan

Sosok Malaikat, dalam Teori Ilmu Fisika ?

Di dalam Catatan Facebook-nya berjudul : Malaikat, Makhluk Dunia Quantum, Agus Mustofa mencoba menerangkan sosok dari Malaikat, dipandang dari sudut ilmu fisika. Berikut tulisan lengkap dari artikel tersebut…

cahaya1

Demi partikel-partikel yang berukuran sangat kecil. Yang membawa beban sangat berat. Lalu berdinamika dengan begitu mudah. Kemudian membagi-bagi urusan. Sungguh yang dijanjikan kepadamu pasti benar.

[QS. Adz Dzaariyaat (51): 1-5]

BAHAN dasar tubuh malaikat masih menjadi misteri yang belum terungkap sepenuhnya. Meskipun, clue-nya mengarah kepada cahaya. Akan tetapi, secara sains, bisa mengarah kepada sesuatu yang lebih generik ketimbang cahaya, yakni dzarrah alias partikel-partikel quantum yang lebih mendasar.

Sebagaimana kita ketahui, partikel-partikel quantum itu menjadi media menjalarnya empat gaya dasar alam semesta. Yaitu, partikel Foton atau cahaya sebagai pembentuk gaya elektromagnetik, partikel Boson Madya membentuk gaya nuklir lemah, partikel Gluon pembentuk gaya nuklir kuat, dan partikel Graviton terkait dengan gaya gravitasi alam semesta.

Terkait dengan bahan dasar malaikat itu, sejumlah ilmuwan muslim menengarai, ada keterkaitan sangat erat antara malaikat dengan partikel-partikel quantum tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan kita layak ‘mencurigai’ adanya keterkaitan itu.

1. Malaikat digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kecepatan sangat tinggi, yang ketika mereka bergerak dengan kecepatannya, dimensi ruang dan waktu mengalami dilatasi relatif ter hadap waktu manusia. Sehingga, sangat dimungkinkan bahan dasar tubuh malaikat adalah cahaya. Atau, yang setara dengannya.

2. Dalam ilmu Fisika Modern, cahaya berasal dari partikel quantum bernama foton yang tidak memiliki massa dan muatan listrik sehingga menjadi sedemikian ringan dan netral tak terpengaruh muatan listrik. Maka, bicara tentang cahaya sama dengan berbicara tentang foton.

3. Partikel-partikel quantum itu ternyata bukan hanya foton, melainkan ada yang disebut gluon, boson madya, dan graviton. Masing-masing bertanggung jawab atas gaya-gaya dasar yang menyebabkan alam semesta bisa eksis.

Kehilangan salah satu gaya, akan menyebabkan runtuhnya alam semesta. Tanpa ada boson madya, tak akan ada partikel-partikel sub atomik. Tanpa ada gluon, tak mungkin ada inti atom. Tak ada foton, tak mungkin ada interaksi antar atom. Dan tak ada graviton, tak mungkin ada benda-benda langit, seperti bintang, galaksi dan planet.

4. Partikel-partikel quantum yang sangat kecil itu di dalam Al Qur’an diistilahkan sebagaidzarrah. Dan kemudian menjadi nama salah satu surat Adz Dzaariyaat yang bermakna ‘partikel-partikel sangat kecil atau sangat halus’.

5. Maka, tidak menutup kemungkinan bahan dasar penciptaan tubuh malaikat itu adalah dari partikel-partikel quantum itu. Jadi, bukan hanya foton, melainkan juga gluon, boson madya, dan graviton. Atau, ‘sesuatu’ yang menjadi kesatuan partikel-partikel quantum tersebut.

6. Jika dirunut sejarahnya, maka kemunculan partikel foton adalah yang paling akhir dibandingkan dengan partikel-partikel quantum lainnya. Sebelum kemunculan foton, dikenal sebagai era gaya-gaya electroweak yang menjadi representasi penyatuan antara gaya nuklir lemah yang diwakili boson madya dengan elektromagnetik yang diwakili foton.

Dan sebelum electroweak itu, dikenal sebagai era bersatunya antara foton, boson madya, dan gluon yang mewakili gaya nuklir kuat. Dan paling ujung dari semua penyAtuan itu adalah sesaat setelah terjadinya big bang dimana semua gaya-gaya dasar alam semesta itu masih berupa gaya gravitasi yang diwakili oleh graviton, yang kemudian dikenal sebagai higgs boson ataupun partikel Tuhan.

7. Yang menarik, partikel-partikel quantum itu di dalam Fisika dikenal sebagai partikelmessenger alias partikel utusan. Fungsinya adalah menyampaikan pesan berupa medan gaya, yang menghasilkan gaya-gaya dasar alam semesta.

Dimana dengan bertumpu pada keempat gaya dasar alam semesta itulah segala peristiwa ini terjadi. Mulai dari sesaat setelah big bang dimana segala eksistensi alam semesta ini diadakan bersamaan dengan partikel-partikel messenger tersebut. Kemudian, semuanya berfluktuasi membentuk ruang dan waktu, materi dan energi, berdasarkan informasi atau perintah yang dibawa oleh para partikel utusan itu.

Partikel Graviton membawa pesan untuk menyampaikan gaya gravitasi yang menyebabkan terbentuknya ruang dan waktu. Sedangkan, partikel Boson Madya, Gluon dan Foton, membawa pesan bagi terbentuknya materi dan energi secara bertahap pada skala sub atomik, molekuler, sampai pada benda-benda dan peristiwa sehari-hari yang berskala sedang.

Sampai sekarang semua gaya itu masih terus bekerja untuk menjaga eksistensi alam semesta dengan segala peristiwa yang terjadi di dalamnya. Semuanya bertumpu pada peran messenger particles alias partikel-partikel utusan yang membawa pesan penciptaan dan pemeliharaan, bahkan penghancuran atas segala benda dan peristiwa yang terjadi di dalam alam semesta.

Berdasar pada runtut berpikir di atas, maka tak bisa dimungkiri ada kemiripan yang luar biasa antara partikel-partikel quantum sebagai messenger antar benda dan peristiwa, dengan para malaikat yang juga bertugas sebagai utusan - messenger - bagi terselenggaranya drama kolosal alam semesta sebagai makhluk Allah, Sang Maha Raja, Penguasa jagat semesta.

Rentetan ayat di atas memberikan gambaran tentang adanya partikel-partikel sangat halus yang memiliki karakter seperti messenger particles. Ukurannya sangat halus, sehingga diungkapkan dengan kalimat sumpah yang menegaskan: wadz dzaariyaati dzarwan - demi partikel yang halus, sehalus-halusnya.

Bagaimanakah karakter partikel yang halus itu? Adalah partikel-partikel yang mampu membawa ‘beban berat’, sebagaimana yang dibawa oleh partikel-partikel quantum, yakni membawa medan gaya yang sangat besar berupa gaya gravitasi, gaya nuklir dan gaya elektromagnetik..!

Wallahu a’lam bissawab.

Catatan Penambahan :

1. Malaikat dalam Hadits

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi’ berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (Hadits Riwayat Muslim, Hadits Online No. 5314)

Misteri Pasukan Burung Nabi Sulaiman ?

Di dalam Grub Facebook, “Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemadjoean“, “Mencari Penghuni Langit” dan “The Origin Of Meaning“. dibahas tentang makna dari Pasukan Burung Nabi Sulaiman.

Ini pembahasannya :

Dalam salah satu ayat Al Qur’an, dikisahkan tentang Bala Tentara Nabi Sulaiman :

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) (Qs. An-Naml (27) ayat 17).

Menurut Ustadz H. M. Nur Abdurrahman (HMNA), Pasukan burung yang dimaksud ayat di atas adalah pasukan gerak cepat, yaitu pasukan kavaleri dan regu-regu pengintai yang membawa burung-burung untuk komunikasi.

Dimana Perintah dari induk pasukan ataupun laporan ke induk pasukan, dilakukan dengan saling berkirim informasi, melalui surat yang diikatkan pada kaki (tubuh) burung.

burung21
Siapa sesungguhnya “Hud-Hud” itu ?

Ada yang berkeyakinan, Nabi Sulaiman bisa bercakap-cakap dengan burung. Mereka percaya Hud-hud sebagaimana dikisahkan di dalam Al Qur’an, adalah se-ekor burung yang istimewa.

Benarkah demikian ?

Mari kita perhatikan, ayat-ayat berikut :

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. “Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. (QS. An-Naml (27) ayat 20-21).

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. (QS. An-Naml (27) ayat 22).

Dari ayat di atas, Hud hud, adalah seorang pejabat militer yang penting, dan bukanlah seekor burung, sebagaimana tafsiran sebagian orang. Ketidak-hadirannya tentu membuat marah Nabi Sulaiman.

surya2

Beberapa alasan, Hud Hud bukan seekor burung…

(a) Sangat aneh jika seorang raja besar, seperti Nabi Sulaiman, sangat gusar atas ketidak-hadiran se-ekor burung kecil, sehingga berkenan akan menjatuhkan hukuman berat kepada burung tersebut.

Akan lebih logis, jika yang dimaksud Hud Hud itu, adalah seorang pejabat tinggi militer. Hal ini bisa dilihat dari beratnya hukuman, karena kesalahan seorang berpangkat tinggi, bisa berpengaruh kepada disiplin tentara secara keseluruhan.

(b) Nabi Sulaiman adalah seorang yang sangat cerdas, tentu bisa memilah-milah kesalahan pihak lain.

Kalau yang salah itu hanya se-ekor burung, tentu ia memaklumi, karena akal pikiran hewan, tidaklah sebaik manusia.

(c) Hud-hud, ternyata sangat paham akan undang-undang dan keperluan-keperluan negara, dan juga paham sekali mengenai tauhid (lihat QS. An-Naml (27) ayat 23- 26), padahal burung-burung tidak demikian.

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar” (QS. An-Naml (27) ayat 23-26).

(d) Ada yang mempercayai Hud hud yang diceritakan di dalam Al Qur’an, adalah sejenis burung yang memiliki nama Noble Hoopoe atau Eurasian Hoopoe [Upupa epops].

hudhud1
Namun anggapan itu, masih sangat diragukan. Hal ini dikarenakan, burung yang di maksud bukanlah burung penjelajah. Padahal diperkirakan jarak antara Palestina ke Negeri Saba, mencapai sekitar 2.000 km.

Catatan Penambahan :

1. Hudhud dimaknai sebagai seorang petinggi militer, juga merupakan pendapat dari Dr. Ir. Soekmana Soma MSP, M. Eng, di dalam bukunya yang berjudul “Ada apa dengan ulama?: pergulatan antara dogma, akal, kalbu & sains“.

Di dalam bukunya tersebut, Soekmana Soma berpendapat :

Kata thair dalam QS. An-Naml (27) ayat 17, berasal dari kata thara, yang berarti terbang dan dapat juga berarti kuda (Shaik Nasr Abu’l Wafa’, The Qamus).

Oleh karenanya, terjemahan QS. An-Naml (27) ayat 17 adalah ::

“Dan dihimpun kehadapan Sulaiman balatentaranya, (yang terdiri) dari kabilah pegunungan yang telah ditaklukkan (jin), pasukan darat (manusia), dan pasukan berkuda (thair), dan mereka dibentuk menjadi beberapa golongan”.

Sementara terjemahan QS. An-Nam (27) ayat 20 :

“Dan ia (Sulaiman) memeriksa barisan thair, lalu berkata : Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia tidak hadir?”

Dengan demikian kata “tafaqqadatthaira” mestinya di-interpretasikan memeriksa barisan berkuda. Sementara Hudhud adalah nama seorang Petinggi Militer, yang kebetulan tidak hadir, dalam momen yang sangat penting, sehingga membuat Nabi Sulaiman marah.

Selanjutnya Nabi Sulaiman berkata :

“Aku pasti akan menghukum dia (Hudhud) dengan hukuman yang pedih, atau kubunuh dia, kecuali ia memberikan alasan yang jelas” (QS. An-Naml (27) ayat 21).

Dari ayat ini jelas Hudhud adalah manusia biasa, bukan seekor burung. Sebab logikanya : apakah pantas seorang Nabi, memarahi seekor burung ?

2. Dengan memperhatikan ayat Al Qur’an :

“Dan ia (Sulaiman) memeriksa barisan thair, lalu berkata : Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia tidak hadir?”

“Aku pasti akan menghukum dia (Hudhud) dengan hukuman yang pedih, atau kubunuh dia, kecuali ia memberikan alasan yang jelas” (QS. An-Naml (27) ayat 20-21).

Hudhud adalah bagian dari barisan thair. Dan jika kita mengartikan barisan thair itu sebagai Pasukan Burung, apakah Hudhud harus seekor burung ?

burung3
Sama halnya, dengan Pasukan Kuda, apakah pemimpinnya harus seekor Kuda ?

kuda1

Dengan demikian, Hudhud tidak harus seekor burung, Hudhud juga bisa manusia biasa, yang merupakan bagian dari Pasukan Burung.

3. Berdasarkan kajian dari Ustadz H.M. Nur Abdurahman, Nabi Sulaiman adalah seorang yang mengerti mantiq burung, yakni memahami makna kicau, gerak-gerik dan perangai serta kebiasaan burung.

Sebagaimana bunyi dari QS. Al Naml (27) ayat 16 :

Wa Qa-la Ya-ayyuha- nNa-su ‘Ullimna- Manthiqa thThayri.

Berkata (Sulaiman): hai manusia, telah diajarkan kepada kami logika burung.

Pada masa sekarang ini ada sebuah disiplin ilmu yang disebut ethology (jangan dikacaukan dengan ecology), yaitu ilmu yang berhubungan dengan perangai binatang (animal behavior), terutama yang berhubungan dengan habitatnya.

Dalam Abad yang lalu ada Sulaiman modern yang bergelar “The Bird Man of Al Catraz”, yaitu seorang penghuni/narapidana di penjara Al Catraz yang faham dan ahli betul dalam hal ethology khusus untuk burung.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Apakah dalam Kejadian Sesungguhnya Nabi Sulaiman AS Dapat Bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?
2. Misi Intelijen Nabi Sulaiman a.s. Pimpinan Jenderal Hud-hud ke Kerajaan Ratu Saba

AL ‘AUL Dalam HUKUM Waris Islam

Menurut istilah fuqaha, Al-‘Aul bermakna bertambahnya jumlah ashlul masalah dan berakibat berkurangnya nashib (bagian) dari para ahli waris.

Hal ini terjadi dikarenakan semakin banyaknya ashhabul furudh, sehingga harta waris habis dibagi, sementara ada ahli waris yang belum menerima bagian.

Dalam keadaan seperti ini, perhitungan waris dilakukan dengan menaikkan atau menambah pokok masalahnya (ashlul masalah), sehingga seluruh harta waris dapat mencukupi jumlah ashhabul furudh yang ada, meskipun di sisi lain, ada bagian dari ahli waris yang berkurang.

waris1
Menurut sejarahnya, di masa Rasulullah sampai masa kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq r.a, belum muncul kasus ‘aul (penambahan) dalam persoalan pembagian waris. Permasalahan ‘aul pertama kali muncul pada masa khalifah Umar bin Khathab r.a.

Ibnu Abbas berkata: “Orang yang pertama kali menambahkan pokok masalah (yakni ‘aul) adalah Umar bin Khathab. Dan hal itu ia lakukan ketika fardh yang harus diberikan kepada ahli waris bertambah banyak.” (Sumber : MASALAH AL ‘AUL DANAR-RADD)

Contoh Kasus :

Seorang pria wafat, meninggalkan istri, lima anak perempuan, ayah dan ibu. Berdasarkan QS. An Nisa’ (4) ayat 11-12, didapat pembagian sebagai berikut :

Istri mendapat 1/8 bagian, lima anak perempuan mendapat 2/3 bagian, ayah mendapat 1/6 bagian dan ibu mendapat 1/6 bagian.

Dalam kakus ini ashlul masalahnya adalah 24, yang di-‘Aul-kan menjadi 27.

Diperoleh hasil :

Istri (1/8 x 24) = 3 bagian
5 anak perempuan (2/3 x 24) = 16 bagian
Ayah (1/6 x 24) = 4 bagian
Ibu (1/6 x 24) = 4 bagian

Total keseluruhan : 27 bagian

Karena ada 5 anak perempuan, maka agar mudah dibagi, total bagian (27), kita kalikan dengan jumlah per kepala anak atau 27 x 5 = 135 bagian…

Maka perhitungan warisnya, terbagi atas 135 bagian, dengan pembagian…

Istri = (3 bagian x 5) = 15 bagian

5 anak perempuan = (16 bagian x 5) = 80 bagian
( dimana masing-masing anak mendapatkan 16 bagian)

Ayah = (4 bagian x 5) = 20 bagian
Ibu = (4 bagian x 5) = 20 bagian

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Kumpulan Artikel] Genealogy dan Misteri Leluhur Nusantara

Silsilah Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Generasi ke-18 Raden Fattah?

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau dikenal sebagai seorang mantan Danjen Kopassus, yang menjadi pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).

Jiwa keprajuritannya, sepertinya di-ilhami oleh salah seorang leluhurnya Raden Tumenggung Kertanegara III, yang merupakan Panglima Laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Gowong (Kedu)

[Selengkapnya]

Jokowi Genealogy, dan Misteri Leluhur Mataram Islam


Berdasarkan catatan KRT.Hamaminatadipura, Maulana Muhammad Jumadil Kubra, adalah orang yang membuka Hutan Mentaok, menjadi sebuah pemukiman, yang dikemudian hari dikenal sebagai Mataram. Maulana Muhammad Jumadil Kubra, sendiri kemudian dikenal dengan gelar Ki Ageng Mataram I.

[Selengkapnya]

Sabina Altynbekova dan Sejarah Kekaisaran Mongol di Asia Tengah ?


Persinggungan antara Kekaisaran Mongol dengan Islam, berawal dari salah seorang cucu Genghis Khanyang bernama Hulagu Khan, ditugasi untuk menaklukkan Kekuasaan umat Muslim di Timur Tengah.

Akibat terpecahnya kekuatan Islam ketika itu, maka sekitar tahun 1258M, kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, berhasil mereka kuasai.

Penaklukan wilayah Muslim, kemudian terus berlanjut di daerah-daerah lain, sehingga Khilafah Islamseakan hancur lebur di tangan orang-orang Mongol.

[Selengkapnya]

Misteri Arjuna dalam Kisah Mahabharata, yang singgah di Nusantara (Sumatera) ?


Melalui penelitian arkeologi, Dr Narahari Achar memperkirakan Kisah Perang Mahabharata terjadi pada sekitar masa 5.000 tahun yang silam. Penemuan Dr Narahari Achar, membuka jalan bagi pemerhati sejarah, untuk bisa memahami keberadaaan masyarakat yang hidup di masa itu.

[Selengkapnya]

Keluarga Jusuf Kalla, dan Silsilah Sultan Hasanuddin ?


Pada sekitar abad ke-15, Kerajaan Gowa Tallo, kedatangan seorang mubaligh bernama Syekh Jamaluddin Husain Akbar. Beliau datang untuk menyampaikan risalah Islam di kerajaan ini.

Dakwah yang dilakukan Syekh Jamaluddin, mendapat simpati dari penguasa Gowa ketika itu, bahkan salah seorang putri kerajaan Gowa Tallo menjadi istri Sang Mubaligh.

Kelak dari zuriat Syekh Jamaluddin ini, lahir seorang ulama terkemuka yang bernama Syekh Yusuf al-Makassari dan seorang pemimpin yang terkenal, bernama Sultan Hasanuddin.

[Selengkapnya]

Misteri Rambut Putih Hatta Rajasa, dan Trah Kerajaan Majapahit ?

Sekitar 600 tahun yang lalu, peristiwa memutihnya rambut seseorang terjadi di Hadramaut Yaman. Peristiwa ini bermula dari menghilangnya seorang pemuda bernama Sayyid Abubakar bin Muhammad Asadillah.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, sang pemuda muncul kembali dengan perawakan wajah yang masih terlihat muda, hanya rambut dikepalanya saja yang memutih

[Selengkapnya]

Silsilah Raden Haji Rhoma Irama


Jika kita membaca biografi Sang Raja Dangdut, Oma Irama (Rhoma Irama), akan kita dapati informasi, bahwa beliau adalah putra dari Raden Burdah Anggawirya.

Raden Burdah Anggawirya, adalah mantan komandan gerilyawan Garuda Putih Tasikmalaya, pada masa perang kemerdekaan. Dan beliau berasal dari keluaga bangsawan Tasikmalaya… [Selengkapnya]

Prince William of England, Alawiyyin dari Trah Eropa?


Para ahli Genealogy Barat, setidaknya mencatat ada 6 Jalur Silsilah yang menghubungkan Pangeran William dengan Muhammad Rasulullah [Selengkapnya].

Misteri Leluhur Bangsa Jawa

wayang1

Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya [Selengkapnya]

(Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?


Berdasarkan penyelusuran Genealogy, ada keterkaitan antara Dinasti Majapahit dengan Nabi Ibrahim. Keterkaitan itu, berawal dari kehadiran Dewawarman I, yang merupakan pendiriKerajaan Salakanagara… [Selengkapnya]

Legenda AJISAKA, mengungkap zuriat NABI ISHAQ di NUSANTARA


Di dalam catatan sejarah, kita mengenal gelar “Sang Haji (Sangaji)” merupakan gelar dibawah “Sang Ratu”, seperti contoh Haji Sunda pada Suryawarman (536M) dari Taruma, Haji Dharmasetu pada Maharaja Dharanindra (782M) dari Medang. Haji Patapan pada Maharaja Samaratunggadewa (824M) dari Medang [Selengkapnya]

Nabi Sulaiman Leluhur Bangsa Melayu, dalam Genealogy, King Khosrow I of Persia (531-578)


Inilah Susur Galur Bitjitram Syah (Sang Sapurba), keturunan Iskandar Zulqarnain yang turun dari Bukit Siguntang Mahameru (Palembang)

“… asal kami daripada anak cucu Raja Iskandar Zulqarnain, nisab kami daripadaRaja Nusirwan, Raja Masyrik dan Maghrib dan pancar kami daripadaSulaiman ‘alaihis salam… ” (Sejarah Melayu (SM), karangan Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi, bait 2.2).

Bitjitram Syah (Sang Sapurba), diceritakan menikah dengan Wan Sendari anak Demang Lebar Daun, Penguasa Palembang [Selengkapnya]

[FAKTA] Bung Karno dan SBY, masih keturunan Raja Sriwijaya ?


Pada tahun 1286M, berdasarkan prasasti yang ditemukan di komplek Candi Padang Roco Sumatera Barat, diketahui bahwa Negeri Sriwijaya di Pedalaman dipimpin oleh seseorang yang bergelar Sri Maharaja Srīmat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa.

Para ahli genealogy meyakini Srī Mahārāja śrīmat tribhuwanarāja mauliwarmadewa, adalah keturunan dari Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, atau Maharaja Imbang Jaya atau Maharaja Sambugita, yang disebut-sebut di dalamsilsilah raja-raja Melayu.

Sementara nama Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, terdapat pada Prasasti Grahi, yang ditemukan di Thailand Selatan.

Prasasti yang bertahun 1183M itu, menginformasikan kepada kita Kerajaan Sriwijaya (beribukota di Dharmasyara), pada saat itu telah kembali bangkit, dan berhasil menguasai daerah hingga Thailand Selatan, selepas dari kehancuran akibat serangan Kerajaan Chola tahun 1025M.

Atas rencana ALLAH jualah, dikemudian hari anak cucu keturunan Sang Maharaja, berkolaborasi (menyatu) dengan keluarga besar Maulana Husain al Akbar. Dan dari penyatuan kedua keluarga ini, telah memunculkan Para Ulama, Penguasa serta Kaum Cendikiawan, dari berbagai tempat di Nusantara, termasuk Presiden Indonesia Pertama, Bung Karno dan Presiden Indonesia sekarang Susilo Bambang Yudhoyono. [Selengkapnya]

[FAKTA] Jokowi, Prabowo dan Rhoma Irama, masih terhitung saudara

jokowirhoma
Berdasarkan penyelusuran genealogy, 3 tokoh nasional, yaitu : Joko widodo (Jokowi), Rhoma Iramadan Prabowo Subianto, masih terhitung saudara satu dengan lainnya.

Ke-3 Tokoh ini adalah keturunan Maulana Ibrahim Asmoro Qondi, melalui kedua anaknya yakni Maulana Ishaq dan Sunan Ampel.

[Selengkapnya]

Misteri Arca Nusantara 2000 SM dan Ajaran Monotheisme Nabi Ibrahim

Di daerah sekitar Pagar Alam, Sumatera Selatan, ditemukan sebuah arca menhir yang sudah berumur sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Uniknya arca tersebut terlihat seperti orang sedang duduk tahiyat, kebetulan arahnya juga ke kiblat [Selengkapnya].

Bani Israel, dalam Keluarga Nabi Muhammad ?


Dan di kalangan Bani Israil, ada yang meyakini bahwa Imam Ali ra. (sepupu Nabi Muhammad), masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Pemimpin Bani Israel, Nabi Daud Alaihi Salam (Selengkapnya).

Silsilah Yusril Ihza Mahendra

Di dalam Blog Pribadinya, mantan menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, bercerita tentang salah seorang leluhurnya Haji Taib, beliau menulis :

“Haji Taib bukan orang asli Pulau Belitung. Ayah dan paman-paman saya mengatakan Haji Taib sebenarnya adalah seorang bangsawan bergelar tengku yang berasal dari Negeri Johor.”

Para ahli genealogy mencatat, bahwa Kesultanan Negeri Johor, yang merupakan asal leluhur dari Keluarga Yusril, berasal dari zuriat Tun Habib Abdul Majid (Bendahara Seri Maharaja). Dan apabila terus diselusuri lebih mendalam akan sampai kepada Keluarga Azmatkhan dan Dinasti Makhdum di Kerajaaan Perlak [Selengkapnya].

Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta


Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan Plato, Peradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadileluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai [Selengkapnya]

Misteri Silsilah Yesus (Nabi Isa)


Banyak yang salah memahami, silsilah Yesus (Nabi Isa) di dalam Bible

Silsilah yang terdapat di dalam Matius 1:1-16 dan Lukas 3:23-38, lebih tepat disebut silsilahnya Yusuf bin Yakub (Matius 1:16) atau Yusuf bin Eli (Lukas 3:23)

Dan Yusuf sendiri, bukanlah bapak biologis dari Yesus (Nabi Isa), ia hanyalah bapak menurut anggapan orang (Lukas 3:23) [Selengkapnya].

Queen Amuhia (The Wife of King Nebuchadnezzar II), Puteri NUSANTARA yang Mendunia


Kisah ini bermula pada peristiwa sekitar tahun 600 SM, ketika Nebuchadnezzar II (King of Babylon), mengirimkan beberapa ekspedisi ke wilayah Timur, yang tujuannya untuk mengambil pohon-pohon besarserta benih-benih bunga pilihan, untuk kemudian di tanam di Taman Tergantung Babylon.

Inisiatif pembuatan Taman Bergantung ini, dilakukan dalam upaya untuk mengobati kerinduan Permaisuri Amuhia, kepada suasana kampung halamannya [Selengkapnya]

Teori Iwak Belido dan Sejarah tenggelam-nya Sundaland…


Sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, bumi memasuki zaman Pleistocene. Pleistocene adalah zaman es dengan permukaan air laut di bawah 100m sampai 150m, jika dibandingkan keadaan saat ini.

Ketika itu… Selat Malaka, Selat Karimata, Selat Sunda dan Laut Jawa, masih berupa daratan, yang menyatukan Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan dan Semenanjung Malaya. Daratan yang luas ini, sebagian ahli geologi menyebutnya sebagai Sundaland [Selengkapnya]

[Kumpulan Artikel] Tinjauan Kritis, Rasional dan Kontroversial

Menjadi MILYADER, lewat IBADAH ?

Islam mengajarkan agar umatnya untuk hidup terbebas dari kemiskinan, sebagaimana do’a Rasulullah :

“…Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kefakiran/miskin dan kekafiran…”

[Hadits Shahih atas syarat Bukhari, dikeluarkan oleh Imam Hakim (1/530) dan Imam Ibnu Hibban (no. 2446).]

Di dalam salah satu hadis, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menjadi dermawan dan bukan menjadi peminta-minta.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -sebagaimana yang telah dibacakan kepadanya- dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbar, beliau menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda beliau: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta (HR. Muslim No.1715)

[Selengkapnya]

Misteri Perjumpaan Rasulullah dgn Malaikat Jibril, di malam Lailatul Qadar ?

lailatul2
Imam Ibnu Katsir
berpendapat, Nabi Muhammad, melihat bentuk asli malaikat Jibril pada dua tempat, yaitu ketika beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira dan ketikamalam Isra’ di Sidratul Muntaha.

Sering kita mendengar kisah Nuzulul Qur’an, yang menceritakan malaikat Jibril mendekapRasulullah sambil berkata, “Iqra’..!”

Tentunya kisah tersebut menjadi tanda tanya bagi kita. Bagaimana mungkin Jibril dalam bentuk asli, bisa mendekap (memeluk) Rasulullah ?

[Selengkapnya]

Asal Muasal Shalat Tarawih

Di dalam salah satu tulisannya, di harian umum Republika, Dr Muhammad Hariyadi, MA, menulis :

Rasulullah tercatat tiga kali melakukan shalat tarawih di masjid yang diikuti oleh para sahabat pada waktu lewat tengah malam. Khawatir shalat tarawihdiwajibkan karena makin banyaknya sahabat yang turut berjamaah, pada malam ketiga Rasulullah lalu menarik diri dari shalat tarawih berjamaah dan melakukannya sendiri di rumah.

Ada hal menarik, dari tulisan Dr Muhammad Hariyadi, MA di atas, yaitu Rasulullah mengerjakan Shalat “Tarawih” adalah disaat biasanya umat muslim melakukan ibadah Shalat “Tahajud”, yakni pada waktu lewat tengah malam.

[Selengkapnya]

ATHEIS dan LOGIKA


Apakah Atheis itu Logis ?

Mari kita ikuti cara berpikir mereka….

Mereka percaya, awal kehidupan berasal dari sejenis atom

Atom-atom ini kemudian saling berinteraksi, membentuk senyawa kimia seperti Asam Amino. Setelah itu, Asam Amino berinteraksi lagi membentuk DNA, yang merupakan komponen pembentuk makhluk hidup… [Selengkapnya]

REVISI Periode KENABIAN ?

Di kalangan Rohaniawan saat ini, masih banyak yang percaya bahwa awal dari kenabian, paling lama sekitar 6.000 SM, atau 8.000 tahun yang lalu. Sebagaimana pendapat, seorang agamawan dari Irlandia, yang bernama James Ussher, yang berpendapat kemunculan Nabi Adam terjadi pada sekitar tahun 4.004 SM.

Pendapat ini, jelas sangat bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah.

Jika kita, membuka lembaran sejarah, di India pada 6.000 SM – 7.000 SM, sudah ada Peradaban Lembah Sungai Indus. Di Iran pada 7.000 SM, manusia telah mengenal almunium. Di Cina pada 7.000 SM, manusia sudah mengenal bercocok tanam. Dan di Indonesia, tahun 6.000 SM, Barus telah didiami manusia. [Selengkapnya]

Siti Aisyah RA, menikah di usia 19 tahun


Kita selama ini mendapatkan informasi bahwa Rasulullah SAW telah melamar Aisyah RAketika berumur 6 tahun dan berumah tangga ketika berusia 9 tahun.

apa benar infomasi itu? [Selengkapnya]

Ketika POLIGAMI dianjurkan NEGARA


Pada masa Perang Dunia I, di Perancis banyak Laki-laki yang gugur. Semula mereka melarangpoligami, namun kemudian berubah menjadi menganjurkan untuk berpoligami

Hal ini dikarenakan, bagaimana nasib para janda tersebut ? dan bagaimana pula nasib anak-anak yatim itu ? Jika Poligami masih tetap dilarang…

Jadi sebenarnya ada situasi tertentu secara perorangan atau dalam masyarakat, poligami bisa dibenarkan… [Selengkapnya]

Menghitung Umur Semesta


Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…

Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…

Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun

Kok bisa secanggih itu ya?

Terus bagaimana angka 18,26 milyar, bisa diperoleh ?

[Selengkapnya]

METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT


Kita sering mendengar kisah tentang kehebatan Nabi Sulaiman, yang bisa mengerti bahasa Semut.

Tentu banyak yang penasaran, bagaimana beliau melakukannya?

Mungkin tulisan ini, adalah jawaban dari semua misteri itu… [Selengkapnya]

Kufu’ dalam Nikah, adalah Perkara dien


Dan ketika, Imam Ali bin Abi Thalib ditanya tentang pernikahan se-kufu’, beliau menjawab:

“Semua manusia kufu’ satu dengan yang lainnya, baik Arab dengan Ajam, Quraisy dengan Hasyim, dengan syarat mereka sama-sama Islam dan beriman.” [Selengkapnya]

MUHAMMADIYAH, terancam GAGAL?


Suatu ketika di dalam Pengajian Kampung Kauman Yogyakarta, sempat terjadi ketegangan.

Hal tersebut dikarenakan, KH. Ahmad Dahlan, yang menjadi pimpinan pengajian tersebut, secara berulang-ulang mengajarkan lafal maupun makna dari Surat Al-Ma’un, yang terdiri atas7 ayat.

Para Santri merasa telah hapal dengan surat itu, meminta KH. Ahmad Dahlan untuk meneruskan pelajaran kepada surat yang lain [Selengkapnya].

Rasulullah, tidak Berpolitik


Ada yang berpendapat,
Nabi Muhammad adalah seorang ahli politik.
Dan dengan ilmu politik yang dimilikinya, beliau bisa menjadi seorang penguasa, yang menjadikan jalan baginya, dalam menyiarkan Islam.

Akan tetapi, setelah dikaji lebih mendalam, pendapat itu sangat keliru,
bahkan, di dalam sejarah hidupnya, beliau pernah menolak untuk berpolitik [Selengkapnya].

Adakah Sunnah Nabi, yang bersifat Situasional ?


Kita sering prihatin, oleh tindakan sebagian umat muslim yang begitu mudahnya, meng-kafirkan saudaranya sesama muslim. Dan yang lebih mengherankan, terkadang fatwa kafiritu muncul, hanya dikarenakan perbedaan dalam menafsirkan isi hadits.

Padahal terkadang perintah atau larangan yang ada di dalam hadits, tidak selamanya bersifat tetap (permanen), akan tetapi kadangkala bersifat situasional [Selengkapnya].

Meninjau Kembali Kisah Isra Miraj Rasulullah


Umumnya para penceramah menerangkan hikmah dari peristiwa Isra’ Miraj adalah turunnya perintah sholat 5 waktu. Hal tersebut berdasarkan sebuah hadits isinya cukup panjang yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya nomor 234 dari jalan Anas bin Malik.

Namun benarkah demikian ? [Selengkapnya]

[Kumpulan Artikel] Fenomena Sains, dalam Tinjauan Spiritual

Isra Miraj dan Bintang Sirius (Syi’ra)

sirius2
Pada saat cahaya (Buraq) masuk di ruang Maarij, Kecepatan Buraq akan menjadi 5,475 x 10^12 km/ detik. Dengan kecepatan ini, Buraq akan sampai di Sirius hanya sekitar 15,7 detik. [Selengkapnya]

Teori Big Bang vs Teori Partikel Berproses

bigbang
Di dalam teori penciptaan alam semesta, setidaknya kita mengenal 2 teori yang populer, yakni teori Big Bang dan teori partikel yang berproses.

Teori Big Bang yang saat ini telah menjadi mainstream, pertama kali diperkenalkan oleh Edwin Hubble. Teori ini juga mendapat dukungan dari Fisikawan terkemuka dunia Albert Einstain (1879-1955).

Sementara Teori Partikel Yang Berproses sendiri, meskipun bukan mainstream, tetapi juga di dukung banyak ilmuwan.

Dan yang lebih menakjubkan lagi, kedua teori ini mendapat sokongan dari Cendikiawan Islam, dengan berdasarkan dalil ayat-ayat Al Qur’an.

Teori Big Bang :
Q.S : Al-Anbiyaa’ (21) ayat 30 :
“Dan tidaklah orang-orang kafir itu melihat bahwa sama’ (ruang-waktu) dan ardh (ruang-materi) itu dahulu sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”

Teori Partikel Berproses :
Q.S. Hud (11) ayat 7 :” Dan Dia-lah yang telah menciptakan sama’ (ruang-alam) dan ardh (materi) dalam enam yaum (tahapan), sedang semesta-Nya atas ALMAA’ (kekosongan mutlak), untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya…”

[Selengkapnya]

Ketika SEL TUBUH bisa BERBICARA ?

Menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.

Seluruh sel tubuh kita ibarat hard disk yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja [Selengkapnya].

Identifikasi Fenomena Wormhole, menurut Al Qur’an?

Di dalam Physics Science, dikenal istilah Wormhole (Lubang Cacing). Wormhole sendiri, menurut batasan Fisika Moderen, adalah bagian dari Alam Semesta yang bisa digunakan sebagai jalan pintas perjalanan yang amat jauh.

Fenomena alam ini secara teoritis, merupakan lorong magnetik yang didalamnya memiliki gravitasi kuat, yang mampu menarik apapun yang masuk ke dalamnya [Selengkapnya].

Kota Makkah, dan penemuan Geologi

Menurut Prof. Korner dari Johannes Guttenburg University, selama era salju (snow age), di Kutub Utara terjadi iceberg. Peristiwa ini perlahan-lahan bergerak ke arah selatan. Adanya proses alam ini mengakibatkan daerah di jazirah Arab menjadi sebuah daerah yang paling subur di permukaan bumi.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang mengisyaratkan bahwa kota Makkah dahulunya adalah daerah yang hijau dan subur.

“Hari akhir tidak akan datang kepada kita, sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai.” (HR.Muslim)
[Selengkapnya]

Teori Fisika Hawking, mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah?

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad, adalah diperjalankannya beliau oleh Allah melalui peristiwaIsra’ Mi’raj.

Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking [Selengkapnya].

Teknologi Komunikasi, Penduduk Surga ?

Dalam meng-analisa peristiwa-peristiwa yang dikisahkan di dalam Al Qur’an, terkadang kita dipengaruhi oleh dinamika perkembangan teknologi. Analisis dari seorang executive muda, yang memahami teknologi 3G, mungkin akan sangat berbeda dengan analisa eyang-nya, yang hanya mengerti kentongan, sebagai alat komunikasi [Selengkapnya].

(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ

Berdasarkan penyelidikan, kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 km per detik. Bila diketahui jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil, maka diperlukan waktu dilintasi oleh sinar dalam 8 menit.

Sedangkan untuk menerobos garis tengah jagat raya memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya, dengan melalui galaksi-galaksi, yang selanjutnya menuju kulit bola alam raya [Selengkapnya].

Rasionalisasi Fenomena Hantu dan Jin Nabi Sulaiman ?

Hantu merupakan sosok dari masa lalu, yang bisa terlihat pada saat ini. Penampakan Hantu, terutama dalam bentuk manusia yang telah meninggal, terkadang membuat rasa takut. bagi mereka yang melihatnya.

Di Indonesia ada beberapa jenis Hantu yang populer, di antaranya Si Manis Jembatan Ancol, Sundel Bolong, Genderuwo serta Tuyul. Keberadaan mereka selalu diselubungi dengan aroma mistis, dan dibumbui oleh cerita-cerita yang menyeramkan.

Penampakan Hantu dalam Sains

iklanjinsulaiman
Di dalam Islam, keberadaan Hantu erat kaitannya dengan keberadaan makhluk halus, yang disebut Jin. Jin memiliki kehidupan bermasyarakat seperti manusia, namun karena berbeda dimensi dengan kita, mereka tidak bisa terlihat.

Jin bisa merubah dirinya dalam berbagai bentuk. Salah satunya, bisa mengubah dirinya dalam bentuk orang-orang yang telah wafat.

Namun tidak semua penampakan Hantu merupakan ulah Jin. Di dalam bukunya ”Spookisma”, DR. M. Mannico mencoba menganalisa Fenomena Hantu ini :

Ruangan yang jarang sekali di kunjungi orang, terdapat suatu zat yang di namakan zat ”Eather perekam”. Zat ini mempunyai kemampuan merekam segala bentuk kejadian, baik berbentuk rupa, bau ataupun suara.

Elecktron-proton-neutron yang berkumpul di dalam atom mempunyai sifat merekam. Bahkan atom terdapat di dalam diri manusia , seperti dalam otak, hati, mata, kulit, syaraf-syaraf, telinga dan bagian tubuh yang lain nya.

hantu6
Jika atom rekaman berkumpul di dalam satu ruangan, yang kebetulan di dalam ruangan tersebut terjadi satu kejadian atau peristiwa. Maka dalam satu waktu di masa mendatang, atom-atom akan memunculkan rekaman suara atau bentuk penampakan, sebagaimana yang dulu pernah terjadi peristiwa di tempat tersebut.

Penampakan tersebut akan timbul dari waktu tertentu dengan mengeluarkan suara atau menampakan dalam bentuk rupa yang tidak berubah. Hanya saja semakin lama akan makin menghilang (rusak) [Sumber : Hantu dalam Sudut Pandang Ilmiah]

Selain itu, penampakan sosok dari masa lalu, bisa berasal dari gelombang energi yang berasal dari Lauhul Mahfudz, yang merupakan perangkat pencatat semua kejadian yang ada di langit dan di bumi.

“Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauhul Mahfuz)” (QS: An-Naml (27) :75).

Skema Penampakan yang berasal dari masa lalu maupun masa mendatang, kira-kira seperti ini :

fenomena1
Misteri Jin Nabi Sulaiman

Di dalam Al Qu’an di kisahkan tentang Jin, yang membantu Nabi Sulaiman untuk mendirikan bangunan-bangunan yang tinggi.

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman, apa yang dikehendakinya, dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam, dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud (Sulaiman), untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu, yang berterima kasih.” (QS. Saba’ (34) ayat 13)

Sudah sama dipahami, Jin sebagai makhluk metafisika (supranatural), tentu ada. Dan kita wajib mempercayai hal-hal yang bersifat ghaib.

Namun apa yang di-dirikan, makhluk Jin di masa Nabi Sulaiman, adalah benda real, bukan benda ghaib.

Artinya yang merancang dan membinanya juga, seharusnya secara Sunnatullah, adalah makhluk real juga, dalam hal ini manusia, atau makhluk Jin (metafisika) yang telah merubah wajud-nya menjadi manusia.

jin1

Mungkinkah Jin, bisa memiliki tubuh kasar ?

Mari kita perhatikan, Hadis Imam Bukhari berikut :

Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bassyar telah bercerita kepada kami Muhammad binJa’far telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Sesungguhnya ‘Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang diantara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya.

Namun aku teringat akan do’a saudaraku, Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam; (“Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku”). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina [sumber hadis]

Pada hadis diatas, keadaan Jin yang ghaib (metafisika), berubah menjadi real. Di mana Rasulullah, bisa menangkapnya, bahkan bisa di-ikat dan bisa dilihat para sahabatnya (meskipun tidak jadi dilakukan).

Dengan demikian, tidak selamanya Jin itu berbadan halus. Para Jin juga bisa berbadan kasar. Dan ketika Jin berbadan kasar, maka keadaannya akan sama dengan manusia, yaitu akan dipengaruhi gaya gravitasi bumi.

Di saat kondisi Jin = kondisi manusia, maka Jin bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia, seperti menyusun batu, mengangkat batu, sebagaimana ketika mereka membangun bangunan-bangunan di masa Nabi Sulaiman.

WaLlahu a’lamu bishshawab