Tag Archives: bani israil

Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?

Ketika Kaum Bani Israil menghadapi kesulitan mendapatkan air, Nabi Musa kemudian berdo’a bermohon kepada ALLAH. Dan ALLAH memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya, sebagaimana firmanNya :

Seketika batu yang dipukul oleh Nabi Musa, memancarkan dua belas mata air yang dapat mencukupi kebutuhan Bani Israil ketika itu.

Lokasi Batu Memancarkan Air

Berdasarkan hasil penelitian, lokasi batu yang memancarkan air ini berada di sebelah barat dari Jebel el Lawz, yang pada saat ini termasuk wilayah Saudi Arabia.

Lokasi Jebel el Lawz (Google Maps)


Pada Batu ini, juga masih terlihat pola erosi air, sebagai bukti bahwa banyak aliran yang keluar dalam beberapa arah.


Keberadaan batu ini, sekaligus juga memberi petunjuk lokasi Gunung Sinai tempat Nabi Musa bersama pengikutnya bermukim.

Berdasarkan rute alternatif perjalanan Nabi Musa bersama pengikutnya, Gunung Sinai yang diceritakan di dalam Al Qur’an, lokasinya berada dalam kawasan Jebel al Lawz (Saudi Arabia).

Referensi :
1. Jebel el Lawz
2. Paran in the Bible is Mecca today
3. Lokasi Gunung Sinai di Saudi Arabia

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
2. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
3. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
4. Masya Allah… inilah 12 Pendapat Tokoh Non Muslim, tentang “Nabi Muhammad” !!

Iklan

Bani Israel, Humanisme Islam dan Pernikahan Syarifah

Di masa lalu, pernikahan antara Bani Ismail (Arab) dengan Kaum Bani Israil adalah sesuatu hal yang biasa.

Bahkan salah seorang istri Rasulullah, Shafiyah binti Huyay ( صفية بنت حيي), berasal dari suku Bani Nadhir (salah satu suku Bani Israel yang bermukim disekitar Madinah).

Dan di kalangan Bani Israil, ada yang meyakini bahwa Imam Ali ra. (sepupu Nabi Muhammad), masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Pemimpin Bani Israel, Nabi Daud Alaihi Salam.

ManusiaTaqwa

Nabi Muhammad dan Humanisme Muslim

Diriwayatkan Ibnu Hisyam, Rasulullah berpesan dalam Haji Wada’:

“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian satu, kalian semua berasal dari Adam, dan Adam itu dari tanah”

“yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian”

“tidaklah orang Arab atas non Arab dan tidak pula non Arab atas orang Arab, tidak pula orang berkulit merah atas orang yang berkulit putih, tidak pula orang yang berkulit putih atas orang yang berkulit merah itu ada kelebihan, kecuali dengan takwa.”

Di dalam catatan sejarah, Rasulullah dikenal sangat anti rasialis, beliau pernah melamar Zainab bint jahsy (seorang wanita keturunan Bangsawan Quraish), untuk anak angkatnya Zaid bin Haritsah (seorang bekas budak).

Di masa itu, juga terjadi pernikahan seorang bekas budak bernama Salim, dengan seorang wanita keturunan bangsawan Quraish bernama Hindun bint Al-Walid ibn Utbah ibn Rabi’ah.

Dan seorang mantan budak Bilal bin Rabbah, yang telah menikahi saudara perempuan Abdurrahman ibn Auf, yang berasal dari Keluarga Bangsawan Suku Quraish.

arab bani israil

Pernikahan Syarifah dalam Sejarah

Teladan dari Rasulullah sebagai seorang Humanisme Muslim Sejati, juga di-ikuti oleh para keturunannya, yaitu anak cucu beliau dari puterinya Fatimah az-Zahrah ra.

Sebagaimana kita pahami, Fatimah az-Zahrah ra. merupakan isteri dari Imam Ali ra, dari pernikahan ini melahirkan 4 orang anak, yaitu : Hasan, Husain, Zainab dan Ummu Kalsum.

Di dalam permasalahan perkawinan, mereka lebih mengutamakan kepada tingkat ketaqwaan, daripada garis keturunan.

Setidaknya tercatat 7 peristiwa pernikahan, antara Syarifah Ahlul Bayt dengan Muslim dari golongan Ahwal (bukan berasal dari keturunan Rasulullah), pada masa awal Perkembangan Islam, yaitu :

1. Sukainah binti Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Zaid bin Umar bin Utsman bin Affan.

2. Fathimah binti Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan.

3. Fathimah binti Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Al-Mundzir bin Zubair bin Al-Awam.

4. Idah binti Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Nuh bin Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah.

5. Fathimah binti Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Ayyub bin Maslamah Al-Makhzumi.

6. Ummul Qasim binti Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Marwan bin Aban bin Utsman bin Affan.

7.  Fathimah binti Abdullah bin Hassan bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulullah, menikah dengan Idris bin Abbas bin Uthman bin Syafie bin Saib bin Abu Yazid, dari pernikahan ini melahirkan  Imam Syafei (Muhammad bin Idris asy-Syafi`i)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Bahan Referensi :

1. Genealogy Adnan Oktar (Harun Yahya)
2. Komunitas Muslim dari Bani Israil
3. Kufu’ dalam Nikah, adalah Perkara dien