Tag Archives: legenda

Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?

Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah benua baru yang letaknya di barat daya Samudera Pasifik, dan menamakannya Zealandia. Dari perspektif geoscience, keberadaan benua ini di-identifikasikan sebagian besar di bawah air.

Sebuah laporan yang baru dipublikasikan oleh Geological Society of America menyatakan bahwa beberapa pulau, terutama Selandia Baru dan Kaledonia Baru, dihubungkan oleh kerak benua yang terendam, dimana secara geologis terpisah, dari Benua Australia dan Antartika (sumber : watchers.news).

benua1

Legenda Burung Roc (Anqa)

Kisah Benua yang terendam tercatat dalam “Kitab Kematian” dari Bangsa Mesir Kuno. Di dalam kitab tersebut diceritakan tentang Benua MU yang tenggelam, yang berakibat kepada kehancuran peradaban umat manusia.

Berdasarkan pendapat peneliti Shershord, Benua MU diperkirakan berada di Lautan Pasifik, menurutnya keberadaan Benua MU, terkait dengan mitos burung roc, yang banyak dijadikan simbol kebangsaan di beberapa negara.

Di dalam epos Shalmameh, tulisan al-Firdausi, terdapat kisah burung roc yang menjadi pengasuh dan memelihara manusia asing yang tenggelam. Dan berdasarkan penelitian Christine Salinger mengungkapkan, burung roc telah ada pada ukiran-ukiran kuno di masa lalu (sumber : makhluk-makhluk yang kembali ke langit, tulisan Anir Mansour).

roc1
Burung roc memiliki kemiripan dengan burung-burung bersayap bundar yang terdapat di Mesir, Babilonia, Asyuria, Guetemala dan Meksiko. Burung ini di dalam sastra Arab Kuno, dikenal sebagai Burung Anqa. Burung ini juga dikenal dengan nama Simurgh dan Phoenix.

Berdasarkan catatan Wittkower di dalam  “The bird and serpent myth”, yang mengidentifikasikan Burung Roc merupakan Burung Garuda, yang pada masa sekarang ini merupakan lambang kebangsaan rakyat Indonesia (sumber : Roc (mythology), roc (physiology)).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” yang berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

[Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

Berdasarkan tulisan Agus Sunyoto, dalam bukunya “Suluk Abdul Jalil”, selepas Bencana di era Nabi Nuh, wilayah Kendhang (Jawa) kedatangan tiga ratus orang pengungsi yang dipimpin Dang Hyang Semar.

Awalnya kedatangan rombongan Dang Hyang Semar ini, ditolak oleh makhluk-makhluk astral yang sebelumnya telah bertempat tinggal di wilayah itu. Namun berkat kegigihan Dang Hyang Semar, akhirnya bangsa manusia bisa berdamai dengan makhluk dunia ghaib.

mahabharata8
Sundaland dan Bangsa Arya India

Pada sekitar tahun 9600 SM, yakni pada masa berakhirnya zaman es, jazirah Sundaland yang berada di sebelah utara Kendhang, tenggelam. Sebagian penduduk Sundaland, kemudian hijrah ke wilayah Kendhang.

Interaksi antara Penduduk Sundaland, dengan anak keturunan pengikut Dang Hyang Semar, kelak menjadi asal muasal leluhur Bangsa Jawa.

Di dalam kisah mahabharata, di tanah Jawa terdapat Kerajaan Pringgadani, yang lokasinya di sebelah timur Kekaisaran Kuru, setelah melewati negeri gajah Pragjyotisha.

Dari Kerajaan Pringgadani ini, kelak akan muncul sosok Pahlawan Mahabharata, yang merupakan putera dari Bima yakni Raden Gatotkaca,

Diperkirakan pada sekitar 5000 tahun yang silam (sekitar 3000 SM), selepas Perang Mahabharata, Pulau Jawa kedatangan bangsa Arya dari India. Kehadiran Bangsa Arya ini, tercatat di dalam silsilah raja-raja Jawa dan Sunda, yang tertulis sebagai keturunan cucu Arjuna, yang bernama Prabu Parikesit.

Menurut catatan sejarah, pada sekitar tahun 2500-1500 SM, Nusantara kedatangan gelombang pendatang dari ras mongoloid serta tahun 300 SM kedatangan pendatang dari Asia Selatan dan Asia Tengah. Kelompok migrasi inilah, yang kemudian mewarnai peradaban di pulau Jawa, mereka berinteraksi dengan penduduk lokal dan membentuk bangsa yang baru.

Bangsa yang baru ini, dikalangan sejarawan dikenali sebagai Bangsa Proto Melayu dan Deutero Melayu, yang saat ini merupakan mayoritas penduduk Jawa pada khususnya dan masyarakat Nusantara (Asia Tenggara) pada umumnya.

Sumber :
1. Tanah Punt, Sundaland, dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?
2. Agus Sunyoto : Suluk Abdul Jalil: perjalanan ruhani Syaikh Siti Jenar
3. 
4. 

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
3. 4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” yang berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ?

Selepas serangan Kerajaan Chola di tahun 1025 M, telah membuat Kedatuan Sriwijaya terpecah menjadi beberapa negara.  Sebagian keluarga kerajaan yang tersisa, membangun Kerajaan Sriwijaya di Pedalaman.

Dalam Legenda Palembang, Kerajaan Sriwijaya di Pedalaman dibangun oleh keturunan Raja Alim, yang merupakan putera dari Penguasa Sriwijaya Bukit Siguntang Palembang, yang bernama Maharaja Sulan (sumber : Legenda Bukit Siguntang).

segentar1
Di masa Maharaja Sulan (Raja Segentar Alam), Sriwijaya Bukit Siguntang disegani oleh negeri-negeri di Nusantara, bahkan Sang Raja dianggap mewarisi kharisma dari leluhur Kedatuan Sriwijaya, Dapunta Hyang Jayanasa.

Raja Segentar Alam juga dikenal dengan nama “Iskandar  Zulqarnain Syah Alam”, nama tersebut ia peroleh setelah dirinya menjadi mualaf (masuk Islam), atas bimbingan seorang ulama terkemuka ketika itu, Puyang Sungai Ogan “Wali Putih”.

Salah seorang keturunan Raja Segentar Alam pergi ke tanah Jawa, kemudian menurunkan raja-raja di sana. Ada yang berpendapat sosok yang dimaksud adalah Puteri Subraba (istri dari Raja Sunda Prabu Guru Dharmasiksa), sementara pendapat yang lain sosok tersebut adalah Ken Angrok (Arok), pendiri Kerajaan Singhasari.

Sepeninggalan Raja Segentar Alam, kekuasaan Sriwijaya Bukit Siguntang dipegang oleh anak keturunan dari puteranya yang bernama Raja Mufti. Di kemudian hari, pusat pemerintahan dipindahkan, ke daerah Lebar Daun, sehingga penguasa Sriwijaya di masa tersebut, lebih dikenal dengan nama Demang Lebar Daun.

Referensi
1. Misteri Panglima Arya Damar
2. Jejak raja-raja Kerajaan Sriwijaya
3. Menyelusuri Dinasti Sriwijaya al Akbar
4. DINASTI AL-KAMIL [keSultanan Perlak]: Bahagian 4
5. Makam Raja Segentar Alam di Bukit Siguntang Palembang

Catatan Penambahan :

1. Diperkirakan anak keturunan Raja Alim, putera dari Maharaja Sulan (Raja Segentar Alam), yang mempelopori berdirinya kerajaan-kerajaan di pedalaman, seperti Kerintang (Indragiri), Pagaruyung, Dharmasraya dan Gasib (Siak).

2. Salah satu versi keturunan Raja Segentar Alam (Raja Sulan Maharaja Sambugita), adalah sebagai berikut (sumber : ).

palembang19b

3. Silsilah Kerajaan Nusantara, dengan mengambil sumber dari berbagai daerah, yang sekaligus untuk merevisi beberapa data silsilah dalam artikel…


WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. [Misteri] Ketika Syaikh Siti Jenar menjadi 2 (dua) ?
3. Rivalitas, VOC – Mataram, dalam kemelut Negeri Palembang tahun 1636 M?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Legenda Raja Mus, Pembawa Ajaran Nabi Ibrahim di Nusantara ?

Dalam legenda dikisahkan, Bani Jawi (Bangsa Melayu) bermula menetap di Negeri Assyria, yang dipimpin oleh Raja Mus.

Raja Mus kemudian hijrah, dan tiba di Swarna Dwipa (Sumatera), ia bertemu dengan aliran sungai yang kemudian diberi nama Sungai Musi (sumber : asal usul bangsa melayu, alter terahsia bangsa melayu iv).

mahabharata1
Misteri Raja Mus

Diceritakan anak keturunan Nabi Ibrahim diperintahkan mengembara ke tempat-tempat yang jauh, untuk menyebarkan agama Tauhid ke seluruh dunia (sumber : halaqah.net).

Raja Mus yang terhitung berasal dari zuriat keluarga ini, tentu ikut mengemban amanah dari leluhurnya tersebut.

Keberadaan Raja Mus sendiri, sepertinya terkait dengan seorang Raja Asyur (Assayria) bernama Sargon II (722-705 SM). Sejarah mencatat Sargon II berhasil menguasai wilayah Jizan (disebut juga Jazan, Gizan atau Gazan) yang dipimpin oleh Mi-ta-a, Raja Mus-ku (sumber : isnet.org, wikipedia.org).

Dari kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian, nampaknya Raja Mus yang terdapat di dalam legenda Bangsa Melayu, adalah indentik dengan Raja Mus-ku yang hidup dimasa Raja Sargon II.

jizan

Kehadiran ajaran Nabi Ibrahim di Nusantara, yang dibawa oleh Raja Mus, jauh mendahului pengaruh agama Hindu dan Buddha, yang disebarkan kemudian.

Ajaran Nabi Ibrahim dikenal dengan nama Braham, keberadaan ajaran ini tertulis pada buku Fa Xian, Catatan Mengenai Negeri-negeri Buddha (PT Ilmu Buana Populer, Jakarta 2005), di halaman 15 :

Pada buku tersebut, berisikan catatan Fa Xian/Fa Shien sepulang dari India di era tahun ke-7 Kaisar Xiyi (411M), ia menulis…

“Kami tiba di sebuah negeri bernama Yapoti (Jawa dan atau Sumatera), di negeri itu Agama Braham sangat berkembang, sedangkan Buddha tidak seberapa pengaruhnya.“ (sumber : asal mula shalat disebut sembahyang).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Kehadiran orang-orang dari jazirah Arabia, juga terekam di dalam mitologi masyarakat Sumatera Selatan. Di Pagaralam dikenal sebutan jeme Nik dan jeme Nuk, mereka dianggap sebagai salah satu leluhur penduduk setempat, dengan ciri memiliki badan yang tinggi besar, hidung mancung, dan kulit putih kemerahan (sumber : sejarah tanah besemah).

2. Pada baris-baris pembukaan, di dalam daftar Sargon II, Raja Assyria ini melukiskan dirinya sebagai penakluk Sa-mi-ri-na (smrn) dan seluruh Bit-Hu-um-ri-a (hmry).

Ada yang mengartikan sebagai wilayah ‘Samaria’ (dalam bahasa Ibrani smrwm) dan kerajaan Omri (dalam bahasa Ibrani ‘mry). Sehingga kekuasaan Raja Sargon II, hanya meliputi wilayah sebelah utara Hijaz.

Namun jika kita menggunakan teks aslinya, letak dari hmry merujuk kepada daerah Jizan, dan di sana terdapat sebuah desa yang bernama Himrayah (hmry) di distrik Abu ‘Arish. Hal ini menandakan Raja Sargon II telah menguasai seluruh daerah Arabia Barat antara Taif sampai dengan perbatasan Yaman.

3. Daerah Mus-ku (msk), merujuk kepada desa Musqu (msq), di daerah perbukitan ‘Aridah, sebelah timur Abu ‘Arish.

jazan1
Artikel Sejarah Nusantara :

1. Arya Wiraraja, Pendiri Kerajaan Islam Tertua di Tanah Jawa ?
2. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
3. Dakwah Islam di Semarang, pada abad ke-15 dan 16 Masehi ?
4. Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?

 

Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!

Hari Kamis Sore, tanggal 25 Desember 2014, yang bertepatan dengan tanggal 3 Rabiul Awwal 1436 H, makam tokoh Betawi, yang juga anggota PITUNG berhasil ditemukan di Pemakaman Puncak Sekuning Palembang (sumber : Makam Tokoh Betawi).

Penemuan makam ini, setelah melalui perjuangan yang melelahkan sdr. Muhammad Ihsan, bersama tim Dzurriyah Aria Jipang dari Jayakarta, Palembang dan Jawa Barat.

pitung3
Sejarah Pitung Betawi

Banyak yang salah mengerti tentang Pitung, Pahlawan dari tanah Betawi. Hal ini disebabkan pengaruh dari kisah-kisah yang beredar di masyarakat, yang menggambarkan Pitung sebagai sosok Jawara, yang membela kaum lemah, melalui keahliannya dalam ilmu beladiri.

Namun sejatinya Pitung itu adalah sebuah organisasi perlawanan rakyat Betawi, terhadap pemerintahan kolonial Belanda. PITUNG merupakan singkatan dari PITUAN PITULUNG, yang bermakna Tujuh Orang Penolong”, yang dipimpin oleh Ratu Bagus Mohammad Ali bin Raden Samirin.

Nama ke-7 Pendekar itu adalah :

1. Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
2. Ratu Bagus Roji’ih Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
3. Ratu Bagus Rais Sonhaji Nitikusuma
4. Hasan
5. Saman (nama Panggilan)
6. Jebul (nama samaran)
7. Abdullah (Dulo)
(Sumber : Pitung dari Kemanggisan/Kemandoran)

Keberadaan organisasi PITUNG ini, tentu sangat menghawatirkan Belanda, dengan segala upaya mereka berusaha memadamkan perlawanan masyarakat Betawi.

Dua orang dedengkot PITUNG, Muhammad Ali dan Roji’ih, berhasil mereka bunuh, namun PITUNG ternyata tidak bubar, bahkan pada tahun 1893 muncul Anggota Pitung yang tidak kalah menakutkan mereka, yaitu Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma

pitung1

Pada tahun 1914, Ahmad Syar’i bersama 2 rekan seperjuangan, membentuk organisasi perlawanan yang bernama “KI DALANG”. Pada masa itu, dikenal 3 (tiga)  orang pemimpin yaitu :

a. KI SAMA’UN , yang berpusat di Teluk Naga Kampung Melayu Tangerang (kini masuk wilayah Provinsi Banten)

b. KI SYAR’IE (KH AHMAD SYAR”IE MERTAKUSUMA), berpusat di Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat.

c. KI ABDUL KARIM DAIM, berpusat di Kampung Duri Gang Jamblang.

Perlawanan “KI DALANG” ini berakhir pada tahun 1924, yang ditandai dengan terbunuhnya Ki Sama’un, serta tertangkapnya Ki Syar’ie, Ki Abdul Karim Da’im bersama pemimpin lainnya.

Tidak beberapa lama ditahan, Ki Syar’ie berhasil kabur, namun beliau tertangkap di Kota Bandung, dan dijatuhi hukuman gantung oleh Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Tetapi belum sempat dihukum, Ki Sya’ie untuk kedua kalinya berhasil melarikan diri.

Selama bertahun-tahun pihak Belanda mencari keberadaan Ki Syar’ie ini, tetapi tidak juga mereka temukan. Dalam pelariannya Ki Syar’ie sempat ke Medan, kemudian di tahun 1926 bermukim di Kota Palembang (Sumber : Biografi Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma).

Dan makam yang ditemukan oleh Muhammad Ihsan di Palembang, merupakan makam dari Ki Syar’ie atau Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma, pembentuk organisasi ‘KI DALANG” sekaligus anggota Kelompok PITUNG yang paling dicari Pemerintah Kolonial Belanda.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma dilahirkan pada tahun 1287 Hijriah atau sekitar tahun 1870 Masehi, sementara masa jabatannya sebagai Gusti Khalifah Bendahara VII, adalah pada periode 1909-1954.

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

[MISTERI] Peradaban NUSANTARA, pada masa Sebelum Masehi ?

Jika kita menyelusuri sejarah Nusantara, kita akan mendapati ada 2 (dua) kerajaan yang dianggap tertua, yaitu:

– Kerajaan Kutai di Kalimantan
– Kerajaan Salakanagara di Jawa Barat

Kedua kerajaan ini, diperkirakan eksis pada sekitar abad pertama Masehi (Salakanagara) dan pada sekitar abad ke-4 Masehi (Kutai).

Bagaimana keadaan Nusantara, sebelum tahun masehi ?
Sudah adakah kerajaan atau Peradaban pada masa itu ?

atlantisbuku
Sedikitnya peninggalan arkeologis, Peradaban Nusantara dari masa sebelum masehi, membuat kita sulit, untuk menjawab kedua pertanyaan di atas.

Namun setidaknya, kita bisa memaparkan beberapa indikasi tentang adanya kemungkinan Peradaban di Nusantara, pada masa sebelum masehi, antara lain:

1. Tentang adanya 2 leluhur Aki Tirem (Pendiri Kerajaan Salakanagara) yang berasal dari pulau Sumatera, yaitu Aki Bajulpakel (sumatera Selatan) dan Datuk Pawang Marga (sumatera utara) (lihat –> http://wp.me/pPmCF-ft)

Ini bisa menjadi indikasi bahwa pulau Sumatera, telah ada kehidupan bermasyarakat pada masa sebelum masehi.

2. Terdapat Legenda Kota Emas Hiranyapura, yang diperkirakan berada di Pulau Sumatera, dalam Kisah Mahabharata.(lihat –> http://wp.me/pPmCF-1gP)

3. Temuan seorang arkeolog Prof. Giorgio Buccellati, yaitu sebuah porselen cekung, yang di atasnya terdapat fosil sisa-sisa tumbuhan cengkeh, yang merupakan tumbuhan khas Nusantara.

Porselin ini diperkirakan berasal dari masa 1.700 SM, ditemuakan di Terqa, Eufrat Tengah. (lihat –> http://wp.me/pPmCF-iV)

4. Temuan bangunan kuno berumur rbuan tahun, yang dikenal sebagai Piramid Gunung Padang.

5. Pendapat Profesor Aryso Santos, melalui bukunya “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005)”, wilayah Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Legenda AJISAKA, mengungkap zuriat NABI ISHAQ di NUSANTARA

Dalam prasasti Kui (840M) disebutkan bahwa di Jawa terdapat banyak pedagang asing dari mancanagara untuk berdagang misal Cempa (Champa), Kmir (Khmer-Kamboja), Reman (Mon), Gola (Bengali), Haryya (Arya) dan Keling.

Untuk kebutuhan administrasi, terdapat para pejabat lokal yang mengurusi para pedagang asing tersebut, misal Juru China yang mengurusi para pedagang dari China dan Juru Barata yang mengurusi para pedagang dari India. Mereka seperti Konsul yang bertanggung jawab atas kaum pedagang asing.

Di dalam catatan sejarah, kita mengenal gelar “Sang Haji (Sangaji)” merupakan gelar dibawah “Sang Ratu”, seperti contoh Haji Sunda pada Suryawarman (536M) dari Taruma, Haji Dharmasetu pada Maharaja Dharanindra (782M) dari Medang. Haji Patapan pada Maharaja Samaratunggadewa (824M) dari Medang. Sumber : History of Java Nusantara

Legenda Ajisaka

Dalam legenda tanah Jawa, kita mengenal nama tokoh Ajisaka. Ajisaka sangat mungkin, berasal dari kata Haji Saka, bermakna Perwakilan Negara (Duta) atau Konsul yang bertanggung jawab atas para pedagang asing, yang berasal dari negeri Saka (Sakas).

Lalu dimanakah Negeri Sakas itu?

Di dalam sejarah India, dikenal negara Sakas atau Western Satrap (Sumber : Western Satrap, Wikipedia). Pada tahun 78M Western Satrap (Sakas) mengalahkan Wikramaditya dari Dinasti Wikrama India. Kemenangan pada tahun 78M dijadikan sebagai tahun dasar dari penanggalan (kalender) Saka. Wilayah Western Satrap mencakup Rajastan, Madya Pradesh, Gujarat, dan Maharashtra.

Para raja dari Western Satrap biasanya memakai dua bahasa yaitu Sankrit (Sansekerta) dan Prakit serta dua aksara yaitu Brahmi dan Yunani dalam proses pembuatan prasasti dan mata uang logam kerajaan. Sejak pemerintahan Rudrasimha (160M-197M), pembuatan mata uang logam kerajaan selalu mencantumkan tahun pembuatannya berdasarkan pada Kalender Saka.

Keberadaan Sakas dengan Kalender Saka-nya, nampaknya bersesuaian dengan Legenda Jawa, yang menceritakan Ajisaka (Haji Saka), sebagai pelopor Penanggalan Saka di pulau Jawa.


Dewawarman I, bukan Ajisaka

Di dalam Naskah Wangsakerta, kita mengenal seorang pedagang dari tanah India, yang bernama Dewawarman I. Beliau dikenal sebagai pendiri Kerajaan Salakanagara. Ada sejarawan berpendapat, bahwa Dewawarman I adalah indentik dengan Haji Saka (Ajisaka). Akan tetapi apabila kita selusuri lebih mendalam, sepertinya keduanya adalah dua orang yang berbeda.

Ajisaka (Haji Saka), tidak dikenal sebagai pendiri sebuah Kerajaan, melainkan dikenal membawa pengetahuan penanggalan, bagi penduduk Jawa. Sebaliknya Dewawarman I adalah pendiri Kerajaan Salakanagara, dan tidak ada riwayat yang menceritakan, bahwa beliau pelopor Kalender Saka.

Dewawarman I di-indentifikasikan berasal dari Dinasti Pallawa (Pahlavas), beliau berkebangsaan Indo-Parthian, yang berkemungkinan salah satu leluhurnya adalah Arsaces I (King) of PARTHIA. Dan jika diselusuri silsilahnya akan terus menyambung kepada Artaxerxes II of Persia bin Darius II of Persia bin Artaxerxes I of Persia bin Xerxes I “The Great” of Persia bin Atossa of Persia binti Cyrus II “The Great” of Persia (Zulqarnain). Sumber : The PEDIGREE of Arsaces I (King) of PARTHIA dan Menemukan Zul-Qarnain, dalam Sejarah

Sementara Ajisaka (Haji Saka), di-identifikasikan berasal dari Sakas (Western Satrap), beliau berkebangsaan Indo-Scythian, dimana susur galurnya besar kemungkinan, menyambung kepada keluarga kerajaan di India Utara (King Moga/Maues). Sumber : Indo-Scythians  dan Maues, Wikipedia

Namun ternyata, kedua Leluhur masyarakat Sunda dan Jawa ini, memiliki satu persamaan, yakni : Dewawarman I (Indo-Parthian) dan Ajisaka (Indo-Scythian), sesungguhnya merupakan Zuriat (Keturunan) dari Nabi Ishaq bin Nabi Ibrahim (Bani Ishaq), yaitu melalui dua anaknya Nabi Yakub (Jacob) dan Al Aish (Esau). Sumber : THE TWO HOUSES OF ISRAEL, Who were the Saxons/Saka/Sacae/Scythians? Sons of IsaacKomunitas Muslim, dari Bani Israil dan (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Lainnya…
01. Misteri Leluhur Bangsa Jawa
02. Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta
03. Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara (Haplogroup O1aM119)