Tag Archives: pendidikan

Lahan 10 hektar disiapkan Muhammadiyah untuk Sekolah Islam Internasional di Melbourne Australia

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Australia, telah membeli lahan dengan luas 10 hektar di Narre Warren East di Melbourne.

Di lokasi ini rencananya akan dibangun sekolah bernama Muhammadiyah Australia Islamic School (MAIS) yang akan dibuka pada tahun 2019.

Laboratory School Muhammadiyah

Pembelian lahan tersebut secara resmi dilakukan pada 25 Mei 2017, namun proses pencarian tanahnya memakan waktu lebih dari 2 tahun, dikarenakan ketatnya peraturan di Australia untuk tanah yang bisa dijadikan sekolah.

Desain sekolah akan melibatkan arsitek profesional dan juga ahli tata kota, dengan memperhatikan kebutuhan siswa-siswi untuk taman kanak-kanak (preparation) sampai dengan Kelas 12. Sekolah ini akan menjadi sekolah Muhammadiyah pertama di luar negeri untuk pendidikan formal dasar dan menengah.

Mengenai sasaran murid yang akan bersekolah di sana, akan merangkul seluruh umat Islam Melbourne terutama yang tinggal di bagian selatan Melbourne. Jadi bukan hanya murid-murid asal Indonesia, tetapi juga dari negara lain.

Salah satu ide dalam pendirian sekolah Muhamadiyah di Melbourne ini adalah sekolah tersebut akan dijadikan “laboratory school”. Dimana sekolah ini akan menjadi pilot project untuk memadukan keunggulan sistem pendidikan Islam yang sudah diterapkan Muhammadiyah di Indonesia dengan keunggulan sistem pendidikan Australia.

Sebagai catatan, pada saat ini jumlah institusi pendidikan yang dikelola Muhammadiyah di Indonesia telah berjumlah 10.381. Institusi ini meliputi TK, SD, SMP, SMA, pondok pesantren dan perguruan tinggi (Sumber : sangpencerah.id).

[Metode Rasulullah] Sistem Jaminan Sosial, tanpa membayar iuran?

Beberapa hari belakangan ini, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) menjadi polemik, dikarenakan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menyatakan BPJS masih belum sesuai dengan Syariah.

MUI bukan melarang keberadaan BPJS, sebab keberadan Lembaga Sosial, yang didanai oleh negara, tentu sangat dibutuhkan masyarakat. Pihak MUI hanya memberi nasihat, agar sistem BPJS ditata lagi agar manfaatnya bisa lebih optimal.

jaminan1
Jaminan Sosial di masa Rasulullah

Di masa Rasulullah, yang bertanggung jawab dalam memberi jaminan sosial bagi masyarakat adalah Pemimpin Negara.

Ketika seseorang wafat, dan meninggalkan anak-anak yang lemah (dhuafa), dimana pihak kerabatnya tidak ada yang mampu untuk membantu, maka tanggung jawab diambil alih oleh negara.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah :

Aku adalah orang yang paling dekat atas kalian semua dalam kitab Allah, maka siapapun dari kalian yang meninggalkan hutang atau anak cucu maka panggillah aku karena aku adalah walinya. Dan siapapun dari kalian yang meninggalkan harta warisan maka hendaklah diwariskan kepada ahli warisnya siapapun dia (Hadits Imam Ahmad Bin Hanbal Nomor 7888, sumber).

jaminan2
Demikian halnya dengan kesehatan, negara yang memberi jaminan secara gratis, tanpa ada bayaran (iuran) dari rakyatnya.

Pernah salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Ubay bin Ka’ab jatuh sakit, dan sebagai kepala negara, Rasulullah mengirimkan tabib (dokter) untuk menyembuhkan penyakitnya.

Seperti hadis dari Jabir ra yang berkata :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengirim seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab. Kemudian tabib tersebut membedah uratnya dan menyundutnya dengan besi panas (Hadits Imam Muslim, buku 39 no.99, sumber)

Untuk jaminan pendidikan, anak-anak kaum muslimin mendapatkannya secara cuma-cuma. Di masa Rasulullah, ketika seorang tawanan perang ingin dibebaskan, salah satu cara menebusnya adalah dengan mengajar kepada sekitar sepuluh orang anak (sumber : globalmuslim.web.id).

Dan berdasarkan ijma Sahabat, gaji para pengajar ditanggung oleh Baitul Mal (Kas Negara), dengan demikian dimasa itu, anak-anak muslim bebas biaya ketika menempuh pendidikan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Silsilah Aneh, dalam Buku Teks Sekolah di Malaysia ?

Dalam menerbitkan sebuah buku, apalagi yang ditujukan bagi pelajar sekolah, sepertinya perlu ke hati-hatian yang ektra. Penerbit buku sudah seharusnya untuk ber-ulang kali melakukan pengecekan dan koreksi, sebelum buku tersebut diterbitkan untuk umum.

bukuaneh1

Referensi :
Penerbit Buku Salah Cetak : Minta Maaf Pada Murid Dan Ibu Bapa

Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?

Jika kita bertanya…

Mengapa masyarakat di Nusantara, menyebut Nederland sebagai Belanda? Mungkin orang Nederland sendiri akan bingung menjawabnya…

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, mari kita kembali membuka lembaran sejarah, 360 tahun yang silam…

Mudzakarah Ulama se-rumpun Melayu

Tidak jauh dari kota Palembang, tepatnya di sekitar daerah Pagar Alam, pada tahun 1650 M (1072 H), pernah berkumpul sekitar 50 alim ulama dari berbagai daerah, seperti dari Kerajaan Mataram Islam, Pagaruyung, Malaka dan sebagainya.

Tokoh utama pertemuan itu, adalah Syech Nurqodim al Baharudin (Puyang Awak), salah seorang keturunan dari Sunan Gunung Jati. Trahnya adalah melalui puterinya Panembahan Ratu, yang menikah dengan Danuresia (Ratu Agung Empu Eyang Dade Abang).

Hasil dari Mudzakarah Ulama abad ke-17, yang dipelopori oleh Syech Baharudin, antara lain:

1. Memunculkan perluasan dakwah Islam. Dengan demikian, paham animisme yang masih berkembang di masyarakat semakin berkurang dan terkikis.

2. Munculnya kader-kader mujahid, yang mengadakan perlawanan terhadap penjajah Eropa.

Sumber : “Sejarah Mudzakarah Ulama abad ke-17”, yang dimuat di http://al-ulama.net


Dari peristiwa Mudzakarah inilah, munculnya istilah Belanda sebagai sebutan bagi bangsa Netherland, yang dianggap berniat menguasai Nusantara ketika itu. Adapun makna kata Belanda, berasal dari kata belahnde (belah = memecah, nde = keluarga).

Dan dengan menyebarnya, istilah Belanda ke seluruh pelosok Nusantara, menjadikan bukti bahwa hasil Mudzakarah tahun 1650M telah menjadi satu “Konsensus Nasional“.

Sementara disekitar tempat terjadinya peristiwa Mudzakarah, dinamai semende, yang bermakna satu keluarga (seme = same = sama = satu; nde = keluarga), yang merupakan lawan dari kata Belanda.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Kesimpulan Sementara…

1. Pada awalnya istilah Belanda, kemungkinan bermula dari kata Holland atau Hollander, sebagaimana yang sering diucapkan oleh para pendatang yang berasal dari Nederland.

2. Kemudian kata Hollander berubah menjadi Hollanda, yang merupakan bentuk penyesuaian dari pengucapan penduduk pribumi Nusantara.

3. Pada perkembangan berikutnya, kata Hollanda berubah menjadi Belanda, yang awalnya adalah akronim sindiran yang diperuntukkan bagi kaum yang berniat memonopoli perekonomian, dengan cara-cara yang kurang terpuji.

4. Akronim sindiran itu sendiri muncul pada peristiwa Mudzakarah tahun 1650, yakni dari kata belahnde (belah = memecah, nde = keluarga).

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri 9 Sahabat Rasulullah, yang berdakwah di NUSANTARA?
3. Syeikh Siti Jenar Menggugat, kultur “Kawula Gusti” dalam Budaya Nusantara?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?