Tinjauan HISTORIS, untuk memahami keberadaan istri-istri RASULULLAH ?

Ayat yang menerangkan tentang, dibolehkannya seseorang berpoligami dengan 4 (empat) isteri (QS. An Nisaa (4) ayat 3), turun setelah terjadi Perang Uhud.

Ayat ini turun, dilatarbelakangi, banyaknya sahabat yang syahid (sekitar lebih dari 70 orang), akibatnya keluarga serta janda-janda para syuhada tersebut, memerlukan perlindungan baik secara kesejahteraan, maupun hukum.

annisaa3

Istri Rasulullah di masa Perang Uhud

Untuk dipahami pada masa perang Uhud, istri Rasulullah Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha, sudah lama meninggal. Dengan demikian istri Rasulullah ketika itu ada 3 orang orang, yaitu bernama Saudah binti Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha, A’isyah binti Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma, dan Hafshah binti Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhuma…

Dengan demikian, saat ayat tersebut turun, Rasulullah tidak memiliki istri lebih dari 4 (empat). Bahkan salah satu istrinya Saudah binti Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha, termasuk wanita yang diberi perlindungan oleh Rasulullah, yang di dalam Al Qur’an di-istilahkan sebagai “Malakat Aymaan”.

muhammad2

Bagaimana dengan istri-istri Rasulullah setelah ayat ini turun ?

Ternyata jika kita pelajari sejarah kehidupannya, mereka sebagian besar adalah yang mendapat perlindungan dari Nabi, tawanan Perang dan Hamba Sahaya pemberian orang lain, yang di dalam istilah Al Qur’an disebut “Malakat Aymaan”

Mereka adalah…

1. Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu ‘anha, adalah janda seorang syuhada perang uhud, yang mendapat perlindungan Rasulullah,

2. Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha, janda dari sahabat Rasulullah, yang hidup serba kekurangan bersama anak-anaknya. Dan ia mendapat perlidungan hukum dan kesejahteraan dari Rasulullah.

3. Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anha, tawanan perang, dibebaskan oleh Rasulullah

4. Ummu Habibah binti Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, mendapat perlindungan Rasulullah, dikarenakan suaminya yang murtad.

5. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab, tawanan perang, dibebaskan oleh Rasulullah

6. Amrah binti Yazid, mendapat perlindungan Nabi, setelah yang bersangkutan baru masuk Islam (nama ini masih diperselisihkan oleh Para Ulama)

7. Mariyah Al-Qibtiyah, Hamba Sahaya pemberian Raja Muqauqis, dimerdekakan oleh Rasulullah

8. Raihanah binti Zaid Al-Quradziyah, tawanan perang, dibebaskan oleh Rasulullah

makam-aisyah1

Sementara istri Rasulullah, yang bukan dari “malakat aymaan”, setelah 2 istrinya (A’isyah binti Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma, dan Hafshah binti Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhuma), adalah :

1. Zainab bintu Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha
2. Maimunah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anhu

# sebelum menikah dengan Maimunah binti Al Harits, Rasulullah sempat akan memperistri Asma’ binti al-Nu’man, namun akhirnya batal.

Dengan demikian, Nabi Muhammad, sebagai seorang yang telah dikarunia-i sifat adil, secara historis, tidak memiliki istri (diluar katagori malakat aymaan), melebihi dari 4 orang…

WaLlahu a’lamu bishshawab

4 responses to “Tinjauan HISTORIS, untuk memahami keberadaan istri-istri RASULULLAH ?

  1. ZULFITRIANSYAH PUTRA

    Reblogged this on Zulfitriansyah Putra.

  2. Alhamdulillah, saya baru tahu hal ini.
    Syukron

  3. lailin hidayati

    alhamdulillah aku lebih faham tentang istri2 rasulullah.tidak seperti yang disngkakan para pria di zaman modern sekarang ini.boleh beristri lebih dari satu tapi maunya yang masih muda belia. naudhubilahi mindhalik

  4. info yg sngt brmnfaat. syukron katsir. jazakalloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s