Tag Archives: al-qur’an

Misteri Thoiron Ababil (Burung yang berbondong-bondong) di Langit Texas, 19 Januari 2017 ?

Sebuah fenomena unik, muncul di Langit Houston Texas USA, pada malam 19 Januari 2017. Nampak segerombolan burung, berbondong-bondong berterbangan di angkasa.

Istilah Al Qur’an untuk fenomena ini adalah Thoiron Ababil, sebagaimana terdapat di dalam QS. Al Fiil (105) ayat 1-5.

al-fiil
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. Al Fiil: 1-5)

birdattack
Kehadiran ribuan burung ini, diduga hanyalah kejadian fenomena alam biasa. Peristiwa yang sama juga terjadi pada sekitar Oktober 2016.

Namun begitu, ada sebagian orang yang mencoba menghubung-hubungkan peristiwa ini, dengan kejadian perpolitikan di Amerika Serikat yang sedang memanas, sejak terpilihnya Presiden Donald Trump.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Terjemahan kalimat “Thoiron Ababil”…

burung1
Sumber : 
1. Tafsir Surah Al Fill 
2. Kisah Pasukan Gajah 
3. Al Qur’an terjemahan per kata
4. Mysterious Bird Apocalypse on Houston Highway

Artikel Menarik
1. Misteri Berlian 222 gram, milik kakek Qarsing dari Sidrap ?
2. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
3. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
4. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?

Iklan

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an terjaga keasliannya, berdasarkan manuskrip kuno “University of Birmingham” ?

Penemuan manuskrip kuno, naskah Alquran di University of Birmingham telah menjadi berita utama di seluruh dunia. Naskah ini mejadi bukti terjaganya keaslian  ayat-ayat Al Qur’an, sejak masa Rasulullah sampai sekarang.

Berdasarkan pengujian radiokarbon, naskah dalam tulisan arab kuno (Hijazi), diperkirakan berasal dari masa antara 568 dan 645 M (24 H), dan kemungkinan ditulis oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad.

manuscript1

Ayat Al Quran di manuskrip tersebut ditulis dengan tinta kuno. Manuskrip ini mulai dikumpulkan sejak tahun 1920an oleh seorang ahli agama, Alphonse Mingana. Koleksi Mingana kemudian disimpan di Universitas Birmingham di bawah Perpustakaan Riset Cadbury (Sumber : detik.com).

Keaslian teks Al Qur’an yang terjaga

Menarik yang dilakukan oleh situs ilmfeed.com (link), mereka mencoba menulisnya kembali dalam bentuk tulisan arab masa sekarang…

manuscript1a
Grafik di atas menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada teks Al Qur’an, mereka adalah identik. Tidak ada kata-kata atau huruf yang berubah.

Berikut adalah terjemahan dari ayat-ayat yang ditampilkan dalam grafik (Link) :

ayat1

1.Thaahaa.

2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;

3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

4. diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,

5. (yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.

6. Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang di bumi, apa yang ada di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah.

7. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.

8. (Dialah) Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.

ayat2

9. Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

10. Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”

11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, “Wahai Musa!

12. Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Thuwa.

13. Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :
1. Tidak semua ahli manuskrip sepakat, tentang usia naskah Alquran, yang terdapat di University of Birmingham…

Seorang sejarawan bernama Abdullah Al-Sharif, menduga naskah tersebut berasal dari era Umayyah antara tahun 41-132 Hijriah. Sebab menurutnya,  pewarnaan dan tanda titik-titik pada naskah, tidak dikenal pada zaman Nabi.

Pakar manuskrip Abbas Tashkandi, mengatakan ada kemungkinan universitas Birmingham, hanya meneliti pada kulit mushaf  dan bukan tulisannya. Kulitnya mungkin saja tua, namun tulisannya bisa lebih baru

Sementara ahli manuskrip, Abdul Sattar Al-Halouji,mengharapkan agar pihak Universitas Birmingham, juga meneliti usia tinta yang digunakan, dan bukan hanya kulit naskahnya saja (Sumber : fimadani.com).

[Rasionalisasi Hadits] tentang Al-Quran yang kebal terhadap nyala api?

Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah pernah bersabda :

Seandainya al-Quran ditulis di kulit yang belum disamak, lalu dilemparkan ke dalam api, ia tidak akan pernah terbakar

Banyak pendapat yang mengatakan hadits ini tertolak, karena bertentangan dengan akal dan kenyataan. Menurut mereka, pada kenyataannya apabila satu mushaf dibakar, maka ia akan terbakar seperti kitab-kitab lainnya (Sumber : Ta’wil Mukhtalaf al-Khadits, tulisan Ibnu Qutaibah).

quran11Rasionalisasi Hadits

Dalam pandangan Ibnu Qutaibah, kita tidak bisa serta merta menolak hadits, hanya berdasarkan penafsiran secara instan, tanpa menelitinya secara lebih mendalam.

Menurutnya makna “kulit yang belum disamak” adalah ibarat tubuh manusia. Seseorang yang telah hafal ayat al-Qur’an di-ibaratkan sebagai al-Quran yang tertulis di dalam tubuh manusia.

Berdasarkan pendapat Al-Ashma’i hadits tersebut bisa dimaknai, seorang muslim yang telah mempelajari al-Quran, kemudian ia menghafalnya (menjaganya), ia tidak akan terbakar oleh api neraka di hari akhirat kelak.

Sebagaimana perkataan Abu Umamah :

“Hafallah al-Quran (bacalah al-Quran). Janganlah kalian mengingkarinya. Sesungguhnya ALLAH, tidak akan menyiksa dengan api neraka bagi hari yang membaca al-Quran.”

WaLlahu a’lamu bishshawab

Tulisan Terkait :
1. Rasionalisasi, Kisah Syaikh Siti Jenar
2. Kisah Sunan Giri, dalam versi yang Rasional?
3. [Penjelasan Ilmiah] Batu Akik Bergambar Ka’bah dari Sulawesi Tengah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Kebenaran Al-Qur’an, tentang Sungai di Dalam Lautan ?

sungai-dalam-laut1

Percayakah Anda adanya sungai di dalam laut?

Tentu, kebanyakan orang berpikir itu adalah suatu hal yang tidak mungkin. Karena pada dasarnya sungai itu airnya tawar, sedangkan laut airnya asin. Jadi, apakah mungkin keduanya bisa ada dalam satu tempat, namun tak bercampur? Nah, inilah salah satu bukti kebesaran Allah SWT, yang telah Dia beritahukan dalam kitab suci umat Islam.

Jika kita lahir di zaman kuno, saat belum ada peralatan “Deep Sea Diving”, kita takkan pernah tahu jika di dalam laut ada sungai tawar yang sama mengalir tapi terpisah seperti ada dinding penghalang.

Mr. Jacques Yves Costeau, seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis, yang dikenal sebagai orang yang sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia, ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat nikmat rasanya karena tidak bercampur/ tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memusingkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Hingga akhirnya ia menemukan jawaban dari apa yang ia cari tersebut di salah seorang professor Muslim. Profesor itu teringat pada ayat al-Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.” Artinya, “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.”

Kemudian dibacakan surat al-Furqan ayat 53, “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Hal ini membuktikan kebenaran dari ayat al-Quran tentang janji Allah yang akan menampakkan keindahan ciptaannya. “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu,” (QS. Fushshilat: 53).

Subhanallah, lagi-lagi Allah telah menunjukkan kebenaran ciptaan-Nya kepada kita, selaku makhluk-Nya. Dan hal ini membuktikan kebenaran al-Quran bahwa apa yang terisi di dalamnya bukanlah karangan dari Nabi Muhammad SAW semata, tetapi mutlak dari Allah SWT. Masihkah kita meragukan akan hal itu?

Sumber :
islampos

Catatan :
Berkenaan dengan issue Mr. Jacques Yves Costeau, telah masuk Islam masih kontroversi, karena ada bantahan tentang hal tersebut (sumber : wikiislam.net).

Misteri Penemuan Manuskrip Al Qur’an abad ke-9 di Benua Amerika, Fakta atau Hoax ?

Beberapa waktu yang lalu, situs worldnewsdailyreport.com, menerbitkan berita yang cukup menghebohkan, yaitu tentang ditemukannya Manuskrip Al Qur’an, yang berasal dari abad-9 M di Benua Amerika.

Berita ini menjadi sangat menarik, dikarenakan masa keberadaan manustrip tersebut, jauh sebelum kedatangan Columbus yang disebut-sebut sebagai Penemu Benua Amerika.

manuskrip1
Di dalam artikel itu dikatakan, penemuan benda arkeologis ini adalah hasil penelitian dari University of Rhode Island. Di katakan naskah tersebut ditemukan di sebuah pot tanah liat, yang diperkirakan berasal dari abad-9 M.

Namun benarkah demikian ?

Di dalam situs thatsfake.com, didapat informasi bahwa University of Rhode Island bukanlah lembaga yang meneliti manuskrip-manuskrip Arab, dan manuskrip yang dimaksud dalam artikel diatas, ternyata ditemukan di afrika bukan di benua Amerika.


manuskrip2
Codicology, Source

Title Page : Nil
Content : Quranic Verses
Date : 9th-10th Century CE
Copyist : Anonymous
Patron : Nil
Origin : Near East or North Africa
Place acquired : Paris
Illuminations : Nil
Calligraphy :Kufi
Number of lines :
Inks : Main text in black
Punctuation: flowery disc to separate between verses.
Frame : Nil
History of Manuscript : Originally belonged to a Professor of Islamic Art in Paris. His family sold some of these vellums to a friend. I acquired this vellum from him in 2013.
Number of folios : 1 f
Support of writing : Dark brownish vellum
Gatherings : N/A
Catchwords :Nil
Dimensions : 19.0 cm x 13.0 cm

WaLlahu a’lamu bishshawab

Cumulonimbus dalam Al Qur’an, QS. An-Nur (24) ayat 43 ?

Pada peristiwa terjadinya kecelakaan Pesawat AirAsia QZ8501, disinyalir bermula dari upaya pilot untuk menghindari awan jenis Cumulonimbus, yang menghalangi rute penerbangan (Sumber : kompas.com).

Awan Cumulonimbus adalah sebuah awan tebal vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat, mirip gunung atau menara. Awan ini terlibat langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrem lainnya.

Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah dan tetes-tetes salju (kristal-kristal es) pada bagian atas (Sumber : news.detik.com).

Karakteristik dari Cumulonimbus, sangat mirip dengan gambaran awan, yang terdapat di dalam Al Qur’an, yakni QS. An-Nur (24) ayat 43 (Sumber : books.google.co.id)…

WaLlahu a’lamu bishshawab

awan2
Sumber Foto : Cumulonimbus Cloudtheonlyquran.com dan twitter

 

Lembaran Daun ini bertuliskan ayat Al Qur’an, dari masa sekitar awal abad ke-8M?

daun1

SEBUAH peninggalan langka dari Al-Quran telah didapatkan oleh Yildiz Art Collection Turki, setelah lelang Sotheby London. Al-Quran itu tertulis dalam lima potong daun yang langka.

Al-Qur’an dari Hijazi ini merupakan naskah dari abad pertama Hijriah. Ini adalah satu di antara yang paling langka dan paling dihormati dari semua contoh produksi naskah Islam.

Al-Qur’an mulai ditulis paruh kedua abad ke-7 atau awal abad ke-8 menurut kalender masehi, hanya beberapa dekade setelah kematian Nabi Muhammad SAW.

Al-Quran ini Terdiri dari lima bagian yang terpisah, setiap daun memiliki 6 sampai 14 baris yang disulam dengan tinta coklat.

Daun Hijazi dianggap contoh awal dari setiap naskah Arab, oleh karena itu dianggap penting bukan hanya untuk makna keagamaan tetapi dalam pengembangan bahasa Arab sebagai bahasa tertulis.

Daunnya mengandung ayat-ayat dari QS al-Araf, Surah al-Anfal dan Surah al-Taubah.

Sumber :
islampos.com