Tag Archives: al-qur’an

Mushaf Al-Quran Masa Para Sahabat, dibuktikan melalui Penelitian Fisika, dan Karakteristik Manuskrip

Pihak Universitas Tübingen, Jerman, Senin (10/11/2014), menyatakan bahwa para penelitinya telah menemukan sebuah mushaf kuno. Setelah diteliti, ternyata mushaf ini lebih tua dari perkiraan saat pertama ditemukan.

mushaf1

Karena ditulis pada abad ke-7 Masehi, seperti diterangkan pihak universitas, berarti mushaf ini ditulis pada masa sahabat Nabi di awal sejarah Islam. Para peneliti juga menerangkan bahwa penulisan mushaf ini diperkirakan ditulis pada 20-40 tahun setelah wafat Rasulullah SAW.

Saat ini, sampel dari kertas mushaf ini dijadikan bahan penelitian internasional tentang sejarah penulisan Al-Quran. Adapun tentang perkiraan umur manuskrip yang sangat kuno ini, juru bicara universitas menyatakan telah menggunakan karakteristik manuskrip dan juga dengan penelitian fisika.

Mushaf yang baru diketahui umurnya ini ditulis dengan menggunakan model tulisan Al-Kufi, yang menurut para peneliti, merupakan model tulisan Arab tertua yang diketahui saat ini.

Sumber :
sangpencerah.com

Iklan

[KAJIAN] Misteri Kisah Ashabul Kahfi, dari Peradaban Suku HOPI di New Mexico ?

Sumber Artikel :
Tulisan Titus di Kompasiana, dan Diskusi di Grup Facebook The Origin Of Meaning

Kisah para pemuda yang tidur selama 300 tahun menjadi misteri yang begitu memikat untuk dipecahkan selama 1400 tahun, sejak quran diturunkan.

(Al-Kahf):9 – Atau kamu mengira bahwa ashabul kahfi dan raqim  itu, di antara ayat-ayat Kami, suatu keajaiban?

Siapakah/apakah sebenarnya yang disebut sebagai ashabul kahfi (penghuni gua) dan raqim (batu bertulis)?

ashabul1

Ashabul Kahfi dari New Mexico

Untuk mengetahui kisah ashabul kahfi, sejenak kita berjalan-jalan ke wilayah New Mexico, tepatnya di situs arkeologi Chaco Canyon, yang benar-benar menakjubkan, bahkan hingga abad 21 kini, misterinya belum terpecahkan oleh para arkeolog dunia.

Berikut cuplikan tentang situs yang mengagumkan ini dari sebuah artikel di:
http://www.univer-science.com/2014/08/mengungkap-misteri-budaya-kuno-chaco.html

Selama lebih dari 2.000 tahun, orang-orang Pueblo kuno menempati wilayah luas di selatan-barat Amerika Serikat. Chaco Canyon adalah pusat utama kebudayaan leluhur Pueblo antara tahun 850 dan 1250 Masehi, tempat ini adalah merupakan pusat untuk melakukan berbagai upacara, perdagangan dan kegiatan politik untuk wilayah prasejarah  Four Corners (Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico).

Puebloans dibuat dari blok batu pasir dan kayu yang diambil dari jarak yang yang sangat jauh, pembuatan lima belas kompleks utama yang diperkirakan telah menjadi bangunan terbesar di Amerika Utara hingga abad ke-19. Bangunan-bangunan besar bertingkat berorientasi pada matahari, bulan, dan arah kardinal, tingginya tingkat organisasi sosial masyarakat, dan aktifitas  perdagangan yang luas, menciptakan visi budaya seperti yang lain terlihat sebelumnya atau sesudahnya di dalam negeri tersebut. Yang lebih menakjubkan lagi, lokasi bangunan-bangunan di situs secara akurat menggambarkan beberapa konstelasi bintang. Disini masih dapat ditemui teknik perhitungan waktu berdasarkan peredaran matahari dan bulan, yang kesemuanya menambah decak kagum pencapaian ilmu astronomi suku Indian kuno sejak 2000 tahun yang lalu.

Namun, semua ini TIBA-TIBA RUNTUH pada abad ke-13 ketika pusat peradaban ini SECARA MISTERIUS DITINGGALKAN dan tidak pernah dihuni lagi. Bagaimana Quran menjelaskan misteri ini?

018,018 : wa ta hsabu hhum -ayqaazhan wa hhum ruquwdun wa nu qallibu hhum dzaata lyamiyni wa dzaata sysyimaali wa kalbu hhum baasithun dziraa’a y hhi bi lwashiydi lawi ththala’ ta ‘alay hhim la wallay ta min hhum firaaran wa la muli- ta min hhum ru’ban

dan (kamu) menghitung mereka bangun, dan (padahal) mereka tidur, dan kami balikkan mereka punya kanan dan punya kiri dan anjing mereka mengulurkan dua lengan nya dengan yang ditutup-rapat, sekiranya nampak atas mereka bagi mengawali dari mereka suatu yang dipercepat dan bagi dipenuhi dari mereka suatu yang ra’ib.

Note : Kata “baasithun” (ba-sin-tha) dalam bahasa inggris adalah : to expand, to extend, to spread, yang berarti merentangkan/membentangkan, sehingga frasa  “wa kalbu hhum baasithun dziraa’a y hhi” dapat diterjemahkan “dan anjing mereka merentangkan kedua tangannya”. Sebagaimana telah disebutkan, bahwa kawasan Four Corners USA adalah kawasan peradaban canggih yang disebut “celestial desert”, dimana lokasi2 situs bertepatan dengan konstelasi bintang. Frasa “anjing merentangkan kedua lengannya” di QS 18:18, adalah kode bahwa lokasi gua terletak di posisi bintang utama dari konstelasi Canis Major (”Anjing Besar”), yaitu bintang Sirius (Syi’raa). sebagaimana dapat dilihat di gambar berikut:

14123936831312320794
Gambar berikut adalah superimpose Canis Major di kawasan New Mexico dengan menggunakan goigle earth;  maka si “anjing besar” sebagai petunjuk awal lokasi kahfi terdapat di Chaco Canyon.

14123941541299201355
Di Chaco Canyon, akan kita temui banyak kahfi (cave), yang disebut KIVA. Seperti ini wujud Kiva-kiva yang berbentuk lingkaran sempurna di Chaco Canyon. Mulai sekarang, kita akan menyebut kahfi sebagai kiva, untuk memperjelas bahwa gua yang dimaksud adalah kiva chaco canyon, bukan gua-gua di lokasi lainnya yang sebelumnya diyakini sebagai lokasi Ashabul Kahfi.

14123943831028841992

Dari sekian banyak kiva di situs yang luas ini, yang manakah kahfi yang dimaksud? Petunjuknya terdapat di QS 18:17 (terjemah oleh Qarrobin Djuti)

018,017 : wa ta raa sysyamsa –idzaa thala’at ta zaawaru ‘an kahhfi hhim dzaata lyamiyni wa –idzaa gharabat tta qridhu hhum dzaata sysyimaali wa hhum fiy fajwatin mmin hhu dzaalika min –aayaati llahhi man ya hhdi llahhu fa hhuwa lmu hhtadi wa man yu dhlil fa lan ta jida la hhuw waliyyan mmu rsyidan

dan dilihat matahari bila terbit nampak memalsu dari kahhfi mereka punya kanan, dan bila terbenam meminjam mereka punya kiri, dan mereka di dalam suasana dari nya, demikian dari ayat – ayat allahh, sesiapa yang akan ditunjuki allahh maka dia yang ditunjuki, dan sesiapa yang akan disesatkan maka tidak akan mendapati bagi nya pengawal, suatu yang lurus.

FRASA:
dan dilihat matahari bila TERBIT nampak memalsu (ta zaawaru) dari sebelah KANAN kiva, dan bila TERBENAM meminjam mereka punya kiri, dan mereka di dalam suasana ( fiy fajwatin ) dari nya.

Dari penelusuran atas kiva-kiva yang berjumlah puluhan dan 6 kiva besar, kita peroleh satu-satunya kiva yang memenuhi syarat dari ayat quran tersebut, yaitu di CASA RINCONADA, yang juga merupakan kiva terbesar dan berlokasi terpisah dengan kiva-kiva lainnya. Dapat kita lihat di gambar berikut, bagaimana tarian sunrise dan sunset terjadi di jendela tertutup ini (disebut niche). Fenomena tarian matahari (sun dance) buatan suku Indian kuno ini hanya terjadi satu tahun sekali, tepat saat summer solstice, tanggal 21 Juni, dan berulang-ulang terjadi tepat di tanggal yang sama selama ribuan tahun. Hitungan yang sangat teliti!

14123944701958173647

dan bila TERBENAM meminjam (ta qridhu hhum) disebelah KIRI mereka di dalam suasana (fajwatin ) dari nya.

Kata “qridhu hhum” mempunyai kata dasar “qaf-ra-dha” yang berarti meminjam atau menggerogoti (eng: gnaw, nibble). Dapat kita lihat dari gambar di atas, saat sunset, spektrum matahari seolah-olah menggerogoti niche di sebelah kanan.

14123945331960772320

“dan dilihat matahari bila TERBIT nampak memalsu (ta zaawaru) dari sebelah kanan KIVA”. Mengapa disebut ta-zaawaru (memalsu)? Karena sinar yang menerpa pintu gua ini, bukanlah sinar matahari langsung, melainkan suatu spektrum yang direkayasa manusia (man-made). Za-waw-ra, dari google translate juga berarti spektrum.

14123945912103742707

Kita akan dibuat takjub melihat kejadian di situs Casa Rinconada ini, bagaimana spektrum matahari sengaja diarahkan dengan perhitungan teliti, sehingga sinar matahari diarahkan masuk melalui jendela terbuka, lalu diteruskan hingga menerpa jendela tertutup di dalam kiva. Di gambar ini, menjadi jelas bahwa yang dimaksud “fajwatin” adalah interior Casa Rinconada yang sangat luas, berbentuk lingkaran sempurna dengan diameter 19m. Fajwatin (fa-jim-wa) berarti “suasana (ambience) atau open space”

14123946701730124488

Gambar Spektrum yang terhalangi manusia:

1412394767954629010

Jendela terbuka casa rinconada tempat sinar matahari masuk :

1412394865841988011

Dapat dilihat lebih jelas arah diagram spektrumnya di gambar berikut:

1412394907278834196

Kita telah mengetahui, bahwa Casa Rinconada adalah lokasi berdirinya “si anjing besar” (canis major), lalu apakah yang dimaksud dengan “anjingnya merentangkan kedua lengannya dengan yang ditutup rapat (bil-washidi)?

Yang dimaksud lengan anjing adalah dua kaki depan anjing yang berdiri. Di dalam casa rinconada terdapat 4 tiang besar berbentuk bulat, dimana 2 tiang depan menggambarkan 2 lengan anjing, dan 2 tiang belakang menggambarkan 2 kaki anjing. Bil-washidi artinya “dengan tangkisan (blockage)”, dimana tiang besar bagian depan berfungsi memblok spektrum matahari sehingga tidak jatuh ke niche no. 28. Sebagai informasi, kiva ini mempunyai 28 niche simetrikal + 6 niche tak simetrikal yang berukuran lebih besar, sehingga total terdapat 34 niche. Berikut gambar spektrum matahari yang diblok oleh lengan anjing.

14123949651228052305

Dapat disimpulkan, situs Casa Rinconada adalah JAM RAKSASA sebagai mesin menghitung  waktu. Kekaguman lainnya, adalah arah orientasi kiva ini tepat di axis utara selatan (true north)!

14123950151480857633

ASHABUL KAHFI DAN RAQIM

Adapun yang dimaksud dengan ashabul kahfi adalah suku HOPI. Dinamakan sebagai penghuni gua karena suku Hopi atau yang biasa disebut “ant people” (umat semut), dikenal sebagai suku yang bertempat tinggal di gua-gua, dan menggunakan kiva-kiva sebagai kubu pertahanan saat bahaya mengintai. Jam raksasa di casa rinconada adalah alat penghitung waktu yang diciptakan oleh suku Hopi. http://slideplayer.us/slide/271368/

Sedangkan yang dimaksud raqim (batu bertulis), adalah suku NAVAJO. Disebut raqim karena kebiasaan dan kemampuan unik mereka menggambarkan posisi-posisi astronomi dan berbagai perisitiwa lainnya di atas permukaan batu, yang disebut dengan istilah PICTOGRAPH.  Bukan hanya pictograph di atas batu, namun lokasi-lokasi situs tepat menggambarkan titik-titik konstelasi bintang. Navajo atau Naabeeho sendiri berasal dari kata Nabha artinya adalah “sky” (langit) atau “atmosphere”. Ini yang disebut sebagai CELESTIAL PICTOGRAPH. Celestial pictograph in chaco canyon:

http://www.theorionzone.com/maps.htm

Banyak peninggalan pictograph suku Navajo, yang paling menjadi pusat perhatian dan menarik minat peneliti adalah pictograph berbentuk SPIRAL yang sekaligus berfungsi sebagai Kalender Perhitungan Waktu, yang disebut “Sun Dagger” (belati matahari). Berikut kecanggihan pictograph “Sun Dagger” suku Navajo, yang tak hanya menghitung waktu berdasar peredaran matahari (solar) namun juga peredaran bulan (lunar).

14123950781027240045

Suku Hopi dan Navajo hidup bertetangga dalam satu area, kedua suku ini dikenal dengan istilah “TWO TRIBES, ONE LAND”, inilah yang dimaksud dengan “dua golongan” di QS 18:12. Masing-masing mempunyai teknik perhitungan waktu yang berbeda. Namun manakah yang lebih teliti perhitungannya?

Qs 18:12 – Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

Dari analisa pictograph “Sun Dagger” milik suku Navajo, dapat diketahui sedikit ketidakakuratan, dimana tercatat siklus meton bulan (yaitu ketika matahari, bumi, dan bulan berada di garis yg sama) tercatat 18.6 tahun, sementara berdasarkan pengamatan modern = 19 tahun (innacuracy 2%).

Referensi:
The Navajo culture is rich, complex and an integral component of the fabric of American history. While ancient Mayan, Egyptian and Inca pyramids might be revered around the world, the Navajos left Americans and the world remarkable treasures in the forms of PICTOGRAPHS. While the ancient Navajo who drew the pictographs are no longer here, their pictographs survive.

Read more : http://www.ehow.com/info_8778995_meanings-navajo-pictographs.html

KESIMPULAN : Dengan temuan ini, maka kita bisa menjawab pertanyaan di QS 18:12, bahwa kalkulasi suku Hopi  lebih akurat dibandingkan Navajo.

IDENTIFIKASI GOLONGAN PENGHUNI KAHFI

Al-Kahfi:19 – Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Bertutur seorang penutur di antara mereka: Sudah berapa lamakah kalian berada?”. Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

Dari ayat di atas, diidentifikasi terdapat 2 golongan, sbb:

1) Golongan “newbie” yang tidak mengetahui sama sekali perbedaan keadaan antara berada di dalam kahfi dan di luar kahfi. Termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang menjawab : “sehari atau setengah hari”. Mereka inilah yang punya uang perak. Ini adalah suku Navajo, mereka dikenal sebagai suku perajin perak (silversmithing). DINE adalah istilah untuk menyebutkan “sehari atau setengah hari” (during the daytime) yang kemudian diabadikan sebagai nama lain dari suku Navajo.

Dari peristiwa ini, kita juga dapat mengambil pelajaran penting bahwa uang perak nilainya tetap sama meski telah berlalu selama 300 tahun.

2) Golongan yang nampak lebih mengetahui perbedaan keadaan antara berada di dalam kahfi dan di luar kahfi. Ini adalah suku Hopi. Termasuk dalam golongan ini :
– si penanya, dia bertanya karena mengetahui perbedaan keadaan
– yg menjawab : “Tuhanmu lebih tahu berapa lama kalian berada”

hopi1

MENGAPA HOPI BERLINDUNG DALAM KIVA?

QS 18:

10 – tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami”.

11 – Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu

16 – Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

Berdasarkan ayat tersebut, maka hanya terdapat satu alasan, mengapa suku hopi yang beriman menghilang berlindung ke dalam Kiva, karena adanya pergolakan agama, mereka memproteksi diri mereka dari paksaan mengikuti ajaran agama lain. Para ahli sebelumnya memperkirakan bahwa kekeringan panjang tanpa hujan selama 20 tahun menjadi penyebab ditinggalkannya chaco canyon, namun sisa-sisa perbekalan harta benda yang ditemukan disini membuat hipotesa ini menjadi lemah.

Was drought alone the only factor in the mass abandonment of the pueblos? Some archaeologists now believe that other factors — RELIGIOUS UPHEAVAL, internal political conflict, or even warfare — may have combined to exacerbate the effects of the drought. Whatever the root causes of the famine were, the archaeological evidence clearly shows it was devastating.

http://www.learner.org/interactives/collapse/chacocanyon.html

Apakah yang berlindung di dalam kiva, hanyalah para pemuda yang sering disebut “the seven sleepers”? Ayat quran mengindikasikan adanya orang-orang di luar “the seven sleepers” yang berlindung dalam kiva namun diketahui tempatnya, sehingga mereka dilempari hingga mati. Beberapa temuan tulang belulang manusia dengan kondisi tengkorak kepala pecah karena lemparan martil batu, menguatkan hal ini. Sisanya yang tidak mati, sesuai QS 18:20, akhirnya menyerah dan mengikuti millah lainnya, karena kurang beriman.

QS 18:20 – Sesungguhnya jika mereka mengetahuimu, niscaya mereka akan melemparimu atau mengembalikanmu kepada millah mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya”.

Siapakah kaum yang melempari dan memaksakan millah? Temuan arkeologi berupa alat pelempar yang disebut “atlatl” serta catatan sejarah menunjukkan bahwa suku AZTEC lah yang saat itu mendatangi Chaco Canyon dan menguasai wilayah ini. Aztec dikenal menyembah para dewa, termasuk dewa ular dan dewa perang. Arti dari atlatl adalah spear-thrower, yaitu semacam alat pelempar martil batu seperti ketapel, dengan kecepatan lontar mencapai 90 km/jam. Bisa dibayangkan akibatnya.

Referensi
AZTEC WEAPON

Tematlatl
The Tematlatl was a sling and of the Aztec warriors ranged projectile weapons. The Tematlatl was made from natural fibres that allowed the Aztec warriors to engage their foes from long distance. The Tematlatl was believed to have a range equal and in some cases superior to the arrows, and the Aztec would use them to pelt their opponents. The stones that the Aztec used with the Tematlatl would be custom chose, and traditionally would be sharpened to cause more damage on impact, although of course stones found in the heat of battle were also suitable for use with a Tematlatl.

Atlatl and Tlacochtli
The Atlatl wasn’t a weapon in itself but was a projectile launching device used by the Aztec warriors to throw their Tlacochtli spear over a longer range. The Atlatl worked by adding extra leverage by extending the arm by another forearms length. This would allow the Aztec to launch the tlacochtli spear a much greater distance.

http://www.legendsandchronicles.com/ancient-weapons/aztec-weapons/

MENGAPA HOPI MENGALAMI BERBAGAI AZAB PEDIH?

Kedatangan suku Aztec, kekeringan panjang berpuluh tahun, lalu datangnya bangsa Spanyol di abad 16 yang merampas kekayaan alam dan melakukan aktivitas missionaries dan penyiksaan bagi yang menolak, adalah serangkaian azab Allah atas melunturnya keimanan sebagian besar suku hopi, dan hanya menyisakan sedikit yang beriman. Hal ini dengan jelas diterangkan dalam ayat, sbb:

QS 18:7 – Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

Mereka terbuai dengan ujian kenikmatan dunia dan segala pencapaian peradaban yang menjadikan mereka bangsa paling unggul.

QS 18:8 – Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

Berdasar petunjuk ayat ini dan dikaitkan kajian ini, terdapat keseuaian dengan catatan sejarah dan kondisi real lokasi di chaco canyon ini. Yang pertama, kedatangan Spanyol dengan missionarisnya, merupakan gambaran dari ayat di surat Al-kahfi sbb:

“Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata:” Allah mengambil seorang anak” (QS 18:4)

Selain itu, kita juga menemukan kesesuaian bahwa wilayah chaco canyon dan seluruh 4 region yang disebut The 4 Corners, kenyataannya adalah daerah rata dan tandus, sebagai ayat yang dilestarikan. Artinya, willayah ini dulu bukanlah tanah rata dan tandus, artinya, canyon ini sebelumnya tidak kekurangan air, ditumbuhi banyak tanaman, subur dan sangat makmur. Setelah mereka melalaikan Tuhan, terjadilah berbagai bencana. Ini sekaligus memgkoreksi kesimpulan para arkeolog, bahwa kayu2 besar yang digunakan sebagai atap bangunan di chaco canyon, berasal dari tempat yang sangat jauh, mengingat kondisi chaco canyon yang tandus, tak mungkin daerah ini menghasilkan kayu. Sementara berdasar quran dan kesesuaian tanda-tanda dari kajian ini, wilayah ini dulu adalah penuh hutan penghasil kayu sebelum menjadi tandus.

Beberapa bukti bahwa suku hopi telah menyembah tuhan-tuhan lain diantaranya adalah rutual tarian ular yang mereka percaya dapat mendatangkan hujan.

14123952371388956790

Ratanya tanah, berdasarkan catatan sejarah, diakibatkan karena banjir yang mengakibatkan longsor, sehingga tersisa sedikit dataran2 tinggi yang disebut Mesa (meja, table). Proses longsor karena banjir ini disebut “Wash”.

TIDUR 300 TAHUN

Saat suku Navajo datang bermigrasi dari Canada menuju Chaco Canyon (kampung halamannya) tahun 1500 AD, mereka menemukan chaco canyon telah kosong dan ditelantarkan. Mengagumkannya, mereka menyatakan bahwa wilayah ini ditinggalkan selama 300 tahun! Tepat seperti yang disampaikan quran. Pernyataan ini menjadi misteri lainnya lagi bagi para ahli, bagaimana suku navajo mengetahui hal ini?

QS 18:25 – Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

Bagi suku hopi, time portal bukanlah suatu hal asing, karena kisah ini dilestarikan kepada keturunannya, menjadi Hopi Legend :

http://www.ghosthuntingtheories.com/2009/11/hopi-legend-portal-between-worlds.html

Referensi:
Hopi legend tells that the current earth is the Fourth World to be inhabited by Tawa’s creations. The story essentially states that in each previous world, the people, though originally happy, became disobedient and lived contrary to Tawa’s plan; they engaged in sexual promiscuity, fought one another and would not live in harmony. Thus, the most obedient were led (usually by Spider Woman) to the next higher world, with physical changes occurring both in the people in the course of their journey, and in the environment of the next world. In some stories, these former worlds were then destroyed along with their wicked inhabitants, whereas in others the good people were simply led away from the chaos which had been created by their actions

Apakah kisah tidur 300 tahun ini hanya terjadi sekali? QS 18:16 menyatakan bahwa ini adalah kejadian yang bisa berulang-ulang, ini telah menjadi indigenous wisdom.

QS 18:16 – Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya salah satu pictograph yang disebut Prophecy Rock, yang menubuatkan bahwa mereka akan keluar dari kahfi dan memulai lagi kehidupan di chaco canyon, setelah dunia menjadi damai dengan datangnya Pahana (True White Brother).

PROPHECY ROCK

Penjelasan makna batu nubuat ini, dapat dibaca di :
http://www.crystalinks.com/hopi2.html

14123952981730850203

SEKILAS TENTANG THE ANCIENT HOPI

Dari wikipedia kita dapatkan nama asli suku hopi adalah “hopituh shinumu” yang artinya “the peaceful people”, atau “the peaceful little ones”, mungkin karena ukuran tubuh mereka yang kecil. Usulan etimologi lainnya menyatakan bahwa hopi berarti humble and peaceful, sejalan dengan jalan hidup mereka yang selalu mengutamakan perdamaian dan kerendahan hati. Meski arti sebenanrnya “hopituh shinumu” masih dibahas namun terdapat kesamaan, yaitu “peaceful”. Orang-orang hopi yang masih hidup hingga kini pun, tak mengetahui dengan pasti jati artinya, karena catatan sejarah yang terputus/hilang, bahkan mereka telah tercabut dari ajaran aslinya. Mereka adalah generasi dari suku hopi yang tak beriman, yang tidak mendapatkan perlindungan kahfi karena pilihan mereka sendiri.

QS:17 – Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Kembali ke etimologi hopi, jangan heran, bila arti “hopituh shinumu” justru dengan mudah kita dapatkan dari bahasa yang sangat tua, yaitu SANSKRIT. Apakah arti dari semua ini? Time will tell. Anda tak perlu mempercayainya saat ini.  Hopituh Shinumu adalah HAPITAH SAMNAMA.

HAPITAH
– deprive (menghilang, mencabut, deposses)
– caused to be left or abandon (meninggalkan, membiarkan)
Artinya : suku ini mempunyai tradisi meninggalkan begitu saja segala sesuatu yang dimilikinya, manakala terjadi ancaman atas diri dan keimanan. Oleh karena itulah, situs chaco canyon terus menjadi misteri tak terpecahkan, SECARA MISTERIUS DITINGGALKAN begitu saja dan tidak pernah dihuni lagi.

SAMNAMA
– bowing down (tunduk, sujud)
– submission (berserah diri)

Dari beberapa arti shinumu : peaceful, bow down, submission, hanya ada satu kata arabic yang tepat menggantikannya:  س ل م ( Sin-lam-mim) : salam, aslam, islam, muslim.

Bagaimana mungkin ancient hopi muslim padahal mereka telah ada jauh sebelum quran diturunkan?

Ikutilah millah bapakmu, Ibrahim. Dia telah menamaimu sebagai MUSLIM dari dahulu (min qabli) dan dalam (kitab) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia (Al Hajj : 78)

Dengan kajian lintas bahasa ini, kita memperoleh sebuah al-bayyinah, bahwa dien tak pernah berubah, yaitu dienul islam.

Beberapa kajian etimology barat sebagai perbandingan:

– The name Hopi is a shortened form of their autonym, Hopituh Shi-nu-mu (”The Peaceful People” or “Peaceful Little Ones”).

– The Hopi Dictionary gives the primary meaning of the word “Hopi” as: “behaving one, one who is mannered, civilized, peaceable, polite, who adheres to the Hopi way

– Hopi is a concept deeply rooted in the culture’s religion, spirituality, and its view of morality and ethics. To be Hopi is to strive toward this concept, which involves a state of total reverence and respect for all things, to be at peace with these things, and to live in accordance with the instructions of Maasaw, the Creator or Caretaker of Earth. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Hopi

Mereka menyebut Tuhan dengan nama “Maasaw”, Sang Pencipta dan Pemelihara.

Salaam

Malam Lailatul Qadar, terbukanya Pintu Alam Malakut

Menurut Imam Al-Ghazali, sebahagian daripada alam malakut terbuka pada Malam Al-Qadar.

Alam Malakut adalah alam ghaib, yang di-antara para penghuninya ialah para malaikat. Alam ini terhijab dari pandangan bangsa jin dan manusia, sebagaimana alam jin terhijab kepada pandangan manusia.

Sumber :
Rahsia Lailatul Qadar Menurut Ihya’ ‘Ulumiddin

lailatul2

Malam Nuzulul Qur’an

Peristiwa turunnya al qur’an (Nuzulul Qur’an), sangat erat kaitannya dengan malam Lailatul Qadar. Dikarenakan di malam Lailatul Qadar inilah, untuk pertama kalinya, wahyu ALLAH diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Imam Ibnu Katsir berpendapat, Nabi Muhammad, melihat bentuk asli malaikat Jibril pada dua tempat, yaitu ketika beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira dan ketika malam Isra’ di Sidratul Muntaha.

Sering kita mendengar kisah Nuzulul Qur’an, yang menceritakan malaikat Jibril mendekap Rasulullah sambil berkata, “Iqra’..!”

Tentunya kisah tersebut menjadi tanda tanya bagi kita. Bagaimana mungkin Jibril dalam bentuk asli, bisa mendekap (memeluk) Rasulullah ?

lailatul3

Sementara kita memahami, bahwa Jibril dalam bentuk asli sangat luar biasa besarnya, sebagaimana bunyi hadits :

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ وَلَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ كُلُّ جَنَاحٍ مِنْهَا قَدْ سَدَّ الْأُفُقَ يَسْقُطُ مِنْ جَنَاحِهِ مِنْ التَّهَاوِيلِ وَالدُّرِّ وَالْيَاقُوتِ مَا اللَّهُ بِهِ عَلِي

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Syarik dari ‘Ashim dari Abu Wa`il dari Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, mutiara dan yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua.

(Hadits riwayat Imam Ahmad. Ibnu Katsir berkata dalam Bidayah Wan Nihayah bahwa sanad hadits ini bagus dan kuat, sedangkan Syaikh Ahmad Syakirrahimahullah berkata dalam Al-Musnad bahwa sanad hadits ini shahih)

Bisa jadi, malam turunnya Al Qur’an adalah peristiwa yang sangat dahsyat. Di malam tersebut bukan sekedar pertemuan antara malaikat Jibril dengan Rasulullah, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di seluruh alam semesta.

Peristiwa Nuzulul Qur’an, telah membuat tubuh Rasulullah seakan menjadi kaku, seperti didekap dan sulit untuk mengeluarkan kata-kata.

Dengan demikian adalah wajar, sepulang dari Gua Hira, Rasulullah seperti baru saja mengalami goncangan jiwa yang hebat. Ia meminta isterinya, Siti Khadijah, menyiapkan kain selimut, untuk menyelimuti dirinya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

semestaalam

Beberapa keterangan tentang Malam Lailatul Qadar

1. Malam Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al Qur’an

إنا أنزلناه في ليلة القدر
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada lailatul qadr.”
(QS. Al-Qadr (97) ayat 1)

2. Malam Lailatul Qadar, lebih baik dari 1000 bulan

ليلة القدر خير من ألف شهر
“Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan.” (QS. Al-Qadr (97) ayat 3)

3. Malam Lailatul Qadar, hadir pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 1878)

4. Malam Lailatul Qadar, bisa ditemui dalam mimpi

أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ
“Aku lihat mimpi-mimpi kalian tentang lailatul qadar semuanya sama menunjukkan pada tujuh malam terakhir. Karenanya siapa saja yang mau mencarinya, maka hendaklah dia mencarinya pada tujuh malam terakhir”. (HR. Al-Bukhari no. 1876 dan Muslim no. 1985)

5. Malam Lailatul Qadar, malam penuh ampunan

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang shalat pada lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Dan barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. (HR. Al-Bukhari no. 1768 dan Muslim no. 1268)

Sumber :
Keutamaan Lailatul Qadr

Bahan Bacaan :
01. Siti Aisyah RA, menikah di usia 19 tahun
02. Meninjau Kembali Kisah Isra Miraj Rasulullah
03. BIDADARI, sebagai pilihan LINGKUNGAN SOSIAL ?
04. Shalat Tarawih, adalah Shalat Tahajud di Bulan Ramadhan ? 

Teori Big Bang (Hubble Baiquni) versus Teori Partikel Berproses (Behram Nazwar Syamsu)

Di dalam teori penciptaan alam semesta, setidaknya kita mengenal 2 teori yang populer, yakni teori Big Bang dan teori partikel yang berproses.

Teori Big Bang yang saat ini telah menjadi mainstream, pertama kali diperkenalkan oleh  Edwin Hubble. Teori ini juga mendapat dukungan dari Fisikawan terkemuka dunia Albert Einstein (1879-1955).

Teori Big Bang menyatakan alam semesta ini, bermula dari satu ledakan besar atom raksasa, yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.

Dan teori ini mendapat dukungan ilmuan muslim Prof Baiquni, yang menurutnya, Teori Big Bang sangat sesuai dengan berita yang terdapat di dalam ayat-ayat Al Qur’an.

bigbang

Proses Pembentukan Alam Semesta, menurut Baiquni

Berikut tathbiq (meminjam istilah M Quraish Shihab), Prof. Achmad Baiquni terhadap ayat-ayat yang terkait dengan penciptaan alam semesta:

1. Pada saat penciptaan (sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu), langit (ruang waktu) dan bumi (ruang materi), yang semula padu (dalam titik singularitas fisis), dipisahkan (ketika keluar dari padanya)

# Q.S : Al-Anbiyaa’ (21) ayat 30 : “Dan tidaklah orang-orang kafir itu melihat bahwa sama’ (ruang-waktu) dan ardh (ruang-materi) itu dahulu sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”

2. Dalam pembangunan langit (ketika ruang waktu keluar dengan ledakan yang dahsyat dari titik singularitas) dilibatkan kekuatan yang tiada taranya (sehingga terjadi gejala inflasi), yang kemudian diekspansikan (sebagaimana ia tampak kini sebagai sebagai universum yang mengembang)

# Q.S. Adz-Dzariyaat (51) ayat 47 : “Dan sama’ (ruang-waktu) itu Kami bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kami-lah yang meluaskannya.“

3. Pada pendinginan yang sangat cepat (sebagai akibat inflasi tercapai keadaan “kelewat dingin”) dan terjadi transisi fase, yang menyebabkan materialisasi energi secara berangsur, (bersamaan dengan terciptanya alam-alam lain di samping kita): materi yang muncul sebagai fase kedua sedangkan energi adalah fase pertamanya

# Q.S. Fushshilat (41) ayat 9, “ Katakanlah patutkah kalian kufur kepada yang telah menciptakan ardh (ruang-materi) dalam dua yaum (fase) dan kalian mempersekutukan-Nya; padahal Dia Tuhan semesta alam.”

semesta15

4. Dengan adanya energi materi dalam ruang alam, maka dimunculkanlah spin partikel sub nuklir, elektron, foton, dan lainnyasebagai gerak pusaran serta ditetapkannya satu muatan-muatan yang merupakan sumber kekuatan atau gaya (gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah, dan listrik magnet) dalam empat tahapan

# Q.S. Fushshilat (41) ayat 10 “Dan atasnya Dia ciptakan rawasiy dan memberkahinya serta menentukan aqwatnya dalam empat yaum sebagai jawaban bagi yang bertanya.”

5. Sementara itu, ketika langit (ruang alam) penuh “embunan” (sebagai akibat dari inflasi, sehingga energi berubah menjadi materi). Allah mengundangkan segala peraturan yang ditaati ruang dan materi (sebagai hukum alam yang mengendalikan sifat dan kelakuan jagad raya)

# Q.S. Fushshilat (41) ayat 11 : ” Dalam pada itu Dia mengarah pada penciptaan langit (ruang-alam) dan ia penuh “embunan (dukhan)” (dari materialisasi energi), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada al-ardh (materi) : Datanglah kalian mematuhi (peraturan)-Ku dengan suka atau terpaksa; keduanya menjawab: Kami datang dengan kepatuhan.”

planet1

6. Allah menjadikan tujuh langit (ruang alam) dalam dua tahap, (pada saat inflasi dan sesudahnya) dan menetapkan hukum-hukum alam yang berlaku di dalamnya. Serta menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita (dalam bentuk bintang, bulan, mata hari dan sebagainya) serta menjaganya ( dengan memberikan atmosfer, lapisan ozon dan sebagainya)

# Q.S. Fushshilat (41) ayat 12 : “Lalu diciptakan-Nya tujuh langit (tujuh ruang alam) dalam dua tahap, dan pada setiap langit (ruang alam) Dia mewahyukan urusannya masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui”

7. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit (ruang alam) dan tujuh Bumi padanannya (atau materi masing-masing alam yang di dalam ayat tersebut dinyatakan memiliki hukum mereka masing-masing yang tidak perlu sama)

# Q.S At-Talaaq (65) ayat 12 : “Allah yang menciptakan tujuh langit (tujuh ruang alam) dan tujuh bumi padanannya (materi masing-masing alam). Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”

8. Allah menciptakan langit (ruang alam) serta bumi (materi alam) dan apa saja yang berada di antaranya dalam enem priode atau tahapan, sambil menegakkan pemerintahan-Nya. (tahap inflasi dan tahap ekspansi ruang alam yang sesuai dengan tahap energi dan tahap materialisasi yang diikuti tahap penciptaan interaksi gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah dan elektromagnetik)

# Q.S. As-Sajdah (32) ayat 4 : “Allah-lah yang menciptakan langit (ruang-alam) dan materi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam yaum, dan pada saat itu pula menegakkan pemerintahan-Nya (yang seluruh perangkat peraturannya ditaati oleh segenap mahluk-Nya dengan suka hati)… ”

semesta16

9. Dia menciptakan langit (ruang alam) serta bumi (materi alam) dalam enam tahapan sementara itu telah ditegakkan pemerintahan-Nya pada materi yang bersifat fluida (atau segal peraturan atau hukum alam-Nya telah efektif pada seluruh makhluk-Nya, yang pada waktu itu masih berujud zat alir yang sangat rapat dan sangat panas)

# Q.S. Hud (11) ayat 7 : ” Dan Dia-lah yang telah menciptakan ruang-alam dan materi dalam enam tahapan, sedang pemerintahan-Nya telah tegak pada fase zat alir, untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya”.

10. Allah menahan alam semesta untuk tidak “mbedal” dan untuk tidak mengembang terus tanpa henti

# Q.S. Fathir (35) ayat 41 : ” Sesungguhnya Allah menahan ruang-alam dan materi di dalamnya agar jangan lenyap (sebagai jagad-raya yang terbuka), dan sungguh jika keduanya akan lenyap tiada siapa pun yang dapat menahan keduanya selain Allah; sesungguhnya Dia
adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun”.

11. Allah akan mengecilkan kembali jagad raya seperti sedia kala, ketika jagad raya diciptakan pada awalnya, yang menjamin bahwa alam kita bersifat tertutup (closed universe)

# Q.S. Al-Anbiyaa’ (21) ayat 104 : ” Pada hari Kami gulung ruang alam laksana menggulung lembaran tulis; sebagaimana Kami telah mulai awal penciptaan, begitulah Kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan
melaksanakannya”.

semesta12

Teori Big Bang bukan tidak ada yang menentangnya, salah satu penentangnya adalah Dr. Behram (Berhram Kursunoglu, Direktur Pusat Theoritical Studies pada University Miami USA). Menurut Teori Dr. Behram, penciptaan alam semesta bukanlah berasal dari peristiwa ledakan atom raksasa (Big Bang), melainkan akibat dari partikel-partikel yang berproses.

Proses Pembentukan Alam Semesta, menurut Nazwar Syamsu

Teori Dr. Behram ini mendapat dukungan oleh seorang cendikiawan muslim, yang bernama Nazwar Syamsu.

Di dalam bukunya yang berjudul “Al Qur’an, dasar tanya jawab Ilmiah”, Nazwar Syamsu mencatat setidaknya ada 5 hal yang masih misteri dalam Teori Big Bang, yaitu :

1. Bagaimana bisa terwujud atom raksasa ?
2. Jika atom raksasa tersebut di merupakan, ciptaan ALLAH, mana dalilnya dalam Al Qur’an ?
3. Dimana dahulu atom raksasa itu berada, sebelum terjadi ledakan ?
4. Mengapa ada sebagian galaksi yang semakin mendekat ?
5. Mengapa planet-planet (materi) yang terjadi akibat ledakan, berbeda-beda wujud dan fungsinya ?

Menurut Nazwar Syamsu, alam semesta bermula dari ALMAA’ (Kekosongan Mutlak), yang diberi Rawasiya (Daya Magnet), sehingga muncul partikel-partikel yang membentuk atom Hydrogen.

Hydrogen atas ketentuan ALLAH kemudian mempergandakan diri membentuk elemen-elemen lain, yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda.

1. Alam semesta bemula dari Kekosongan Mutlak

# Q.S. Hud (11) ayat 7 :” Dan Dia-lah yang telah menciptakan sama’ (ruang-alam) dan ardh (materi) dalam enam yaum (tahapan), sedang semesta-Nya di atas ALMAA’ (kekosongan mutlak), untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya…”

2. Kemudian ALLAH memberinya Rawasiya (Daya Peneguh Magnet)

# Q.S. Fushshilat ayat 10 :” Dan Dia menjadikan Rawasiya (Magnet sebagai Peneguh) dari atasnya, dan Dia memberkahi serta menentukan kadar aqwat [daya yang membentuk kekuatan] padanya dalam empat yaum (tahapan). Itulah penjelasan bagi yang mempertanyakan.”

semesta17

Para ilmuwan kini memahami bahwa semua proses yang berlangsung di alam semesta ini diatur dan diteguhkan oleh empat macam interaksi (gaya, force), yaitu:

Pertama, Interaksi Gravitasi, yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel yang mempunyai massa, mengatur tarik-menarik benda-benda, mulai dari meneguhkan kita pada permukaan bumi sampai kepada pembentukan tatasurya dan galaksi.

Kedua, Interaksi Elektromagnetik, yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel yang bermuatan listrik, mengatur seluruh reaksi kimia, mulai dari terbentuknya atom sampai kepada proses berfikir dalam otak manusia.

Ketiga, Interaksi Kuat (Strong Interaction), yaitu gaya yang mengikat partikel-partikel (zarrah-zarrah) proton dan netron yang menyusun inti atom.

Keempat, Interaksi Lemah (Weak Interaction), yaitu gaya yang mengatur perubahan suatu atom menjadi atom lain, mulai dari proses keradioaktifan (transmutasi inti) sampai kepada perubahan hidrogen menjadi helium pada matahari dan bintang sehingga tetap memancarkan cahaya.

semesta19

3. Dengan adanya Rawasiya (Daya Peneguh Magnet), terjadilah proses partikel sehingga terbentuk kumpulan hydrogen

# QS. Al-Anbiya’ (21) ayat 30 : “Tidakkah orang-orang kafir itu memperhatikan bahwa ruang alam dan materi dulunya sebingkah (kumpulan Hydrogen), lalu KAMI pisahkan keduanya dan KAMI jadikan tiap yang hidup dari ALMAA’ (atom asal Hydrogen). Tidakkah mereka beriman ?”

Ketika ALMAA’ (Kekosongan Mutlak) diberi Rawasiya (Daya Magnet), maka berputarlah kekosongan tadi menjadi inti atom yang berputar pada sumbunya.

Kini ALMAA’ tersebut telah menjadi Nuclear. Kemudian Nuclear yang terdiri dari ALMAA’ dan Rawasiya yang berputar menimbulkan Elektron dan Positron sebagai pembungkus, komposisi kesemuanya ini dinamakan Hydrogen sebagai atom asal.

4. Atas ketentuan ALLAH, kemudian atom asal Hydrogen ini menggandakan diri, sehingga membentuk kumpulan Hydrogen. Kumpulan Hydrogen ini lalu terpisah, membentuk elemen-elemen lain, yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda.

Dari kedua teori ini, baik Teori Big Bang maupun Teori Partikel Berproses, sama-sama mendapat sokongan dari ilmuwan muslim, dan masing-masing pihak menggunakan dalil Al Qur’an, untuk memperkuat argumennya.

Mana yang benar ?

Hanya kepada ALLAH “kebenaran sejati” itu berasal, dan kita hanya mencoba untuk mendekatinya…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :

1. Baiquni, Achmad, Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman, Jakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 1996, Cet. Ke-1, h.233-234

2. Al Qur’an dasar tanya jawab Ilmiah, tulisan Nazwar Syamsu

3. Diskusi Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)
4. laskarislam.com
5. irfananshory.blogspot.com
6. forum detik.com

ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ?

Data sementara mengenai luasnya alam semesta, adalah sebagai berikut :

– BUMI merupakan planet ke-3 dari susunan planet yang mengelilingi BINTANG yang bernama MATAHARI
– Matahari adalah 1 dari sekitar 200 milyar bintang yang bergerak berputar bersama mengelilingi inti galaksi Milkyway/ Bima sakti. Jumlah galaksi-besar (large galaxi) ada 350 Milyar, dan galaksi kecil (dwarf galaxies) ada 7 trilliun buah
– Galaksi Bimasakti bagian dari kumpulan galaksi lain membentuk gugusan galaksi, diprediksi ada 25 Milyar gugusan
– Gugusan galaksi berkumpul membentuk super cluster, diprediksi ada 10 Juta super cluster

Bintang-bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ), diprediksi sekitar 30 milyar trilliun (3×10²²) buah.

Keluasan alam semesta diprediksi berdiameter 14.5 Milyar tahun cahaya, dimana 1 tahun cahaya (ly : light year) = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer).

Adakah makhluk diluar sana?

Syaikh Muhammad al-Ghazali di dalam bukunya, berpendapat bahwa bumi yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu di alam semesta yang amat besar.

Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dengan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya.

Kitab suci al-Qur’an memang tidak bercerita secara jelas (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita, mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia, berikut planet dimana mereka tinggal.

Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnyaal-Qur’an juga menolak keabsahan teori-teori keberadaan mereka (penghuni langit), sebab sebaliknya justru al-Qur’an menggambarkan kekuasaanNYA di semua alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.

Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.  (QS. Asy-Syura (42) ayat 29).

Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. (QS. An-Nur (24) ayat 45)

Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya.

Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur (24) ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia, dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya.

Sehingga merujuk istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja, serta mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud Kitab Suci itu sendiri.
….

Keberadaan planet-planet yang berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur’an :

Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan pengetahuan-Nya. (QS. Ath-Thalaq (65) ayat 12)
Jika kata langit dan bumi disebut dengan bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada di jagad raya.

Apa yang ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman (55) ayat 29)

Cerdas dan berakalkah makhluk luar angkasa (Alien) itu ?

Pertanyaan ini spekulasi, karena kita tidak atau belum pernah bertemu dengan satupun mahluk berakal angkasa luar. Jadi, karena tidak pernah bertemu, maka kemungkinan jawabannya bisa tidak bisa ada.

Lalu bagaimana peran manusia di alam semesta ini?. Apakah Al Qur’an menjelaskan atau setidaknya menerangkan keberadaan mahluk berakal, selain yang ada di bumi yang kita tinggali ini?.

Berdasarkan Teori Kemungkinan. Ada sejumlah bintang yang sangat-sangat banyak di luar galaksi kita. Yang bisa dideteksi saja mencapai 30 milyar trilliun (3×10²²). Jadi, kemungkinan 0,000.000.001% (sepermilyar persen) saja asumsi ini dibangun, masih akan ditemukan sekian-sekian kemungkinan adanya mahluk berakal selain kita. (Statistik cenderung akan mengatakan kemungkinan itu ada. Jadi, bisa diambil kesimpulan kemungkinan itu ada.)

Berdasarkan logika saja.

Alam ini begitu luasnya, sangat jauh lebih luas dari perkiraan-perkiraan manusia.

Awalnya manusia berpikir bahwa, bumi itu datar. Peradaban berkembang, manusia menduga bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Kemudian, kini manusia paham bahwa manusia tinggal di bumi yang ada di satu galaksi saja di antara jutaan galaksi di alam semesta.

Kemudian manusia mengerti bahwa kita ternyata tinggal hanya di salah satu sisi galaksi di tepi alam semesta yang terus meluas dengan kecepatan tinggi di mana jarak satu titik dengan titik galaksi lainnya saling menjauh seperti titik-titik permukaan balon yang ditiup mengembang.

Kalaupun ada mahluk berakal di tempat lain di sisi alam semesta lainnya, jaraknya semakin jauh. Untuk bisa menembusnya, diperlukan pengetahuan dan teknologi yang harus sangat maju.

Ilmuwan berpikir bahwa ada cara untuk menembusnya, baik melalui stargate, teleportasi, lubang cacing (worm hole), dan lain sebagainya. Paling tidak film-film fiksi sains memvisualisasikan kemungkinan ini.

Kecerdasan Makhluk di luar bumi

Setidaknya ada 2 pandangan :

(Pandangan I)
Fahmi Basya (Dosen UIN Jakarta) yang terkenal dengan pelatihan spiritual dan matematika Al Qur’annya menjelaskan (dan tampaknya beliau percaya) bahwa mahluk di luar bumi itu ada. Soal cerdas atau tidak, tampaknya beliau percaya juga, bahwa mahluk luar bumi itu memiliki kecerdasan. Ayat yang mendukungnya adalah QS. At Thaalaq (65) ayat 12, yang berbunyi :

* Allah Yang menciptakan tujuh langit dan sebagian bumi seperti mereka, Dia turunkan perintah antara keduanya, agar kamu ketahui bahwa Allah atas tiap sesuatu Berkuasa, dan sesungguhnya Allah sungguh meliputi karakter tiap sesuatu dengan Ilmu (Versi Fahmi Basya)
* Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Versi Depag)
* Allah is He Who created seven heavens, and of the earth the like of them; the decree continues to descend among them, that you may know that Allah has power over all things and that Allah indeed encompasses all things in (His) knowledge. (http://etext.virginia.edu/)
* GOD created seven universes and the same number of earths. The commands flow among them. This is to let you know that GOD is Omnipotent, and that GOD is fully aware of all things. (http://www.submission.org/suras/sura65.html)

(Pandangan II)
Sebaliknya yang meyakini makhluk itu ada tetapi tidak berakal atau lebih rendah tingkatan dari manusia adalah berdasarkan ayat berikut:

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, sebagai rahmat dari padaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 13)

Dengan ayat ini cukup jelas bahwa manusia adalah makhluk yang berkuasa atas segala sesuatu di langit dan di bumi secara merata. Ini dapat diartikan bahwa, kita adalah satu-satunya makhluk yang berakal di bumi maupun di langit.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :

The Universe within 14 billion Light Years
The Visible Universe

http://www.atlasoftheuniverse.com/universe.html
Adakah Mahluk Berakal di Luar Bumi? -2
http://agorsiloku.wordpress.com/2007…i-luar-bumi-2/
apa benar sih zona Photon tahun 2011-2012
http://myquran.org/forum/index.php?topic=44665.0
Antara Superman, Aliens dan Al-Qur’an
http://arsiparmansyah.wordpress.com/…-dan-al-quran/
Adakah Makhluk Luar Angkasa itu
http://nizmaanakku.blogspot.com/2007…gkasa-itu.html
Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal
di Luar Planet Bumi
http://pengajianbremen.wordpress.com/2012/02/17/petunjuk-al-quran-tentang-makhluk-berakal-di-luar-planet-bumi/
Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)
http://id-id.facebook.com/groups/343170502375847

(*) Beberapa dalil Hadits, berkenaan dengan keberadaan Penghuni Langitsilahkan kunjungi catatannya disini…

[Misteri] Teori Invasi ALIEN dalam Kisah Ya’juj dan Ma’juj ?

Ada yang percaya di masa depan, Bumi akan mendapat serbuan dari Alien. Hal tersebut dapat kita lihat di berbagai berita, baik media cetak maupun elektronik.

Berkenaan dengan Serbuan Makhluk Luar Bumi, terdapat teori dengan berdasarkan kepada berita Al Qur’an :

Hingga apabila dibukakan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al Anbiya (21) ayat 96)

Ayat ini mengindikasikan bahwa Ya’juj dan Ma’juj muncul bukan dari bawah. Tapi dari atas. Dan kata “seluruh tempat yang tinggi” dapat diasumsikan bahwa mereka bukan muncul dari atas gunung tertentu. Namun lebih berkonotasi seperti turunnya air hujan.

Ayat diatas juga membantah kalau Ya’juj dan Ma’juj muncul dari atas seluruh gunung. Karena tembok Zulkarnain (sepanjang pengetahuan kami) hanya ada satu, dan letaknya bukan di atas seluruh gunung.

Jadi misteri ayat ini adalah, tembok Zulkarnain yang menghalangi invasi Ya’juj dan Ma’juj itu. sebenarnya bangunan apa?

Mengapa strukturnya harus dari Kerangka Besi, dibalut Cor Tembaga (QS. Al Kahfi (18) ayat 94-96), dan Sangat Tinggi?

Bagaimana caranya bangunan ini menghalangi Ya’juj dan Ma’juj ribuan tahun tanpa bisa ditembus (QS. Al Kahfi (18) ayat 97) , ataupun diputari?

Jika kita gambarkan Gerbang Zulkarnain sebagai satu tembok biasa, tentu ukurannya sangat besar dan menghadap ke atas (ingat : Ya’juj dan Ma’juj, turun dari seluruh tempat yang tinggi)…

mungkinkah tembok yang dimaksud adalah sebuah medan energi, yang dihasilkan oleh rangkaian peralatan yang terbuat dari besi dan tembaga… ???

Logam TEMBAGA yang mampu memuat dan mengalirkan arus listrik/api/panas, jika ditambah Logam BESI yang juga mengalirkan panas, jika terkena panas/api. Maka benturan 2 logam tersebut akan membentuk fluktuasi energi berupa medan listrik/panas.

Medan Energi inilah yang mungkin tidak bisa di dekati oleh bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Dengan catatan, selama sinar matahari masih terus menempa tempat tersebut.

Mungkin bentuk peralatannya seperti ini :

Mungkinkah tembok yang berbentuk medan energi ini, dibangun untuk menyegel suatu gerbang “worm hole” yang menghubungkan bumi dengan tempat lain di luar angkasa ?

Atau mungkinkah sebagai penghalang bagi sebuah gerbang dimensi lain?

Namun yang pasti, jika teori di atas benar, saat ini kita tidak perlu terlalu khawatir, selama Bumi masih disinari Matahari.

Tapi jangan terlena dulu, sekitar 300 tahun yang lalu, aktivitas Matahari pernah meredup.

Lahan perkebunan dan permukiman warga di Swiss tertutup salju. Bahkan, sebagian wilayah rusak diterjang banjir salju. Kanal-kanal dan sungai di Inggris Raya dan Belanda pun tak lagi dialiri air karena airnya sudah membeku. Sebagian warga memanfaatkannya untuk berselancar di atas sungai bersalju itu. Laut Baltik pun membeku dan membuat orang-orang bisa menyeberang dari Polandia ke Swedia tanpa perahu.

Pada 1658, akibat membekunya Green Belt, mendorong tentara Swedia menginvasi Denmark menggunakan pasukan berkuda. Tak hanya di Swiss, Inggris, dan Belanda, fenomena tertutupnya daratan oleh salju itu menyelimuti seluruh Eropa. Di kawasan Amerika Utara pun demikian.

Para ahli sejarah kemudian menamai fenomena ini dengan Little Ice Age atau Zaman Es Kecil. Memang bukan terjadi beberapa waktu terakhir, melainkan pada 1641–1715. Membekunya Eropa dan Amerika Utara ini praktis berlangsung selama 74 tahun.

Dampaknya, hasil pertanian dan perkebunan gagal sehingga kelaparan mengancam daratan Eropa waktu itu.Musim salju berkepanjangan menimpa Eropa kala itu karena Matahari mengalami penurunan aktivitas atau solar minimum. Penurunan aktivitas Matahari itu membuat wilayah utara Bumi menjalani musim dingin karena suhu turun 1–1,5 derajat Celcius.

Akankah peristiwa 300-an tahun lalu itu akan terulang ?
Mungkinkan Ya’juj dan Ma’juj, akan meng-invasi Bumi ketika peristiwa ini kembali terulang ?

8 Alasan, Al Qur’an merupakan Kitab Tercanggih di Bumi

Kitab suci Al Qur’an adalah kitab suci yang akan terjaga kemurniannya. Allah SWT telah berjanji bahwa Dia yang menurunkan Al Qur’an dan Dia juga yang menjaganya. Ini ada di dalam QS.Al Hijr (15) ayat 9,

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.

Sejarah Mushaf Al Qur’an

Pada masa Rasulullah SAW, ketika ada ayat Al Qur’an yang turun, untuk memudahkan dalam menghafal, Rasulullah SAW meminta juru tulisnya untuk mencatat dan menunjukkan posisi ayat tersebut dalam surat-surat Al Qur’an. Para juru tulis Rasulullah SAW di antaranya Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Tsabit, dan Ubai bin Ka’ab.

Ketika zaman Khalifah Abubakar, terjadi peperangan di Yamamah tahun 12 H. Pada perang tersebut ada 70 qari dan sekaligus hafidz (penghafal Al Qur’an) sahabat Rasulullah SAW yang gugur. Atas usulan dari Umar bin Khattab, tulisan-tulisan Al Qur’an yang tercecer di sana-sini dikumpulkan jadi satu. Tulisan-tulisan tersebut tercerai berai karena ditulis di pelepah kurma, daun lontar, batu, dan sebagainya. Di lingkungan sahabat, belajar Al Qur’an dengan mengandalkan kekuatan hafalan mereka.

Selanjutnya pada masa Khalifah Utsman, dibentuklah panitia penulisan Al Qur’an untuk dibukukan jadi mushaf. Melalui kerja keras, berdasarkan hafalan dari para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup dan kumpulan tulisan-tulisan yang ada, akhirnya tugas berat tersebut dapat diselesaikan.

Ada 5 mushaf induk sebagai panduan dan disebarkan ke Makkah, Syria, Basrah, Kufah, dan 1 lagi tetap berada di Madinah. Dari mushaf inilah disalin dan disebarluaskan ke seluruh dunia.

Pada tahun 1436 M ditemukan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg. Dari penemuan ini akirnya ditemukan mesin cetak dengan huruf Arab pada tahun 1486 M.

Pada tahun 1684 M dalam upaya untuk mempelajari Islam dan bahasa Arab, Al Qur’an mulai dicetak di Hamburg. Kegiatan serupa juga dilakukan di Bavaria, Rusia, dan Qazan. Seterusnya pada tahun 1834 M telah ada cetakan khusus Al Qur’an di kota Luziq.

Pada tahun 1890 M di Kairo, dicetak mushaf Al-Milkhallalaty yang mematuhi rasm ‘utsmany dan diberi tanda waqf. Hal serupa dilakukan oleh para ulama Al Azhar pada tahun 1923 M. Setelah cetakan pertama tersebut, dilakukan lagi pemeriksaan dengan lebih teliti pada mushaf. Kegiatan ini dipimpin langsung Syeikhul Azhar untuk cetakan yang kedua.

Kerajaan Saudi pun tidak mau ketinggalan. Dengan biaya yang cukup tinggi dimulailah proyek Mushaf Makkah Al-Mukkaramah dengan membeli mesin cetak dari Amerika Serikat. Setelah proses penulisan dan koreksi selama 5 tahun, yang melibatkan ahli khat ternama, para ulama, serta masyikhah Al Azhar.

Pada tahun 1947 M dimulai percetakan Al Qur’an ukuran besar dan selesai tahun 1949 M. Setelah itu, baru dicetak untuk berbagai ukuran. Di tahun 1984 M di atas tanah 250.000 m2 dibangun percetakan Al Qur’an terbesar di dunia, yang berada di Madinah Al Munawwarah.


Mukjizat Al Qur’an

Selain terjaga keasliannya, Al Qur’an setidaknya memiliki 8 Keistimewaan, yaitu :

1. Keajaiban pada susunan ayat dan huruf-hurufnya, sebagaimana terdapat pada link berikut :
(MUKJIZAT) BILANGAN NUMERIK AL QUR’AN
Keajaiban Angka 11 dalam Al Qur’an
Angka 19 dan Mukjizat Al Qur’an
Keajaiban 30 BILANGAN BULAT, dalam AL QUR’AN

2. Keajaiban pada kisah dan maknaya, sebagaimana terdapat pada link berikut :
Mukjizat Al Qur’an dan Misteri Penguasa Mesir
KISAH HAMAN dan MUKJIZAT AL QUR’AN
uniknya BESI

3. Bisa dihapal
4. Mengajarkan Ahlaq serta Kebaikan
5. Tidak kontradiktif antar ayat
6. Tidak bertentangan dengan Sains
7. Memiliki bahasa yang indah
8. Bisa dipraktekkan di setiap waktu

Ke-8 Kecanggihan ini, berkumpul di dalam satu kitab (Al Qur’an), yang rasanya mustahil bisa ditiru oleh kitab-kitab lainnya.

Benarlah, bahwa Allah SWT yang menurunkan Al Qur’an dan sekaligus menjaganya. Bacaan Al Qur’an juga tidak mungkin diganti, karena ada begitu banyak orang yang hafal Al Qur’an di seluruh dunia.

Jadi, janji Allah SWT pasti akan selalu dilaksanakan. Sangatlah rugi bagi kita umat Islam, yang tidak mau mencintai dan mempelajari dengan sungguh-sungguh, apa isi dari Al Qur’an.

Artikel Lainnya…
01. Sriwijaya Pintu Masuk Islam Ke Nusantara
02. Menemukan Zul-Qarnain, dalam Sejarah
03. Al Qur’an dan Kemajuan Pengetahuan