Tag Archives: arafah

[Misteri] Pisang Rasa Manggis, dan Proses Pembuatannya ?

Dalam satu pementasan televisi di acara Stand Up Comedy Academy (SUCA Indosiar), salah seorang juri Kang Abdel memberi pertanyaan tebak-tebakan :

“apa nama buah, yang kulitnya kuning di dalamnya pisang ?”

Spontan peserta SUCA2, Arafah Rianti menjawab “Manggis”…

Akibat jawaban yang absurd (konyol) seperti itu, host acara Uus langsung protes karena dianggap di luar nalar.

arafah1
Pisang Rasa Manggis ?

Berdasarkan situs social.tnews.co.th, ternyata jawaban komedian Arafah Rianti bukan hal mustahil. Dengan teknik tertentu, buah pisang bisa dibuat dalam beraneka rasa.

Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggunakan perisa cair, yang dimasukkan melalui batang pohon pisang.

pisang1

Prosesnya adalah :

1. Kapas atau kain, direndam di dalam cairan perisa rasa (misalnya stroberi), kemudian ditempelkan pada batang pohon pisang, yang telah dilubangi sebelumnya.

2. Diperkirakan ukuran lubang sekitar 7 cm x 7 cm, dan agar tetap menempel dibantu perekat seperti tali atau plester.

pisang1

Metode ini terbukti bisa membuat buah pisang dalam berbagai aneka rasa, seperti stroberi, coklat maupun manggis, sesuai selera yang kita inginkan (sumber : aritunsa.com, intisari.grid.id).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
3. Masya ALLAH… Keajaiban Makan Tiga Jari Cara Rasulullah
4.

Nabi Adam, dari JANNAH singgah di SUMATERA ?

Ketika Nabi Adam dan isterinya, melanggar aturan ALLAH, maka dikeluarkanlah keduanya dari Jannah. Ada banyak pendapat tentang dimana tempat Nabi Adam dan isterinya turun.

Seorang ilmuwan Belanda Van K. Razanhover berpendapat bahwa Adam diturunkan di sebuah daratan yang dikenal dengan nama YetchYetch merupakan sebuah daratan yang luas, yang kemudian tenggelam, dan menyisakan daratan yang kita kenal sekarang, sebagai negeri Belanda.

Menurut Razanhover, keturunan Adam pada awalnya adalah makhluk-makhluk raksasa, kemudian pada perkembangannya menjadi kerdil seperti sekarang ini. Dan kehidupan manusia menurutnya, sudah dimulai sejak jutaan tahun yang silam.

Pendapat Razanhover mengenai awal kehidupan umat manusia, nampaknya sejalan dengan pendapat Dr. Musthafa Mahmud, di dalam bukunya ”Bacaan Masa Depan”, beliau berpendapat bahwa ”Umur manusia di muka bumi lebih dari satu juta tahun,barangkali sepuluh juta tahun”.

Sementara itu, seorang penulis Irlandia, Lars F. Hoglund, berpendapat bahwa tempat turunnya Adam tidak lain adalah di wilayah Skandinavia (Finlandia, Island, Swedia, Denmark dan Norwegia). (sumber : Buku ”Para Penghuni Bumi Sebelum Kita”, karangan Muhammad Isa Dawud).

Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abi Hatim, yang diterimanya dari Abdullah bin Umar, menyatakan bahwa Adam turun ke dunia di Bukit Shafa, sedangkan Hawa turun di Bukit Marwah. Akan tetapi, riwayat dari Ibnu Abi Hatim ini terdapat versi lain, yang menyatakan bahwa tempat turunnya Nabi Adam di Bumi, berada di antara negeri Makkah dengan Thaif.

Di sisi lain, menurut riwayat Ibnu Asakir yang diperoleh dari Ibnu Abbas, menyatakan bahwa Nabi Adam turun di Hindustan dan Hawa turun di Jeddah. Dimana makna Jeddah berasal dari kata Jiddah, yang berarti nenek perempuan.

Syaikh Yusuf Tajul Khalwati berpendapat, Nabi Adam turun di Pulau Serendib. Beliau ketika itu menduga, Pulau Serendib adalah Pulau Ceylon (Sri Langka). (sumber : Tafsir Al Azhar, Juzu’ I, tulisan Buya HAMKA)

Tetapi berdasar penelitian, kata Serendib adalah bahasa Sanskerta yang ditulis dalam bahasa Arab, aslinya berasal dari kata Swarna Dwipa atau Sumatera, yang merupakan sebagian dari kawasan Keping Sunda (Sunda Plat).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Bahan Bacaan :

1. Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza
2. [Misteri] Manusia Sang Hyang, Penghuni Awal Nusantara ?
3. Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?
4. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Catatan :

1. Meskipun ada kemungkinan Nabi Adam turun di Pulau Sumatera, namun awal perkampungan umat manusia bermula dari dataran Bakkah. Di dataran inilah, Nabi Adam dan Isterinya mulai membangun peradaban umat manusia.

Bakkah adalah nama kuno untuk daerah Makkah dan sekitarnya. Disanalah mula-mula tempat peribadatan didirikan (QS.3:96), dan Bakkah (Makkah) disebut juga Ummul Qura atau Ibu Negeri (QS.42:7).

Di sekitar Bakkah (Makkah), yakni Arafah, dinamai ‘tempat membanjirnya manusia (tempat bertolaknya orang-orang banyak)‘, dikarenakan berasal dari tempat inilah, manusia kemudian ‘membanjiri‘ pelosok bumi.

Sebagaimana firman-Nya…
… afiidhuu min haitsu afaadha n-naas…”

yang bermakna
”… membanjirlah kamu dari tempat membanjirnya manusia…” (QS. Al Baqarah (2) ayat 199)