Tag Archives: mataram islam

Kekerabatan Kiai Pedatuan (Kemas Palembang), dengan Kesultanan Mataram dan Kesultanan Palembang Darussalam

Kemas Haji Abdullah bin Muhammad Azhari, adalah seorang ulama yang sangat disegani oleh masyarakat Palembang. Beliau senantiasa memberikan bimbingan serta pelayanan kepada masyarakat hingga akhir hidupnya.

Kemas Haji Abdullah Azhari (Kiai Pedatuan) lahir di Kampung 12 Ulu pada hari Senin tanggal 27 Syakban 1279 H /1862 M. Beliau merupakan anak dari Kemas Haji Muhammad Azhari bin Kemas Haji Abdullah bin Kemas Haji Ahmad.

zuriatkudus3
Ayahanda Kiai Pedatuan, yakni Kemas Haji Muhammad Azhari, dikenal sebagai ulama yang melahirkan beberapa karya tulis diantaranya Atiyah ar-Rahman yang selesai ditulis pada tahun 1259 H / 1843 M, diterbitkan pertama kali di Mekkah pada tahun 1887 M.

Selain itu, Kemas Haji Muhammad Azhari juga menulis Tuhfah al-Muridin, kitab berbahasa Arab ini membicarakan ilmu falaq dan selesai ditulis pada tahun 1276 H / 1859 M (sumber : Tarekat Sammaniyah di Palembang).

Keterangan :

1. Nasab ayahanda Kiai Pedatukan (Kemas Haji Abdullah bin Kemas haji Muhammad Azhari), ditemukan pada mushaf Al Qur’an cetakan Palembang tahun 1854, yakni : Kemas Haji Muhammad Azhari ibn Kemas Haji Abdullah ibn Kemas Haji Ahmad ibn Kemas Haji Abdullah ibn Mas Nuruddin ibn Mas Syahid (sumber : mushaf cetakan 1854).

2. Nasab Ki Mas Haji Muhammad Al Alim, tertulis di dalam silsilah Palembang, yakni : maulana syekh Kemas Haji Muhammad bin Kemas Haji Ahmad bin Kemas Abdullah bin Kemas Nurrudin bin Kemas Sahid bin Suhunan Kudus bin Suhunan windun Aljawi (sumber : silsilah palembang).

3. Nama Suhunan Kudus bin Suhunan windun Aljawi, bukanlah indentik dengan Sunan Kudus bin Sunan Ngudung seperti pendapat beberapa pemerhati sejarah.

Hal ini dikarenakan, jika berpedoman kepada timeline kehidupan tokoh, Suhunan Kudus yang dimaksud diperkirakan hidup pada masa abad ke-17, sementara Sunan Kudus hidup di era abad ke-16.

Suhunan Kudus yang dimaksud adalah Pangeran Kudus bin Pangeran Rajungan bin Pangeran Demang bin Panembahan Kudus bin Syeikh Maulana Ja’far Siddiq (Sunan Kudus), yang merupakan ayahanda Adipati Sumodipuro (Pati), sebagaimana terdapat pada silsilah keluarga mataram (sumber : rodovid.org, pakoeboewono2enfamilie).

4. Adipati Sumodipuro (Pati) putera Pangeran Kudus, merupakan mbah buyut dari Kanjeng Susuhunan Paku Buwono II, dengan jalur : Kanjeng Susuhunan Paku Buwono II bin Kanjeng Ratu Kencana (isteri Kanjeng Susuhunan AMangkurat IV) binti Adipati Tirtokusumo (Kudus) bin Adipati Sumodipuro (Pati) bin Pangeran Kudus.

5. Kemas Haji Muhammad Azhari di Palembang ada 2 orang :

a. Kemas Haji Muhammad Azhari ibn Kemas Haji Abdullah ibn Kemas Haji Ahmad (Azhari Tuo, 1811-1874)

Beliau adalah ayahanda dari Kiai Pedatuan (Kemas Haji Abdullah ibn Kemas Haji Muhammad Azhari).

b. Kemas Haji Muhammad Azhari ibn Kemas Haji Abdullah ibn Kemas Haji Asyiquddin (Azhari Mudo, 1856-1932)

Nasab selengkapnya : Kemas Haji Muhammad Azhari ibn Kemas Haji Abdullah ibn Kemas Haji Asyiquddin bin Kemas Haji Syaffiuddin bin Kemas Muhammad Hayahuddin bin Kemas Abdullah Jalalludin bin Kemas Fatih Jalaludin bin Kemas Sholehuddin bin Kemas Abdullah Alauddin bin Kemas Wandung Mahmud Jalaluddin (Suhunan Windun Aljawi) (sumber : Kemas Haji Muhammad Azhari)

Azhari Mudo dikenal sebagai ulama, dan diantara karya tulisnya adalah : [1] ‘Aqa`id al-Iman, [2] Badi’ az-Zaman, [3] Taqwim al-Qiyam, [4] Bidayah ar-Rahman, [5] Bidayah al-‘Ilmiyyah, [6] Risalah fi ‘Aqidah at-Tawhid li Ma’rifah, dan [7] Manaqib Shaykh Muhammad Samman.

6. Pada karya tulisan Muhamad Rosidi yang berjudul “Shaikh Kemas Muḥammad Azhari (1856-1932): Karya-Karya dan Pemikiran Ulama Palembang”, nama Kemas Wandung Mahmud Jalaluddin (Suhunan Windun Aljawi) adalah Kemas Wandung Mahmud bin Kemas Abdurrahman bin Sunan Kudus.

Diperoleh skema silsilah kekerabatan dengan Kesultanan Palembang Darussalam, sebagai berikut :

zuriatkudus

Sayyid Muhammad Kebungsuan, Ulama Malaya yang menjadi Leluhur Raja Jawa?

Di dalam Silsilah Kerajaan Kelantan, nama Sayyid Muhammad Kebungsuan disebut-sebut sebagai leluhur Para Penguasa Kerajaan Demak, Pajang dan Mataram Islam.

Dikalangan ahli sejarah, ada yang telah mencoba menyelusuri kehidupan tokoh ini. Namun dikarenakan minimnya data, keberadaannya masih diselimuti misteri.

silsilah3Silsilah Kerajaan Kelantan (royalark.net)

Sayyid Muhammad Kebungsuan, Ulama dari Negeri Malaya

Sayyid Muhammad Kebungsuan merupakan anak dari Sayyid Husein, sedangkan ibunya bernama Putri Selindung Bulan dari Negeri Chermin.

Ia dilahirkan pada tahun 1410 M (madawis.blogspot.com), dan memiliki saudara kandung bernama Sayyid Ali Nurul Alam.

Sejak kecil, Sayyid Kebungsuan mendapat didikan Keislaman dari ayahnya (trezabmelayu.blogspot.com), dan ketika meranjak remaja, ia mengikuti jejak ayahnya sebagai penyebar dakwah Islam di Nusantara.

Pengetahuannya yang luas tentang Islam, membuatnya menjadi rujukan dikalangan masyarakat muslim. Dan sebagai Ulama, ia banyak memiliki santri, salah satunya Sayyid Ahmad bin Abdullah.

Kelak Sayyid Ahmad ini memberi nama anaknya, persis dengan nama gurunya (assyarif.com), dan dikemudian hari sang anak dikenal sebagai Pendiri Kerajaan Mindanao Filipina.

pajang1
Kerajaan Pajang dan Sayyid Ali

Sekitar akhir abad ke-15, tanah Jawa kedatangan salah seorang keturunan Sayyid Muhammad Kebungsuan, yang bernama Sayyid Ali. Tujuan Sayyid Ali adalah untuk membantu membangun Kerajaan Demak, yang baru saja berdiri.

Selama mengabdi di Demak, Sayyid Ali ditunjuk sebagai Adipati di daerah Pengging, sehingga ia dikenal dengan nama Ki Ageng Pengging.

Pada tahun 1499 M, Sayyid Ali mendapat karunia seorang putra, yang ia beri nama Sayyid Abdurrahman.

Sedari kecil, Sayyid Abdurahman mendapat pendidikan agama, dan juga didikan keprajuritan dari Ki Ageng Tingkir. Sehingga ia dikenal juga dengan nama Jaka Tingkir.

Kelak setelah dewasa, dikarenakan kecakapannya Jaka Tingkir diangkat menantu oleh Penguasa Demak, Sultan Trenggana (wikipedia). Dan dikemudian hari, yaitu tahun 1549 M, Jaka Tingkir mendirikan Kerajaan Pajang, sebagai pengganti Kerajaan Demak yang runtuh akibat konflik internal.

Melalui Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) inilah, keturunan Sayyid Muhammad Kebungsuan berkembang, dan banyak menurunkan para ulama, serta umaro di Nusantara.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Keberadaan Sayyid Ali (Ki Ageng Pengging), sebagai cikal bakal kehadiran keturunan Sayyid Muhammad Kebungsuan di Tanah Jawa, berdasarkan penyelusuran yang dilakukan oleh ahli Nasab, Sayyid Alwi bin Thohir Al-Haddad, Mufti Negeri Johor Malaysia (Sumber : Forum Assyarif).

2. Nasab lengkap Sayyid Muhammad Kebungsuan (Malaya) adalah :

Sayyid Muhammad Kebungsuan (Malaya) bin Husein Jamalludin bin Ahmad Syah Jalal bin Abdulloh Azmatkhan bin Abdul Malik bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Marbath bin ‘Ali Khali’ Qasam bin ‘Alwi Ba’alawi bin Muhammad Baitu Jubair bin ‘Alwi Al-Mubtakir bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin ‘Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin ‘Ali Al-‘Uraidhi bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Al-Husain bin Fathimah Az-Zahra binti Muhammad Rasulullah.

3. Kerajaan Mindanao, banyak yang menulis didirikan oleh Sayyid Muhammad Kebungsuan (Sharif Kabungsuwan) bin Ali Zainal Abidin (Makkah – lihat : Sultan of Maguindanao), namun berdasarkan penelitian, sosok yang dimaksud adalah :

Sayyid Muhammad Kebungsuan (Mindanao) bin Ahmad bin ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Ali Zainal ‘Abidin bin ‘Abdullah bin ‘Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Marbath bin ‘Ali Khali’ Qasam bin ‘Alwi Ba’alawi bin Muhammad Baitu Jubair bin ‘Alwi Al-Mubtakir bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin ‘Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin ‘Ali Al-‘Uraidhi bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Al-Husain bin Fathimah Az-Zahra binti Muhammad Rasulullah.

4. Ada pendapat yang mengatakan Sayyid Muhammad Kebungsuan, adalah sosok yang sama dengan Adipati Andayaningrat (Ki Ageng Pengging Sepuh).

Namun bila dicermati, kedua tokoh ini terdapat banyak perbedaan dalam riwayat kehidupannya, diantaranya…

(a). Adipati Andayaningrat adalah putera dari Pangeran Bajul Segara, sejak kecil tidak bertemu dengan ayahnya. Sementara Sayyid Muhammad Kebungsuan, ketika kecil telah dibimbing ilmu keislaman langsung dari ayahnya Sayyid Husein Jamaluddin Akbar.

(b). Sayyid Muhammad Kebungsuan berdakwah ke berbagai tempat menyebarkan Islam, sementara Adipati Andayaningrat adalah seorang birokrat Kerajaan Majapahit

(c). Berdasarkan Serat Kanda, Adipati Andayaningrat membela Majapahit saat berperang melawan Demak. Sementara Sayyid Muhammad Kebungsuan, tentu akan lebih berpihak kepada Demak, yang didukung oleh keluarganya (Sunan Ampel).

(d). Sayyid Muhammad Kebungsuan, tidak pernah diriwayatkan tewas dibunuh, sementara Adipati Andayaningrat meninggal saat peperangan, ada versi beliau wafat di tangan Sunan Ngudung.

(e). Dalam beberapa literatur Adipati Andayaningrat, adalah salah seorang murid Syekh Siti Jenar, sementara Sayyid Muhammad Kebungsuan adalah ulama di Malaya, dan bukan murid dari Syekh Siti Jenar

Dari beberapa alasan ini, bisa disimpulkan Sayyid Muhammad Kebungsuan bukan Adipati Andayaningrat (Ki Ageng Pengging Sepuh).

5. Sekitar tahun 1445 M, Kerajaan Kelantan diserang oleh  Ayyutthia (Siam). Akibat serangan ini Kerajaan Kelantan mengalami kehancuran, Keluarga besar Sayyid Husein, berpencar ke berbagai tempat.

Sayyid Husein bersama beberapa anggota keluarga pergi menuju tanah Jawa, setelah menetap beberapa lama, Sayyid Husein Jamaluddin Akbar didampingi putranya Sayyid Muhammad Kebungsuan berangkat ke Sulawesi.  (khazanahbendaharaserimaharaja.com, sejarahkelantan.wordpress.com).

Gubernur Jokowi, Ki Bondan Kejawan dan Misteri Leluhur Mataram Islam

Di dalam catatan silsilah Kraton Yogyakarta, Surakarta, Mangkunegaraan dan Pakualaman, nama Ki Bondan Kejawan adalah Leluhur dari semua raja-raja kerajaan Mataram Islam.

Ada yang berpendapat bahwa beliau anak Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Namun kenyataannya masa kehidupan Ki Bondan Kejawan, diperkirakan lebih dahulu dari Prabu Brawijaya V (Kertabhumi).

Ada juga yang mengatakan, Ki Bondan Kejawen adalah anak Prabu Brawijaya IV, dan masih beberapa versi lagi.

Dengan adanya beberapa versi tentang keberadaan Ki Bondan Kejawan, telah menjadikannya sebagai salah seorang Tokoh Misteri di Nusantara.

mataram2
Ki Bondan Kejawan, menurut Trah Azmatkhan

Berdasarkan Babad Tanah Jawi (Meinama, 1905; Al-thoff, 1941), ibu Bondan Kejawan adalah putri Wandan kuning, yang dikenal sebagai seorang tabib (ahli pengobatan).

Putri Wandan Kuning diceritakan menjadi istri Prabu Brawijaya, setelah ia berhasil menyembuhkan penyakit sang raja. Dari pernikahan inilah kemudian lahir Bondan Kejawan.

Namun dalam versi lain mengisahkan. Bondan Kejawan hanyalah anak angkat (anak tiri) dari Penguasa Majapahit. Bondan Kejawan sendiri sejatinya adalah anak dari seorang ulama bernama Maulana Ahmad Jumadil Kubra (meninggal sekitar tahun 1465M), yang merupakan suami terdahulu dari Nyai Wandan Kuning.

Maulana Ahmad Jumadil Kubra, adalah anggota Wali Sanga Periode I, yang dibentuk tahun 1404M. Beliau adalah putera dari Maulana Muhammad Jumadil Kubra bin Syeikh Maulana Husain Jamaluddin Akbar, yang berasal dari keluarga Azmatkhan.

Berdasarkan catatan KRT.Hamaminatadipura, Maulana Muhammad Jumadil Kubra, adalah orang yang membuka Hutan Mentaok, menjadi sebuah pemukiman, yang dikemudian hari dikenal sebagai Mataram. Maulana Muhammad Jumadil Kubra, sendiri kemudian dikenal dengan gelar Ki Ageng Mataram I.

Adapun Nyai Wandan Kuning, menurut ahli sejarah, Kerajaan Mataram, KRT.Hamaminatadipura adalah puteri dari  Syekh Abdurrahman yang datang ke Hutan Mentaok (Tanah Mataram) tahun 1377M.

Syekh Abdurrahman adalah sahabat dari Maulana Muhammad Jumadil Kubra (Ki Ageng Mataram I). Dan persahabatan itu semakin erat, melalui pernikahan kedua anak mereka, yaitu Ahmad Jumadil Kubra dengan Nyai Wandan Kuning.

Dari pasangan suami isteri ini, kemudian melahirkan seorang putra pada tahun 1425M (berdasarkan catatan Ki Ageng Walisuci, dalam Babad Mataram Islam), yang diberi nama Abdurrahman Jumadil Kubra, dan setelah dewasa lebih dikenal sebagai Raden Lembu Peteng atau Ki Bondan Kejawan.

mataram
Dengan mengacu kepada data di atas, maka diperoleh Nasab Panembahan Senapati (Pendiri Kerajaan Mataram Islam) adalah sebagai berikut :

Panembahan Senapati bin Ki Pemanahan bin Ki Ageng Ngenis bin Ki Ageng Selo bin Ki Ageng Getas Pandawa bin Ki Bondan Kejawan (Abdurrahman Jumadil Kubra) bin Maulana Ahmad Jumadil Kubra bin Maulana Muhammad Jumadil Kubra (Ki Ageng Mataram I) bin Maulana Husain Jumadil Kubra bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Azmatkhan bin Syekh Abdul Malik Al-Muhajir bin Syekh ‘Alwi ‘Ammil Faqih bin Syekh Muhammad Shohib Mirbath

jokowikampanye3
Silsilah Joko Widodo (Jokowi)

Berdasarkan keterangan Politisi senior, Zaenal Maarif, Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini merupakan Gubernur DKI Jakarta, adalah keturunan dari Kiai Yahya, salah seorang Pengawal Pangeran Diponegoro.

Kiai Yahya sendiri adalah Putera dari Kiai Abdul Jalal, seorang ulama yang menjadi pendiri tanah perdikan di Kalioso (daerah sebelah utara Solo).

Di dalam salah satu versi genealogy yang beredar di masyarakat, Kyai Abdul Jalal (Pendiri Perdikan Kalioso), masih terhitung sebagai keturunan dari Ki Bondan Kejawan.

– Kyai Abdul Jalal I – Ki Bondan Kejawan
Kyai Abdul Jalal I (Pendiri Perdikan Kalioso)
bin Kyai Niti Manggolo (Kyai Kerti Manggolo I) bin Kyai Honggowongso bin Kyai Gulu bin RM Tmg Karto Nagoro bin Pangeran Adipati Manduraredjo (Ki Djuru Wiroprobo I) bin Pangeran Mandura bin Ki Juru Martani (Maha Patih Mataram Kotagedhe) bin Ki Ageng Saba bin Pangeran Made Pandan bin Ki Wonosobo bin Ki Bondan Kejawan

– Ki Juru Martani – Sunan Giri
Ki Juru Martani bin Ki Ageng Saba bin Nyai Made Pandan binti Sunan Dalem Kidul bin Sunan Giri

– Ki Juru Martani – Sunan Ampel
Ki Juru Martani bin Ki Ageng Saba bin Nyai Made Pandan binti Sunan Dalem Kidul bin Dewi Murtasiyah binti Sunan Ampel

– Ki Juru Martani – Sunan Ngerang
Ki Juru Martani bin Nyai Ageng Saba binti Nyai Ageng Selo binti Ki Ageng Ngerang I (Sunan Ngerang)

Catatan Penambahan

1. Hubungan Kekerabatan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto

trahjokoprabowo2
2. Prabu Hayam Wuruk sampai ke Jokowi

silsilahjokowi1
3. Nama ayah dari Joko Widodo (Jokowi), adalah Wijiatno (Noto Miharjo) bin Lamidi Wiryo Miharjo bin Mangun Dinomo (Sumber :  Liputan6.com dan Kompasiana)

silsilahjoko1
Sementara nama ibu dari Joko Widodo (Jokowi) adalah Sujiatmi binti Wirorejo (sumber: x.detik.com).

Berdasarkan berita Joglosemar, 12 Juni 2014 halaman 11, salah seorang Kakek Buyut Jokowi bernama Saidi Lopo Sodikromo.

Nama Saidi Lopo Sodikromo muncul ketika acara Deklarasi Dukungan Calon Presiden di Desa Gumuk Rejo yang merupakan tempat kelahiran ibu Jokowi, Sujiatmi.

Kemungkinan Saidi Lopo Sodikromo merupakan kakek buyut Jokowi dari sebelah ibu atau merupakan ayah dari Wirorejo.


4. Dalam versi lain, berdasarkan catatan data github.com diketahui bahwa Kiai Yahya bukan Putera dari Kiai Abdul Jalal, melainkan anak keponakannya. Dimana nenek dari Kiai Yahya bernama Nyai Kartotaruno adalah kakak dari Kiai Abdul Jalil.

Kiai Yahya sendiri adalah putra dari Kiai Moch Qorib bin Kiai Kartotaruno bin Kiai Joyowongso bin Ki Ageng Gulu (Kiai Gulu).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Misteri Ki Bondan Kejawan, versi Trah Azmatkhan
2. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
3. Silsilah JOKOWI sampai kepada SYEKH MAULANA MAGHRIBI ?
4. 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo dan Sultan HB X
5. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)