Tag Archives: nasional

Nabi Sulaiman Leluhur Bangsa Melayu, dalam Genealogy, King Khosrow I of Persia (531-578)

Inilah Susur Galur Bitjitram Syah (Sang Sapurba), keturunan Iskandar Zulqarnain yang turun dari Bukit Siguntang Mahameru (Palembang)

“… asal kami daripada anak cucu Raja Iskandar Zulqarnain, nisab kami daripada Raja Nusirwan, Raja Masyrik dan Maghrib dan pancar kami daripada Sulaiman ‘alaihis salam… ” (Sejarah Melayu (SM), karangan Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi, bait 2.2).

Bitjitram Syah (Sang Sapurba), diceritakan menikah dengan Wan Sendari anak Demang Lebar Daun, Penguasa Palembang (anak cucu Raja Sulan, keturunan Raja Nusirwan ‘Adil bin Kibad Syahriar), kelak keturunannya menjadi cikal bakal raja-raja di Negeri Melayu.

Bitjitram Syah (Sang Sapurba), di dalam sejarah dikenali sebagai Raja dalam Keratuan Bukit Siguntang pada abad ke-13/14 Masehi, yang bernama Sri Tri Buwana, yang mendirikan Kerajaan Keritang (Indragiri) dan Kerajaan Kandis di Kuantan. Salah seorang putera Sang Sapurba, bernama Sang Nila Utama, membangun Kerajaan Tumasik, yang saat ini dikenal dengan nama Singapura.

Silsilah Bangsa Melayu

Ibn Abd Al Rabbih di dalam karyanya Al Iqd al Farid, yang dikutip oleh Azyumardi Azra dalam bukunya “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII” menyebutkan adanya korespodensi antara raja Sriwijaya (Sri Indravarman) dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pada sekitar tahun 100 H (abad ke-8M) (Kunjungi : Sriwijaya Pintu Masuk Islam Ke Nusantara), Raja Sriwijaya berkirim surat yang isi surat tersebut adalah sebagai berikut :

”Dari Raja di Raja (Malik al Amlak) yang adalah keturunan seribu raja; yang isterinya juga cucu seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya

(?) Benarkah raja Sriwijaya, adalah keturunan seribu raja ?

(?) Benarkah raja Sriwijaya, adalah keturunan Iskandar Zulqarnain dan Nabi Sulaiman?

(?) Siapa yang dimaksud dengan Raja Nusirwan ‘Adil, Raja Masyrik (Timur) dan Maghrib (Barat), seperti terdapat dalam Sejarah Melayu?

Berpedoman kepada Sejarah Melayu, sebagaimana diuraikan sebelumnya, diperoleh informasi Salasilah Demang Lebar Daun dan Sang Sapurba bertemu pada Raja Nusirwan ‘Adil.

Di kalangan ahli sejarah, memperkirakan Raja Nusirwan ‘Adil indentik dengan King Anushirvan “The Just” of Persia (memerintah pada tahun 531-578 M, di Kerajaan Persia Dinasti Sassanid), beliau adalah putera Kavadh I of Persia atau dalam sejarah melayu disebut Raja Kibad Syahriar.

Melalui penyelusuran Genealogy, diperoleh Silsilah King Anushirvan (Khosrow I of Persia), dengan perincian sebagai berikut :

1. Susur Galur dari Cyrus II “The Great” of Persia (Zulqarnain)

Maharaja Nusirwan ‘Adil (Anushirvan/King Khosrow I “The Just” of Persia) bin Maharaja Kibad Syahriar (Kavadh I of Persia) bin Firuz II of Persia bin Yazdagird II of Persia bin Bahram V of Persia bin Yazdagird I of Persia bin Shapur III of Persia bin Shapur II “The Great” of Persia bin Ifra Hormuz binti Vasudeva of Kabul bin Vasudeva IV of Kandahar bin Vasudeva III of Kushans bin Vasudeva II of Kushans bin Kaniska III of Kushans bin Vasudeva I of Kushans bin Huvishka I of Kushans bin Kaniska of Kushanastan bin Wema Kadphises II of Kunhanas bin Princess of Bactria binti Calliope of Bactria binti Hippostratus of Bactria bin Strato I of Bactria bin Agathokleia of Bactriai binti Agathokles I of Bactriai bin Pantaleon of Bactria bin Sundari Maurya of Magadha (menikah dengan Demetrios I of Bactriai*), keturunan Raja Iskandar (Alexander III “The Great” of Macedonia)) binti Princess of Avanti (menikah dengan Brihadratna Maurya of Magadha**), keturunan King Ashoka) binti Abhisara IV of Avanti bin Abhisara III of Pancanada bin Abhisara II of Taxila bin Abhisara I of Taxila bin Rodogune Achaemenid of Persia binti Artaxerxes II of Persia bin Darius II of Persia bin Artaxerxes I of Persia bin Xerxes I “The Great” of Persia bin Atossa of Persia (menikah dengan Darius I of Pesia***), keturunan Bani Israil) binti Cyrus II “The Great” of Persia

Sumber : Khosrow I `the Just’ (Anushirvan) (Shah) of PERSIA dan  Menemukan Zul-Qarnain, dalam Sejarah

2. Susur Galur dari Alexander III of Macedonia (Raja Iskandar Zulqarnain)

*) Demetrios I of Bactriai bin Berenike of Bactria binti Princess of Syria binti Laodice I of Syria bin Aesopia the Perdiccid of Macedonia binti Alexander III ”The Great” of Macedonia

3. Susur Galur dari King Ashoka

**) Brihadratna Maurya of Magadha bin Dasaratha of Magadha bin Kunala of Taxila bin King Ashoka (Asoka) Vardhana

4. Susur Galur dari Nabi Sulaiman

***) Darius I of Persia bin Meshar binti Salathial bin Tamar binti Johanan bin Josias bin Amon bin Manasses bin Ezechias bin Achaz bin Joatham bin Uzziah bin Amaziah bin Joash bin Ozias bin Jehoram bin Jehoshapat bin Asa bin Abia bin Roboam bin Nabi Sulaiman

Apa yang diakui raja Sriwijaya (Sri Indravarman), sebagai keturunan seribu raja, ternyata bukanlah isapan jempol melainkan sebuah fakta, melalui Susur Galur leluhurnya, Maharaja Nusirwan ‘Adil, telah membuktikannya.

Dan melalui penyelusuran Genealogy juga, kita dapat saksikan bahwa Raja Iskandar Zulqarnain (Alexander III of Macedonia), Zulqarnain (Cyrus II of Persia) dan Nabi Sulaiman sebagai Leluhur Bangsa Melayu, adalah sebuah kenyataan dan bukan sekadar angan-angan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Diperkirakan Sang Suparba, memerintah Keratuan Bukit Siguntang pada sekitar tahun 1287-1308.  Keratuan Bukit Siguntang, adalah pecahan dari Kedatuan Sriwijaya yang mengalami keruntuhan pada sekitar abad ke-11 Masehi.

2. Dalam Sejarah Melayu diceritakan Leluhur Sang Suparba, bernama Raja Dermanus, ber-ayah Raja Ardisir Bikan sedangkan ibunya puteri dari Maharaja Nusirwan ‘Adil.

Artikel Lainnya…
01. (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim?
02. Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta
03. Legenda AJISAKA, mengungkap zuriat NABI ISHAQ di NUSANTARA
04. Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara (Haplogroup O1aM119)

Iklan

Belajar dari “El Loco” Gonzales

Nama lengkapnya Christian Gerard Alfaro Gonzales dilahirkan di Monteveido, Uruguay pada tanggal 30 Agustus 1976, dari seorang ayah angkatan militer bernama Eduardo Alfaro dan ibu seorang suster di rumah sakit Montevideo bernama Meriam Gonzales.

Perkenalannya dengan dunia sepak bola, dimulai ketika Gonzales berusia 6 tahun. Karir pria yang memiliki tinggi badan 177 Cm ini di dalam persepak bolaan terus berkembang, mulai dari Klub Penarol Uruguay (1988-1991), South Amerika (1994-1995), Huracan de Carientes Argentina (1997) dan Deportivo Maldonado (2000-2002) sampai akhirnya, mulai tahun 2003, bermain di Liga Nasional Indonesia.

Bermain bola di Indonesia, yang mayoritas muslim, telah membuat Gonzales lebih mengenal ajaran Islam. Dengan pertimbangan yang masak, maka tepat pada tanggal 9 Oktober 2003 Christian Gonzales memutuskan untuk masuk Islam atas dasar kemauan sendiri dengan disaksikan oleh ustadz Mustafa di Mesjid Agung al Akbar Surabaya (Sumber : http://noenkcahyana.blogspot.com/2010/12/el-loco-sang-muallaf-yang-menjadi.html)

1299383207774738987

Menjadi seorang Muallaf

Mengikuti langkah Gonzales, menjadi seorang pemain sepakbola yang handal, tentu memakan waktu bertahun-tahun, dan juga harus disertai dengan latihan yang penuh disiplin. Akan tetapi, untuk menjadi seorang muallaf bukanlah hal yang sulit. Sesungguhnya metode Rasulullah dalam mengajak orang-orang ke dalam Islam adalah sebagai berikut :

1. Mengajak mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan/Rasul Allah.

Diantara hadits yang menyebutkan hal itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ketika mengutus Mu’az ke Yaman, beliau bersabda kepadanya :

“Sesungguhnya engkau mendatangi suatu kaum Ahlul Kitab, maka hendaklah yang pertama engkau lakukan adalah mengajak mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq melainkan Allah”.

2. Jika mereka meresponsnya dengan baik, beliau ajak mereka kepada syari’at Islam lainnya berdasarkan urgensinya dan pertimbangan situasi dan kondisinya.

Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sahl bin Sa’d as-Sâidi, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu ketika beliau akan memberinya panji pada hari perang Khaibar :

” lakukanlah dengan perlahan hingga engkau turun ke lapangan menghadapi mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan beritahukanlah kepada mereka hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! sungguh, Allah beri hidayah di tanganmu seorang saja adalah lebih baik bagimu daripada onta merah (barang yang paling berharga dan bernilai paling tinggi bagi orang Arab saat itu).”

(Sumber : Tata Cara Orang Yang Masuk Islam (Muallaf), www.alsofwah.or.id)

12993829451348378650
Kalimah Syahadat :
asyhadu al laa illaha illallah, wa asyhadu anna muhammar rasulullah
(aku bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH, dan aku bersaksi Muhammad utusan ALLAH)

Proses Praktis 10 Menit

Dengan demikian yang paling utama untuk dilakukan adalah mengucapkan dua kalimah syahadat. Memahami kandungannya dan meyakini dengan keyakinan yang pasti, bersih dari keragu-raguan.

Sementara mandi dan shalat dua rakaat setelah itu bukan termasuk syarat syahnya keIslaman seseorang. Para ulama berbeda pendapat, apakah hal itu wajib atau sunnah, namun yang rajih adalah sunnah. Meninggalkannya tidak berpengaruh terhadap keislaman, tidak juga terhadap diterimanya amal perbuatan.

Untuk bisa menjadi seorang muslim tidak disyaratkan mengumumkannya di hadapan salah seorang manusia. Islam adalah sebuah perkara antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Jika dia menyaksikan keislamannya untuk meyakinkan lingkungan demi terlaksananya hak-hak ukhuwah, maka yang demikian tidak jadi masalah. Akan tetapi tanpa menjadikannya sebagai syarat syahnya keIslaman seseorang. (Sumber : http://qiblati.com/cara-masuk-islam.html)

Begitu mudahnya menjadi seorang Muallaf, tidaklah berlebihan apabila dikatakan proses pelaksanaannya memakan waktu tidak sampai 10 menit…

Artikel Terkait
01. Bekerja itu Mulia
02. Mukjizat HIJRAH, dari 1,500 menuju 1,57 Milyar
03. Monotheisme, warisan Syariat Nuh
04. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)