Tag Archives: presiden

Tan Kim Han (Syekh Abdul Qodir Al-Shini), Leluhur Presiden Indonesia GUS DUR ?

Pada tahun 2003, Mantan Presiden Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), diundang untuk meresmikan monumen Tan Kim Han di China.

Di tahun yang sama, muncul silsilah singkat tentang sosok Tan Kim Han, berdasar kepada dua catatan silsilah dari marga Tan cabang Meixi dan cabang Chizai yang dikompilasi pada 1576 dan 1907 (sumber : merdeka.com).

silsilah tan

Kisah Tan Kim Han

Tan Kiem Han (陈金汉) nama kecilnya Tan Lan Cai (陈兰斋) adalah sibungsu dari 2 anak Tan Tek (陈德) cabang Chi-zai, ia lahir pada tahun 1383 di Kampung Chi-zai (池仔), dusun Shi-chun (仕春), kecamatan Chi-dian (池店), kabupaten Jinjiang (晋江), kota Quanzhou (泉州), Propensi Fujian / Hokkian, pada masa pemerintahan Hongwu.

Tan Kim Han adalah seorang Muslim, yang menjadi guru di Leizhou Guangdong setelah ia lulus dalam ujian pada tahun 1405, kemudian menikah dengan marga Kam (甘) tetapi tidak dikaruniai keturunan anak.

Ia tercatat  ikut bersama Laksamana Cheng Ho berlayar ke Samudra Barat untuk meninjau Lambri-Aceh (南勃里), setelahnya tidak ada kabar lagi, dalam catatan silsilah-silsilah tersebut (sumber : kompasiana.com).

Belakangan, seorang Peneliti Prancis Louis-Charles Damais, ikut menelusuri jejak Tan Kim Han.  Dalam penelitiannya pada situs-situs makam di Troloyo/Trowulan (bekas ibu kota Majapahit). Ia menyebutkan bahwa di sana terdapat beberapa makam Muslim, yang salah satunya bernama Syekh Abdul Qodir “Al-Shini”.

Syekh Abdul Qodir “Al-Shini” inilah yang diidentifikasi oleh Gus Dur sebagai Tan Kim Han, yang merupakan salah seorang dari leluhurnya (sumber : suaramerdeka.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dus), menjabat Presiden Indonesia tidak lama, yakni sekitar 1 tahun 9 bulan, 20 Oktober 1999- 23 Juli 2001 (sumber : wikipedia.org).

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Silsilah Genetika Y-DNA : Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Idris dan Nabi Adam ?

Iklan

PRABOWO SUBIANTO, dari Trah GIRI KEDATON dan Silsilah SUNAN TEMBAYAT

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau dikenal sebagai seorang mantan Danjen Kopassus, yang menjadi pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).

Jiwa keprajuritannya, sepertinya di-ilhami oleh salah seorang leluhurnya Raden Tumenggung Kertanegara IV (Raden Panji Indrajit/Tumenggung Banyakwide), yang merupakan Panglima Laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Gowong (Kedu).

Trah Adipati Mrapat Banyumas

Jika diselusuri lebih mendalam, Silsilah Prabowo Subianto akan menuju kepada Raden Joko Kahiman, atau yang lebih dikenal sebagai Adipati Mrapat (Bupati Banyumas Pertama).

Raden Joko Kaiman adalah menantu Bupati Wirasaba, yang bernama Adipati Warga Hutomo. Beliau digelari “Mrapat”, disebabkan keberhasilannya untuk mendamaikan Sultan Hadiwijaya (Pajang) dengan ahli waris Adipati Warga Hutomo, dan ia juga dinilai berhasil mencegah perpecahan di wilayah Kabupaten Wirasaba (silahkan baca : Prabowo Subianto, Adipati Mrapat dan Gegeran Kadipaten Wirasaba) .

Hubungan antara Prabowo Subianto, dengan Adipati Mrapat, bisa dilihat pada Jalur Silsilah berikut :

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo
05. Raden Kartoatmodjo menikah dengan R.A Djojoatmojo (Cicit dari Sultan Hamengkubuwono II).
06. Raden Muhammad

07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

08. Raden Tumenggung Kertanegara III
09. Raden Tumenggung Kertanegara II

10. Raden Tumenggung Mangkupradja/Raden Tumenggung Kertanegara I (Patih Ndalem Kartasura, beliau yang membangun Masjid Saka Tunggal Kebumen tahun 1722 ).

11. Ngabei Kertoyudo
12. Ngabei Banyakwide

13. Raden Tumenggung Mertayuda (Adipati Banyumas ke-empat (1620-1650))
14. Ngabei Kalidethuk/Mertasura II (Adipati Banyumas Ke-tiga (1601-1620))
15. Ngabei Djanah/Mertasura I (Adipati Banyumas Ke-dua (1583-1600))

16. Adipati Mrapat (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583))

{Berdasarkan catatan ahli Nasab Raden Fatah, KH.Abdullah Faqih Cemoro, Adipati Mrapat terhitung sebagai salah seorang cicit Raden Fatah.

Adipati Mrapat (Raden Joko Kaiman) bin Pangeran Haryo Joyohadikusumo bin Pangeran Sekar Seda Lepen (Raden Kikin) bin Raden Fattah (Pendiri Kerajaan Demak Bintoro)}

Dari data Silsilah di atas, salah seorang leluhur Prabowo bernama Raden Kartoatmodjo menikah dengan R.A Djojoatmojo (Cicit dari Sultan Hamengkubuwono II).

Melalui Sultan Hamengkubuwono II, jalur genealogy Prabowo Subianto menyambung kepada Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton) dan Sunan Tembayat.

I. Jalur Kepada Sunan Giri 

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo
05. Raden Ayu Djojoatmojo

06. Raden Tumenggung Djojodiningrat

07. KGPA Moerdoningrat

08. Sri Sultan Hamengkubuwono II

09. Sri Sultan Hamengkubuwono I

10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

12. Sunan Amangkurat I
13. Sultan Agung Hanyokrokusumo
14. Prabu Hanyakrawati
15. Panembahan Senapati (Pendiri Kraton Mataram Islam)

16. Nyai Sabinah (isteri Ki Ageng Pemanahan)
17. Ki Ageng Saba
18. Nyai Made Pandan
19. Sunan Dalem (Sunan Giri II)
20. Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton)

II. Jalur Kepada Sunan Tembayat

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo

05. Raden Ayu Djojoatmojo

06. Raden Tumenggung Djojodiningrat

07. KGPA Moerdoningrat

08. Sri Sultan Hamengkubuwono II

09. Sri Sultan Hamengkubuwono I

10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

12. Kanjeng Ratu Pelabuhan (istri Sunan Amangkurat I)
13. Pangeran Kajoran (Panembahan Rama)
14. Ki Ageng Wanakusuma II
15. Ki Ageng Wanakusuma
16. Ki Ageng Giring IV
17. Ki Ageng Giring III (semasa dengan Ki Ageng Pemanahan)
18. Nyai Ageng Giring II (istri Ki Ageng Giring II)
19. Sunan Tembayat

Sunan Tembayat atau Pangeran Mangkubumi merupakan penyiar Islam di tanah Jawa. Dia adalah anak dari Ki Ageng Pandan Arang yang lebih dikenal sebagai bupati pertama Semarang dan Pendiri Masjid Agung Semarang pada tahun 1575 M. (sumber: republika.co.id).

Catatan Penambahan

1. Hubungan Kekerabatan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi)

trahjokoprabowo2
2. Prabu Hayam Wuruk sampai ke Prabowo Subianto

silsilahprabowo1

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Pendapat yang menyatakan ayahanda R. Djoko Kaiman (Adipati Mrapat), bernama Raden Banyak Sostro, sangat LEMAH, disebabkan :

a. Hanya berdasarkan kisah Mitos (Legenda)
b. Keduanya berbeda masa kehidupannya, jika Raden Banyak Sastro, adalah generasi ke-2 dari Prabu Niskala Wastu Kencana, sementara Raden Djoko Kaiman, satu generasi dengan Maulana Muhammad (Sultan Banten, 1585-1596), yang merupakan generasi ke-7 dari Prabu Niskala Wastu Kencana.
c. Istri Raden Djoko Kaiman adalah generasi ke-7 dari Prabu Niskala Wastu Kencana (dalam Kisah Rakyat Banyumas), sementara kalau kita berpendapat R. Djoko Kaiman adalah anak dari Raden Banyak Sostro, berarti yang bersangkutan adalah generasi ke-3 dari Prabu Niskala Wastu Kencana.
d. Jika Raden Djoko Kaiman adalah keturunan Prabu Niskala Wastu Kencana, maka ada sekitar 4 generasi yang hilang.

Referensi :

1. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
2. Silsilah Keluarga “Sang Patriot, Prabowo Subianto”
3. Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah) ?
4. Silsilah Rhoma Irama dan Trah Bangsawan Sukapura
5. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Berdasarkan penyelusuran Genealogy, ditemukan fakta yang menarik, yakni kesemua Salasilah Presiden RI ternyata memiliki keterkaitan keluarga dengan Trah Sunan Giri (Dinasti Giri Kedaton).

Mari kita perhatikan Susur Galur berikut :

1. Sunan Giri
1.1. Sunan Dalem Wetan / Zainal Abidin

1.1.1. Sunan Prapen (Maulana Muhammad)
1.1.1.1. Sunan Kawis Guwo
1.1.1.1.1. Panembahan Giri
1.1.1.1.1.1. Nyai Anom Besari # Kyai Anom Besari
1.1.1.1.1.1.1. Ki Ageng Muhammad Besari

1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Ageng Basyariyah # Ki Ageng Basyariah / Raden Mas Bagus Harun
1.1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Muhammad Santri # Kyai Muhammad Santri
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Kyai Ma’lum Buntoro
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Kyai Mustaram
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Ilyas
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Nafiqah # KH. Hasyim Asy’ari
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. KH. Abdul Wahid Hasyim
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur)

1.1.2. Nyai Made Pandan
1.1.2.1. Ki Ageng Saba
1.1.2.1.1. Nyai Sabinah # Ki Ageng Pemanahan
1.1.2.1.1.1. Panembahan Senapati
1.1.2.1.1.1.1. Panembahan Hanyakrawati
1.1.2.1.1.1.1.1. Sultan Agung
1.1.2.1.1.1.1.1.1. Sultan Amangkurat I

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1. Sunan Pakubuwono I
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Amangkurat IV
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono I (Kraton Jogja)

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono II
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono III

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.2. KGPAA Paku Alam I (Kraton Paku Alaman)

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.2. Pangeran Hario Mangkunegoro
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.2.1. KGPAA Mangkunegara I (Keraton Mangkunegara)

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.3. Sunan Pakuwono II (Keraton Surakarta)
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.3.1. Sunan Pakubuwono III
(Sumber : Sunan Giri, Pendidik yang Ahli Fiqih)

Trah Sunan Giri dan Silsilah Presiden

Melalui penyelusuran lebih mendalam, diperoleh informasi yang mengagetkan, bahwa ke-6 Presiden Republik Indonesia, ternyata berasal dari anak keturunan Sunan Giri, sebagaimana terlihat pada keterangan berikut :

1. Soekarno, adalah putera dari Raden Soekemi Sosrodiharjo. Raden Soekemi, berdasarkan buku “Ayah Bunda Ir Sukarno”, merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwono II (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1).

Ir. Soekarno bin Raden Soekemi Sosrohardjo bin Raden Hardjodikromo bin Raden Danoewikromo bin Pangeran Harya Mangkudiningrat (Raden Mangoendiwiryo) bin Sultan Hamengku Buwono II (sumber : Riwayat Hidup Soekarno, Kisah Keluarga Sukarno).

2. Suharto, isterinya bernama Siti Hartinah yang merupakan keturunan dari KGPAA Mangkunegara I (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.2.1). Selain itu, berdasarkan buku “Jejak Perlawanan Bengawan Pejuang”, Sumitro Djojohadikusumo menulis, bahwa Soeharto pernah mengatakan memiliki kekerabatan dengan keluarga Keraton, yang diduga merupakan keturunan dari Sultan Hamengkubuwono II (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1).

3. BJ. Habibie, Ibunya bernama R.A. Tuti Marini Puspowardojo binti Rr. Goemoek binti Raden Ngabehi Tjitrowardoyo, berasal dari keluarga Priyayi di Purworejo, yang diduga kuat merupakan keturunan dari pendiri kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senapati (1.1.2.1.1.1.)

4. Abdurrahman Wahid (GUSDUR), terhitung sebagai keturunan ke-8 dari Ki Ageng Muhammad Besari (1.1.1.1.1.1.1.)

5. Megawati Sukarnoputri, puteri Presiden Pertama Sukarno, merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwono II (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.)

6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), putera dari Raden Soekotjo, beliau adalah keturunan dari Nyai Ageng Ibnu Umar binti Ki Ageng Muhammad Besari (1.1.1.1.1.1.1.)


Giri Kedaton, Khilafah di bumi Nusantara

Giri Kedaton lebih mirip sebuah “Kerajaan”, yang di dalam kehidupan kesehariannya diatur dengan menggunakan hukum Syariah Islam. Berada di daerah Gresik, Jawa Timur pada sekitar abad ke-15 sampai 17. Kerajaan ini pernah berjaya sebagai Pusat Khilafah Islam, yang pengaruhnya bahkan sampai menyebar ke daerah Maluku.

Pesantren Giri Kedaton didirikan oleh Raden Paku (Sunan Giri), pada sekitar tahun 1487. Murid-murid Giri Kedaton berdatangan dari segala penjuru, bahkan dari Ternate, mereka berasal dari berbagai kalangan tidak hanya kalangan rakyat kecil, namun juga para pangeran dan bangsawan.

Giri Kedaton mengalami puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sunan Prapen tahun 1548-1605, saat itu Giri tidak hanya sekadar sekolah, namun juga menjadi “kerajaan” yang memiliki kekuatan pemerintahan.

Misalnya, Sunan Prapen dikisahkan menjadi pelantik Sultan Adiwijaya raja Pajang. Ia juga menjadi mediator pertemuan antara Sultan Adiwijaya dengan para bupati Jawa Timur tahun 1568. Dalam pertemuan itu, para bupati Jawa Timur sepakat mengakui kekuasaan Pajang sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Sunan Prapen juga menjadi juru damai peperangan antara Panembahan Senopati (Mataram) dengan Jayalengkara (Bupati Surabaya tahun 1588).

Tidak hanya itu, Sunan Prapen hampir selalu menjadi pelantik setiap ada raja Islam yang naik takhta di segenap penjuru Nusantara (Sumber : wikipedia.org).

Kehadiran Giri Kedaton, memberikan teladan bagi kita, bahwa penerapan syariah bukan hal yang baru di Nusantara, dan ternyata bisa bertahan selama 200 tahun. Adanya suara-suara yang menginginkan kembali diberlakukannya Syariah Islam, sesungguhnya sesuatu yang sangat wajar.

Hal tersebut setidaknya disebabkan 2 faktor, yaitu Faktor Historis (merupakan kelanjutan dari Mudzakarah Ulama se-rumpun Melayu tahun 1650, Kunjungi : mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?), dan juga disebabkan faktor rapuhnya sistem politik yang ada sekarang, seperti Kapitalis dan Komunis.

Referensi :

1. Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah) ?
2. Silsilah dan Kekerabatan 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo & Sultan HB X