Tag Archives: betawi

[Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

Dalam salah satu ceramahnya, ketua umum FPI, Habib Rizieq Shihab bercerita bahwa neneknya bernama Zawiyah merupakan kerabat (keponakan) Pitung.

Berdasarkan penyelusuran genealogy, sosok Pitung yang dimaksud bernama asli Raden Muhammad Ali Nitikusuma atau Salihun, kepala Pendekar kelompok Pituan Pitulung (Pitung).

habibrizieq1
Raden Muhammad Ali Nitikusuma merupakan putera dari Raden Nurul Syamsirin Nitikusuma, yang merupakan keturunan Raden Nitikusuma I bin Pangeran Kawisa Adimerta bin Pangeran Aria Jipang bin Pangeran Bagus Surowiyoto bin Raden Hasan (Raden Fattah, Pendiri Kesultanan Demak).

silsilah-betawi
Raden Muhammad Ali Nitikusuma, juga memiliki kekerabatan dengan Prabu Siliwangi Pajajaran, yaitu melalui ibunda dari Pangeran Kawisa Adimerta yang bernama Ratu Ayu Jati Balabar binti Adipati Singa Menggala bin Prabu Surawisesa bin Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) (sumber : Surawisesa, Berdirinya Jayakarta).

Catatan Penambahan :

1. Nasab Habib Rizieq Shihab sampai kepada Syeikh Ahmad Syihabuddin Al-Akbar, adalah :

Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Syeikh Ahmad Syihabuddin Al-Akbar

Ibunda Habib Muhammad Rizieq Shihab bernama : Syarifah Sidah (Saidah) binti Alwi bin Zein Alattas.

2. Pendiri kelompok Pituan Pilutung (Pitung), terdiri dari 7 Pendekar, yaitu :

1. Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma alias Salihun (Pitung ke 1), kelahiran kemanggisan.
2. Ratu Bagus Muhammad Roji’h Nitikusuma (Pitung ke 2) asal Cengkareng
3. Ratu Bagus Abdul Qodir Nitikusuma (Pitung ke 3) yang berasal dari Rawa Belong Jakarta Barat
4. Ki Rais / Ratu Bagus Rais Shonhaji Nitikusuma (Pitung ke 4), asli anak Tenabang Jakarta Pusat.
5. Ki Saman (Pitung ke 5), asal Cileduk Jakarta Barat
6. Ki Somad/Abdul Shomad (Pitung ke 6)
7. Ki Dulo/Abdulloh alias Jebul (Pitung ke 7), asal Kramat Togo Rawa Belong Jakarta Barat

3. Nasab Pitung ke-1 :
Raden Muhammad Ali bin Raden Samirin (Raden Nurul Syamsirin) bin Raden Abdul Khadir bin Pangeran Jidar (Nitikusuma ke-5) (sumber : Si Pitung)

4. Berdasarkan buku “Suluk Abdul Jalil”, tulisan Agus Sunyoto, Pangeran Arya Jipang bukan anak dari Pangeran Bagus Surowiyoto (Raden Kikin), melainkan putera dari Raden Tranggana bin Raden Fattah (Demak).

Menurut sejarawan Agus Sunyoto, Raden Tranggana tercatat memiliki 3 orang putera, yaitu :
1. Pangeran Sabakingking, merupakan Adipati Japara menggantikan Adipati Hunus
2. Pangeran Ratu (Pangeran Prawata)
3. Pangeran Arya Jipang

Sumber :
1. Fakta Cerita Pitung
2. Kisah Guru Mansur Sawah Lio
3. Biografi Habib Muhammad Rizieq
4. Kisah Syahidnya Radin Muhammad Ali, Penghulu Pituan Pitulung (Pitung)
5. Makam Pendekar Jayakarta, Raden Muhammad Ali, Pituan Pituling (Pitung)
6. Kisah Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma (Pejuang Sejati Jayakarta)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad

Silsilah Sandiaga Uno, Keturunan Raja Amai Pendiri Masjid Hunto Gorontalo?

Pada tahun 1495, Kerajaan Palasa (Sulawesi Tengah), kedatangan rombongan yang dipimpin Raja Amai dari Kerajaan Hulonthalangi. Tamu dari kerajaan tetangga ini, bertujuan untuk melamar Puteri Raja Palasa, yang bernama Owutango.

Puteri Owutango ternyata menerima lamaran ini, dengan persyaratan mempelai pria yaitu Raja Amai, beserta seluruh keluarganya harus menganut agama Islam.

sandi
Selain itu, ia juga meminta kepada Raja Amai menjadikan penduduk Kerajaan Hulonthalangi menjadi penganut agama Islam sepenuhnya, dimana semua semua adat bersumber pada Al-Qur’an (sumber : kekunaan.blogspot.com).

Raja Amai menyetujui persyaratan tersebut, bahkan sebuah masjid didirikan oleh Sang Raja, sebagai hadiah pernikahan. Masjid tersebut sampai sekarang masih berdiri, dikenal dengan nama Masjid Hunto Gorontalo.

sandi1
Silsilah Keluarga Sandiaga Uno

Raja Amai dikalangan pemerhati sejarah, dikenal sebagai Penguasa Muslim pertama di daerah Gorontalo. Jejak Raja Amai mendirikan tempat ibadah, ternyata diikuti juga oleh anak keturunannya, yaitu Raja Botutihe.

Raja Batutihe yang merupakan Raja ke-10 Kerajaan Gorontalo, mendirikan Masjid Agung Baiturrahim, pada tahun 1728 M (sumber : wikipedia.org dan  budisusilo85.blogspot.com).

sandi2
Berdasarkan silsilah keluarga Uno, Raja Batutihe (Sultan Batutihe), memiliki putera bernama Imam Podeita. Imam Podeita memiliki putera bernama Bila. Bila memiliki putera bernama Unonongo (sumber :  erjeuno.blogspot.com).

Unonongo memiliki putera bernama Uno atau yang dikenal sebagai Mufti Guru Uno. Melalui Multi Guru Uno inilah, asal dari marga Uno di Gorontalo, dimana salah seorang keluarga dari marga ini adalah Razif Halik Uno (Henk Uno), yang merupakan ayah dari pengusaha muda nasional Sandiaga Uno (sumber : gorontalofamily.org).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan

1. Sandiaga Salahudin Uno, lahir di Rumbai (Pekanbaru) 28 Juni 1969. Ia adalah pengusaha asal Indonesia, mantan ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), periode 2005-2008.

Menikah dengan Noor Asiah, wanita asli betawi di karuniai dua orang anak, yakni : Anneesha Atheera Uno dan Amyra Atheefa Uno.

Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran, ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia bersama rekannya, mendirikan perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Perusahaan tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain.

Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Di tahun 2011, Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta (sumber ; wikipedia.org).

2. Bersumber dari buku berjudul “30 Kesaksian Pengamal Dhuha” yang ditulis oleh Mamby Alice Syahputra (wartawan Majalah Islam Furqan). Sandiaga Uno diceritakan memiliki kebiasaan menjalani puasa senin kamis. Ia juga secara rutin melaksanakan shalat Dhuha pada setiap harinya (sumber : motivasiana.com).

3. Ibu dari Sandiaga Uno bernama Rachmini Rachman, atau lebih dikenal dengan nama Mien Uno. Mien Uno, adalah puteri dari pasangan R. Abdullah Rachman dan Siti Koersilah.

Mien Uno dikenal sebagai seorang pakar etiket dan pengembangan diri, sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa. Adiknya bernama Prof Dr. Arief Rachman, merupakan Pakar Pendidikan di Indonesia, dan Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta.

4. Di Gorontalo dikenal seorang Aulia yang bernama Raja Kilat (Ju Panggola). Menurut legenda, ia merupakan salah seorang penyebar Islam di daerah Gorontalo, dan memiliki kemampuan menghilang serta bisa muncul seketika, jika Gorontalo dalam keadaan gawat.

Ju Panggola masih terhitung keturunan Raja Amai, salah seorang anaknya yang bernama Puteri Otu menikah dengan Raja Walangadi (sumber : beautyhulondhalo.blogspot.co.id) , pada pernikahan ini menghasilkan 9 orang anak, yang salah satunya adalah Raja Batutihe, leluhur Sandiaga Uno.

Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!

Hari Kamis Sore, tanggal 25 Desember 2014, yang bertepatan dengan tanggal 3 Rabiul Awwal 1436 H, makam tokoh Betawi, yang juga anggota PITUNG berhasil ditemukan di Pemakaman Puncak Sekuning Palembang (sumber : Makam Tokoh Betawi).

Penemuan makam ini, setelah melalui perjuangan yang melelahkan sdr. Muhammad Ihsan, bersama tim Dzurriyah Aria Jipang dari Jayakarta, Palembang dan Jawa Barat.

pitung3
Sejarah Pitung Betawi

Banyak yang salah mengerti tentang Pitung, Pahlawan dari tanah Betawi. Hal ini disebabkan pengaruh dari kisah-kisah yang beredar di masyarakat, yang menggambarkan Pitung sebagai sosok Jawara, yang membela kaum lemah, melalui keahliannya dalam ilmu beladiri.

Namun sejatinya Pitung itu adalah sebuah organisasi perlawanan rakyat Betawi, terhadap pemerintahan kolonial Belanda. PITUNG merupakan singkatan dari PITUAN PITULUNG, yang bermakna Tujuh Orang Penolong”, yang dipimpin oleh Ratu Bagus Mohammad Ali bin Raden Samirin.

Nama ke-7 Pendekar itu adalah :

1. Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
2. Ratu Bagus Roji’ih Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
3. Ratu Bagus Rais Sonhaji Nitikusuma
4. Hasan
5. Saman (nama Panggilan)
6. Jebul (nama samaran)
7. Abdullah (Dulo)
(Sumber : Pitung dari Kemanggisan/Kemandoran)

Keberadaan organisasi PITUNG ini, tentu sangat menghawatirkan Belanda, dengan segala upaya mereka berusaha memadamkan perlawanan masyarakat Betawi.

Dua orang dedengkot PITUNG, Muhammad Ali dan Roji’ih, berhasil mereka bunuh, namun PITUNG ternyata tidak bubar, bahkan pada tahun 1893 muncul Anggota Pitung yang tidak kalah menakutkan mereka, yaitu Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma

pitung1

Pada tahun 1914, Ahmad Syar’i bersama 2 rekan seperjuangan, membentuk organisasi perlawanan yang bernama “KI DALANG”. Pada masa itu, dikenal 3 (tiga)  orang pemimpin yaitu :

a. KI SAMA’UN , yang berpusat di Teluk Naga Kampung Melayu Tangerang (kini masuk wilayah Provinsi Banten)

b. KI SYAR’IE (KH AHMAD SYAR”IE MERTAKUSUMA), berpusat di Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat.

c. KI ABDUL KARIM DAIM, berpusat di Kampung Duri Gang Jamblang.

Perlawanan “KI DALANG” ini berakhir pada tahun 1924, yang ditandai dengan terbunuhnya Ki Sama’un, serta tertangkapnya Ki Syar’ie, Ki Abdul Karim Da’im bersama pemimpin lainnya.

Tidak beberapa lama ditahan, Ki Syar’ie berhasil kabur, namun beliau tertangkap di Kota Bandung, dan dijatuhi hukuman gantung oleh Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Tetapi belum sempat dihukum, Ki Sya’ie untuk kedua kalinya berhasil melarikan diri.

Selama bertahun-tahun pihak Belanda mencari keberadaan Ki Syar’ie ini, tetapi tidak juga mereka temukan. Dalam pelariannya Ki Syar’ie sempat ke Medan, kemudian di tahun 1926 bermukim di Kota Palembang (Sumber : Biografi Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma).

Dan makam yang ditemukan oleh Muhammad Ihsan di Palembang, merupakan makam dari Ki Syar’ie atau Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma, pembentuk organisasi ‘KI DALANG” sekaligus anggota Kelompok PITUNG yang paling dicari Pemerintah Kolonial Belanda.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma dilahirkan pada tahun 1287 Hijriah atau sekitar tahun 1870 Masehi, sementara masa jabatannya sebagai Gusti Khalifah Bendahara VII, adalah pada periode 1909-1954.

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?