Tag Archives: kerajaan

10 Picture Penguasa Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)

Kesultanan Palembang Darussalam adalah Kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di sekitar kota Palembang (Sumatera Selatan). Kesultanan ini diproklamirkan oleh Sri Susuhunan Abdurrahman tahun 1659, dan dihapuskan keberadaannya oleh pemerintah kolonial Belanda pada 7 Oktober 1823 (sumber : wikipedia.org, riwayat kesultanan palembang).

Berdasarkan catatan sejarah, terdapat 10 Sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Palembang Darussalam, yakni :

01. Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman (1659 – 1706 M)


02. Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago (1706 – 1714 M)


03. Sultan Agung Komaruddin Sri Truno (1714 – 1724 M)


04. Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (1724 – 1758 M)


05. Sultan Ahmad Najamuddin Adi Kesuma (1758 – 1776 M)


06. Sultan Muhammad Bahauddin (1776 – 1804 M)


07. Sultan Mahmud Badaruddin Pangeran Ratu (1804 – 1821)


08. Sultan Ahmad Najamuddin Husin Diauddin (1813 – 1817)


09. Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu (1819 – 1821)


10. Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom (1821 – 1823)


WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. Trah Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat), di Kesultanan Palembang Darussalam
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Misteri Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam ?

Dikarenakan Sultan Mahmud Badaruddin II, ditangkap pihak Belanda, maka terjadilah kekosongan kekuasaan di Kesultanan Palembang Darussalam.

Untuk mengatasi itu, pada tanggal 16 Juli 1821 dilantiklah Prabu Anom menjadi Sultan Najamuddin IV dan ayahnya Husin Dhiauddin menjadi Susuhunan (Najamuddin II).

Belanda yang merasa telah “menang perang”, menjadikan Kesultanan di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Akan tetapi, nampaknya tindakan Belanda ini, mendapat reaksi dari keluarga Kesultanan.

Pada tanggal 21 November 1824, Sultan dibantu keluarga serta alim-ulama menyerbu ke garnisun Belanda di Kuto Besak. Disebabkan kurangnya persiapan. serangan ini tak membawa hasil, Sultan Najamuddin IV melarikan diri ke daerah Ogan.

masjidagung3
Misteri Sultan Ahmad Najamuddin IV (Prabu Anom)

Perlawanan Sultan Ahmad Najamuddin IV ini tentu mengagetkan Belanda, pada awalnya mereka berharap Sang Sultan bisa mereka jadikan Pemerintahan Boneka.

Beberapa waktu kemudian, tersiar khabar, Sultan di-tinggal oleh para pengikutnya. Akibatnya ia menyerahkan dirinya kepada Belanda tahun 1825, Sang Sultan lalu dibawa ke Batavia, dan setelah itu dipindahkan ke wilayah pedalaman daerah Menado (Sulawesi Utara).

Setelah peristiwa penyerahan diri Sultan Ahmad Najamuddin IV, kemudian pihak Pemerintah Kolonial Belanda menyatakan membubarkan Kesultanan Palembang Darussalam.

Namun kbabar tentang menyerahnya Sultan Ahmad Najamuddin IV, yang mendapat julukan Sultan Amuk oleh Belanda, perlu kita kritisi kebenarannya. Hal ini disebabkan, ada beberapa kejanggalan, dari kisah tesebut, antara lain :

1. Dikatakan Sultan ditinggal pergi pengikutnya, tentu ini hal ini terasa  ganjil. Para pengikutnya yang bersedia se-hidup se-mati di dalam pertempuran, tiba-tiba pergi meninggalkan Sultan.

2. Dikatakan Sultan menyerahkan diri kepada Belanda. Kisah ini lebih aneh lagi, sebab apa untungnya Sultan menyerahkan diri, dimana untuk kemudian harus dipenjara serta dibuang ke Manado.

3. Ada pendapat Sultan bukan menyerahkan diri, melainkan ditangkap. Namun pendapat ini perlu dikaji lagi, sebab wilayah tempat pengungsian Sultan sangat luas, dan kecil kemungkinan pihak Belanda, berhasil menangkap beliau, di daerah pedalaman.

Perlu dipahami, setelah khabar yang menceritakan Sultan Ahmad Najamuddin IV (Prabu Anom), ditangkap dan dibuang ke Manado, perlawanan kepada Belanda ternyata masih terus berlanjut.

Bahkan pada tahun 1851, pemerintah Belanda sampai memecat Pangeran Kramo Jayo, yaitu Perdana Menteri yang mereka angkat, karena dianggap bersekutu dengan Para Pejuang di pedalaman.

palembang1Cap Stempel Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom

Nampaknya peristiwa dibuang-nya Sultan Ahmad Najamuddin IV (Prabu Anom) ke Manado ini, perlu dikaji ulang. Apalagi sampai sekarang, kepastian keberadaan makam beliau masih diselimuti misteri.

Apakah kisah-kisah tentang Sultan Terakhir Palembang ini, adalah bentuk rekayasa dari Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan tujuan untuk menghabisi Kedaulatan Kesultanan Palembang Darussalam ?

Apakah Sang Sultan, berhasil melarikan diri dari penjara Pemerintah Kolonial Belanda, dan selanjutnya kembali ke pedalaman, untuk terus melakukan perlawanan bersama para pengikutnya yang setia?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam
2. Kesultanan Palembang Darussalam
3. Belanda, Pengkhianatan dan Pahlawan
4. Sultan Mahmud Badaruddin II, Pahlawan Nasional dari Keluarga Al Alawiyin di Kesultanan Palembang Darussalam

Menyelusuri Keberadaan Dinasti Sriwijaya al Akbar, di Nusantara

Ketika Kerajaan Chola berhasil menguasai Sriwijaya pada sekitar tahun 1025M. Telah membuat keluarga kerajaan tercerai berai ke berbagai tempat.

Sebagian keluarga kerajaan yang tersisa, kemudian membangun Kerajaan Sriwijaya di Pedalaman, dengan ibukota Dharmasraya, yang berlokasi hulu sungai batang hari, Sumatera Barat.

prasasti12

Pada tahun 1183M, berdasarkan Prasasti Grahi, menginformasikan kepada kita, Kerajaan Sriwijaya (beribukota di Dharmasyara) telah kembali bangkit, dan berhasil menguasai daerah hingga Thailand Selatan, selepas kehancurannya akibat serangan Kerajaan Chola.

Pada masa itu, Kerajaan Sriwijaya-Dharmawangsa, dipimpin seorang Maharaja yang dikenal dengan nama Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa.

Para ahli genealogy percaya bahwa Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, adalah nama lain dari Maharaja Imbang Jaya,  yang disebut-sebut di dalam silsilah raja-raja Melayu.

Sekitar 100 tahun kemudian, pada tahun 1286M, berdasarkan prasasti yang ditemukan di komplek Candi Padang Roco Sumatera Barat, diketahui bahwa Negeri Sriwijaya di Pedalaman dipimpin oleh seseorang yang bergelar Sri Maharaja Srīmat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa.

Srī Mahārāja śrīmat tribhuwanarāja mauliwarmadewa, adalah generasi penerus Sri Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, yang diyakini sebagai kakek dari Adityawarman (Maharajadiraja Srīmat Srī Udayādityawarma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Warmadewa), pendiri Kerajaan Pagaruyung.

Atas rencana ALLAH jualah, dikemudian hari anak cucu keturunan Sang Maharaja Imbang Jaya, berkolaborasi (menyatu) dengan keluarga besar Maulana Husain al Akbar.

Dan dari penyatuan kedua keluarga ini, telah memunculkan Para Ulama, Penguasa serta Kaum Cendikiawan, dari berbagai tempat di Nusantara, bahkan menjadi leluhur Presiden Republik Indonesia.

sriwijaya3
Sumber :

1. Prasasti Grahi
2. Adityawarman
3. Prasasti Amoghapasa
4. Prasasti Padang Roco
5. Kerajaan Dramasraya
6. Genealogy Kerajaan Kelantan
7. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
8. Silsilah dan Kekerabatan 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo dan Sultan
9. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Prince William of England, Ahlul Bayt dari Trah Eropa?

Para ahli Genealogy Barat, setidaknya mencatat ada 6 Jalur Silsilah yang menghubungkan Pangeran William dengan Muhammad Rasulullah. Adapun Ke-6 Jalur tersebut, adalah sebagai berikut :

[Jalur 01] Nabi Muhammad => Fatimah (01) => Ishar (10) => Mawiyah of Cordoba (15, menikah dengan Gonsalo de Lara) => Jimena Munoz de Bierzo (19, menikah dengan King Alfonso VI of Leon) => Eleanor of Castile (25, menikah dengan King Edward I of England) => King Edward IV of England (33) => King George I of England (41) => Queen Elizabeth II of England (50) => Prince Charles (51) => Prince William (52)

[Jalur 02] Nabi Muhammad => Fatimah (01) => Qasim (07) => Abu Nazar Lovesendes (13) => Aldonza Martinez de Silva (20) => Leonora de Aragon (27) => King George I of England (36) => Queen Elizabeth II of England (45) => Prince Charles (46) => Prince William (47)

[Jalur 03] Nabi Muhammad => Fatimah (01) => Aslan (08) => Qarais (11) => King Muhammad I of Seville (13) => Zaida of Seville (17, menikah dgn King Alfonso VI of Leon) => Maria Gonsalez (21) => King Alfonso IV of Portugal (25) => Richard of York (30) => King George I of England (39) => Queen Elizabeth II of England (48) => Prince Charles (49) => Prince William (50)

[Jalur 04] Nabi Muhammad => Fatimah (01) => Abu Hasan Ali (09) => Emir Hisham III of Cordoba (17) =>Juan Velez (22) => Maria de Padilla (29) => Joan Beaufort (32) => King James I of England (37) => King George I of England (40) => Queen Elizabeth II of England (49) => Prince Charles (50) => Prince William (51)

[Jalur 05] Nabi Muhammad => Fatimah (01) => Abu Djaffer Muhammad (08) => Zayd (12) => Usenda de Leon (17) => Martim Vasques (21) => Sancha de Ayala (26) => Mary Dudley (32) => Dorothy Spencer (36) => William Charles Augustus (41) => Queen Elizabeth II of England (45) => Prince Charles (46) => Prince William (47)

[Jalur 06] Nabi Muhammad => Fatimah (01) => Obeidallah (10) => Khalifah Ismail al Mansur of Egypt (12) => Elvira Alfonsez (19) => Margarethe (22) => Elisabeth of Ziegenhain (27) => Duke Urich I of Whurttemberg (32) => Duke Johann Georg I of Saxe-Marksuhl (37) => King George III of England (41) => Queen Elizabeth II of England (47) => Prince Charles (48) => Prince William (49)

linemuhammad

sumber silsilah, bisa diselusuri pada situs :
fabpedigree.com, archiver.rootsweb.ancestry.com, worldconnect.rootsweb.ancestry.com dan wc.rootsweb.ancestry.com (Sumber : [tanya] apakah benar, Elizabeth II adalah keturunan nabi Muhammad? [no sara])


Alawiyyin menurut Syar’i

Harus diakui, ke-6 jalur silsilah diatas, kebenarannya masih harus diteliti lagi. Dan seandainya, data silsilah tersebut ternyata valid, apakah secara otomatis, keluarga Kerajaan Inggris, bisa disebut sebagai Ahlul Bayt (Keturunan Rasulullah)?

Padahal, sepanjang yang kita pahami, seorang Ahlul Bayt, memiliki kewajiban untuk mengikuti risalah Rasulullah? (Kunjungi : Kufu’ dalam Nikah, adalah Perkara dien).

Pangeran William, secara biologis mungkin seorang Ahlul Bayt, namun secara Syar’i masih sulit untuk diterima. Bukankah menurut hukum syariat, anak dari seorang muslim, yang kemudian berpindah keyakinan, akan digugurkan hak warisnya?

Menarik apa yang terjadi pada, Sir Abdullah Charles Edward Archibald Watkin Hamilton, seorang Bangsawan Inggris, yang memeluk ad Dinul Islam (Sumber : en.wikipedia.org).

Sir Abdullah, mungkin merupakan salah satu contoh seorang Ahlul Bayt dari trah Eropa, yang bisa diterima secara Syar’i. Hal ini dikarenakan, secara Genealogy beliau adalah keturunan ke-45 dari Rasulullah, sebagaimana terlihat pada susur galur berikut :

Sir Abdullah Charles Edward Archibald Watkin Hamilton 45, Sir Edward Achibald Hamilton 44, (son of Edward Joseph) 43, Sir Edward Joseph Hamilton 42, Sir John Hamilton 41, John Hamilton 40, William Hamilton 39, James (Colonel) Hamilton 38, Mary Butler 37, Elizabeth Poyntz 36, Anne Sydenham 35, Mary Poyntz 34, Nicholas Poyntz 33, Jane Berkeley 32, Thomas Berkeley 31, Maurice de Berkeley 30, Isabel de Mowbray 29, Elizabeth de Bohun 28, William de Bohun 27, Elizabeth Plantagenet 26, Eleanor de Castile (m. King Edward I of England) 25, Ferdinand III of Castile 24, Alfonso IX of Leon 23, Urraca of Portugal 22, Alfonso I of Portugal 21, Teresa of Castile 20, Jimena Munez 19, Nuno Gonsalez de Lara 18, Gonsalo Nunez de Lara 17, Nuno Gonsalez de Lara 16, Mawiyah of Cordoba 15, al Hakam II 14, Abd. Rahman III 13, Muhammad II 12, Abdullah I 11, Ishar 10, Abu Hassan Ali 09, Abu Djaffer Muhammad 08, Ali ar Ridha 07, Musa al Kadzim 06, Ja’far ash Shadiq 05, Muhammad al Baqir 04, Ali Zainal Abidin 03, Husain 02, Fatimah 01, Muhammad ‘The Prophet’

Catatan :
James (Colonel) Hamilton (generasi ke-38, dari Muhammad ‘The Prophet’), merupakan salah satu leluhur Prince William melalui jalur ibunya, Diana Frances (Lady) Spencer, Salasilah selengkapnya sebagai berikut :

Prince William of England 50, Diana Frances (Lady) Spencer 49, Edward John (8th Earl) Spencer 48, Cynthia Elinor Beatrix (Lady) Hamilton 47, James Albert Edward Hamilton 46, James Hamilton (2nd Duke) of Abercorn 45, James Hamilton (1st Duke) of Abercorn 44, James (Sir; `Viscount’) Hamilton 43, John James (K.G.) Hamilton 42, John (Hon.) Hamilton 41, James (Sir) Hamilton 40, James (Sir) Hamilton 39, James (Colonel) Hamilton 38…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Lintas Berita…
01. Misteri Bangsa Melayu dan Teori Atlantis
02. Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara (Haplogroup O1aM119)
03. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)