Tag Archives: google maps

Menemukan Lokasi “Taman Sriksetra Sriwijaya”, yang dibangun abad ke-7 Masehi melalui Google Maps ?

Pada tanggal 17 November 1920, sebuah Prasasti bersejarah ditemukan oleh Louis Constant Westenenk di Palembang. Prasasti yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Talang Tuo berangka tahun 606 Saka (684 Masehi), menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno.

Lokasi penemuan prasasti sekitar 3 – 6 km dari Kedukan Bukit (Bukit Siguntang), disebelah barat Kota Palembang. Prasasti Talang Tuo ini berisikan informasi Penguasa Kerajaan Sriwijaya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa membuat Taman Sriksetra yang ditanami kelapa, pinang, aren, sagu serta berbagai macam tanaman buah-buahan, bagi kemakmuran semua penduduk.

Prasasti Talang Tuo (sumber : wikipedia)

Melacak Lokasi Taman Sriksetra Kerajaan Sriwijaya

Lokasi Taman Sriksetra diperkirakan tidak jauh dari tempat ditemukannya Prasasti Talang Tuo.

Peta dibawah ini adalah lokasi dimana Prasasti Talang Tuo ditemukan. Prasasti ini ditemukan di wilayah adat Talang Tuwo, Dusun Talangkelapa, Kecamatan Talangkelapa, Palembang.

Wilayah Talang Kelapa berbatasan dengan daerah Gandus. Dengan memperkirakan Taman Sriksetra merupakan daerah yang luas, kemungkinan besar tanah adat ini mencakup hingga ke wilayah Gandus dan sekitarnya.

Posisi Prasasti kemungkinan besar berada di dekat gerbang masuk Taman Sriksetra. Dan dengan memperhatikan wilayah gandus yang berada disepanjang aliran sungai musi, diperkirakan Taman Sriksetra disebelah selatannya berbatasan dengan sungai, sebagaimana picture berikut ini…


Batas-batas Taman Sriksetra yang lebih detail tentu harus melalui penelitian dari berbagai disiplin ilmu, seperti arkeologi dan geologi. Namun secara global, dapat dikatakan lokasi taman ini berada di daerah Gandus, yang kontur tanahnya berbukit-bukit.

Bukti lain yang menguatkan wilayah Gandus dahulunya merupakan daerah Kerajaan Sriwijaya, adalah ditemukannya ribuan pecahan tembikar dan keramik di wilayah ini, yang berasal dari abad ke 8-10 masehi.

Sumber : 
1. id.wikipedia.org
2. en.wikipedia.org
3. melayuonline.com
4. tribunnews.com
5. korankito.com
6. mongabay.co.id
7. lokasi talang tuwo

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan

1. Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriksetra, merupakan bukti arkeologis keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Pihak pemerintah daerah Sumatera Selatan, sepertinya perlu untuk memikirkan membangun miniatur Taman Sriksetra di daerah Gandus.

Selain memiliki nilai kesejarahan, diharapkan miniatur Taman Sriksetra ini bisa menjadi objek wisata sekaligus hutan kota, yang akan menjaga pasokan oksigen bagi penduduk Kota Palembang.

2. Dalam versi yang lain disebutkan, Prasasti Talang Tuo (Talang Tuwo), ditemukan oleh petani asal Desa Meranjat (Ogan Ilir) yang bernama Alwi Lihan, hasil temuannya kemudian dilaporkan kepada Louis Constant yang saat itu menjabat sebagai Residen Palembang.

talangtuo2

talangtuwo1

Pada tahun 1974, Hutan Adat Talang Tuwo yang berisikan kelapa, pinang, aren, juga beragam jenis bambu, dijadikan perkebunan sawit.

talangtuwo2
Pada masa sekarang, lantaran kebun sawit tidak diremajakan, lahan-lahan yang tidak produktif itu pun dibeli untuk lokasi perumahan. Berbagai perumahan sederhana maupun mewah saat ini mengelilingi daerah Talang Tuwo.

Artikel Menarik :
1. Silsilah Dinasti Majapahit, menurut Sejarah Melayu ?
2. [Google Maps] Rute Balatentara Sriwijaya, tahun 604 Saka (682 M) ?
3. Berdirinya Kedatuan Sriwijaya, dampak Letusan Krakatau tahun 535M ?
4. [Misteri] Legenda Sriwijaya Pasemah, berdasarkan manuskrip Ahmad Ghozali ?

[Google Maps] Rute Balatentara Sriwijaya, tahun 604 Saka (682 M) ?

Sejarawan H Boedhani di dalam bukunya “Sejarah Sriwijaya”, menegaskan bahwa Pendiri Kerajaan Sriwijaya berasal dari sebuah negeri di pantai barat yang bernama Trikuntanilaya (Sumber : Kerajaan Trikuntanilaya).

Diperkuat pendapat Profesor A Syalabi, Negara Sumatra (Swarnabhumi) tersebut telah berdiri pada tahun-tahun sebelum masehi. Negara Swarnabhumi ini, juga disebut-sebut dalam Naskah Sunda Kuno, “Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa” (Sumber : Silsilah Dapunta Hyang Jayanasa).

sriwijaya1
Parade Militer Sriwijaya

Berdasarkan informasi dari Prasati Kedukan Bukit, pada sekitar tahun 682 M, terjadi peristiwa yang sangat penting, yaitu berkumpulnya sekitar 20.000 balatentara Negeri Melayu Sriwijaya, dalam rangka “parade militer” dari Minanga sampai ke Muka Upang.

Peristiwa ini banyak memunculkan perdebatan dikalangan Sejarawan, terutama menyangkut lokasi Minanga yang merupakan titik awal pemberangkatan parade tersebut.

Dengan menggunakan Google Maps, kita coba menggambarkan, rute perjalanan pasukan Sriwijaya itu, berdasarkan alur sungai Musi, yang dihubungkan dengan Pusat Kerajaan Trikuntanilaya, yang diperkirakan berada di sekitar Gunung Dempo, yaitu wilayah Pagar Alam (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Kaur (Bengkulu).

rutesriwijaya
Awalnya ribuan pasukan dari berbagai negara koalisi Sriwijaya, berkumpul di bandar pelabuhan Manna, Bengkulu. Kemudian mereka bergerak melalui jalur darat menuju Pusat Kerajaan Trikuntanilaya.

Di pusat kerajaan, dipimpin Dapunta Hyang Jayanasa, rombongan parade menuju Pangkalan Militer Minanga di ulu sungai Musi. Di sana sudah menunggu ribuan lagi tentara dari berbagai negara, baik dari Sumatera, Semenanjung maupun Jawa.

Dari Pangkalan Militer Minanga (diperkirakan pada saat ini, berada disekitar Kota Lahat, Sumatera Selatan), sekitar 20.000 balatentara Sriwijaya, menyelusuri Sungai Musi dengan menggunakan perahu (jalur air) dan sebagian pasukan lagi menggunakan jalur darat.

Parade militer berangkat dari Minanga pada tanggal 7 Jesta 604 Saka (19 Mei 682 M), setelah tiba di Muka Upang (saat ini lokasinya, berada di dekat Kota Palembang), Dapunta Hyang membuat ‘wanua’ pada tanggal 5 Asada 604 Saka (16 Juni 682 M) (Sumber : Prasasti Kedukan Bukit).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Dalam versi yang lain dikatakan, hulu sungai musi dimasa kuno berada disekitar Bukit Kaba (Curup Bengkulu).

rute2
2. Makna dari Trikuntanilaya, Tri = 3, Kunta = tombak Nilaya = tempat kediaman, jadi bermakna tempat kediaman 3 tombak. Arti tombak disini mungkin suku atau agama, artinya Trikuntanilaya adalah kerajaan yang berasal dari 3 kekuatan suku (agama).