Tag Archives: nasab

Silsilah Mbah Kasan Sadali, Penyebar Islam di Rejenu Kudus

Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily (Mbah Kasan Sadali) merupakan salah satu murid Sunan Muria (Syaikh Maulana Umar Sa’id), yang berasal dari negeri seberang, berkelana hingga ke tanah Jawa selepas menuntut ilmu Tasawwuf di Negeri Baghdad, Iraq.

Di kemudian hari, Kanjeng Sunan Muria meminta kepada Syaikh Maulana Hasan Asy-Asyadzily untuk pergi ke sebelah utara, tepatnya di daerah Rejenu. Di wilayah ini Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily mendirikan padepokan untuk mempelajari ilmu keislaman bagi masyarakat setempat.

Nasab Silsilah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily

Berdasarkan sanad silsilah yang terdapat di dalam Kanzul Wasilah wa Sanads Silsilah  Bani Maulana  Al daly Asy-Syadzily Langkat di Pulau Sembilan (Langkat, Sumatera Utara), berikut adalah sanad silsilah daripada Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily yang dipusarakan di Pertapan Alas Rejenu, Kudus, antara lain sebagai berikut :

(01). Syaikh Maulana Hasan Ali Nuruddin Asy-Syadzily Al Jawi
(02). Syaikh Maulana Muhammad Shalih Asy-Syadzily Al Bantani
(03). Syaikh Maulana Malik Abdurrahman Asy-Syadzily Al Malaka

(04). Syaikh Maulana Malik Abdullah Asy-Syadzily Waliyul Qutubuddin Al Jawi

(05). Syaikh Maulana Asy-Syarif Malik Ahmad Asy-Syadzily Al Jawi
(06). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abdul Malik Asy-Syadzily

(07). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad Awwaluddin Asy-Syadzily Al Quds

(08). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Hasan Ali Nurruddin Asy-Syadzily
(09). Syaikhuna Maulana Al Quthub Asy-Syarif Abu Hasan Ali Asy-Syadzily
(10). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah Al Maghribi Al Aqsha

(11). Maulana Asy-Syarif Abdul Jabar
(12). Maulana Asy-Syarif Abu Thamiim
(13). Maulana Asy-Syarif Abu Hurmuz

(14). Maulana Asy-Syarif Abu Qushaiy
(15). Maulana Asy-Syarif Abu Yusuf
(16). Maulana Asy-Syarif Abu Yushaqq

(17). Maulana Asy-Syarif Abu Wardha
(18). Maulana Asy-Syarif Abu Batthal
(19). Maulana Asy-Syarif Abu Ali

(20). Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad
(21). Maulana Asy-Syarif Abu Muhammad

(22). Maulana Asy-Syarif Abu Issa
(23). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(24). Maulana Asy-Syarif Abu Umar

(25). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(26). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah
(27). Asy-Syarif Hasan Al Mutsanna Radhiyallahu ‘anhu

(28). Sayyiduna Asy-Syarif Hasan As-Sabti Radhiyallahu ‘anhu

(29). Sayyidina Ali Al Haidar bin Abi Thalib Karamallahu wajhah

Sumber :
1. Rabithah Syaikh Maulana Daly Asy-Syadzily
2. Mudzakarah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily Rejenu Al Jawi

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantra :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. Hikayat Nakhoda Khalifah, Pelopor Kesultanan Islam di Negeri Sriwijaya ?

Iklan

Silsilah Sandiaga Uno, Keturunan Raja Amai Pendiri Masjid Hunto Gorontalo?

Pada tahun 1495, Kerajaan Palasa (Sulawesi Tengah), kedatangan rombongan yang dipimpin Raja Amai dari Kerajaan Hulonthalangi. Tamu dari kerajaan tetangga ini, bertujuan untuk melamar Puteri Raja Palasa, yang bernama Owutango.

Puteri Owutango ternyata menerima lamaran ini, dengan persyaratan mempelai pria yaitu Raja Amai, beserta seluruh keluarganya harus menganut agama Islam.

sandi
Selain itu, ia juga meminta kepada Raja Amai menjadikan penduduk Kerajaan Hulonthalangi menjadi penganut agama Islam sepenuhnya, dimana semua semua adat bersumber pada Al-Qur’an (sumber : kekunaan.blogspot.com).

Raja Amai menyetujui persyaratan tersebut, bahkan sebuah masjid didirikan oleh Sang Raja, sebagai hadiah pernikahan. Masjid tersebut sampai sekarang masih berdiri, dikenal dengan nama Masjid Hunto Gorontalo.

sandi1
Silsilah Keluarga Sandiaga Uno

Raja Amai dikalangan pemerhati sejarah, dikenal sebagai Penguasa Muslim pertama di daerah Gorontalo. Jejak Raja Amai mendirikan tempat ibadah, ternyata diikuti juga oleh anak keturunannya, yaitu Raja Botutihe.

Raja Batutihe yang merupakan Raja ke-10 Kerajaan Gorontalo, mendirikan Masjid Agung Baiturrahim, pada tahun 1728 M (sumber : wikipedia.org dan  budisusilo85.blogspot.com).

sandi2
Berdasarkan silsilah keluarga Uno, Raja Batutihe (Sultan Batutihe), memiliki putera bernama Imam Podeita. Imam Podeita memiliki putera bernama Moputi Bila. Moputi Bila memiliki putera bernama Uno Nongo (sumber :  erjeuno.blogspot.com dan uno family).

Uno Nongo memiliki putera bernama Moputi Uno atau yang dikenal sebagai Mufti Guru Uno. Melalui Multi Guru Uno inilah, asal dari marga Uno di Gorontalo, dimana salah seorang keluarga dari marga ini adalah Razif Halik Uno (Henk Uno), yang merupakan ayah dari pengusaha muda nasional Sandiaga Uno (sumber : gorontalofamily.org).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Terkait: 
Silsilah Kekerabatan Sandiaga Uno dari Jalur Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah Cirebon) 

Artikel Menarik :
1. 
2. 3. 
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

Catatan Penambahan

1. Sandiaga Salahudin Uno, lahir di Rumbai (Pekanbaru) 28 Juni 1969. Ia adalah pengusaha asal Indonesia, mantan ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), periode 2005-2008.

Menikah dengan Noor Asiah, wanita asli betawi di karuniai dua orang anak, yakni : Anneesha Atheera Uno dan Amyra Atheefa Uno.

Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran, ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia bersama rekannya, mendirikan perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Perusahaan tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain.

Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Di tahun 2011, Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta (sumber ; wikipedia.org).

2. Bersumber dari buku berjudul “30 Kesaksian Pengamal Dhuha” yang ditulis oleh Mamby Alice Syahputra (wartawan Majalah Islam Furqan). Sandiaga Uno diceritakan memiliki kebiasaan menjalani puasa senin kamis. Ia juga secara rutin melaksanakan shalat Dhuha pada setiap harinya (sumber : motivasiana.com).

3. Ibu dari Sandiaga Uno bernama Rachmini Rachman, atau lebih dikenal dengan nama Mien Uno. Mien Uno, adalah puteri dari pasangan R. Abdullah Rachman dan Siti Koersilah.

Mien Uno dikenal sebagai seorang pakar etiket dan pengembangan diri, sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa. Adiknya bernama Prof Dr. Arief Rachman, merupakan Pakar Pendidikan di Indonesia, dan Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta.

4. Keluarga Sandiaga Uno terbilang cukup dekat dengan keluarga proklamator Bung Karno dan Bung Hatta. Hal ini dapat terlihat ketika salah seorang bibi dari Sandiaga Uno menikah, nampak dihadiri Fatmawati Soekarno dan Rachmi Hatta.

Dalam foto diatas nampak nenek dari Sandiaga Uno yang bernama Intan Ruaida Monoarfa (berkebaya hitam) sedang menemani Fatmawati Soekarno dan Rachmi Hatta (sumber: buku Biografi Prof JA Katili, Harta Bumi Indonesia).

5. Di Gorontalo dikenal seorang Aulia yang bernama Raja Kilat (Ju Panggola). Menurut legenda, ia merupakan salah seorang penyebar Islam di daerah Gorontalo, dan memiliki kemampuan menghilang serta bisa muncul seketika, jika Gorontalo dalam keadaan gawat.

Ju Panggola masih terhitung keturunan Raja Amai, salah seorang anaknya yang bernama Puteri Otu menikah dengan Raja Walangadi (sumber : beautyhulondhalo.blogspot.co.id) , pada pernikahan ini menghasilkan 9 orang anak, yang salah satunya adalah Raja Batutihe, leluhur Sandiaga Uno.

Dalam versi yang lain Raja Batutihe bukan anak Raja Walangadi melainkan saudara laki-lakinya. Keduanya yakni Raja Batutihe dan Raja Walangadi merupakan putra dari Bumulo dengan istrinya bernama Putri Wuluteni (sumber: keluarga Bumulo).

6. Ayahanda Sandiaga Uno yakni Razif Halik Uno (Henk Uno) adalah putera dari Abdul Uno bin Alexander Uno Marsaoleh Kwandang (Sander Uno) bin Kadhi Kwandang Kamu Bapu Bango (Aneto Uno) bin Mufti Guru Uno bin Uno Nongo bin Moputi Bila bin Imam Podeita bin Raja Batutihe (Sultan Batutihe).

Tuanku Syed Sirajuddin (King of Perlis), the 40th generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Tuanku Syed Sirajuddin, born 17 May 1943. He served as the 12th Yang di-Pertuan Agong (Malaysia), from 13 December 2001 to 12 December 2006 .

sultanperlis
In October 1960, he was appointed the Raja Muda (Crown Prince) of Perlis while still a student.

Tuanku Syed Sirajuddin was installed as the twelfth ruler of Perlis on 17 April 2000, the day after the death of his father, Tuanku Syed Harun Putra ibni Syed Husain Jamalullail (source : wikipedia).

Tuanku Syed Sirajuddin (King of Perlis), Genealogy

01. Tuanku Syed Sirajuddin (King of Perlis) bin
02. Tuanku Syed Harun Putra (King of Pelis) bin
03. Tuan Syed Husain bin
04. Tuan Syed Mahmud al-Haj bin
05. Tuan Syed Sharif Safi (King of Perlis) bin
06. Tuan Syed Alawi bin
07. Tuan Syed Ahmad (King of Perlis) bin
08. Tuan Syed Husain (King of Perlis) bin
09. Tuan Syed Abu Bakar Harun bin
10. Tuan Syed Ahmad bin
11. Syed Husain bin
12. Syed Abdu’llah bin
13. Syed Aqil al-Kadri bin
14. Syed Abdu’llah bin
15. Syed Salim bin
16. Syed Muhammad Mukharram bin
17. Syed Abdu’llah bin
18. Syed Ahmad Ba Hasan bin
19. Syed Shaikh ud-din Muhammad Jamal ul-Lail bin
20. Syed Jalil Hasan Mu’allim bin
21. Syed Muhammad Asadu’llah Filahi bin
22. Syed Hasan al-Turabbi bin
23. Syed Ali al Faqih bin
24. Syed Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin
25. Syed Ali Ba Alawi bin
26. Syed Muhammad Sahib Mirbat bin
27. Syed Ali Khaliq Qasim bin
28. Syed Alwi Shohib Baiti Jubair bin
29. Syed Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin
30. Syed Alwi al-Mubtakir bin
31. Syed Abdu’llah (‘Ubaidillah) bin
32. Syed Ahmad al-Muhajir bin
33. Syed Isa Ar-Rumi bin
34. Syed Muhammad An-Naqib bin
35. Syed Ali Al-‘Uraidhi bin
36. Syed Ja’far As-Shadiq bin
37. Syed Muhammad Al-Baqir bin
38. Syed Ali Zainal ‘Abidin bin
39. Sayyidina Husain Asy-Syahid bin
40. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
41. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. royalark.net (Perlis)
2. hadhramaut.info
3. Sunan Giri, Pendidik yang ahli Fiqih

Nasab Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam 3 versi silsilah : Gresik, Sumedang dan Cirebon?

Kesultanan Palembang Darussalam adalah suatu kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di sekitar kota Palembang, Sumatera Selatan. Kesultanan ini diproklamirkan oleh Sri Susuhunan Abdurrahman pada tahun 1659 (Sumber : wikipedia.org).

Salah seorang penguasa Kesultanan Palembang Darussalam yang terkemuka adalah Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu. Beliau merupakan Pahlawan Nasional, dan menjadi Sultan Palembang dalam dua periode, yakni 1803-1813 dan 1818-1821.

benteng1
Nasab Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, Nasab Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu, yang telah dianggap shahih adalah sebagai berikut :

01. Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu (bin)
02. Sultan Muhammad Bahauddin (bin)
03. Sultan Ahmad Najamuddin (I) Adi Kusuma (bin)
04. Sultan Mahmud Badaruddin (I)  Jaya Wikrama (bin)
05. Sultan Muhammad Masyur (bin)

06. Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (bin)
[Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam]

07. Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V / Pangeran Seda ing Pasarean/Raden Muhammad Ali (bin)

08. Pangeran Monco Negoro/Raden Maulana Fadlallah, yang menikah dengan Nyai Geding Pembayun binti Ki Geding Suro Mudo.

sultan1
Berkenaan ayahanda dari Pangeran Monco Negoro (Raden Maulana Fadlallah), setidaknya ada 3 versi nama, yaitu :

1. Pangeran Monco Negoro bin Pangeran Manchu Tando Gresik (Versi Gresik)

Data versi Gresik ini terdapat di dalam Tarsilah Brunei, yakni pada Silsilah Raden Mas Ayu Siti Aisyah (Permaisuri Sultan Abdul Jalilul Akbar, Sumber).

Dalam versi tersebut disebutkan, Silsilah Raden Mas Ayu Siti Aisyah, adalah sebagai berikut :

Raden Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik bin Pangeran Manchu Tando bin Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma bin Sunan Giri, Muhammad Ainul Yaqin

Nama Pangeran Manchu Tando, di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam disebut sebagai Ki Panca Tandah (Adipati Panca Tandah, Sumber).

datap1
2. Pangeran Manco Negoro bin Adipati Sumedang (Versi Sumedang)

Selain nama Pangeran Adipati Panca Tandah, di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, juga disebut nama Adipati Sumedang, sebagai ayahanda Pangeran Monco Negoro.

Pada Situs Anandakemas, Silsilah Pangeran Manco Negoro, adalah sebagai berikut :

01. Tumenggung Manco Negaro (Maulana Fadlullah) bin

02. Pangeran Adipati Sumedang (Maulana Abdullah) bin

03. Pangeran Wiro Kesumo Cirebon (Ali Kusumowiro/Muhammad Ali Nurdin/Sunan Sedo Ing Margi) bin

04. Sunan Giri/Muhammad ‘Ainul Yaqin

3. Raden Ki Yai Farurlla (Pangeran Manco Negoro) bin Raden Ki Yai Nurodin Cirebon (Versi Cirebon)

Di dalam catatan silsilah turun menurun, dari Keluarga Raden Abdul Rahmat bin Raden Muhamad Bahaudin (Sultan Muhammad Bahauddin, Sumber), tertulis silsilah sebagai berikut :

silsilaha2Pada data silsilah diatas, Raden Ki Yai Farurllah (Raden Maulana Fadlullah atau Pangeran Manco Negoro) ayahandanya bernama Raden Ki Yai Nurodin (dimakamkan di Cirebon).

Jika mengikuti keterangan yang terdapat di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, kemungkinan Raden Ki Yai Nurodin merupakan nama dari Adipati Sumedang bin Pangeran Arya Kesumo Cerbon.

Sementara hubungan kekerabatan dengan Giri Kedaton, adalah melalui jalur istrinya yang merupakan Cucu dari Sunan Giri.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan…

1. Pembahasan berkenaan dengan beragam versi silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, silahkan membaca artikel ini

 

Islam bukan hanya mengakui Patrilineal (alur keturunan laki-laki) ?

Di masa Khalifah Harun al-Rasyid, hidup tokoh ulama dari kalangan ahlul bayt, yang bernama Sayyidina Musa al Kazhim bin Ja’far al Sadiq bin Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin al Sajjad bin Hussein radiAllahu anhu bin Ali karramallahu wajhah.

Sang Khalifah sedikit terganggu, dengan kebiasaan umat muslim pada saat itu, yang memanggil Sayyidina Musa dengan panggilan “ibnu Rasul” (putera Rasulullah).

Padahal berdasarkan ilmu nasab, Musa al Kazhim lebih tepat dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib (suami dari Sayyidatuna Fatimah az-Zahra’ binti Muhammad Rasulullah).

keluarga

Khalifah Harun-pun memanggil Sayyid Musa untuk menghadap, dan ketika hal tersebut ditanyakannya, Sayyid Musa menjawab :

“Aku berlindung kepada Allah dari (godaan) setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “… dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shalih.” (QS al-An’am [6]: 84-85).

Lalu, siapa ayah Nabi Isa?

Ditanya balik seperti itu, segera Khalifah Harun menjawab “Nabi Isa tidak memiliki ayah”

Kemudian Musa al Kazhim berkata :

“Tetapi, mengapa Allah Azza wa Jalla menisbatkannya kepada keturunan para nabi melalui ibunya, Maryam ? Maka demikian pula kami (Ahlul-Bayt) dinisbatkan kepada keturunan Nabi melalui ibu kami, Fathimah binti Muhammad Rasulullah”

(sumber : ahlulbaitrasulullah.blogspot.com)

Dari keterangan Sayyid Musa al Kazhim jelaslah bahwa berdasarkan dalil Kitabullah Al Qur’an, Islam tidak hanya mengenal alur keturunan dari pihak ayah (pria), melainkan juga mengakui alur keturunan dari pihak ibu (wanita).

WaLlahu a’lamu bishshawab

King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

King Abdullah II is the 43rd generation direct descendant of the Prophet Mohammad. King Abdullah II assumed his constitutional powers as Monarch of the Hashemite Kingdom of Jordan on February 7th, 1999, the day his father, the late King Hussein, passed away.

KingAdbullah

Born in Amman on January 30th, 1962, King Abdullah II is the eldest son of His Majesty the Late King Hussein and Her Royal Highness Princess Muna Al Hussein.

He began his primary education at the Islamic Educational College in Amman, and later attended St. Edmund’s School in Surrey, England. For his secondary education, he attended Eaglebrook School and Deerfield Academy in the United States of America (source : jordanembassy.ro).

Abdullah II (King of Jordan), Genealogy

01. Abdullah II (King of Jordan) bin
02. Al Hussein (King of Jordan) bin
03. Talal (King of Jordan) bin
04. Abdullah I (King of Jordan) bin
05. Al Hussein (King of The Hijaz) bin
06. Ali bin
07. Muhammad (Emir of Mecca) bin
08. Abdul Mu’een bin
09. Auon, Ra’i al-Hadala bin
10. Muhsin bin
11. Abdullah bin
12. Al Hussein bin
13. Abdullah (Emir of Mecca) bin
14. Al-Hassan (Emir of Mecca) bin
15. Muhammad Abu Numayy II (Emir of Mecca) bin
16. Barakat II (Emir of Mecca) bin
17. Muhammad (Emir of Mecca) bin
18. Barakat I (Emir of Mecca) bin
19. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
20. ‘Ajlan (Emir of Mecca) bin
21. Rumaytha (Emir of Mecca) bin
22. Muhammad Abu Numayy I (Emir of Mecca) bin
23. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
24. Abu Saad Ali bin
25. Abu Aziz Qutadah (Emir of Mecca) bin
26. Idris bin
27. Muta’in bin
28. Abdul al-Karim bin
29. Issa bin
30. Al Hussein bin
31. Suleiman bin
32. Ali bin
33. Abdullah bin
34. Muhammad al Akbar bin
35. Abdullah al Akbar bin
36. Muhammad al Thayir bin
37. Musa al Thani bin
38. Abdullah al Salih bin
39. Musa al-Jaun bin
40. Abdullah el-Kaemil bin
41. Al Hassan al Muthanna bin
42. Sayyidina Hassan bin
43. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
44. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. ismaili.net
2. littlehornarchive.com
3. rootsweb.ancestry.com

Ahlul Bait Rasulullah adalah Orang yang Bertakwa ?

Ahlul Bait Rasulullah, umumnya diartikan sebagai mereka yang memiliki ikatan nasab dengan Rasulullah. Namun ternyata makna Ahlul Bait Rasulullah bukan hanya itu…

Mari kita pahami, hadits berikut ini…

إِنَّ أَهْلَ بَيْتِي هَؤُلاَءِ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ أَوْلَى النَّاسِ بِي وَلَيْسَ كَذَلِكَ، إِنَّ أَوْلِيَائِي مِنْكُمُ الْمُتَّقُوْنَ مَنْ كَانُوْا وَحَيْثُ كَانُوْا

“Sesungguhnya AHLUL BAIT, mereka memandang bahwasanya mereka adalah orang yang paling dekat denganku, dan (sebetulnya) perkaranya tidak demikian, sesungguhnya para WALI-WALIKU dari kalian adalah ORANG-ORANG YANG BERTAKWA, SIAPAPUN MEREKA DAN DIMANAPUN MEREKA”

(HR Ath-Thobroni 20/120 dan Ibnu Hibbaan dalam shohihnya no 647. Al-Haitsaimy dalam Majma’ Az-Zawaid (10/400) berkata : Isnadnya Jayyid (baik), demikian juga Syu’aib Al-Arnauuth berkata : Isnadnya Kuat)

ahlulbayt

Dan semua ini didukung oleh sebuah hadits yang terdapat di dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari ‘Amr bin Al-‘Aash bahwasanya beliau mendengar Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda :

إِنَّ آلَ أَبِي فُلاَنٍ لَيْسُوْا لِي بِأَوْلِيَاءِ وَإِنَّمَا وَلِيِّي اللهُ وَصَالِحُو الْمُؤْمِنِيْنَ

“Sesungguhnya keluarga ayahku –ya’ni si fulan- BUKANLAH para waliku, dan HANYALAH para waliku adalah Alloh, dan ORANG-ORANG MUKMIN YANG SHOLIH” (HR Al-Bukhari no 5990 dan Muslim no 215)

Kedua hadits diatas, sejalan dengan firman ALLAH :

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Alloh ialah orang yang paling BERTAKWA di antara kalian.” (QS. Al-Hujurat (49) ayat 13)

 — 00O00 —

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i (rahimahullah) mengomentari hadits di atas:

ومعناه إِنما وليي من كان صالحا وإِن بَعُدَ نَسَبُه مِنِّي وليس وليي من كان غير صالح وان كان نسبه قريبا

“Dan maknanya adalah : Yang menjadi Waliku hanyalah orang yang sholih meskipun NASABNYA JAUH DARIKU, dan TIDAKLAH TERMASUK WALIKU YANG TIDAK SHOLIH MESKIPUN NASABNYA DEKAT.” (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 3/87).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
firanda.com